
Malam itu mereka habiskan dengan canda dan tawa di ruang kerja Tuan Kaisar. Meski awalnya sulit tetapi perlahan triplets sudah mau bersama Opa dan om-om nya.
Saat ini mereka berencana untuk makan diluar karena tidak memungkinkan jika di rumah dalam keadaan yang kurang enak, pastinya selera makan juga tidak akan ada.
"Pa, apa tidak apa-apa kita pergi makan keluar. Bagaimana dengan Nyonya Kaisar dan yang lainnya ?" tanya Neera ragu pada Papa yang sudah melangkah melewati pintu utama.
"Sudah biarkan saja, mama akan baik-baik saja. Sekarang Papa ingin sekali makan bersama anak, menantu dan cucu Papa ini" santai Papa sembari mencium Qal yang masih berada di gendongannya.
Tidak ketinggalan dua abang Ayyub beserta adik lelakinya ikut serta dalam makan malam ini. Sementara para perempuan dan ipar lelaki Ayyub hanya dapat melihat kepergian mereka dari jendela kamar.
Saat ini perasaan mereka menjadi tak menentu. Ada rasa bahagian karena ternyata salah satu ipar mereka pengusaha fashion ternama dunia yang memungkinkan mereka akan mudah memiliki koleksi brand ternama setelah ini. Namun, ada juga perasaan gengsi dan tidak mau terima akan kesuksesan ipar mereka itu.
Rasanya semua ini seperti mimpi, tidak percaya jika seseorang yang dulu mereka hina dan rendahkan akan menjadi orang besar seperti sekarang. Sedikit perasaan bersalah dan penyesalan bercokol di hati mereka sayangnya tidak menyurutkan sifat pongah mereka.
Sementara Nyonya Kaisar perlahan membuka matanya dan melihat sekitar menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Ternyata ia berada di kamarnya sendiri.
Sempat bingung dengan apa yang terjadi akhirnya lamunannya buyar oleh suara anak perempuan tertua yang menanyakan keadaannya.
"Bagaimana ini semua bisa terjadi ?" ucapnya kini saat sadar apa yang telah berlaku sebelum ia pingsan.
"Aku juga tidak tau ma, tau begini aku tidak akan bersikap buruk padanya dahulu" sesal Riezka.
"Halah gayamu kak, padahal dulu kamu yang paling semangat mengompori mama dengan si Vina itu" cibir Nola sang adik.
"Diam kamu, kamu juga sama berlaku sangat tidak sopan padahal kamu kecil darinya" balas Riezka.
"Sudah diamlah, mama sangat pusing sekarang kenapa kalian malah berdebat membuat mama semakin sakit kepala saja" lerai mama mereka.
__ADS_1
"Sudahlah ma, minta maaf saja. Toh dia pasti akan memaafkan mama. Dia kan terlalu naif" usul Sintia sang kakak ipar
istri dari Hakim.
"Betul juga, lagipula kita juga bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan barang-barang branded dan jangan lupakan nilai perusahaan mereka yang tinggi. Kita juga bisa plesiran ke Inggris dan Europe dengan bantuannya" usul Kiki istri Fazreen sembari membayangkan hal indah itu.
"Dasar matre, memangnya siapa dirimu" kesal Riezka yang mulai jengah dengan sikap iparnya itu.
Seketika Kiki terdiam menyadari bahwa ia secara tidak sengaja telah mengekspos siapa dirinya lewat ucapan spontan yang baru saja ia keluarkan.
"Berhentilah berdebat, kalian keluarlah. Mama sangat pusing saat ini" perintah Nyonya Kaisar yang diikuti dua menantunya sementara dua anak perempuannya masih bertahan disana.
"Sekarang dimana istri dan anak-anak Ayyub berada ?" tanya Nyonya Kaisar lemah.
"Mereka sudah pergi bersama Papa, Bg Hakim, Bg Fazreen dan Luthfi Ma" jelas Riezka.
Ketiga anak itu mengingatkannya pada Ayyub kecil yang begitu manis. Tidak bisa ditampik bahwa Ayyub merupakan anak kesayangannya. Oleh sebab itu, ia begitu concern dan terkesan posesive pada putra kebanggaannya itu.
Hal ini jugalah yang menjadi akar permasalahannya dengan Neera, ia merasa tidak sepantasnya Ayyub bersanding dengan Neera yang saat itu ia anggap bukan siapa-siapa dan hanya orang kampung.
Namun, siapa sangka ternyata menantunya itu bukan gadis kampung biasa. Hanya tinggalnya saja yang dikampung tetapi keluarga mereka pengusaha besar dan keluarga terpandang.
Bahkan menantunya itu kini menjadi orang besar dan sukses dikancah Internasional. Ada rasa kebanggaan tersendiri dalam hatinya.
Terlebih saat melihat anak yang dibawa Neera. Sungguh ia merasa sangat bahagia ternyata cucu yang ia harapkan selama ini sudah hadir ke dunia. Bukan hanya satu, melainkan tiga sekaligus.
Mereka tumbuh dengan sangat lucu, tampan dan cantik dengan kulit putih dan paras rupawan. Melihatnya saja sudah dipastikan mereka dirawat dan dibesarkan dengan baik.
__ADS_1
Ada rasa hangat yang seketika menjalari hatinya. Memikirkan akan memeluk cucunya membuat nyonya Kaisar seketika meneteskan air mata.
Rasa bersalah kian menghantam sanubarinya. Setelah apa yang sudah ia lakukan pada anak dan menantunya yang bahkan berimbas pada cucunya apakah ia pantas mendapatkan semua itu.
Apakah ia masih bisa memeluk dan mencium tiga malaikat kecil itu setelah apa yang ia perbuat pada bundanya.
Sungguh ia melakukan itu semua karena rasa sanyangnya yang sangat luar biasa pada putra kebanggaanya sehingga membuatnya gelap mata dan melakukan hal buruk itu.
Ditambah lagi hasutan anak dan menantu beserta calon menantu yang saat itu ia gadang-gadang menjadi calon istri Ayyub.
Kini penyesalan itu tiada berguna lagi. Ia takut tidak akan mendapatkan kata maaf dari perempuan hebat yang sudah ia dzolimi. Menantu luar biasa yang dulu pernah ia sia-siakan.
Apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan maaf dari mereka. Dari anak, cucu, suami dan terutama menantunya itu. Betapa bodohnya ia dulu memaksa Ayyub membuang berlian yang ternyata hanya digantikan batu kerikil.
Dengan langkah lemahnya ia melangkah menuju kamar mandi, mengambil wudhu dan memohon pada Ilahi Robbi.
Sungguh kesombongan telah menutup mata hatinya. Ia tidak sadar bahwa selama ini ada Tuhan yang lebih segala-galanya dari pada dirinya yang seorang hamba.
Titik hitam dihati telah membuat matanya buta akan kebaikan seseorang yang memiliki hati yang tulus. Malah memelihara seorang yang berhati busuk disampingnya.
Lama ia mencurahkan kegelisahan dan kegundahan hatinya diatas sajadah. Melebur semua kesombongan yang selama ini dijunjungnya dan menurunkan ego yang selama ini dipertahankannya.
Setelah memohon ampun dan mendapatkan ketenangannya ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa apapun caranya ia harus mendapatkan maaf dari seorang perempuan lembut yang sudah berulang kali disakitinya.
Perlakuannya selama ini tidak hanya menyakiti Neera melainkan juga putranya sendiri. Kini semua kesalahan seakan jelas didepan matanya.
Kenyataan sudah memporak porandakan ego dan kesombongannya selama ini. Kini saatnya ia menyesali dan memperbaiki semua sebelum terlambat dan tidak akan ada kesempatan lagi.
__ADS_1
Ia akan menunggu suami dan putranya untuk meminta bantuan mereka agar ia bisa menemui Neera untuk meminta pengampunan dari menantunya itu.