Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 82


__ADS_3

Subuh itu terlihat sepasang pasutri yang tengah terhanyut dalam hangatnya pelukan cinta.


Perlahan Neera membuka matanya dan mendapati wajah tampan suaminya yang memberikan rasa aman dan nyaman.


Enggan beranjak Neera makin menenggelamkan wajahnya ke bidang dada Ayyub dan menghirup aroma maskulin yang selama ini dirindukannya.


Sontak saja pelukan itu makin dipererat oleh tangan kokoh dan disertai kecupan di kepala Neera yang membuat posisi ini semakin nyaman.


"Istri cantikku, rindu sekali ya sama Uda ?" kekeh Ayyub yang hanya dibalas anggukan.


"Hmmm yasudah, sekarang sholat dulu nanti baru kelonan lagi" tambah Ayyub sembari mengelus lembut punggung Neera yang tidak tertutup apapun.


"Hmmm iya, katanya suruh sholat, mau mandi dulu tapi kalo gak dilepas giman caranya" ucap Neera menengadahkan kepalanya berusaha menatap Ayyub.


"Sayang, tapi kan waktu shubuh belum masuk. Kita main sebentar lagi ya ?" pinta Ayyub.


"Hah ?!" sontak hal itu membuat Neera terkejut lalu melepaskan pelukan.


"Iya sayang, subuh begini kamu sudah bikin Uda bergairah lagi, tanggung jawab sayang. Uda bisa pusing ini" rengek Ayyub yang kembali menarik istrinya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Neera.


"Ahh... tapi hari ini Neera harus ke kampus Uda" ungkap Neera.


"Iya tidak apa-apa sayang, kan cuma sebentar" ucap Ayyub sembari tangannya sudah kemana-mana.


"Ah.. yaudah deh" pasrah Neera


Mendengar persetujuan dari istrinya membuat Ayyub mendapatkan angin segar untuk kembali menikmati tubuh indah Neera dan menuntaskan keinginannya. Terjadilah hal yang sangat menjadi candu bagi dirinya setelah puasa selama hampir sebulan.


Setelahnya mereka mandi bersama dan melaksanakan ibadah sebelum akhirnya pindah ke kamar utama yang terdapat triplets.


Pagi ini menjadi hari yang sibuk bagi Neera, ingin rasanya ia berada di rumah saja namun tanggung jawab lain harus dipenuhi.


Sembari Ayyub memandikan triplets dan memakaikan mereka baju, Neera telah berkutat membuatkan mereka sarapan.


Hari ini Neera akan seharian full bekerja menggantikan jadwal yang kemarin ia kosongkan demi menjemput suami tercinta.


Tentu saja sebelumnya ia telah meminta izin pada Ayyub meskipun penuh dengan drama. Hari ini Neera akan berada di kampus hingga jadwal kerjanya selesai, tidak sempat ke klinik ataupun ke kantornya.


Meskipun begitu, Neera sudah menyiapkan hari lain dan memberikan jobdesk pada masing-masing bawahannya agar meskipun ia tidak datang tetapi pekerjaan tetap terlaksana dengan baik.


Setelah semuanya selesai, Neera menyusun semua makanan di meja dan mencuci peralatan masak yang digunakannya serta membereskan dapur kembali.

__ADS_1


"Sayang, sarapan sudah selesai" panggil Neera pada anak dan suaminya.


"Oke Bunda, we're coming" balas Ayyub yang telah berhasil memasangkan baju pada triplets.


Mereka berjalan menuju meja makan dan setelahnya menyantap makanan dalam diam tanpa keributan.


Selesai menyantap sarapan Neera bertanya kepada ketiganya sekaligus meminta izin buah hatinya seperti biasanya.


"Babies, bagaimana hari ini. Kalian sudah siap pergi ke sekolah ?" tanya lembut Neera.


"Tapi bunda, Qal masih ingin main dengan ayah dan bunda" rengek Qalundra.


"Babies, hari ini bunda harus bekerja di kampus, murid bunda sudah menunggu karena kemarin bunda tidak memberi pelajaran pada mereka" jelas Neera sembari memberi pengertian pada ketiga anaknya.


"Apakah bunda juga mengajar seperti Miss di kinderganden ?" tanya Qee lagi.


"Yups baby, you're so smart" puji Neera sembari membetulkan kata Qeenan.


"Kalau begitu kenapa tidak bunda saja yang mengajarkan kita di kindergarden" ungkap Qee lagi.


"Tidak bisa baby, karena bunda mengajarkan hal yang berbeda" jelas Neera kembali.


"Triplets, hari ini Ayah akan menemani kalian seharian, syaratnya kalian harus sekolah biar pintar dan nanti bisa sekolah ditempat bunda mengajar" ucap Ayyub.


Ketiganya langsung berbinar dan mengangguk semangat, meskipun sebenarnya mereka masih ingin bermain tetapi karena sang ayah sudah berjanji menemani mereka maka mereka langsung mengiyakan perintah Ayyub.


Melihat hal ini Neera mengusap lembut tangan Ayyub yang ada di meja serta menatap lembut suaminya sebagai ungkapan terima kasih.


Mendapatkan tatapan itu, Ayyub memberi satu kecupan singkat di bibir Neera saking gemasnya.


Setelah mendapat lampu hijau dari keluarga kecilnya Neera segera beranjak untuk bersiap-siap sekaligus meyiapkan bekal danperalatan sekolah triplets karena hari ini mereka akan bersekolah hingga jam makan siang saja.


Sementara triplets dan Ayyub masih melanjutkan makan mereka selagi Neera bersiap.


Tidak membutuhkan waktu lama, Neera sudah siap dengan baju semi formal beserta tas kerja dan tas sekolah triplets.


"Bunda, sudah selesai sarapannya ?" tanya Ayyub yang hanya melihat Neera makan sedikit.


"Sudah ayah, kan tadi ayah lihat sendiri bunda sudah makan"


"Tapi sedikit sekali, kesini makan lagi" titah Ayyub yang langsung dituruti Neera.

__ADS_1


Langsung saja Ayyub menyuapi istri mungilnya itu dengan sesendok nasi goreng cornet yang menjadi menu mereka pagi itu.


"Ayah kan bunda bisa makan sendiri" protes Neera yang sudah menghabiskan suapannya.


"Sudah tidak apa, biar ayah saja" tolak Ayyub yang terus menyuapi Neera.


Melihat sang bunda yang disuapi ayahnya triplets menjadi cemburu, alhasil Ayyub pun menyuapi semua keluarga kecilnya secara bergantian.


Selesai sarapan, mereka bersiap akan melaksanakan kesibukan masing-masing.


"Ayah, hari ini bunda bawa mobil sendiri ya ?" tanya Neera pada suaminya.


"Gak, biar ayah yang antar saja"


"Tapi kan yah, nanti ayah jadi repot sendiri" jelas Neera.


"Udah gak ada tapi-tapian, biar ayah yang antar. Lagian kan bunda masuknya masih sejam lagi, biar kita bareng antar triplets dulu"


Bukannya Neera tidak mau diantar Ayyub, hanya saja ia kasihan melihat Ayyub yang sedari kemarin belum istirahat dengan benar.


"Yasudah kalau begitu, bunda masukin tas dulu ke mobil" pasrah Neera.


"Sini biar ayah aja yang masukin, bunda bantu triplets aja pasang sepatu" titah Ayyub.


Biarlah, Neera hanya pasrah saja. Ia tahu betapa Ayyub sangat mencintainya dan menginginkan dirinya nyaman tanpa beban, Neera mengerti Ayyub ingin menebus masa yang telah hilang dengan mencurahkan perhatian hanya saja Neera khawatir Ayyub akan kelelahan.


Selesai drama pagi ini, mereka pun berangkat setelah memastikan semua pintu dan pagar rumah terkunci. Sungguh mempekerjakan satpam ataupun pembantu di rumahnya hal mudah bagi Ayyub, tapi karena permintaan istrinya yang ingin hidup sederhana dan bersahaja serta tidak menginginkan orang lain berada di rumah mereka membuat Ayyub pasrah dan menuruti keinginan Neera.


Sampailah mereka di sekolah triplets, dengan semangat mereka membuka seatbelt dan menunggu sang ayah menurunkan mereka.


Beberapa teman-temannya sudah masuk ke dalam diantar oleh kedua orang tua mereka. Sama halnya seperti triplets, ada kebahagiaan tersendiri bagi mereka karena diantar sang ayah karena biasanya hanya bunda saja yang hadir disana.


Mereka memasuki sekolah setelah Neera memasangakan masing-masing tas mereka. Disana mereka menitipkan triplets pada guru mereka dan menyerahkan kelengkapan lain triplets seperti baju ganti.


Sungguh Neera melihat tatapan memuja para guru disana yang semuanya perempuan tetapi Neera hanya mengacuhkan saja karena ia tahu suaminya pasti tidak menaggapi itu semua.


"Baiklah babies, ayah dan bunda pergi dulu. Kalian baik-baik disekolah jangan nakal oke ! Nanti ayah akan datang menjemput kalian"


"Ya ayah" jawab ketiganya kompak setelahnya memberikan kecupan singkat dibibir sang ayah yang sudah menajadi kebiasaan mereka.


"Bye babies, jadi anak baik sayang, love you babies" sambung Neera memberikan pelukan dan mendapatkan kecupan yang sama dari triplets.

__ADS_1


__ADS_2