Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 188


__ADS_3

Keluar dari gedung pengadilan ternyata mereka sudah ditunggu oleh para wartawan. Para pencari berita itu berebut mengajukan pertanyaan dan membuat mereka jadi terkepung.


Neera yang awalnya ingin melarikan diri jadi tidak bisa mencari celah akhirnya Ayyub membawa istrinya itu dibelakang tubuh kekarnya yang membuat Neera tetap aman tetapi tetap saja tangannya tidak berhenti mengandeng istrinya itu.


"Pak, bagaimana tanggapan bapak mengenai hasil sidang tadi pak ?" tanya salah satu wartawan.


"Ya, kami menyerahkan semua pada pihak pengadilan karena ini sudah pasti diputuskan oleh hakim yang sudah sangat ahli dibidangnya" jawab pengacara mereka.


"Tuan Fazreen bagaimana tanggapan anda ?" tanya wartawan lain.


"Saya bersyukur pada Allah masih diberi kesempatan untuk membuktikan diri saya tidak bersalah, berterima kasih banyak pada keluarga saya yang selalu mendukung dan berjuang demi menyelesaikan kasus ini dan juga terima kasih untuk kalian semua yang sudah mendukung dan mendo'akan saya" ujar Fazreen.


"Lalu bagaimana tanggapan Tuan Kaisar mengenai dua menantu yang selingkuh di kediaman anda Tuan ?" tanya salah seorang wartawan lagi.


"Masalah itu, kami belum bisa angkat bicara karena ini mengenai permasalah rumah tangga dan masih dijadwalkan sidang, jadi tunggu saja kelanjutannya" sambut pengacara yang mengambil alih bicara.


"Siapa saja yang hadir dalam sidang kali ini Tuan ?" tanya wartawan lain.


"Saya bersama kedua putra dan menantu juga dengan pengacara kami" jawab Tuan Kaisar.


"Tuan Ayyub bisakah memberi pernyataan mengenai berita pernikahan anda yang terkesan ditutupi ?" tanya wartawan lain tapi mereka tidak menyadari keberadaan Neera.


"Ya, saya sudah menikah dengan wanita yang sangat saya cintai tapi saya mohon maaf istri saya tidak bisa tampil di depan umum, harap semuanya maklum dan mohon pengertiannya" jawab Ayyub tenang.


"Bisakah Tuan beritau sedikit mengenai Nyonya Ayyub, pekerjaan atau asalnya Tuan ?" sambung wartawan lain.


"Dia adalah wanita hebat dan luar biasa, saya tidak bisa ungkapkan dengan kata-kata" ucap Ayyub.


"Baiklah semuanya, kami harus pamit dulu. Terima kasih semua" tutup pengacara.


Semuanya beranjak menuju mobil mereka, Ayyub dan Neera memisah agar tidak disadari wartawan lain sementara Tuan Kaisar, Hakim dan Fazreen masuk dalam satu mobil yang masih di kerubungi oleh wartawan.

__ADS_1


Ayyub terus merangkul istrinya takut akan keselamatan wanita yang sangat dicintainya itu. Dengan cepat mereka keluar melalui pintu samping yang disana sudah ditunggu oleh mobil yang dikendarai oleh sopir keluarga kaisar.


"Alhamdulillah ya Uda, semua sudah selesai dan masalah satu persatu sudah terurai" ujar Neera pada suaminya.


"Alhamdulillah sayang, semua beban berat perlahan sudah mulai menipis dan menyisakan ujungnya" balas Ayyub yang mengusap lembut kepala Neera yang tertutup hijab.


"Sayang, apa kita ngedate berdua dulu ya baru pulang ?" tiba-tiba Ayyub menyampaikan ide di kepalanya.


"Uda lupa kalau sekarang keluarga kita masih jadi sorotan media, yang ada nanti kita bukan jalan malah lari-larian di kejar wartawan" jawab Neera.


"Iya juga ya, apa kita ke apartemen aja sayang mumpung triplets ada yang jagain" usul Ayyub lagi..


"Uda mau ngapain di apartemen ?" tanya Neera.


"Ya mainlah sayang, melepas penat sekaligus dahaga" jawab Ayyub menaik turunkan alisnya.


"Uda yakin nanti kuat ?" goda balik Neera.


"Kuatlah sayang, sampe pagi juga masih bisa ini yang" bangga Ayyub dengan semangat membara.


"Yah, bergelut di ranjang lah sayang" ujar Ayyub blak-blakan. Untung saja pembatas antara pengemudi dan kursi penumpang sudah terpasang sehingga tidak membuat Neera malu.


"Yah... tapi gimana ya Uda. Neera gak bisa, kan masih merah" balas Neera dengan wajah yang di buat memelas.


Ayyub yang tidak tahan melihat wajah Neera yang menggemaskan dimatanya langsung menyambar bibir ranum itu. Menikmati lembut dan manisnya sembari terus memperdalam ciuman mereka hingga tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu.


"Apa sayang, Neera tadi bilang apa ?" tanya Ayyub yang sudah mulai dikuasai *****.


"Neera tadi ingatin kalau lagi libur Uda, kan masih merah" ujar Neera sembari memamerkan deretan gigi bersihnya.


"Ais.., sayang. Kenapa gak bilang dari tadi. Uda udah mulai panas nih" frustasi Ayyub yang lantas mengacak rambutnya dan memilih bersandar dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Neera yang tidak tahan akhirnya cekikikan dan lama kelamaan berubah menjadi tawa yang mengisi perjalanan pulang mereka.


"Sayang, gak jadi nih ke apartemen ?" goda Neera sembari memegang dada suaminya.


"Sayang, please jangan goda Uda lagi" erang Ayyub dengan suara beratnya.


Sungguh ciuman yang tadi mereka lakukan sudah memancing jika drakula dalam diri Ayyub, ingin segera menghisap dan berburu kepuasan batin. Namun keadaan sedang tidak berpihak pada lelaki tampan itu.


"Beneran nih Uda, udah mau sampe apartemen lo" ucap Neera terdengar begitu mendayu ditelinga Ayyub.


"Sayang, please stop it. Tanggung jawab sayang, si junior sudah mulai on. Jangan marah kalau Uda garap yang bagian atasnya ya" ancam Ayyub dengan suara seraknya.


Neera yang mendapatkan tanda bahaya langsung kicep dan duduk tenang di kursinya. Namun, otak pintarnya terus berkelana memikirkan cara untuk mengerjai suami mesumnya itu. Sungguh ia sangat bahagia mendaptkan momen seperti ini. Tidak akan pernah ia sia-siakan.


Cukup lama mereka terdiam, Ayyub yang sibuk menenangkan diri sementara Neera sibuk membalas email dan mengecek pekerjaannya. Sesekali perempuan berhijab itu akan mencuri pandang pada suaminya yang masih berusaha menetralisir dirinya.


Sekitar tiga puluh menit perjalanan mereka sudah memasuki pagar Kediaman Kaisar tetapi Ayyub masih setia menutup matanya.


Neera yang sudah terpikirkan ide untuk menjahili suaminya, segera mematikan tablet dan mengemasi tasnya. Dengan memperhitungkan jarak ke pintu utama, Neera lantas merebahkan badan kearah suaminya.


"Sayangku.. sudah sampai nih, ayok sayang turun dong.." bisik lembut Neera yang sengaja dibuat seksi pada telinga Ayyub dan mencuri satu kecupan di bibir suaminya yang masih terpejam.


Mendapatkan perlakuan itu Ayyub yang sudah mulai tenang terpancing lagi dan mulai on. Segera ia menangkap istri nakalnya tapi sayang Neera sudah melesat kabur melalui pintu mobil yang sudah terbuka.


Sebelum masuk perempuan cantik itu masih sempat berbalik dan memberikan ciuman jauhnya sembari meledek Ayyub yang kini hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang terkadang tidak terduga.


Kepalanya kembali terasa pusing menahan hasrat yang tak kunjung tersampaikan. Ada yang tegak tapi bukan keadilan. Dengan langkah lesu ia memasuki pintu utama dan langsung mendapati istrinya itu tengah menciumi triplets di ruang utama.


Ayyub sebenarnya ingin bergabung tapi saat ini ada sesuatu yang harus ia tuntaskan dulu. Kali ini ia akan bersolo karier dan nanti saatnya tiba ia bertekad akan membalaskan puasa yang panjang ini dengan berbuka hingga puas.


"Bunda, Ayah kenapa buru-buru keatas Bunda ?" tanya Qai yang kebetulan melihat ayahnya itu.

__ADS_1


"Mungkin ayah lagi kebelet pipis sayang, yasudah ayok kita ke dapur yuk. Katanya mau dibikinin kue sama bunda" ajak Neera yang mencoba mengalihkan atensi putranya.


"Ayok Bunda" semangat Qai yang diikuti dua saudara kembarnya.


__ADS_2