
Tuan Kaisar dan kedua putranya pulang ke rumah setelah tadi menguras energi dan emosi mereka di persidangan Fazreen.
Wajah yang lesu seketika berseri kembali saat tiga wajah kecil terlihat menyungingkan senyum polosnya dan berlari menyambut kedatangan tiga Ayah dan dua anaknya itu.
"Ayah, Opa, Uncle" begitulah ketiganya berlari dan memeluk tiga pria itu sembari merentangkan tangannya di udara.
"Halo sayang, lagi pada ngapain ini ?" tanya Ayyub pada putra dan putrinya yang masing-masing sedang berada di gendongan dirinya, Hakim dan Papa.
"Mau makan Ayah, Bunda masak yang enak-enak sama Oma" jawab Qai yang kebetulan berada di dekapan Ayyub.
"Wah.., asik nih. Oma sekarang sudah hobby ke dapur nih" canda Tuan Kaisar yang berlalu menuju istrinya yang tengah menyiapkan makanan di meja bersama menantu mereka, Neera.
Seketika kekhawatiran Tuan Ayyub sirna, sebenarnya sedari tadi ia memikirkan keadaan istrinya yang tau tentang kasus yang terjadi pada Fazreen namun ternyata dugaannya meleset. Istrinya tidak drop sama sekali dan malahan terlihat santai menyiapkan makanan bersama Neera.
Tidak bisa dipungkiri, kehadiran Neera dan triplets membawa banyak pengaruh positif pada keluarganya. Terutama pada istrinya yang kini sudah terlihat jauh lebih hidup.
"Wah.. masak apa ini Mama dan adik ipar. Perutku serasa konser saat melihat hidangan yang begitu menggugah selera ini" ujar Hakim.
"Duduklah nak, Mama dan Neera sengaja menyiapkan semua makanan kesukaan kalian, pasti berat tadi saat menghadapi persidangan. Oleh sebab itu, kita harus mengisi energi untuk bisa melawan balik" ujar Mama yang membuat ketiga lelaki itu terbelalak tidak percaya.
Biasanya Mama akan menangis atau bahkan langsung sakit saat menghadapi situasi ini tetapi sekarang justru kata bijak itu yang justru keluar dari mulut Nyonya Kaisar.
"Tumben Ma" celutuk Hakim.
"Kamu itu" kesal Mama yang langsung memukul belakang kepala Hakim.
Semua orang tertawa menyaksikan hal itu, setidaknya ditengah badai yang sedang menghantam keluarga mereka ada setitik kebahagiaan yang nanti akan terus menyemangati mereka dalam melewati ujian ini.
__ADS_1
Mereka diam menikmati makanan yang tersaji di meja. Begitu juga dengan triplets yang anteng di kursi mereka. Sesekali Neera membantu mereka dan menyuapkan beberapa sendok ke mulut kecil itu.
Meskipun mereka sudah makan sendiri tetapi tetap saja akan ada beberapa yang keluar dan malah berserakah. Daripada berakhir dengan perut mereka yang tidak terisi penuh lebih baik Neera sesekali menyuapi tanpa mereka sadari.
Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang kerja Tuan Kaisar sementara Mama sedang menemani triplets tidur di kamar Tuan dan Nyonya Kaisar itu.
Memang tadi Mama meminta izin agar triplets tidur bersamanya saja karena masih kangen katanya. Kebetulan triplets juga mau ya Neera tidak bisa menolak meskipun ia merasa tidak enak karena merepotkan.
"Jadi bagaimana Pa, hasil persidangan tadi" ujar Neera mendahului pembahasan mereka malam ini.
"Seperti yang kita duga, mereka sengaja memberatkan dan menjadikannya kambing hitam" jelas Papa.
"Tapi yang tidak Abang sangka, ternyata mereka juga berusaha untuk mengadu domba kita dengan menyulut permusuhan antara abang dan Fazreen" ucap Hakim.
"Ia sangat terlihat jelas maksud mereka, bahkan Ayyub lihat sendiri senyuman licik mereka seakan menertawakan kita" geram Ayyub.
"Sabarlah Uda, tenangkan diri Uda. Justru ini yang mereka inginkan, kita tersulut emosi dan akhirnya bertindak gegabah" lembut Neera sebari mengusap lembut lengan kekar suaminya.
"Tapi Neera harus sampaikan sesuatu pada semuanya. Sepertinya ada suatu permainan yang mereka lakukan di luar sana sehingga saat ini berita yang bergulir begitu menyudutkan kelurga kita" ujar Neera semabri memperlihatkan berita beberapa menit yang lalu tersebar di dunia maya.
Mereka bertiga melihat banyak artikel yang menyebutkan perperangan yang terjadi di antara keluarga Kaisar, bahkan mereka juga mengangkat isu pernikahan Hakim dan Riezka yang diusir, beruntung mereka tidak tau berita tentang kehamilan Nola.
"Mohon maaf sebelumnya Bang Hakim, bahkan saat ini Shintia dan Dio juga ikut-ikutan memberi pernyataan tentang keadaan keluarga kaisar yang saling bermusuhan" jelas Neera sembari memutarkan beberapa wawancara yang saat ini masih berlangsung live.
"Mereka juga mengangkat kasus keluarga kamu tetapi entah kenapa mereka tidak menyebutkan nama Neera" tambah Neera lagi.
"Sungguh kelewatan mereka ini" geram Tuan Kaisar yang langsung ditenangkan oleh dua putranya.
__ADS_1
"Sepertinya Papa tau kenapa mereka tidak mau berurusan dengan Neera nak, mungkin mereka sudah memperhitungkan akibatnya jika mereka ikut menyeret nama Neera. Papa yakin mereka sangat tau resiko jika itu mereka lakukan. Karena statusmu yang dilindungi oleh badan organisasi dunia" jelas Tuan Kaisar.
"Sebenarnya Neera ada suatu gagasan tetapi ini sedikit mengumbar privasi keluarga kita. Saat ini Neera butuh sedikit waktu untuk mendapatkan bukti yang kuat sehingga kita harus mencari jalan lain untuk meredam ini semua" jelas Neera yang didengarkan oleh semua orang.
"Apa itu Neera ?" tanya Hakim yang mewakili semua orang.
"Bagaimana jika kita membingungkan mereka dengan menuntut ketiganya dengan kasus perselingkuhan. Bukannya Neera ingin mengumbar kemelut perpisahan dan menyebar aib keluarga tetapi ini semua untuk membersihkan nama baik keluarga Kaisar. Abang juga dituduhkan impoten sehingga Shintia menggugat cerai abang, tetapi pada kenyataannya abang diselingkuhi begitu juga dengan Bang Fazreen. Abang berdua korban disini tetapi mereka malah memutar fakta itu" jelas Neera.
Hakim sejenak merenungi kata-kata adik iparnya itu. Memang benar apa yang disampaikan Neera. Ia bahkan sampai tidak menyangka Shintia begitu dalam menyakitinya. Tidak ada lagi rasa cinta yang ada di hatinya hanya ada kekecewaan.
"Papa rasa Neera ada benarnya, mereka terlalu jauh menginjak-injak keluarga kita. Kita punya bukti yang kuat tentang perselingkuhan itu" ujar Tuan Kaisar.
"Abang rasa itu juga pilihan yang tepat saat ini, jika kita biarkan berlarut-larut hal ini akan berdampak pada saham perusahaan kita" putus Hakim.
"Begini saja, kita keluakan dulu berita itu malam ini dan besok pagi-pagi sekali Ayyub dan Neera akan ke tahanan Fazreen untuk membicarakan hal ini dengannya. Pasti mereka saat itu sedang sibuk menutupi aib Kiki sehingga tidak menyadari kedatangan kami" usul Ayyub.
"Benar juga. Kita menuntut Kiki juga harus dengan persetujuan yang bersangkutan sementara Shintia dan Dio bisa abang laporkan langsung" ucap Hakim.
Seperti yang sudah mereka rencanakan, malam ini juga berita tentang perselingkuhan Shintia, Kiki dan Dio dirilis dan menjadi trending menutupi berita sebelumnya.
Uraian dari beberapa media elektronik beserta foto yang menampilkan kemesraan mereka tertampang di berbagai media massa.
Untuk gambar dan video Keluarga kaisar sengaja menyimpannya untuk nanti sebagai bukti di pengadilan.
Dalam semalam berita itu sangat menggemparkan, bagai bola api yang mereka gulirkan ternyata itu malah berbalik membakar diri mereka sendiri.
Ditempat lain, Kiki yang sudah menjadi tahanan kota beserta Dio dan Shintia begitu terkejut saat mendapati wajah mereka terpampang jelas di berbagai artikel dan sosial media.
__ADS_1
Ketiganya bagai kebakaran jenggot saat kini atensi massa justru berbalik kepada mereka padahal beberapa jam yang lalu mereka telah sukses menjatuhkan keluarga kaisar dan kini masih berada di klub untuk merayakan keberhasilan mereka.
Tetapi apa daya, belum mereka kembali dari perayaan justru kini mereka malah mendapati hal yang lebih mengejutkan lagi.