Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 156


__ADS_3

Hari ini Ayyub sudah berjanji pada Papa akan membantu menyelesaikan permasalahaan yang terjadi di Kaisar Utama Corp. Oleh sebab itu, ia berangkat ke kantor Papa menggunakan mobil pribadinya.


Hari ini Ayyub datang sendiri karena Neera dan Triplets tidak mau diajak dan memilih untuk berenang. Akhirnya dengan berat hati Ayyub pergi setelah Neera menyiapkan segala kebutuhannya.


"Sayang, Ayah pergi dulu ya. Baik-baik di rumah, jaga Bunda dan Qal ya jagoan-jagoan Ayah" pamit Ayyub sembari memberikan masing-masing satu kecupan.


"Ya, Ayah. Semangat Ayah, cepat pulang ya Yah" sorak mereka melepas kepergian ayahnya.


"Iya sayang, Ayah berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum" pamit Ayyub pada ketiga buah hatinya.


Neera berjalan mengantarkan Ayyub sampai ke pintu sembari membawakan tas laptop yang nanti akan di bawa Ayyub.


"Sayang, Uda berangkat dulu ya. Hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa langsung telpon Uda ya yang" pamit Ayyub pada istrinya sembari memberi kecupan di pipi dan dahinya begitupin Neera mencium punggung tangan Ayyub.


"Iya Uda, Hati-hati sayang" balas Neera.


Akhirnya Ayyub pergi setelah mencuri satu kecupan di bibir istrinya yang masih melihat kepergiannya.


Sampai di perusahaan Ayyub langsung menuju ruangan papa karena Tuan Kaisar sudah menunggu kedatangan putranya.


Sudah dua hari mereka tidak bertemu pasca Tuan dan Nyonya Kaisar menginap di apartement Ayyub.


Menaiki lift khusus Ayyub menuju lantai tertinggi, sebenarnya ini bukan kali pertama Ayyub pergi ke perusahaan. Namun demikian siapa yang tidak tau mengenai anak emas dari pemilik perusahaan besar ini.


Ketampanan dan kepintaran pria dewasa ini mengalahkan saudaranya yang lain. Terlebih pembawaan yang berkharisma dan cool membuat semua orang lebih menyegani dirinya dan tentu saja membuat para kaum wanita gigit jari.


Sampai di depan ruangan papa Ayyub memastikan pada sekretarisnya dan lantas mengetuk pintu setelah mengetahui bahwa pemilik perusahaan itu berada di ruangannya.


"Assalamu'alaikum Pa" sapa Ayyub pada Tuan Kaisar yang sudah menyambutnya di sofa.


"Wa'alaikumsalaam Yub" balas Papa.


"Pagi Pa. Gimana kabarnya Pa, semua baik-baik aja kan Pa ?" tanya Ayyub lagi.


"Alhamdulillah kabar Papa baik. Cuma di rumah lagi kurang kondusif. Mama malah terlihat lesu karena banyak pikiran" curhat sang Papa.


"Ada apa lagi di rumah Pa, nanti Ayyub akan kunjungi Mama di rumah kalau Triplets dan bundanya sudah selesai kegiatan mereka hari ini" ujar Ayyub.

__ADS_1


"Baguslah, kasihan Mama kamu. Banyak sekali hal yang terjadi di rumah. Abang kamu juga lagi menghadapi masalah sepertinya, cobalah kamu tanya keadaannya. Papa juga kasihan padanya Yub" jelas Papa.


"Baiklah Pa, nanti akan Ayyub cari waktu berbicara dengan mereka. Sekarang kita fokus pada masalah perusahaan dulu Pa" ajak Ayyub.


"Iya nak, lebih baik kita selesaikan permasalahan ini dulu" ujar Papa.


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi Pa ?" tanya Ayyub to the point.


"Sebetulnya hal ini masih dalam dugaan Papa. Beberapa bulan belakangan ini aliran uang masuk kita menurut drastis padahal setiap bulannya profit kita tinggi. Hal ini berbanding terbalik dengan uang masuk yang Papa lihat di laporan keuangan perusahaan.


"Wah, bisa begitu ya Pa. Lalu Papa sudah mengecek seluruh laporan keuangan dari uang masuk dan keluar Pa ?" tanya Ayyub.


"Sudah, Papa sudah pelajari semua. Memang seperti yang Papa bilang diawal tidak ada masalah dalam data ini, semua tertulis sesuai dengan angka.


"Apa mungkin orang ini sudah lama melakukan hal ini sehingga lihai dalam mengganti data. Seperti satu tim dari departemen keuangan bekerja sama kalau begini Pa" ujar Ayyub.


"Iya, Papa rasa juga begitu. Tapi kita tidak punya celah untuk memeriksa mereka karena semua data keuangan dari setiap bagian post terakhirnya ada pada mereka sebelum akhirya dibuatkan laporan keseluruhan yang diserahkan ke Papa" jelas Papa.


"Benar juga Pa, terlebih disana juga ada Bang Fazreen. Ayyub rasa tidak mungkin abang melakukan hal keji seperti ini karena bagaimanapun ini juga perusahaan keluarganya" ujar Ayyub.


"Itulah yang Papa takutkan, dalam setiap laporan masuk selalu ada tanda tangannya sebagai bukti pertanggung jawabannya. Mau tidak mau meskipun ia tidak ikut maka akan okug terseret dalam kasus inj jika terbukti benar" jelas Papa.


"Oleh sebab itu Papa hanya melibatkan kamu nak, nanti kita akan dibantu oleh asisten kepercayaan Papa dan beberapa pengacara perusahaan" Papa.


"Tapi apa tidak masalah jika kita tidak mengikutsertakan Bang Hakim Pa, karena bagaimanapun beliau adalah CEO yang membawahi semua direktur Pa" Ayyub.


"Papa rasa lebih baik begini. Kamu tau bagaimana sifat Abang kamu itu yang begitu menggebu-gebu terlebih saat ini Papa lihat dia sedikit tidak fokus ditambah lagi permasalahan yang dihadapinya. Nanti ketika semuanya sudah jelas dan terbukti baru kita libatkan dia agar tau duduk permasalahannya" Papa.


"Baiklah Pa, kalau itu keputusan Papa Ayyub akan ikut saja. Bisakah Ayyub lihat neraca keuangan perusahaan dan laporan keuangan setiap bulan beserta beberapa data pendukung lainnya Pa ?" tanya Ayyub.


"Ya, tentu saja. Kamu kan juga bisa gunakan id mu, apalagi sahammu kan sudah meningkat di perusahan ini" canda Papa.


"Itukan beda Pa. Ayyub cuma pemegang saham bukan operator perusahaan Pa" balas Ayyub.


"Yasudah kalau begitu kamu bisa cek di komputer Papa, disana lebih lengkap dan nanti akan Papa suruh asisten Papa untuk membawa dokumen yang lain beserta arsip laporan bulanan dan tahunannya" Papa.


"Baiklah Pa, Ayyub pinjam meja kerjanya dulu ya Pa" canda Ayyub pada Tuan Kaisar.

__ADS_1


"Ya dengan senang hati nak lebih bagus lagi jika kamu bisa mengambil alihnya" ujar Papa yang hanya dibalas senyuman Ayyub.


Beberapa menit Ayyub sibuk berkutat dengan komputer Tuan Kaisar dan beberapa data lainnya lalu mentransfer semua data pada laptop pribadinya.


Tiga puluh menit sudah dihabiskannya mempelajari neraca keuangan perusahaan Tuan Kaisar beberapa tahun kebelakang membuatnya terkejut bukan main.


Memang pengalaman juga tidak bisa berbohong. Dugaan Tuan Kaisar ternyata benar adanya. Bahkan lebih dari itu, ini sudah beberapa tahun terjadi tetapi jumlah uang yang dihilangkan terus meningkat setiap bulannya.


"Papa, ini lebih parah Pa. Uang profit hilangnya mencapai 50% tetapi semua tersamarkan dengan data yang begitu rapi. Wajar jika selama ini tidak ada yang sadar karena ini perlahan-lahan meningkat mengikuti uang masuk" jelas Ayyub.


"Astaghfirullah, tapi untung cepat ketahuan sebelum perusahaan kita collaps" ujar Papa yang tidak percaya dengan angka yang disebutkan Ayyub.


"Pa, laporan ini begitu rapi. Tidak terlihat kesalahannya bahkan datanya mengikuti cash flow. Ayyub akan bawa datanya dulu nanti akan Ayyub kaji lagi dan besok kita akan diskusi lagi mengenai hal ini ya Pa" ujar Ayyub.


"Ya, baiklah nak. Istirahatlah, sedari tadi kamu begitu keras berpikir. Ayo kita pergi makan siang dulu sekalian kita ajak kedua abangmu" Papa.


"Iya Pa. Ayyub kabari Neera dan anak-anak dulu" ujar Ayyub.


"Iya baiklah, ajak sekalian jika mereka bisa" ucap Papa.


"Iya Pa, Ayyub coba telpon dulu"


Langsung Ayyub menghubungi ponsel istrinya. Panggilan pertama tersambung tetapi tidak diangkat. Ayyub mencoba lagi dan lagi tetapi tetap tidak diangkat.


Rasa khawatir muncul memenuhi isi kepala Ayyub. Untung saja otaknya masih berjalan, lantas ia melihat cctv dari ponsel pintarnya.


Diruang tengah tidak terlihat siapapun, begitu juga di dapur. Tempat terakhir yang harus ia cek adalah kamar mereka.


Benar saja, ternyata anak dan istrinya tengah tertidur lelap dengan posisi yang sangat lucu. Sepertinya mereka sangat kelelahan sehabis berenang.


Ingin rasanya Ayyub segera pulang dan bergabung dengan mereka atau sekedar melihat wajah kelelahan itu tidur namun rasanya tidak mungkin ia menolak ajakan Papa terlebih kedua abangnya juga akan ikut bergabung.


"Bagaimana Nak, Apa ada masalah ?" tanya Papa yang melihat bahwa telepon Ayyub tidak mendapatkan jawaban.


"Ha ? Enggak Pa. Mereka lagi ketiduran, sepertinya lelah sehabis berenang" jawab Ayyub sembari tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu. Kelihatan sekali nak wajah anak Papa ini begitu berseri-seri, terlihat jelas pancaran kebahagiaanya. Papa harap kalian akan bahagia selalu dan sakinah" do'a Papa.

__ADS_1


"Amiin Pa, yang penting Papa selalu mendo'a kan dan merestui langkah kami Pa" ucap Ayyub.


"Selalu Nak, itu do'a Papa untuk semua anak-anak Papa" ujar Papa dengan wajah tenangnya.


__ADS_2