
Malam ini terasa sepi tanpa kehadiran triplets di kamar Ayyub dan Neera. Seharusnya ini menjadi momen yang sangat diharapkan oleh lelaki tampan itu tetapi apa daya keadaan tak memihak padanya.
Akhirnya ia hanya bisa mengalihkan pikirannya dengan bekerja dan mengecek beberapa email yang dikirim oleh orang kepercayaannya.
Lain halnya dengan Neera, perempuan cantik itu begitu menikmati waktunya dengan bersantai. Melakukan perawatan kulit wajah dengan maskeran dan mengenakan baju tidur mini yang lucu sehingga membuat Ayyub semakin panas dingin.
Seakan tidak peduli, istrinya itu dengan santainya mondar mandir di depan Ayyub yang sudah rungsing sendiri. Akhirnya karena tidak tahan Ayyub memilih untuk tidur dari pada harus mandi air dingin lagi di tengah malam.
Begitu melihat suaminya sudah terlelap Neera pindah duduk ke sofa dan mulai membuka laptopnya. Memang saat ini sebenarnya ia sangat sibuk sekali mengingat brand fashionnya yang akan keluar di musim ini juga memeriksa email dari mahasiswa bimbingannya.
Dengan cekatan, Neera segera memperbaiki beberapa desain dan berdiskusi singkat dengan desainernya yang mana tentu saja di UK saat ini adalah jam kerja.
Selesai dengan pekerjaan perusahaan fashionnya Neera beralih memeriksa beberapa email dari mahasiswa, merevisi dan mengirim lagi karya mereka untuk diperbaiki lagi.
Tidak lupa juga Neera selalu mengecek Triplets Bakery yang kini sudah masuk ke bandara yang ada di beberapa negara. Usaha kuliner ini sendiri sangat berarti bagi Neera karena ini adalah usaha yang ia bangun dengan tangannya sendiri, salah satu mimpinya sedari dulu. Oleh sebab itu, Neera akan selalu mengupayakan yang terbaik untuk Triplets Bakery.
Lumayan lama Neera berkutat dengan pekerjaannya hingga akhirnya Neera memutuskan tidur saat jam menunjukkan angka 03.00 WIB dini hari.
Neera ikut bergabung dengan suaminya setelah mengambil wudhu sebelum tidur agar selalu bersih dan mematikan lampu kamar.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Neera sudah terlelap karena badan dan pikirannya yang seharian ini juga sudah letih.
Berbeda dengan Neera yang langsung memasuki dunia mimpi justru Ayyub langsung terbangun dari tidurnya yang gelisah saat merasakan pergerakan dari istrinya.
__ADS_1
Awalnya Ayyub hanya bemaksud membawa Neera dalam pelukannya dan membuatnya lebih dekat. Namun lama kelamaan ia gerah sendiri saat melihat dua semangka yang terus meminta untuk dicicip.
Pajama yang dikenakan istrinya begitu lucu dengan gambar boneka berwarna pink tetapi sangat minim dengan bahan yang tipis sehingga membuat semuanya terlihat dan terasa dengan jelas.
Apalagi saat Ayyub menunduk karena posisi istrinya yang berada didepan dadanya maka belahan bola dunia itu akan semakin nyata terlihat. Ditambah lagi istrinya itu memiliki ukuran yang relatif lebih besar jika disandingkan dengan badan mininya.
Lama kelamaan Ayyub tidak tahan sendiri dan memutuskan untuk merosot mensejajarkan kepalanya di bagian empuk itu. Perlahan ia tarik atasan istrinya dan menghirup aroma Neera yang begitu menenangkan.
Awalnya hanya mencium, lama-lama kegiatan itu semakin berkembang menjadi kecupan semakin lama menjadi hisapan hingga akhirnya ia gemas sendiri dan mulai mengemut bagian ujung yang menjadi jalan keluar ASI.
Beruntung saat ini air susu Neera sudah kering sehingga ia tidak akan khawatir akan terminum ASI istrinya. Semakin lama suami Neera itu semakin asik sendiri, ternyata ada kenikmatan tersendiri saat ia mengemut dan mengigiti bagian puncak itu sambil sesekali bertanam stoberi disana.
Entah kenapa malam ini istrinya begitu anteng sehingga memudahkan Ayyub mengeksplor bagian gunung subur itu. Ia sangat puas memerah susu rasa stoberinya langsung dari sumbernya dan menggunakan mulutnya sendiri.
Saat subuh menjelang, akhirnya Neera kembali tersadar dan merasakan ada beban dibagian dadanya. Kepala suaminya nemplok disana, Neera kira lelaki itu hanya bersandar akan tetapi saat Neera mencoba membangunkan Ayyub terasa ada sesuatu yang menghisap di puncak dadanya.
Seperti saat anaknya menyusu tetapi ini lebih menggelikan, Neera kira hanya perasaannya saja karena masih baru bangun dan belum terlalu sadar.
Akan tetapi lama kelamaan hisapan itu semakin kuat dan membuat Neera mau tak mau terjaga dari tidurnya. Saat akan mengangkat kepala suaminya Neera terpekik saat merasakan perih akibat gigitan bayi besarnya yang ikut tertarik.
"Astaghfirullah.. Uda ngapain sih" protes Neera yang langsung berusaha menjauhkan kepala suaminya.
"Mimik sayang" gumam Ayyub yang masih anteng di posisinya.
__ADS_1
"Apaan sih Uda, sudah ah. Udah besar juga ngapain mimik kayak bayi begitu Uda" ujar Neera yang terus berusaha menghindar.
"Hmmmm Sayang, mau mimik. Enak ini sayang" rengek Ayyub yang benar-benar terlihat seperti bayi beruang.
"Udah ah Uda, malu tau. Masa udah besar kayak gitu. Malu sama bewok" kesal Neera yang masih tidak ditanggapi suaminya malah Ayyub semakin erat memeluk istrinya.
"Tunggu sayang, lagi enak tau" gumam Ayyub yang kurang jelas karena mulutnya masih aktif mengemut.
"Enak apaan sih Uda, orang gak ada isinya kok" jawab Neera.
"Manis sayang, susu stoberi terenak yang pernah Uda coba. Sabar dong sayang, Uda kan juga pingin mimik, masak triplets aja yang Bunda kasih, Ayahnya juga dong. Sekarang kan sudah jadi hak milik Uda lagi. Udah gak perlu berbagi lagi sekarang" ucap Ayyub yang sejenak melepaskan kesenangannya itu dan menatap istrinya penuh harap.
Neera hanya bisa pasrah dan menghembuskan napas berat. Membiarkan suaminya melakukan apapun yang diinginkannya sembari melanjutkan tidurnya karena sekarang ia masih libur sholat.
Sementara Ayyub setelah puas bermain ia menutup kembali dua bola dunia itu dan menciumi wajah istrinya lalu beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu agar nanti tidak terlambat pergi sholat ke mesjid.
Dengan wajah berseri ia beranjak dari kamar mereka setelah memberikan kecupan lagi di wajah teduh istrinya. Hari ini ia merasa sangat puas karena sudah mendapatkan kesenangan baru meskipun istrinya itu sedang palang merah. Sepertinya setelah ini ia akan ketagiahan dan berencana meminta lagi pada istrinya.
Apapun yang ada pada istrinya selalu membuat ia tergila-gila dan semakin menginginkannya. Tidak pernah merasa bosan ataupun puas bahkan ia mau nambah lagi dan lagi.
Sungguh istri yang begitu menarik, ternyata sedari dulu ia tidak pernah bisa jauh dari istrinya ya karena hal ini salah satunya. Setiap saat Neera selalu membuat ia jatuh cinta terus dan segala apa yang Neera punya terlihat sangat menarik dipandangannya.
Jadi kangen istri, padahal baru saja pergi sebentar ke mesjid terdekat dari rumah mereka. Memang Ayyub selalu mengupayakan sholat berjamaah di mesjid juga atas support istrinya.
__ADS_1