
Hari ini adalah hari libur nasional yang artinya Neera dan triplets bebas dari rutinitas harian yang selalu menyita waktu mereka.
Inilah saat yang dinantikan triplets yaitu liburan bersama ayah dan bundanya. Apalagi sekarang Ayyub sudah menjanjikan liburan impian mereka.
Sudah dari semalam mereka sangat antusias mengemasi barang-barang kedalam tas kecil mereka.
Bahkan berkali-kali mereka menanyakan dimana liburan tersebut pada ayahnya. Dengan patuhnya mereka tidur cepat setelah gosok gigi dan berwudhu.
Langsung saja mereka mengambil posisi di kasur dan tertidur tanpa merengek pada Neera.
Setelah memastikan triplets tidur Ayyub mengecup satu persatu kepala mereka sembari mendo'akan mereka kelak menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat barulah ia beranjak menemui Neera diruang wardrobe mereka.
"Lagi apa sayang ?" tanya Ayyub sembari memberi kecupan di pucuk kepala Neera.
"Ini Uda, Neera lagi beres-beres untuk besok" ucap Neera sembari tangannya masih sibuk memasukkan barang ke tas.
"Yang, jangan lupa bawa baju latihan terbang Uda yang dongker itu ya" titah Ayyub.
"Iya Uda, ohiya triplets juga punya nih. Boleh bawa gak ?" tanya Neera.
"Boleh dong sayang, sekalian sama kamu juga" saran Ayyub.
Memang baju mereka tidak memiliki logo khusus hanya baju yang mirip dengan punya Ayyub. Dipadu dengan sepatu kets grey yang terkesan imut untuk triplets.
Akhirnya setelah menyiapkan segala perlengkapan besok, Neera dan Ayyub segera tidur menyusul buah hati mereka ke alam mimpi karena esok mereka harus bangun subuh.
***
Pukul setengah empat subuh, Neera sudah terbangun lantas ibadah tahajjud dan setelahnya menuju dapur untuk memasak bekal yang nanti akan mereka bawa. Sekalian juga Neera memasak untuk sarapan mereka.
Selesai dengan urusan dapur Neera membangunkan triplets yang hari ini sangat mudah tanpa ada rengekan.
Sembari menunggu air hangat di bathub terisi, Neera mengajak mereka berdo'a dan memberikan pelukan hangat dan hujan kecupan pada setiap bagian tubuh mereka.
Setelah puas, Neera mengajak mereka semua mandi sekaligus dengan dirinya sendiri biar sekalian basah dan menghemat waktu.
__ADS_1
Tiga puluh menit berlalu tampaklah wajah segar mereka dari balik pintu kamar mandi yang terkesan klasik itu. Mereka segera menuju ruang ganti untuk dipakaikan minyak telon, bedak, minyak rambut, cologne dan parfum yang tentunya khusus bayi.
Hari ini Neera telah memilihkan kostum mereka yang mirip dengan warna baju latihan Ayyub lengkap dengan sepatu dan topi gambat pesawat yang sangat lucu.
Neera juga memakai baju yang sama dipadu dengan hijab soft grey dan topi dengan warna yang sama dengan sepatu sportnya.
Setelah mematut penampilan mereka, Neera bergegas membawa mereka kembalike kamar untuk membangunkan orang yang mengajak liburan itu.
"Ayah..., bangun yah" lembut Neera yang hanya dibalas suara tak jelas.
Alhasil Neera menaikan triplets ke atas kasur dan ya, endingnya pasti terjadi adegan kepegalan.
Satu menaiki punggung Ayyub, yang satu lagi menarik rambut Ayahnya sementara yang lain berteriak dengan suara melengking khas anak kecil.
Merasa tidak sanggup bertahan, Ayyub segera membuka matanya dan pemandangan yang disaksikannya membuat ia tidak akan pernah menyesalkan adegan kekerasan ini.
Ayyub tersenyum melihat ketiga buah hati beserta istrinya yang sudah terlihat rapi dan segar dengan warna baju yang sama. Terlihat sangat pas untuk mereka.
Inilah salah satu kekagumam Ayyub pada istrinya, Neera sangat pandai dalam memilih kostum dan memiliki selera fashion yang tinggi sehingga saat kapanpun dan dimanapun mereka selalu berpenampilan bagus.
Karena penampilan juga mendukung dan mencerminkan pemakainya disamping yang terpending sifat dan karakter pribadi itu sendiri.
Setelah itu mereka ibadah subuh bersama dan setelahnya sarapa di meja makan dengan penuh khitmat.
Ayyub sengaja berangkat subuh karena ia tidak ingin anak dan istrinya kepanasan meskipun mereka sudah menggunakan suncream.
Selain perjalanan yang panjang di lapangan terbang itu juga sangat panas jika matahari sudah tinggi. Bahkan jauh lebih panas dari jalanan biasa.
Alhasil Ayyub mengajak mereka berangkat meskipun hari masih terlihat gelap dengan lampu jalan yang masih menerangi setiap sudut jalan.
Meskipun begitu mereka tetap semangat pergi bersama sang ayah karena inilah hari yang sangat mereka tunggu dan selalu menjadi harapan mereka sejak kecil dahulu.
Kini triplets sudah tertidur setelah bernyanyi dan berceloteh panjang, mengingat ini masih jam tidur mereka Neera hanya bisa tersenyum sembari menyetel penghangat di mobil mewah suaminya.
Sembari dingin mengeruak, Ayyub terus mengajak Neera mengobrol sembari melihat semburat jingga yang malu-malu menyeruak dibalik pekatnya langit.
__ADS_1
"Sayang, gimana kerjaan Uda. Sampai kapan off nya ?" tanya Neera
"Akhir minggu ini, miggu depan Uda sudah mulai terbang lagi" Ayyub.
"Kali ini kemana tujuannya ?" Neera.
"Belum pasti sayang, Uda rasa bakal keliling europe" terka Ayyub.
"Sekitar berapa hari Uda perginya ?" tanya Neera lagi.
"Kemungkinan cuma seminggu sayang, day offnya tiga hari" jelas Ayyub.
"Yaudah, hati-hati disana. Matanya jangan jelalatan dan jangan nakal" ingat Neera.
"Loh tumben banget yang, biasa kamu cuek aja waktu Uda mau berangkat. Sekarang kok banyak banget warningnya. Takut kehilangan ya, udah kecintaan sekali sepertinya istri cantik Uda ini" goda Ayyub.
"Kan Neera ingatin Uda saja, mana tau Uda lupa kalau sudah punya istri" lirih Neera.
"Ya nggak mungkin lupa lah sayang, apalagi istrinya kayak kamu. Bisa rugi bandar Uda kalau terlupa. Gak ada gantinya lagi, sampai keujung dunia juga gak bakalan ada yang nyaingi kamu sayang" ucap Ayyub.
"Gembel ah Uda" celutuk Neera.
"Yaaahhh.... gombal sayang, gombal. Kamu ada-ada aja. Uda lagi ungkapin perasaan dibilang gembel eh gombal" Ayyub.
Berbagai canda tawa menghiasi mobil itu sesekali dengan ledekan dari satu sama lain hingga akhirnya mereka membicarakan teman-teman masa SMA mereka.
Perjalanan ini terasa sangat hangat dan kantuknya hilang setelah berbincang bersama istri tercintanya.
Meskipun begitu mereka tetap mengunjungi makanan cepat saji drive true untuk memebeli secup coffe dan latte beserta cemilannya.
Mereka melanjutkan kembali perjalanan itu hingga mulai lepas jauh dari keramaian penduduk kota dan bangunan tinggi menjulang.
Lapangan terbang yang terletak di sudut kota dan jauh dari pemukiman membuat jalan menuju daerah ini sedikit sepi.
Mereka memasuki gerbang setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan kunjungan dan melewati waktu melelahkan selama dua jam perjalanan.
__ADS_1
Setelahnya Ayyub segera memarkirkan mobil mereka di tempat parkir dan beristirahat sejenak meregangkan otot yang sedari tadi duduk menyetir.
Neera membiarkan saja sebentar, toh triplets juga masih tidur. Mereka akan rewel jika tidurnya terganggu dan takutnya akan ada banyak rengekan.