Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 81


__ADS_3

Siang berganti sore dan kini saatnya matahari tenggelam. Terlihat semburat jingga di langit pertanda matahari akan berganti dengan bulan.


Siang tadi setelah selesai melakukan beberapa pose foto keluarga dengan tema baju hanbok kini mereka tengah duduk di ruang keluarga setelah Neera memandikan ketiga anaknya.


Makan malam sudah siap semenjak tadi, hanya mereka menunggu waktu magrib tiba dan akan makan setelah melaksanakan ibadah sholat.


"Sayang, kamu masih ingat gak baju yang Uda minta beberapa hari yang lalu" hati-hati Ayyub berkata pada istrinya.


"Iya ingat, memangnya kenapa Uda ?"


"Hmm beneran tidak apa-apa, apa tidak menganggu produksi produk yang akan kamu launching nanti ?" tanya Ayyub sedikit tidak enak hati.


"Gak papa Uda, nanti bisa Neera atur" santai Neera.


"Tapi kamu tau gak itu buat siapa ?"


"Memangnya siapa yang pesan ?" penasaran Neera.


"Untuk mama, kakak dan adek Uda sayang"


"Oh yaudah, tinggal kirim saja nanti kerumah Uda kalau sudah launching" santai Neera.


"Loh, kamu gapapa yang. Kamu gak keberatan gitu, apa kamu gak marah atau dendam atas perlakuan mereka ke kamu sayang ?" heran Ayyub.


"Gak papa Uda, mereka kan tetap keluarga Uda. Mau bagaimanapun juga kita harus memberikan yang terbaik selama itu bermanfaat untuk mereka, apalagi membuat hati orang tua senang, berpahala kita sebagai anak" tutur Neera seakan tidak terjadi apa-apa.


"Tapikan sayang, selama ini mereka memperlakukan kamu dengan buruk, apakah kamu masih bisa baik terhadap keluarga Uda ?" tanya Ayyub kembali menyelami hati istrinya.


"Tentu saja harus baik, memangnya Uda mau kami berperang ?" canda Neera.


"Bukan gitu sayang, tapikan Uda heran bagaimana bisa kamu begitu santai menanggapi mereka bahkan masih mau memenuhi keinginan mereka"


"Yah selagi Neera mampu apa salahnya, lagian juga itu kalau mereka mau menerima. Eh tapi Uda gak bilangkan ini dari Neera, nanti malah gak mau diterima" ucap Neera.


"Ckck sayang, sempat-sempatnya kamu mikir begitu, udah ngasih cuma-cuma terus pake disembunyiin segala lagi. Hati kamu terbuat dari apa sih yang, bisa bening banget begitu"


"Pastinya dari sel, jaringan, ada pembuluh darah juga, terus saraf kira-kira gitu deh Uda" tanggapan Neera dengan becanda.


"Wahhh wah susah ngomong sama orang kedokteran ini, hadeuh" ucap Ayyub sembari menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Loh iya, kan Neera jawab betul Uda" ucap Neera dengan wajah seriusnya yang terlihat imut bagi Ayyub.


"Mmuaccch, gemesin banget sih mukanya" kecup Ayyub sembari menggigit kecil pipi Neera.


"Awww, ih digigit. Seram nih Uda, orang istri itu disayang ini malah digigit" sungut Neera.


"Habisnya wajah kamu itu bikin gemas. Oh kamu pingin disayang-sayang, sini Uda sayang-sayangin" ucap Ayyub dengan senyuman mesumnya.


"Ih engga ah, seram. Bisa bahaya" elak Neera.


"Hahahaha" tawa Ayyub pecah melihat reaksi istri cantiknya yang habis digoda.


Setelah menghabiskan waktu dengan bercanda mereka akhirnya beribadah dan melanjutkan dengan makan malam.


Tidak lupa juga mereka melaksanakan ibadah isya setelah belajar mengaji dan menghafal beberapa do'a dan ayat pendek bagi triplets.


Kini saatnya mereka tidur karena hari sudah beranjak malam dan lelah yang telah mendera sedari pagi.


Setelah membersihkan triplets dan menggosok gigi bersama mereka berbaring di kasur empuk dan luas.


Kini triplets sudah mengerubungi ayah mereka, mencari kehangatan sembari melepas kerinduan setelah hampir sebulan tidak bertemu.


Neera hanya geleng-geleng kepala melihat perilaku mereka, yang satu berbaring diatas sang ayah, sementara dua yang lain memeluk dari samping dengan menimpa sebagian tubuh ayahnya yang secara tidak langsung mereka bertiga tidur diatas tubuh kekar Ayyub.


"Sudah gak apa-apa sayang, suamimu ini pria yang kuat" sombong Ayyub sembari memperlihatkan otot lengannya yang kekar.


"Cih, awas nanti kalo ngeluh pegel-pegel" sungut Neera.


"Gak akan sayang, bahkan kelonin kamu habis ini juga Uda masih sangat sanggup" goda Ayyub.


"Apaan sih Uda, nanti anak-anak dengar lo"


"Gak akan sayang, mereka udah setengah sadar ini, udah mulai kealam mimpi sepertinya" ucap Ayyub memperhatikan ketiga buah hatinya yang mulai bernapas tenang.


"Yasudah, Neera juga ikutan tidur ya Uda" ucap Neera yang mulai bersiap-siap menarik selimut.


"Eh eh yang, jangan tidur dulu. Nanti dulu yang, tungguin Uda" cegah Ayyub yang sudah menampakkan muka paniknya.


"Kenapa sih Uda, emang ada apaan sih ?" heran Neera.

__ADS_1


"Pokoknya nanti dulu yang, tunggu sampai anak-anak tidur dulu" pinta Ayyub.


Sebagai istri yang patuh Neera memenuhi permintaan Ayyub meskipun ia sudah ingin tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.


Setelah yakin ketiga anaknya sudah tidur lelap perlahan Ayyub memindahkan mereka ke kasur dengan hati-hati takut mereka akan terbangun setelahnya menyelimuti mereka hingga batas leher dan menarik Neera keuar dari selimut dan turun dari ranjang.


"Loh, kok turun Uda. Mau kemana malam-malam begini ?" heran Neera.


Tanpa membalas ucapan istrinya Ayyub segera menggotong Neera keatas pundaknya seperti membawa karung beras.


Neera yang tidak siapun nyaris berteriak kencang, beruntung ia langsung menutup rapat mulutnya, jika tidak dapat dipastikan triplets akan terbangun dan mulai merengek.


Setelah berhasil menggotong istrinya Ayyub memukul gemas pantat istrinya yang tepat berada disamping wajahnya.


Sontak hal itu membuat muka Neera memerah dan memanas, tentu saja ia tahu maksud suaminya dan apa yang akan terjadi setelahnya.


Dengan langkah cepat Ayyub bergerak memasuki kamar kosong tempat biasanya mereka memadu kasih, tentu saja sebelumnya Ayyub sudah menyiapkan ini semua.


Setelah sampai langsung Ayyub menurunkan Neera diatas kasur dengan mudahnya, sungguh tubuh Neera seperti kapas bagi Ayyub, seperti tidak ada beban sama sekali.


"Uda, ada apa ini. Kenapa Uda membawa Neera kesini?" tanya Neera berpura-pura bodoh.


"Apalagi sayang, Uda rindu. Boleh ya malam ini, Uda sungguh tidak bisa tahan" pinta Ayyub yang mulai memelas dengan mata berkabut.


"Tapikan Uda baru saja sampai, apa tidak lelah, bahkan mungkin Uda juga jetlag" khawatir Neera.


"Tidak apa yang, Uda sangat kuat bahkan Uda akan mampu membuat kamu tidak berjalan besok pagi, sungguh Uda sangat menginginkannya" jelas Ayyub yang mulai mengecupi wajah dan leher Neera.


Mendengar itu Neera meneguk keras salivanya, apalagi sekarang tangan suaminya sudah mulai menjelajah kemana-mana


Karena Neera tau kewajibannya sebagai istri dan juga kasihan melihat hasrat Ayyub ia hanya mampu menganggukan kepala yang disambut Ayyub dengan senyum sumringah.


Tanpa membuang waktu Ayyub langsung menjamah tubuh indah istrinya dan melakukan aksinya yang membuat Neera keliyangan


Akhirnya malam itu Ayyub menuntaskan hasratnya dan melepas kerinduan yang selama ini ditahannya.


Benar saja, Neera dibuat kewalahan oleh suaminya itu, sudah hampir subuh dan Ayyub masih belum ingin berhenti meminta lagi dan lagi yang hanya dibalas Neera anggukan.


Tenaga suaminya itu seakan tiada habisnya meskipun mereka telah bergulat selama berjam-jam Ayyub seakan tidak pernah puas dengan tubuh Neera.

__ADS_1


Hingga akhirnya menjelang subuh Ayyub sudah terkapar diatas tubuh istrinya setelah menyemburkan benih di rahim sang istri.


"Terima kasih sayang, kamu sudah mau memuaskan Uda malam ini. Kamu masih saja nikamat dan sempit membuat Uda selalu gila akan dirimu, I Love You Sayang, Uda sangat mencintaimu" itulah kata terakhir Ayyub sebelum dirinya benar-benar terlelap hingga kealam mimpi


__ADS_2