
Setelah insiden yang terjadi kondisi mulai kondusif kembali dan acara terus berlanjut hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam. Neera yang meninggalkan triplets mulai merasa khawatir dan meminta sekretaris Ayyub untuk mengabarkan kepulangannya.
Naming naas kepulangan Neera diketahui Ayyub saat wanita cantik itu mulai berjalan keluar ballroom hotel. Tanpa memikirkan apapun Ayyub segera berlalu dan menyusul istrinya.
Ketika Neera memasuki mobil yang sudah berhenti di depan lobby, saat itu pula Ayyub merengsek masuk dan membuat istrinya kaget karena pintu yang hendak ditutup tertahan oleh tangan Ayyub.
Sopir yang hendak melaju ikut kaget melihat kedatangan bos besarnya. Karena tidak tau harus bagaimana sopir itu hanya menunggu instruksi selanjutnya dari pasangan suami istri yang berada di kursi penumpang.
Neera yang tidak ingin orang mengetahui permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangganya memilih bungkam sedangkan Ayyub memerintahkan mobil untuk jalan namun sopir itu kembai diam karena sejujurnya ia tidak tau kemana tujuan dari pasangan suami istri itu.
Neera yang dibuat ragu mulai berpikir, bagaimana caranya ia membuat Ayyub tidak mengikutinya karena sejujurnya hatinya masih kesal dengan sikap lelaki itu dan sedikit banyak berita kedekatan Ayyub dengan sang aktris masih melekat di kepalanya.
Memang mudah memaafkan tetapi untuk melupakan terasa sangat sulit bahkan tak akan pernah bisa. Terkadang kenangan itu membuat mood menjadi buruk tetapi kita harus pandai mengelola perasaan itu tetapi akan lebih sulit bagi ibu hamil yang kadar hormon di tubuhnya sendiri naik turun.
Disatu sisi ia masih tidak ingin melihat muka suaminya tetapi Neera tau persisi betapa keras kepalanya lelaki itu. Sementara jika ia pulang ke rumah mereka, triplets hanya tinggal bersama asistennya. Ketiganya akan menangis saat terbangun saat tidak mendapati orang tua disisinya.
Sebagai seorang ibu rasa khawatir Neera pada triplets mengalahkan rasa kesal pada suami. Akhirnya Neera menyerah dan meminta sopir menuju rumah dimana sang sopir menjemputnya tadi.
__ADS_1
Entah nanti apa yang dilakukan Ayyub Neera mencoba untuk tidak perduli yang pasti ia sudah sangat rindu pada triplets. Badan Neera juga rasanya sudah lelah menghadapi drama yang dimainkan di acara tadi.
Perjalanan terasa sangat menegangkan, meskipun Ayyub mencoba mendekat tetapi Neera menghindar sehalus mungkin. Bahkan kini wanita berhijab itu menaikkan sandaran tangan dan meletakkan tasnya disisi Ayyub. Neera sendiri memilih menempel pada pintu dengan berpura-pura sibuk melihat jalanan dari jendela.
Rasanya Ayyub frustasi berada di situasi ini, rasa hati ingin mengangkat Neera dan membawa dalam pangkuan tetapi Ayyub takut istrinya akan semakin marah dan justru semakin menjauh darinya.
Sesekali Ayyub mencoba mencuri kesempatan saat istrinya lengah tetapi ternyata kali ini pengawasan Neera sangat ketat sehingga Ayyub harus gigit jari saat melihat keindahan yang ada didepan matanya.
Begitu sampai di rumah Neera juga memilih turun sendiri setelah mengucapkan terima kasih pada sopirnya. Ayyub yang ditinggalkan begitu saja rasanya ingin berteriak tetapi ia sadar ini sudah malam dan memilih masuk mengikuti istrinya meskipun pintu itu sudah ditutup dari dalam.
Neera memilih diam dan berlalu menuju kamarnya yang kini sudah ditempati triplets. Ketika Ayyub akan masuk Neera segera menutup dan mengunci pintu kamarnya.
Ayyub yang kaget saat pintu ditutup tepat didepan mukanya hanya mampu menghela napas panjang. Ia tidak mengerti mengapa Neera bisa semarah ini karena sejauh mereka bersama kemarahan Neera kali ini sudah melebihi ambang batas biasanya.
Lebih sulit karena Neera hanya diam tidak seperti kebanyakan istri yang cenderung membeberkan semua kesalahan suami dengan rentetan kata-kata dalam istilah ngomel.
Ayyub memilih mengalah karena ia tau jika terus memaksa atau mengetuk pintu akan mengganggu tidur triplets. Padahal ia sudah rindu sekali dengan anak dan istrinya tetapi cobaan ini belum juga berakhir. Meski berada didepan mata tapi tak bisa digapai.
__ADS_1
Lain halnya dengan Neera, wanita cantik itu membersihkan diri ke kamar mandi dan mengganti piyama tidur setelahnya mengistirahatkan tubuh lelah setelah mengecup dan membacakan do'a beserta harapan untuk ketiga buah hatinya.
Esok paginya Neera kembali terbangun saat triplets sudah menciumi wajah dan memeluk tubuhnya. Perlahan Neera bangun untuk mandi bersama triplets, sholat subuh bersama dan mengaji.
Setelah itu Neera pamit pada triplets untuk pergi kerja lebih pagi dengan iming-iming surprise untuk ketiga buah hatinya. Ya, Neera juga tau pasti triplets sudah sangat merindukan ayah mereka tetapi ketiganya enggan bertanya karena takut membuat bundanya sedih.
Setelah menyiapkan triplets dan sarapan pagi, Neera mengantar triplets menuju kamar tamu yang ia yakini ada suaminya disana. Karena tidak ingin bertemu, Neera menitipkan pesan minta izin kerja kepada triplets begitu juga ia langsung berpamitan pada ketiganya.
Tidak lupa Neera menyiapkan sarapan dan menuliskan note yang harus ia sampaikan pada suaminya di pintu kulkas. Setelahnya Neera berjalan menuju pintu utama dan langsung menuju lab karena rumah tinggal Neera masih satu kawasan dengan laboratorium.
Sementara di rumah Ayyub dikejutkan dengan kehadiran triplets. Memang sehabis subuh tadi ia tertidur karena semalam ia sama sekali tidak dapat terlelap. Alhasil saat triplets masuk dan berebut memeluk tubuh besarnya Ayyub terkejut dan lantas mengangkat satu persatu buah hatinya.
Sudah lama sekali rasanya Ayyub tak memeluk dan mencium mereka jadi lelaki itu meraup sedalam mungkin aroma bayi ketiganya. Bahkan saat triplets sudah berteriak kegelian akibat ulah ayahnya, Ayyub masih enggan melepaskan sehingga terjadilah perperangan singkat.
Adegan yang akhirnya menguras keringat itu membuat triplets yang sudah rapi hendak kesekolah menjadi acak-acakan kembali. Setelah berbaring sebentar Ayyub memandikan triplets kembali dan menyiapkan dengan baju yang baru.
Setelah selesai mereka semua sarapan namun sayang wanita yang tengah ia rindukan tak nampak batang hidungnya sejak Ayyub mulai membuka mata. Padahal ia berharap pagi ini Neera akan membaik dan mereka bisa berbicara dan memperbaiki keadaan ternyata istrinya hanya meninggalkan pesan singkat di pintu kulkas dan Neera sudah berangkat kerja sedari pagi.
__ADS_1
Jika sudah pergi ke laboratorium maka sehebat dan seluas apapun kuasanya tidak akan bisa menembus pintu itu bahkan presiden sekalipun tidak diizinkan. Hanya petugas yang bekerja diperbolehkan masuk kesana itupun dengan pengawasan sanitasi dan biosecurity yang ketat.
Kembali Ayyub mengalah mengantarkan triplets sekolah. Hari ini Ayyub berencana akan memasak untuk anak dan istrinya, Ayyub juga akan mengerjakan pekerjaan rumah, melalukan loundry dan membereskan rumah. Setidaknya Ayyub bisa meringankan pekerjaan istrinya.