
Sore itu mereka berjalan menuju bandara, mereka diantar oleh orang suruhan Ayyub yang nantinya akan mengantarkan mobil Ayyub ke Edinburg.
Ayyub memutuskan untuk tinggal bersama keluarga kecilnya dan kini mereka menggunakan pesawat agar putra dan putri mereka tidak kelelahan selama di perjalanan apalagi baby Qal.
Kini keluarga itu menjadi pusat perhatian di bandara, dengan outfit yang tentunya di buat matching oleh Neera pada ketiga buah hatinya sementara Ayyub juga memakai baju dengan warna yang sama dengan Neera.
"Sayang, apa kamu selalu membuat mereka seperti ini setiap keluar, bisa-bisa anak kita dilirik model agensi nantinya" ucap Ayyub sembari merangkul istrinya.
"Hahaha, aku tidak akan mengizinkannya, aku hanya suka mendandani mereka. Lihatlah, bukankah mereka sangat luar biasa" ucap Neera mengalihkan matanya pada mata elang itu.
"Tentu saja karena kita yang membuat mereka" bisik Ayyub setelahnya mengecup singkat bibir Neera.
"Sayang, apa yang kamu lakukan, ini tempat umum, apa kamu tidak malu" ucap Neera sembari menggelengkan kepalanya tidak percaya melihat kelakuan suaminya.
__ADS_1
"Tidak sayang, justru aku harus lebih sering melakukannya agar semua laki-laki yang ada tau bahwa kamu adalah milikku" seru Ayyub penuh keyakinan yang dibalas tatapan terkejut istrinya.
"Astaga sayang, kenapa kamu menjadi posesif sekarang" timpal Neera sembari mengelus lembut punggung suaminya.
"Tentu saja sayang, lihatlah kamu sekarang, harus extra dijaga" jawab Ayyub mengeratkan rangkulannya pada pundak sang istri.
"I love you" ucapnnya lagi sembari mengecup pinggir dahi Neera.
" i love you more sayang" balas Neera sembari tersenyum manis kearah Ayyub, yang akhirnya membuat Ayyub kembali mengecup pipi Neera karena tidak tahan melihat lesung pipinya.
Sementara Qeenan tengah duduk diatas koper yang di dorong Ayyub dan sibuk melihat sekitaran bandara dan pesawat-pesawat yang tengah berjejer di ruang tunggu. Memang ketertarikan mereka terhadap pesawat tidak pernah pudar semenjak dulu.
Sekilas dilihat Ayyub dan Neera bukanlah pasangan yang proporsional, tinggi Neera yang hanya mencapai bahu Ayyub dengan tubuh yang munggil dan montok seakan lenyap oleh badan Ayyub yang tinggi dan kekar, penuh dengan otot-otot hasil bentukan gym.
__ADS_1
Walaupun demikian penampakan mereka seakan menepis perbedaan tubuh mereka, paras yang cantik dan rupawan dan ditambah tangan Ayyub yang pas melingkar di bahu Neera membuat tubuh kecilnya pas di dalam tubuh besar pria itu, semakin menambah keiirian orang-orang yang melihat mereka.
"Sayang, apakah kamu tidak ada jadwal penerbangan yang ?" tanya Neera saat mereka sudah duduk di lounge.
"Aku mengambil cuti tahunan yang, aku mau menghabiskan waktu bersama kalian" jawab Ayyub sembari menyapu keringat Qaivan di kepala dan dahinya.
"Tapi maafkan aku yang, aku gak mungkin ambil cuti sekarang di universitas tapi aku akan coba untuk mengatur jadwal operasi di klinik" jawab Neera sedikit merasa bersalah.
"It's okay sayang, sekarang aku yang akan melayani kalian, aku yang akan menjaga mereka saat kamu kerja dan kalau perlu aku yang akan mengantar dan menjemputmu kerja sayangku" ucap Ayyub sembari mengelus lembut tangan Neera.
Neera hanya membalas Ayyub dengan senyuman hangatnya dan setelahnya kembali membantu membantu Qeenan makan cheese cakenya.
"Sayang, kamu selalu begini membawa mereka kemana-mana ?" tanya Ayyub tiba-tiba sembari memperhatikan Neera yang sangat cekatan, sambil menepuk pelan Qalundra yang sedikit merengek juga menyuapi Qeenan.
__ADS_1
"Begini maksudmu ?" tanya Neera bingung.