
"Pagi Capt" sapa Co-pilot yang akan menjadi patner terbang Ayyub hari ini.
"Hi, pagi juga" balas Ayyub cool.
"Semangat sekali kelihatannya hari ini Capt" tanyanya lagi.
"Tentu saja harus semangat, kalian juga harus" alih Ayyub.
"Tapi kenapa terasa berbeda Capt, apakah terjadi sesuatu yang spesial ?" ucap Co-pilot itu.
"Ya begitulah" jawaban singkat Ayyub.
"Aku juga melihat sesuatu yang spesial hari ini" ungkap Co-pilot itu, antara kepada dirinya atau Ayyub.
"Benarkah, apa itu ?" tanya Ayyub yang sedikit penasaran melihat cengiran patnernya itu.
"Aku melihat wanita impianku, jantungku langsung berdetak saat melihatnya" jelas pria itu.
"Oh benarkah, aku turut bahagia akhirnya kau tidak akan jomblo lagi" Ayyub ikut mendukung
"Aku harap begitu, tetapi sepertinya dia sudah punya anak, kurasa mereka kembar tiga. Semoga saja dia masih sendiri" lirih pria itu.
"Hmmm benarkah, kenapa kau tidak berpaling saja ?" tanya Ayyub.
"Tidak, tidak akan. Sudah sekian lama aku mencari. Kali ini aku tidak akan menyerah. Bahkan aku masih mengingat jelas wajah cantiknya, body bagusnya, dan anak-anaknya yang lucu" ucap pria itu terpesona.
"Benarkah, bukannya kau masih melihatnya bagaimana mungkin kau mencarinya lagi ?" tanya Ayyub lagi.
"Tenang saja Capt, aku sudah menfoto calon keluargaku. Aku sangat yakin dia tidak memiliki suami" ungkap pria itu sembari memberikan ponselnya pada Ayyub.
Dengan setengah hati Ayyub mengambil ponsel itu. Ia tahu sehebat apapun wanita yav diceritakan patnernya itu pasti akan kalah dengan Neeranya.
Deg !
__ADS_1
"What ?! bagaimana mungkin ini ?" batin Ayyub.
Sekali lagi pria itu menzoom gambar candid itu, disana terpampang foto istri dan anak-anaknya. Setengah kesal ia meghapus foto itu diam-diam.
"Pantas saja dia begitu memuji perempuan itu, ternyata memang Neera, wanita luar biasanya" batin Ayyub sedikit dongkol.
Jika saja Neera tidak meminta untuk merahasiakan hubungan pernikahan mereka saat ini Ayyub akan menyiarkan ke seluruh dunja bahwa wanita itu hanya milik dia seorang.
Bahkan kalau perlu Ayyub akan membawa Neera kemanapun ia pergi atau bahkan menutupinya kalau mungkin. Pesona istrinya terlalu besar untuk disangkal. Ayyub akan memberikan tanpa kepemilikan sebanyak mungkin pada istrinya itu, agar tidak ada lagi yang berani memimpikannya.
"Mana ? Aku tidak melihat perempuan yang kau maksud. Apakah perempuan pramugari ini ?" tanya Ayyub yang pura-pura tidak tau sembari melihatkan seflie antara Co-pilot itu dengan beberapa pramugari.
"Tidak, dia hanya bersama tiga anaknya yang lucu, yang akan menjadi anakku" balas pria itu.
"Sial, tidakkah kau tau mereka adalah anakku. Hanya aku ayah mereka" batin Ayyub.
"Tapi aku tidak melihat yang kau maksud" ucap Ayyub mengembalikan ponsel rekannya itu.
Secepatnya Co-pilot itu mengambil kembali benda pipih itu dan melihat gambar yang dimaksud. Benar saja foto itu tidak ada lagi, pria itu kelabakan mengacak-acak isi ponsel pintarnya itu berharap ada satu gambar yang masih tersimpan tetapi nihil. Sama sekali tidak ada.
"Sudahlah, mungkin dia bukan jodohmu. Aku do'akan semoga kau menemukan yang lebih baik lagi" ungkap tulus Ayyub.
"Tidak, aku tidak akan menerima begitu saja. Aku harus berjuang demi cinta. Aku akan mencari dia, kalau perlu seluruh Edinburg akan aku telusuri" ungkap yakin pria itu yang membuat Ayyub semakin panas.
"Sudahlah, segera lakukan pengecekan" perintah Ayyub.
"Siap Capt" jawab pria itu segera.
Begitulah mereka, meskipun mereka tengah dilanda galau tetapi harus tetap profesional demi keselamatan mereka semua. Begitu banyak nyawa yang mereka bawa sehingga kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal.
Akhirnya pesawat itu lepas landas menuju Berlin. Dengan mengucapkan do'a Ayyub meninggalkan kota ini, berharap anak istrinya akan baik-baik saja tanpa dirinya. Semoga mereka selalu bahagia dan dilimpahi kesehatan dan keselamatan, begitupun dengan dirinya.
Sementara dilain sisi Neera dan triplets juga bergerak menuju mobil mereka. Sebelum benar-benat berbalik Neera berucap dalam hatinya.
__ADS_1
"Selamat jalan sayang, semoga apapun yang terjadi kamu akan tetap bahagia. Aku dan anak-anak akan baik-baik saja jika harus kehilanganmu. Kamu tenang saja, aku akan pastikan mereka tumbuh dengan baik dan aku akan berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Apapun yang terjadi kami akan selalu mencintaimu. Selamat tinggal sayang, aku mencintaimu" ucap Neera dalam hatinya berharap perkataan itu sampai kepada ornag yang dimaksud.
Akhirnya mereka benar-benar memasuki mobil dan bergerak pulang. Hari ini terasa sedikit berbeda. Setelah mengantarkan kepergian ayah mereka triplets lebih banyak diam, membuat Neera sedikit khawatir.
"Sayang, hari ini bunda akan libur. Jadi apakah ada sesuatu yang ingin kalian lakukan ?" tanya Neera yang ingin mengembalikan lagi keceriaan mereka.
"Benarkah bunda ?" tanya Qai.
"Benar sayang, bunda hari ini milik kalian" seru Neera.
"Asyik...., Bunda Qee ingin berenang"
"Qai juga tapi juga mau es krim bunda"
"Bunda Qal ingin roti bakar bunda"
"Baiklah sayang, anything for you. Kita akan pulang terlebih dahulu, kemudian buat roti bakar, pergi ke waterboom dan nanti mampir ke temapg es krim, oke ??" narasi Neera pada triplets.
"Yeayyy.... Asyik. Thank you bunda" teriak girang ketiganya.
"Maafkan bunda sayang, jika kalian nanti marah pada bunda ingatlah, bunda adalah orang pertama yang berani bertaruh nyawa untuk kalian. Bunda sangat mencintai kalian. Maafkan jika nanti bunda tidak mampu mengembalikan ayah kalian. Tapi bunda berjanji akan membuat kalian bahagia, apapun caranya" ungkap hati Neera setelahnya Neera memblokir nomor Ayyub.
Ia akan meminta izin hari ini untuk mengisi kembali kekosongan hati buah hatinya meskipun ia yakin tidak akan cukup.
Mereka kembali tertidur setelah lelah bernyanyi mengikuti musik yang Neera nyalakan ataupun setelah menciptakan nyanyian mereka sendiri.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di rumah sederhan mereka. Neera menurunkan triplets dan membiarkan mereka tidur sebelum nanti mereka bermain. Begitupun dengan Neera ia langsung tertidur karena semalam ia hanya tidur setengah jam.
Mereka akan memulai hari mereka kembali seperti dua minggu lalu. Hanya ada bunda, Qaivan, Qeenan dan Qalundra. Itu saja sudah cukup selama mereka berpegangan tangan dan saling mencintai sembari memeluk satu sama lain.
Hari itu mereka lewati dengan gembira. Neera memenuhi segala keinginan mereka. Dua hari setelahnya mereka kembali ke kehidupan normal mereka. Selalu penuh cinta dan kasih sayang. Setiap hari diawali dengan pelukan dan kecupan.
Seminggu sudah semenjak kepergian Ayyub, tentu saja triplets akan menanyakan ayah mereka bahkan akan merengek meminta bundanya video call atau sekedar menelpon. Tetapi Neera selalu mengalihkan dan memberi pengertian serta alasan yang masuk akal bagi mereka sehingga mereka menyerah.
__ADS_1
Kini mereka sudah ikut kelas play group, dua kali seminggu Neera mengantar mereka. Atas keinginan mereka juga karena mengalihkan pikiran mereka, makanya Neera langsung menyetujuinya.
Tentu saja Neera dibantu baby sitter mereka yang biasa dipanggil Nanny, yang datang jika Neera harus keluar dan pulang saat Neera kembali.