
Cukup lama Neera bertahan dengan posisi duduknya hingga Ayyub menyelesaikan pekerjaan dan membereskan pekerjaannya. Semangat yang melimpah membuat Ayyub mampu menyelesaikan semua pekerjaanya dengan tepat bahkan beberapa pekerjaan untuk minggu ini sudah dirapelkannya hanya tinggal eksekusi di lapangan.
Beberapa saat Ayyub masih menahan tubuh Neera mereka saling berbicara dari hati ke hati layaknya pasangan kasmaran dan dimabuk cinta. Menatap dengan penuh cinta hingga ciuman penuh cinta semua tak luput dari keduanya. Cinta membuat mereka menjadi lebih bahagia hari demi harinya.
Tak lama terdengar ketukan pintu dari connecting door ruangan Ayyub menuju ruangan sebelah tempat triplet beristirahat beserta panggilan ayah bunda dari tiga anak kecil yang bersautan.
Neera turun dari posisinya berjalan menuju pintu berwarna coklat itu. Sementara Ayyub meregangkan tubuhnya sejenak setelah lama duduk di belakang meja kerjanya.
"Bunda.....Ayah......." masih terdengar teriakan-teriakan dari tiga buah hati mereka.
"Sabar sebentar sayang" ujar Neera sembari menarik kenop pintu.
Ketika daun pintu baru saja terbuka Neera diserbu triplet yang masih acak-acakan dengan muka bantal mereka. Jelas saja, mereka mencari Neera saat tidak menemukan bundanya ketika membuka mata.
Dengan penuh senyuman Neera memeluk mereka dan mencium satu persatu wajah gembul yang sedikit bau keringat bayi. Perlahan Neera menyapu kepala ketiganya bergantian dan menyeka keringat yang membasahi bagian rambut ketiganya.
Setelah puas melepas rindu dengan sang bunda kini triplet berlari menyerbu ayah mereka dan berebut duduk dipangkuan lelaki tampan yang terlihat bahagia atas kelakuan buah hatinya.
Mereka satu persatu memeluk erat sang pelindung keluarga kecilnya dan merebahkan tubuhnya di tubuh kekar itu. Neera hanya tersenyum melihat tingkat ketiganya yang nemplok bagai koala.
Sementara Ayyub membuka satu persatu baju mereka dan menyisakan ****** ***** karena mereka sudah tidak mengenakan diapers lagi. Mereka akan mandi di kantor saja karena kemarin Neera sudah menyiapkan beberapa baju mereka atas keinginan Ayyub.
__ADS_1
Triplet akan sering berada di kantor mulai sekarang oleh sebab itu Ayyub menyiapkan sedikit perlengkapan mereka untuk jaga-jaga. Setelah selesai adegan peluk-pelukan Ayyub menggendong ketiganya sekaligus dan membawa mereka ke kamar mandi yang ada di ruang istirahat Ayyub.
Neera mengikuti mereka dari belakang dan menyiapkan perlengkapan mandi ketiganya. Mereka membagi tugas mengurus triplet bersama. Ayyub memilih memandikan buah hatinya karena sekarang Neera sudah agak terbatas pergerakannya. Lagipula di kamar mandi takutnya lantai licin karena basah meskipun kamar mandi itu sudah didesain seaman mungkin tetapi tetap saja namanya suami protektif selalu khawatir akan keadaan istrinya.
Selesai mandi satu persatu triplet keluar memakai handuk dan kini giliran Neera yang memakaikan mereka baju dan mendandani ketiganya.
Barulah setelah selesai mereka beres-beres barang dan berjalan bersama menuju parkiran. Seperti biasa Ayyub akan membawakan tas tangan Neera beserta tas jinjing besar yang berisi perlengkapan triplet yang kotor.
Jadilah presdir perusahaan itu berjalan dengan tas lucu dengan gambar astronot dan bintang beserta tas wanita dengan merk terkenal. Ayyub sama sekali tidak keberatan membawa semua itu, memang ia sendiri yang berinisiatif membawa dan melarang istrinya menenteng apapun hanya menggandeng triplet.
Mereka berjalan beriringan, Neera menggandeng Qai dan Qee sementara Qal berada antara Qee dan ayahnya. Satu tangan Ayyub yang lain tentu saja menjinjing tas anak dan istrinya sementara tas kerjanya dibawakan oleh asisten pribadinya yang berjalan dibelakang mereka.
Pemandangan itu tentu saja menarik perhatian para pegawai yang terpesona dengan keluarga kecil bos besarnya. Tiba-tiba para wanita merasakan patah hati yang teramat sangat karena selama ini mereka masih mengira presdirnya adalah pria lajang impian yang memilih hidup bebas dan sendiri bahkan mereka belum percaya saat Neera pertama kali datang ke kantor.
Beberapa yang mengikuti perkembangan berita dunia dan fashion tentu saja tau siapa wanita cantik yang tengah berjalan dengan lelaki idaman itu tetapi beberapa yang lain masih berusaha meyakinkan diri bahwa kesempatan itu masih ada terlebih kini wanita sang presdir tengah hamil.
Namun tahukah mereka bahwa lelaki itu sudah bucin tingkat dewa. Semoga saja Ayyub akan tahan dengan segala godaan yang ada dan tetap memilih setia bersama istri dan anak-anak mereka.
Pemandangan indah yang memanjakan mata para karyawan Ayyub itu berhenti di lobby dan keluarga kecil itu menaiki mobil yang sudah menunggu di pintu keluar.
Ayyub menaikan triplet ke baby seatcar dan memasang seatbelt mereka setelah itu membukakan pintu istrinya dan meninggalkan perusahaan besar tempatnya mengais rezeki itu.
__ADS_1
"Sayang, kita beli makanan jadi saja ya biar nanti di rumah langsung istirahat" saran Ayyub yang diangguki Neera.
"Anak-anaknya ayah mau makan apa nak ?" tanya Ayyub pada triplet yang terlihat bersemangat.
"Ayah Qal mau mamam daging sapi yah, tapi boleh tidak makannya di restorannya saja ?" tanya Qalundra pada orang tuanya.
"Bagaimana sayang kita makan di luar saja boleh ?" ujar Ayyub meminta persetujuan istrinya.
"Hmmmm gimana yaaa" becanda Neera yang ingin mengerjai triplet.
Sontak saja ketiganya memasang puppy eyes dan menyatukan tangannya didepan dada sembari berkata please bunda. Tentu saja Neera langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Siapa yang bisa tahan dengan kelucuan triplet apalagi wajah memelas ketiganya dengan kedipan-kedipan manja untuk membujuk wanita yang sudah melahirkan mereka. Sebenarnya juga Neera mencandai mereka hanya karena ingin melihat kelucuan triplet.
Ketiganya berseru riang dan mengangkat tinggi tangan sembari berteriak horee !! membuat Ayyub tidak tahan untuk tertawa dan memandangi wajah bahagia mereka dari spion tengah.
Memiliki triplet saja sudah sebahagia ini apalagi nanti jika twin lahir kebahagiaan itu semakin bertambah dan rasa syukur semakin melimpah.
Sungguh nikmat mana lagi yang bisa Ayyub dustakan memiliki buah hati yang cerdas dan lucu adalah impian banyak orang. Kebanggaan tersendiri bagi laki-laki yang sudah memasuki usia tiga puluh itu.
Bersyukur buah hatinya lahir dari rahim seorang wanita hebat seperti Neera. Perempuan yang memiliki prinsip, tegas, bijaksana tetapi juga memiliki sisi keibuan yang sangat lekat. Ayyub tak ragu lagi akan pendidikan anak-anaknya kelak karena ia tau bahwa istrinya sudah menjadi madrasah untuk mereka dan juga nanti segalanya akan diatur sedemikian rupa oleh Neera.
__ADS_1
Meskipun dari segi fisik triplet lebih mengarah pada ayahnya tetapi sepertinya kecerdasan mereka bertiga titisan dari Neera yang sangat cepat dalam memahami keadaan dan mudah untuk mengingat apapun itu.