Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 54


__ADS_3

Hari minggu ini semua terlihat sibuk dinrumah sederhana itu. Terlihat berbagai tumpukan barang di sana sini.


Benar, mereka tengah merenovasi dan mengatur ulang rumah itu. Hari ini Ayyub membali beberapa perabotan baru dan membuat satu kamar triplets serta mengatur barangnya ke kamar utama.


Kamar triplets memang sengaja mereka siapkan meskipun sebenarnya mereka masih akan tidur bersama. Mereka terlanjur terbiasa tidur bersama bunda, jadi perlahan-lahan akan diajarkan untuk tidur sendiri.


Di rumah itu memang tidak terlalu banyak mainan karena Neera ingin anaknya tumbuh kreatif dan lebih bnayak interaksi dengan dirinya.


Ayyub mengerti itu, untuk urusan pendidikan dan pola pengasuhan anak lelaki itu memang mempercayai istrinya karena kecerdasan wanitanya itu sudah terbukti terlebih sekarang triplets menjadi sangat pintar dan aktif di usianya.


Tidak tanggung-tanggung ternyata Ayyub sudah merencanakan kepindahannya sedari awal. Bahkan pria itu mengirim langsung mobil dan motor kesayangannya ke rumah mereka.


Tentu saja pengirimannya sudah dilakukan seminggu atau beberapa hari lalu mengingat banyaknya urusan administrasi yang harus diselesaikan sebelum pengiriman.


Beruntung garasi rumah itu lumayan besar, mereka hanya menyingkirkan beberapa barang yang ditumpuk digarasi setelah Ayyub menambahkan gudang ditaman belakang.


Neera yakin lelaki itu telah memperhitungkan segalanya sebelum kepindahannya. Hari itu mereka hanya menjalankan rencana yang sudah disusun suaminya itu.


Menjelang senja kegiatan mereka selesai dan ditutup dengan mandi bersama setelah berkeringat seharian. Mereka melanjutkan makan malam setelah ibadah magrib malam itu.


"Ayah, bolehkan nanti kita naik mobil ayah lagi ?" tanya Qal pada Ayyub.


"Tentu saja sayang, kalau kalian sudah besar bahkan ayah akan mengajarkan kalian mengemudikannya"


"Yeay asik..! Ayah terbaik" sorak gembira ketiganya"


"Jadi sekarang mobil bunda sudah jelek ?" seru Neera berpura-pura cemberut.


"Bukan, mobil bunda sangat kecil dan pendek" ungkap Qal tajam.


"Astaga, bagaimana mungkin kamu bicara begitu, kesini bunda akan membuatmu menyesal mengatakannya" kejar Neera sembari mengelitiki putrinya.


"Ah tidak bunda, ayah bantu Qal ayah" teriak suara teriakan Qal.


Dengan segera Ayyub menarik Qal dan membawanya dalam pelukannya sementara dua saudaranya yang lain membantu bundanya untuk mengelitiki ayah mereka.


Terjadilah kehebohan di kamar luas itu dengan diselingi suara tawa dan teriakan riang mereka.

__ADS_1


"Sayang, terima kasih sudah menghadiahkan semua ini untukku dan terima kasih juga sudah bertahan denganku" ungkap Ayyub sembari mengecup lama kening istrinya.


"Sama-sama aku juga berterima kasih bahwa kamu sudah menemukan kami. Kebahagiaan mereka tidak akan lengkap tanpa kamu disini" balas Neera penuh kelembutan.


Malam itu mereka tertidur setelah kelelahan bermain. Seperti biasa triplets tidur bebas di kasur besar mereka sementara Ayyub tidur masih tetap memeluk erat Neera karena pria itu sangat menyukai posisi ini membuat tubuhnya hangat dan nyaman.


Terlebih tubuh kecil Neera terasa sangat pas dalam dekapannya. Sementara aroma tubuh Neera yang selalu wangi menjadi penenang bagi tubuhnya yang lelah seharian.


Memang hari ini Ayyub lah yang banyak bekerja karena ia tahu istrinya itu sudah sangat lelah bekerja di ranjang semalaman. Meski disana dia juga yang aktif bekerja tetapi ia paham Neera yang menjadi korban.


Melihat wajah polos tanpa make up itu tertidur pulas dengan napas teratur membuat Ayyub meneyeskan air mata. Segala kejadian yang telah lewat terlintas dalam benaknya.


Bagaimana bisa wanita sebaik ini harus melewati penyiksaan secara mental dan fisik, bagaimana bisa dahulu ia sangat abai pada istrinya itu.


Bagaimana caranya perempuan berbadan kecil ini menjalani harinya sendiri disini, bagaimana bentuk tubuh kecilnya mengandung tiga anak sekaligus, bahkan melahirkan sendiri di negri orang.


Sementara dirinya hanya menjalani hidup bahkan merajut asmara dengan Vina. Selalu jalan-jalan ke luar negri sementara istrinya bertarung nyawa sendiri.


Mengingat hal itu dengan berbagai pertanyaan hinggap dikepalanya membuat air mata lelaki itu semakin deras. Ini semua terasa mimpi baginya.


Betapa Tuhan sangat baik padanya memberikan wanita yang luar biasa dalam hidupnya bahkan digambah dengan tiga malaikat kecil yang pintar dan lucu.


"Hei, Uda, ada apa sayang ?" kejut Neera yang merasakan air mata jatuh di dahinya.


Ternyata suaminya itu tengah menangis dengan air mata yang membanjiri pelupuk mata dan pipi dan rahang maskulinnya.


"Ada apa sayang ?" tanya kembali Neera sembari sedikit bangun dan membawa suaminya itu kedalam peluakan.


"Sayang, maafkan aku. Aku hanya memikirkan semua yang telah kamu lalui. Aku.... aku... aku merasa tidak pantas menerima semua ini" ungkap Ayyub dengan susah payah.


"Stttt, sayang semua orang berhak untuk bahagia jika itu yang Uda khawatirkan"


"Bukan sayang, Uda membayangkan betapa menderitanya kamu dahulu kini Uda datang disaat kalian sudah bahagia, sudah hidup enak. Uda tidak ada disaat kamu benar-benar membutuhkan Uda. Ini semua terasa tidak nyata seperti mimpi. Uda takut jika nanti semua diambil dari hidup Uda, Uda takut kalian pergi meninggalkan Uda. Uda tau uda tidak pantas bahagia bersama kalian saat ini" ungkap Ayyub terisak.


"Tidak sayang, Uda tidak boleh berbicara seperti itu. Mau Neera ceritakan satu rahasia ?" bujuk Neera.


"Apa itu sayang ?"

__ADS_1


"Bila rumah tangga kita seperti ini tidak ada yang perlu dipersalahkan karena kita berdua memiliki andil di dalamnya. Kesalahan Uda mungkin dapat terjadi karena sebab Neera juga. Jadi tidak ada yang perlu dipersalahkan hanya kita harus merubah apa yang salah dahulu"


"Sayang, tetap saja Uda yang paling mengambil peran besar didalam permasalahan ini, apalagi ditambah dengan tindakan keluarga Uda dan Vina"


"Inilah rahasia yang ingin Neera bagi dengan Uda. Apakah Uda tau alasan mengapa Neera memilih sendiri selama ini ?" tanya lembut perempuan cantik itu.


"Apa sayang dan apakah rahasiamu itu ?"


"Percaya atau tidak selama ini Neera masih sangat mencintai Uda. Seberapa keras Neera mengabaikan perasaan itu semakin dalam. Percaya atau tidak hal inilah yang membuat Neera menerima Uda lagi. Meskipun selama ini Neera membiarkan Uda karena inilah cara Neera mencintai Uda, dengan membiarkan Uda bahagia bersama yang lain, agar Uda tidak terbebani dengan kehadiran kami. Agar Uda tidak harus memilih lagi antara mama dan Neera. Semua karena cinta Neera terlalu dalam untuk Uda"


"Tapi sayang, percayalah Uda juga sangat mencintai Neera dan cinta itu tidak akan berarti bila kita tidak bersama sayang, karena Uda tidak bisa hidup tanpa kamu sayang" ungkap Ayyub masih berkaca-kaca.


"Inilah kesalahan Neera Uda, Neera sadar mencintai Uda tetapi bukan ini cara yang terbaik. Neera sadar saat melihat Uda dan Vina Neera terluka bahkan terasa sangat sakit tetapi Neera berusaha menyangkalnya dengan keyakinan agar Uda bahagia. Ternyata kita berdua sama-sama terluka. Harusnya kita bisa bersama lebih cepat jika saja Neera berani menyapa Uda saat dibandara dulu, saat triplets berusia 1 tahunan"


"Benarkah sayang, kapan kita pernah berjumpa ?" tanya penasaran Ayyub.


"Dulu, saat triplets masih berusia setahun lebih. Bahkan saat itu Uda sempat bertabrakan dengan Qalundra"


"Ya Tuhan sayang kenapa kamu begitu tega, bahkan saat kita sudah berjumpa tetap saja Neera bersembunyi"


"Maafkan Neera Uda, kan saat itu Neera sudah bilang bahwa salah paham kita belum berakhir. Neera berpikir bahwa Uda bahagia bersama Vina, bahkan kalian terlihat sangat mesra"


"Uda juga minta maaf sayang, Uda menerima Vina sementara Uda masih milik kamu sayang. Percayalah Uda tidak pernah mesra dengan wanita itu, saat itu Uda tengah marah padanya, mungkin saat itu kamu melihat dia merayu Uda untuk meminta maaf"


"Neera percaya sama Uda, tapi kedepannya Neera mohon Uda jangan lagi begitu. Neera harap cuma Neera dan anak-anak kita yang ada dihati Uda"


"Tentu saja sayang, tidak akan pernah ada lagi yang bisa mengisi hati Uda, tapi Uda juga mohon Neera lebih berusaha mempertahankan cinta kita, bukan dengan mengikhlaskan Uda dengan yang lain seperti kemarin, akan lebih menyenaangkan jika Neera merengek karena cemburu, ada yang kepoin Uda, apapun itu Uda akan bahagia selama itu kamu sayang, Uda tidak akan pernah merasa terbebani dengan itu"


"Baiklah Uda, Neer akan berusaha lebih keras lagi"


"Terima kasih sayang, I love you so much"


"I love you too Uda sayang. Sekarang ayo tidur, Uda sudah sangat lelah seharian ini"


"Baiklah kita tidur sekarang, besok kamu juga harus bekerja, Uda akan mengantarkan Neera dan juga triplets"


"Oke, makasi Uda sayang sudah mendukung Neera dan mengijinkan Neera tetap bekerja"

__ADS_1


"Tentu saja sayang, kamu sudah bekerja sangat keras untuk sampai dititik ini apalagi sekalipun kamu tidak pernah lalai terhadap urusan keluarga"


__ADS_2