Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 33


__ADS_3

Subuh itu terasa sangat indah, mereka terbangun dengan kebiasaan lama, ndusel-ndusel di tempat tidur.


Setelah puas Neera mengajak triplets untuk ibadah subuh bersama maskipun ketiganya hanya mengikuti tetapi sedini mungkin Neera ingin membiasakan kepada buah hatinya.


Setelah siap dengan perlengkapan sholat mereka Neera teringat dengan Ayyub yang ada di kamar lain.


Perlahan Neera membuka pintu kamar itu takut jika mengganggu orang yang ada di dalam, niat hati ingin membangunkan namun Neera yang dibuat terpaku.


Lelaki itu tengah menengadahkan tangannya sembari duduk di sajadah lengkap dengan baju sholatnya. Perasaan sejuk perlahan memenuhi rongga dada Neera.


Prianya itu memang sangat tampan saat menggunakan pakaian sholat itu. Setelah beberapa lama mengamati dia perlahan masuk dan duduk di sudut kasur.


"Eh sayang, udah selesai ya tanggal merahnya, apa udah sholat ?" tanya Ayyub semangat setelah menyelesaikan do'a nya.


"Iss kamu ini yang, itu aja yang diingat terus" balas Neera.


"Kamu sudah selesai yang sholatnya ?" tanya kembali Neera.


"Belum yang, masih sholat sunatnya, mau ke mesjid tapi kayaknya gak ada mesjid dekat sini" jawab Ayyub.


"Gimana kalau kita sholat bersama saja ?" Neera


"Boleh, mana sajadah kamu. Sini biar aku bentangin" Ayyub.


"Sepertinya enggak cukup yang kalo disini, kamu lupa kita punya pasukan ?"


"Masyaallah, mereka juga sholat yang ?"


"Iya Alhamdulillah, jadi kita sholatnya di ruang tengah aja ya. Sekalian ngajarin mereka"


"Baiklah sayangku yang paling cantik" ucap Ayyub sembari mengelus atas kepala Neera yang telah ditutupi mukena.


"Triplets, come. Kita sholat jama'ah sama ayah. Ayo sayang" panggil Neera.


"Yes bunda, we coming" serempak ketiganya.


Ayyub telah selesai menyusun sajadah mereka disana sesuai dengan aturan shaf. Tentu saja terjadi beberapa drama kecil karena rebutan sajadah yang dilakukan oleh triplets.


Akhirnya subuh itu mereka melaksanakan sholat berjamaah untuk pertama kalinya. Alunan ayat suci yang mengalir dari bibir Ayyub terdengar menyejukkan sehingga suasana kusyuk begitu terasa.


Setelah menyelesaikan sholat, mereka bersalaman. Disana Ayyub juga mengajarkan beberapa pelajaran agama untuk ketiga buah hatinya.


Sementara Neera memperhatikan mereka hanya sesekali menimpali, sengaja dia membiarkan bounding antara ayah dan anak itu sehingga mereka lebih dekat dan saling memahami.


Melihat triplets yang masih bersemangat tidak segan-segan Ayyub mengajarkan mereka huruf-huruf hijaiyah meskipun sebelumnya Neera juga memberikannya tetapi Neera tetap bersemangat.

__ADS_1


"Ayah, why you not sleep with us ?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut Qal.


"Bolehkah ayah tidur dengan kalian sayang ?" tanya kembali Ayyub.


"Of course ayah, because you're our father. We love you" Qeenan menimpali.


"Terima kasih sayang, nanti malam ayah akan tidur bersama kalian" jawab Ayyub sembari tersenyum kilas kearah Neera yang dibalas lembut oleh istrinya itu.


"But, Ayah akan selalu bersama kitakan. Ayah tidak akan pergi lagi bukan ?" tanya Qaivan.


"Of course sayang, tempat ayah adalah disini bersama kalian anak-anak kesayangan ayah" jawab Ayyub meyakinkan ketiganya.


"Ayah, bunda bilang ayah sering bawa plane, Qee ingin juga ayah. Apakah boleh ayah membawa Qee bersama lain kali ?" tanya Qeenan yang memang mereka tertarik dengan pesawat.


"Qai juga mau, bawa Qai juga ayah"


"Qal juga ingin ikut"


Ketiganya bersemangat dan mendekat kearah ayahnya yang tengah terperangah dengan anak kembarnya. Ada perasaan bangga di dalam hatinya mengetahui jika ketiga anaknya mengagumi dan menyukai pekerjaannya.


"Tentu saja sayang, ayah akan membawa kalian melihatnya tetapi kesayangan ayah, kalian belum bisa membawanya. Lihatlah kaki -kaki kecil ini belum bisa untuk menginjal pedalnya" jawab Ayyub jenak sembari memegang satu persatu kaki kecil mereka.


"Sayang, pekerjaan seperti ayah itu disebut sebagai pilot, apakah kalian sudah melupakannya" Neera ikut menimpali.


"Tentu saja kita ingat bunda, hanya saja tadi Qee sedikit keliru hehe"


"Okelah, semuanya mau sarapan apa hari ini" tanya Neera lagi.


"Pancake madu bunda" jawab ketiganya.


"Baiklah kiddos, bagaimana denganmu sayang ?" tanya lagi Neera pada Ayyub.


"Anything sayang, selagi kamu yang membuatkannya untukku" jawab Ayyub sembari mengelus pipi Neera.


Selagi triplets dan ayahnya bercengkrama dan berbagi cerita Neera sibuk di dapurnya menyiapkan sarapan mereka.


Tentu saja dia juga menambahkan menu nasi goreng sossis sebagai menu tambahan jikalau ada yang ingin. Tidak lupa juga buah, susu dan tentu saja kopi untuk kekasih hatinya.


Tidak butuh waktu banyak Neera telah menata meja makan dan kembali bergabung dengan suami dan anak-anaknya.


"Sarapan sudah selesai, bagaimana jika kita makan dulu dan nanti kalian bisa melanjutkan kembali"


"Baiklah bunda" jawab mereka serentak.


"Ayo kita simpan kembali pakaian sholat dan sajadah, sini bunda lipatkan"

__ADS_1


"Oke bunda"


Setelahnya mereka segera bersemangat menuju meja makan, tentu saja Ayyub juga duduk di kursi ujung sebagai kepala keluarga, Neera disisi kanan dan triplets berjajar disisi kiri.


Mereka menghabiskan makanan dengan lahap sesekali mereka mereka membuat nyanyian sendiri karena mencicipi masakan lezat bundanya.


"Sayang, hari ini aku harus ke kampus dan ke klinik, bagaimana denganmu ?" tanya Neera pada suaminya.


"Benarkah, apakah kamu benar-benar harus masuk apa tidak bisa libur saja hari ini" jawab Ayyub memelas.


"Maafkan aku sayang, tetapi aku sebelumnya belum mengajukan cuti, tapi ini tidak akan lama, sore hari aku sudah kembali. Bolehkah ?" izin Neera pada Ayyub.


"Hmmm tentu saja boleh sayang, tapi cepatlah aku masih merindukanmu" ucap Ayyub lagi.


"Bagaimana dengan triplets, apakah aku harus memanggil nanny mereka ?"


"Triplets tentu saja bersamaku sayang, tidak perlu aku akan menjaga mereka sendiri"


"Apakah kamu yakin, walau bagaimanapun mereka masih dua tahun sayang, bagaimana jika kamu dibantu dengan nanny saja kali ini?"


"Tidak sayang, kamu tenang saja. Aku mampu menangani ini"


"Baiklah jika begitu" ucap Neera sembari menyembunyikan senyumnya.


Neera yakin betul akan seperti apa nantinya, secara Ayyub yang sekalipun tidak pernah mengurus anak apalagi mereka yang masih 24 bulan, walaupun mereka terlihat cerdas yetap saja triplets masih balita.


"Tenang saja sayang, aku akan mengantarkanmu dan serahkan semua kepadaku. Kamu bisa bekerja dengan aman"


"Oke, aku menantikannya. Aku akan meninggalkan catatan kegiatan mereka, jadwal makan dan minum susu terus makanan yang pantang. Jika terjadi apa-apa langsung hubungi aku saja"


Setelah membersihkan sisa makan mereka, mencuci piring dan memandikan triplets yang dibantu oleh Ayyub Neera segera membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena hari ini mahasiswanya ada ujian, karena itulah dia tidak bisa libur.


Ibu muda itu keluar dengan setelah baju semi formal yang dipadu dengan hils dan tas yang senada. Make up natural dan hijab yang rapi membuat tampilannya santai juga berwibawa.


"Sayang, tidak bisakah kamu menggunakan pakaian yang biasa saja keluar yang, bagaimana jika nanti ada yang menyukaimu ?" tiba-tiba Ayyub berkomentar di belakang Neera yang tengah memasang kaitan sepatunya.


"Ya ampun sayang, ini sudah sangat biasa. Kamu bisa mempercayaiku, ayo sekarang kita berangkat nanti terlambat" ucap Neera sembari mengecup singkat bibir Ayyub untuk meredakan kesal pria itu.


Akhirnya mereka semua mengantarkan Neera ke kampus, tidak hanya sampai didepan Ayyub begitu ngotot mengantarkan Neera hingga ruangannya dengan alasan agar semua orang tau bahwa wanita itu adalah miliknya dan sudah memiliki tiga anak.


Hal ini tentu saja membuat gempar satu fakultas, sebagian ada yang terkejut karena selama ini tidak ada yang mengetahui Neera telah menikah atau memiliki anak karena dia memang tidak pernah membahas kehidupan pribadinya. Bahkan tidak sedikit yang terkagum dengan pemandangan itu, mereka terlihat seperti keluarga sempurna dengan tiga anak kembar yang lucu.


Banyak yang patah hati, banyak juga yang mendo'akan dosen cantik mereka itu. Bahkan ada yang terang-terangan menyapa Neera dan menanyakan orang disampingnya.


Tenti saja Ayyub akan langsung menimpali bahwa dia adalah suaminya dan bersama anak mereka yang membuat mahasiswa dan dosen itu terdiam.

__ADS_1


Poor Neera... 😅


__ADS_2