Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 235


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Neera telah sibuk membangunkan triplets. Subuh tadi mereka tidur lagi setelah ikut sholat bersama sang bunda. Biasanya jika weekend dan hari libur mereka akan meminta jatah tidur tambahan.


Tidak seperti penghujung minggu biasanya, kali ini Neera terlihat begitu heboh setelah menyiapkan sarapan dan pakaian berangkat mereka.


"Triplets, ayo bangun. Kita akan berangkat tiga jam lagi dan kita harus sampai di bandara satu jam sebelumnya" ujar Neera yang langsung membuka mata triplets.


Ketiganya terbangun dengan wajah bantal dan rambut berantakan, sangat mengemaskan hingga Neera tak tahan untuk tidak menciumi wajah ketiganya.


"Jangan lupa berdo'a dulu sayang" titah Neera yang diikuti oleh triplets.


"Bunda, kita mau kemana Nda?" tanya Qee yang mewakili rasa penasaran saudaranya.


"Kita akan ke mana yaaa..., ikut Bunda kerja. Mau gak sayang ?" jawab sekaligus pertanyaan Neera.


"Mau Bunda" teriak ketiganya yang memang selalu suka jika diajak Neera bepergian.


"Tapi, bunda harus katakan kali ini kita perginya sedikit lama, maafkan bunda ya kalian harus pindah sekolah sementara tetapi tetap di sekolah yang lama hanya berbeda tempat, apakah tidak masalah ?" tanya Neera meminta pendapat pada buah hatinya.


"It's okay Bunda, tetapi apakah nanti kita bisa tetap bisa kembali ?" tanya Qai.


"Of course sayang, setelah tugas bunda selesai kita akan kembali. Triplets bunda merindukan teman disini ya ?" tanya Neera yang diangguki ketiganya.


"Bunda, tapi nanti bagaimana jika ayah pulang. Apakah kita juga tidak bisa bertemu ayah lagi ?" tanya Qal yang sebenarnya sangat merindukan ayahnya.

__ADS_1


"Tidak sayang, ayah sedang sibuk saat ini. Ayah belum bisa pulang kesini. Qal berdo'a ya semoga secepatnya kita bisa bertemu ayah" nasihat Neera yang masih merahasiakan tujuan kepergian mereka.


Triplets anak yang sangat pintar mereka mudah sekali menyerap informasi dan mengingatnya. Jika Neera mengatakan tujuan keberangkatan mereka sudah tentu ketiganya tau jika mereka akan mengunjungi ayahnya. Oleh sebab itu Neera memutuskan untuk bungkam, toh jika nanti mereka tau di bandara tidak masalah juga.


Akhirnya dengan bantuan Neera ketiganya selesai bersiap, saat ini mereka tengah memutuskan akan membawa hal penting versi mereka. Triplets cukup sulit memutuskan karena Neera hanya membatasi tiga barang yang muat ke dalam tas punggung mereka.


Ya, ketiganya harus selalu membawa tas jika bepergian. Saat ini mereka sudah terlihat keren dengan outfit celana jeans dan sweater dengan tulisan "Ayah My Super Hero" di punggungnya, ditambah sepatu sneaker putih bermerk yang melekat di kaki ketiganya.


Sementara Neera memilih berpakaian semi-formal karena nanti dia akan pergi melapor dulu ke kantor mengenai kedatangannya selain itu ini juga pertama kalinya Neera mengunjungi kantor suaminya jadi ia akan berpakaian yang sesuai dengan tempat.


Pilihan Neera jatuh pada long dress panjang hingga betis, didalam Neera menggunakan celana yang aman untuk ibu hamil, untuk outer Neera memadukan dengan coat panjang yang terkesan formal, terakhir ibu tiga anak itu menggunakan sepatu boot datar dan tas dengan warna coklat senada.


Hijab yang tetap setia melekat di wajah cantik Neera dengan make up tipis terlihat begitu fresh. Karena coat yang besar membuat kehamilan Neera sedikit tersamarkan hanya terlihat tubuh yang lebih berisi justru malah membuat Neera semakin indah dipandang mata. Entah apa nanti reaksi Ayyub saat melihat penampilan istrinya. Lelaki posesif dengan sejuta kerisauannya.


Kali ini Neera akan berangkat bersama seorang asistennya yang nanti akan berjumpa di bandara. Sementara kini Neera pergi diantar sopir yang disiapkan oleh Ayyub jika dia akan bepergian kemanapun.


Seperti halnya pegawai yang lain, sopir ini juga sudah Neera breafing untuk tidak mengatakan pada suaminya tentang keberangkatan dia dan triplets.


Akhirnya perjalanan panjang pun dimulai, Neera tidak putus berdo'a agar perjalanan mereka kali ini aman dan selamat sampai di NY, terlebih Neera bepergian dengan tiga balita dalam keadaan hamil trisemester kedua awal.


Beruntung triplets anak yang pintar, mereka mengerti dengan keadaan bundanya sehingga mereka tidak berlarian kesana kemari, beruntung dengan adanya koper itu membuat perhatian triplets teralihkan, mereka kini tengah asik mengendarai dengan pantauan bundanya.


Mereka masih asik bermain hingga koper dimasukkan ke bagasi dan kini mereka akan langsung menuju ruang tunggu dan segera memasuki pesawat tujuan mereka. Tentunya dengan asisten Neera yang tadi menemuinya di pintu keberangkatan.

__ADS_1


Neera sengaja memilih jadwal pas dengan jam terbang sehingga tidak membuat triplets bosan menunggu dan berakibat pada mood mereka. Karena saat ini gerak Neera cukup terbatas, Neera juga harus memperhatikan kehamilannya terlebih ia berangkat sendiri tanpa suaminya.


Saat ini Neera sudah berada di dalam pesawat, seperti biasanya tripets akan selalu antusias dan kebahagiaan jelas terpancar dari wajah ketiganya. Mereka sangat menyukai semua hal tentang pesawat, terlebih semenjak mereka bertemu sang ayah yang juga seorang pilot membuat hobby mereka seakan terwadahi dengan baik, alhasil kini mereka sudah mengetahui semua tentang seluk beluk burung besi ini.


Lihatlah saat ini ketiganya sedang sibuk berceloteh, menanyakan banyak hal pada bundanya. Sesekali mereka akan membaca petunjuk dan membicarakan berbagai fungsi semua item yang ada di sekitar mereka.


Sesaat pesawat akan lepas landas ketiganya kompak menggunakan seat belt mereka sendiri, berdo'a dan berpegangan tangan. Mereka sama sekali tidak rewel ataupun teriak seperti para balita lain yang ada di pesawat yang sama.


Alhasil ketiganya selalu menarik atensi siapapun yang ada di sekitar mereka. Berbagai pujian tak henti menghujani segala tingkah polah mereka yang sopan dan ramah. Terlebih kemandirian ketiganya yang selalu membuat Neera merasa bangga akan setiap tumbuh kembang triplets.


Beberapa kali ketiganya mendapat sapaan dan pertanyaan dari para pengunjung lain awak kabin yang berlalu lalang. Saat itu juga mereka menjawab dengan baik sapaan maupun pertanyaan lawan bicaranya sehingga Neera hanya perlu mengawasi saja tanpa harus banyak berkomentar. Bahkan beberapa kali juga orang mengira bahwa wanita cantik itu kakak triplets karena postur badannya yang mungil meskipun terlihat lebih berisi.


Perjalanan yang cukup panjang dan lama hingga akhirnya mereka sampai di NY saat hari menjelang sore. Saat ini masih jam kantor Ayyub, pria itu mengatakan bahwa mereka akan lembur di hari sabtu ini karena waktu peluncuran yang semakin dekat ditambah waktu Ayyub yang kurang fleksibel.


Triplets baru beberapa menit lalu terbangun sehingga wajah ketiganya sedikit sayu karena kantuk. Neera membawa ketiganya ke ruangan yang diperuntukkan untuk mushola, membiarkan triplets berbaring sejenak sembari ia menunaikan kewajibannya. Menjama' sholat dzuhur sekaligus ashar.


Selesai sholat Neera berdo'a atas keselamatannya, setelah itu memeluk dan mencium triplets yang kini tengah bergelayut manja padanya. Beberapa saat mereka bertahan dengan posisi itu sembari beristirahat sejenak, di negara ini sangat jarang umat muslim sehingga mushalla ini terlihat lengang bahkan tak ada satupun yang masuk semenjak Neera berada disini.


Setelah puas beristirahat, Neera membantu triplets cuci wajah dan gosok gigi. Memberikan pelembab kulit dan sunscream khusus baby di wajah ketiganya sehingga mereka terlihat segar kembali. Begitu juga dengan Neera, ia mengoles tipis make up kembali setelah tadi berwudhu dan gosok gigi sebelum ia menunaikan kewajiban.


Setelah membenahi penampilan, terakhir Neera menyemprotkan parfum baby untuk triplets dan juga untuk dirinya sendiri tentunya dengan parfum yang berbeda.


Kini mereka sudah siap kembali dengan tampilan yang lebih segar dan rapi. Neera langsung ke pintu keluar karena koper mereka sudah diambil oleh asistennya.

__ADS_1


Tujuan mereka saat ini adalah kantor PBB tempat Neera melaporkan diri dan barulah setelah itu mereka akan mengunjungi kantor Ayyub.


__ADS_2