
Pagi yang cerah membawa suasana yang baru bagi keluarga kecil yang tengah berbahagia. Lelaki yang kini tengah bergelung sehabis subuh itu terlihat nyaman dalam selimutnya sementara anak dan istrinya telah sibuk mengobrak-abrik rumah yang menjadi kediaman mereka.
Neera tau bahwasannya Ayyub tengah kelelahan karena semalam mengayomi dirinya, bekerja bahkan momong Qee yang tengah rewel karena balita itu sendiri yang mengadu pada ibunya.
Pagi ini Neera berkarya lagi di dapur baru yang ternyata memiliki fasilitas yang luar biasa lengkap dengan semua peralatan yang terbaik. Memang Ayyub sengaja menyiapkan semua itu karena ia mengerti bahwa istrinya memang menyukai kegiatan mengolah makanan.
Sementara triplets sibuk bermain di dekat bundanya karena jujur saja mereka tidak terlalu nyaman bersama pelayan disana mungkin karena memang belum dekat dan baru saja semalam bertemu.
Seperti biasa, wanita cantik itu selalu bisa multitasking, memasak sambil mengasuh. Tidak sekalipun Neera mengacuhkan triplets meskipun tangannya tengah sibuk pada wajan dan talenan.
Sesekali triplets minta gendong karena ingin melihat apa yang dikerjakan bundanya dan berkali-kali komentar "hmmm enak" keluar dari mulut kecil itu membuat Neera merasa semakin semangat menyiapkan hidangannya.
Selesai semua hidangan dan tersaji di meja Neera kembali ke kamar diikuti oleh triplets, memang ketiganya belum mandi hanya mencuci muka, tangan kaki dan mengganti bajunya.
Mungkin nanti Neera akan memandikan mereka saat hari lebih siang dikarenakan mereka baru menyesuaikan tubuh dengan udara di tempat baru ditambah saat ini berada di penghujung musim gugur sehingga udara lebih dingin.
Bersama-sama mereka naik ke kasur tentu saja dengan bantuan Neera karena ranjang itu terlalu tinggi bagi tubuh kecil mereka. Dengan lembut mereka berbaring diatas tubuh ayahnya menghimpit tubuh kekar itu hingga terdengar suara lenguhan dari seorang pria yang masih terdengar serak.
Bukannya marah, lelaki tampan itu tersenyum senang mendapati paginya disambut keluarga tercinta. Wajah cantik istrinya dan tiga buah hati yang selalu membawa ketenagan dan semangat dalam dirinya.
Bukannya bangun pria kekar itu malah memeluk triplets dan semakin membawa mereka bergelung hingga terdengar suara yang terdengar sejuk begitu sopan masuk ke telingannya.
"Ayah, ayo bangun dulu biar kita sarapan bersama, kasian triplets dari tadi sudah lapar" ujar Neera yang diikuti oleh suaminya.
__ADS_1
Lelaki itu perlahan bangun setelah puas menciumi dan menggelitiki anak-anaknya dan berlalu ke kamar mandi.
Rambut acak-acakan, muka bantal dengan kaos singlet dan boxer membuat pria matang itu semakin mempesona apalagi jambang halus yang belum terpotong karena kesibukannya selama beberapa waktu belakangan.
Sembari ayahnya membersihkan diri triplets dan Neera kembali ke meja makan. Duduk di kursinya masing-masing menunggu sang bunda menyiapkan makanan ke piring mereka.
Tak berapa lama Ayyub datang menyusul, duduk di kursi ujung. Kursi yang di khususkan untuk kepala keluarga mereka. Meja besar dan panjang yang hanya terisi diujung, saat ditanya mengenai meja di tengah ruangan makan itu, Ayyub hanya berkata bahwa mereka memiliki keluarga besar dan juga apabila ada acara ruangan ini bisa juga dijadikan tempat jamuan.
Sarapan yang terasa hangat membuat mereka begitu menikmati hidangan western itu dengan lahap. Berkali-kali Ayyub dan triplets meminta bagian lebih karena cuaca yang dingin juga membuat crossant dengan rasa cinnamont itu menjadi favorit keempatnya.
Neera yang juga ikut sarapan tak lupa menyediakan susu hamil khusus untuk perkembangan buah hati mereka. Buah dan sayur dalam bentuk salad juga tak absen dari menu mereka pagi ini sebagai penyempurna gizi yang akan menjadi nutrisi.
"Hari ini apakah triplets lelah ?" tanya Neera pada buah hatinya sehabis mereka makan.
"Bagaimana jika hari ini kita pergi berbelanja ?" tanya Neera kembali.
"Belanja Bunda ? Apakah artinya kita juga bisa pergi jalan-jalan Nda ?" tanya Qal setelahnya.
"Tentu saja Baby, kalian bisa bermain sepuasnya hari ini. Kita akan menemani Bunda belanja setelahnya Ayah akan menemani kalian bermain seharian" tawar Ayyub yang disambut sorak gembira ketiganya.
Sesuai dengan rencana, setelah menyelesaikan sarapan dan istirahat sebentar di ruang keluarga sembari quality time mereka membersihkan diri.
Ayyub memandikan triplets dengan air hangat di bathub sementara Neera menyiapkan pakaian mereka.
__ADS_1
Sembari menunggu anak-anak dan suaminya selesai Neera juga memilih mandi di kamar mandi di kamarnya karena ia yakin triplets dan ayahnya akan membutuhkan banyak waktu untuk mandi.
Benar saja, bahkan Neera telah selesai bersiap. Jika wanita cantik itu tidak menghentikan permainan seru mereka maka keempat ayah dan anak itu masih akan melanjutkan perang air mereka.
Lihatlah lelaki tampan dan gagah itu kini tengah shirtless menampakkan perut kotak-kotak dan otot yang kekar, apalagi jika bukan karena kebiasaan olahraga rutin yang dilakukannya.
Tentu saja singlet lelaki itu sudah basah kuyup akibat main air bersama anaknya. Bak ibu empat anak, Neera menghela napasnya dalam dan menghembuskan kasar sembari menggelengkan kepala heran. Entah apa yang membuat keempatnya cengengesan keluar dari kamar mandi dan menggelayuti bunda ratu di rumah itu.
Akhirnya Neera menyerah dan memilih menggantikan baju mereka sementara keempatnya memberikan ciuman pada wanita yang kini tengah tersenyum melihat kelakuan ayah dan anak itu.
Memang ada-ada saja kelakuan mereka jika membujuk sang bunda ratu yang tengah marah karena perangainya. Sudah sedari tadi Neera memperingati untuk tidak main air tetapi mereka malah kebablasan hingga harus diingatkan baru berhenti.
Tak ingin semakin lama, Neera membalurkan minyak telon, bedak dan sebainya ke triplets dan menggantikan baju mereka satu persatu, sementara Ayyub memilih masuk kembali ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Beruntung Neera juga sudah selesai menyiapkan pakaian suaminya. Dari dalam hingga perintilan yang terkecil bahkan sepatu juga sudah Neera pilihkan.
Lelaki yang selalu meminta pakaian yang serasi dengan istrinya itu kini tengah bersiap sendiri karena Neera masih mendandani triplets dan memasangkan sepatu mereka.
Ayyub memang berbeda dari lelaki kebanyakan, jika biasanya kaum adam malas jika harus menggunakan pakaian sama dengan pasangannya justru sebaliknya, ayah tiga anak itu justru meminta pada istrinya, minimal warnanya sama.
Saat ditanya apa alasannya dengan yakin pria itu menjawab agar semua orang tau bahwa Neera adalah istrinya, pasangannya dan miliknya sehingga tidak ada lagi pria yang mengira wanita cantik itu adalah anaknya dan berusaha untuk menggoda istrinya.
Akhirnya Neera mengalah dan menuruti keinginan suaminya terlebih lelaki itu suka sekali membeli barang mengikuti pakaian Neera atau bahkan ia request untuk membeli baju atau sepatu couple.
__ADS_1