
Hari ini Ayyub mengajak keluarga kecilnya ke waterpark selain bermain Ayyub juga ingin mengajari triplets berenang.
Karena selama ini Neera hanya sendiri dan sulit untuk mengontrol tiga anaknya yang hantu air jadi akan bahaya jika ia membawa mereka hanya dengan dirinya saja sehingga inilah saat pertama mereka pergi ke wahana air itu.
Setelah memasuki kawasan waterpark Ayyub segera menunjukkan tiket yang sudah dibelinya melalui aplikasi online dan setelahnya mereka segera memarkirkan mobil.
Seperti biasa triplets yang berada di belakang tengah tertidur, setelah tadi lelah dengan nyanyian yang mereka mainkan mengikuti putaran musik yang ada di mobil.
Segera Ayyub menurunkan barang mereka, sementara Neera membangunkan triplets dengan lembut.
Sesaat setelah membuka matanya ketiganya langsung menegakkan punggung dan meminta turun ketika mendengar suara air dari dalam wahana.
Dengan terburu-buru mereka menarik tangan orang tuanya yang telah kewalahan. Karena takut terpencar akhirnya Ayyub menggendong ketiganya sementara Neera membawa barang bawaan mereka.
Neera sudah menemukan satu tempat duduk yang diatasnya terdapat payung. Sementara triplets sudah menarik-narik tangan ayah mereka untuk masuk ke air.
"Sayang listen" ucap tegas Neera yang membuat ketiganya langsung terdiam.
"Yes bunda" jawab ketiganya kompak dan mendekat pada Neera.
"Sekarang kalian pakai baju apa ?"
"Baju pergi bunda"
"Kalau mandi perlu ganti baju dulu tidak ?"
"Yes bunda"
"Lihat ayah juga harus ganti baju dulu, kalian harus bisa sabar oke ?" ucap Neera.
"Yes bunda, sorry bunda"
"Not only me, your ayah ?"
"Sorry ayah" jawab ketiganya serentak.
Meskipun sudah beberapa minggu Ayyub tinggal bersama mereka akan tetapi masih saja ia kagum melihat cara Neera mendidik anak mereka, yang ia yakin dirinya tak akan mampu seperti itu, karena Ayyub berpikir waktunya yang hilang bersama anak-anaknya takkan bisa ia tebus sehingga ia lebih cenderung memanjakan mereka.
__ADS_1
"Oke, sekarang kita ganti baju dulu dengan baju renang" Neera menyudahi.
Dengan semangat mereka membuka baju dibantu oleh ayah dan bundanya, meskipun melonjak-lonjak tetapi mereka tidak mendesak lagi seperti tadi.
Wajar saja namanya anak-anak akan selalu mengekspresikan perasaannya secara naluriah.
Setalah ketiganya selesai berganti baju, Ayyub dan Neera juga tidak lupa memasang pelampung dilengan mereka sebagai tambahan pengaman.
Sementara Ayyub memutuskan mengganti pakaiannya dengan celana pendek selutut beserta kaos hitam polos yang terlihat pas ditubuhnya.
Otot dada dan perutnya tercetak sempurna membuat para wanita tak jenuh memandangnya.
Sedikit kesal Neera sebenarnya tapi mau bagaimana lagi mau pakai baju apapun akan seperti itu mengingat ukuran raksasa tubuh suaminya ditambah lagi saat memasuki air sudah pasti juga akan terlihat otot maskulin Ayyub.
Neera juga tidak mau ketinggalan, mengingat ini adalah wahana umum dan bukan kolam renang khusus, Neera memutuskan menggunakan baju kaos longgar lengan panjang dengan celana training dan tak lupa dengan hijabnya.
Biar terlihat dalam tetapi sebenarnya itu cukup simple dan tidak ribet, bagi yang tidak terbiasa melihatnya akan berpendapat itu riweuh tapi bagi Neera ia sangat nyaman menggunakannya.
Walau bagaimanapun ia sebagai umat muslim tidak ingin mengumbar auratnya kepada selain mahram meskipun kini ia berada di negara yang notabanenya bukan muslim.
Ayyub tentu saja senang dengan pakaian istrinya, walau bagaimanapun ia tetap menjaga marwah dan dirinya dengan baik, tidak heran jika anak mereka tumbuh dengan baik berkat didikan sang bunda.
Segera mereka memasuki kolam setelah menyimpan barang penting di loker dan mengantongi kuncinya.
Ketiganya sibuk berlari kesana kemari menaiki berbagai jenis seluncuran dan wahana lainnya.
Sedetik saja Neera dan Ayyub lengah mereka sudah berlari menaiki seuncuran sendiri. Akhirnya Neera menyerah dan membiarkan mereka naik sendiri lalu menunggu di depan mulut seluncuran sehingga nanti tidak tertimpa dengan yang lain.
Sementara Qeenan dan Qalundra mempermainkan ayah mereka, berlarian menghindari sang ayah sehingga terjadi adegan kejar-kejaran antara ayah dan anak itu.
Beruntung mereka bermain di kolam yang dangkal memang untuk anak-anak dan disetiap seluncuran terdapat satu petugas yang berjaga disana.
Melihat Ayyub yang sudah kewalahan dengan ketiga anaknya Neera mengajak Qeenan yang baru keluar dari seluncuran untuk bermain dibawah air gila yang nanti dituangkan dari sebuah ember besar diatas menara.
Tentu saja mereka mau karena apapun tentang air mereka menyukainya. Perlahan Neera masuk sembari menggendong Qeenan karena kolamnya sedikit dalam.
Beberapa menit menunggu akhirnya air turun membuat semua orang berteriak terkejut. Tak terkecuali Neera dan Qeenan yang ada dalam pelukannya.
__ADS_1
Setelah kelabakan disana Neera membawa Qeenan keluar dan duduk dipinggir kolam sementara Neera berdiri didalam kolam.
"Gimana sayang, Qee takut nak ?" tanya Neera.
"Nggak Nda, seru sekali one more time bunda, please" pinta Qee dengan puppy eyes nya.
Diluar prediksi, Neera mengira Qeenan akan takut dan sedikit trauma ternyata bocah kecil itu malah keasikan dan meminta lagi.
"Oke sayang, kita masuk sebentar lagi"
Sementara menunggu air penuh Qeenan sibuk bertanya ini itu pada sang bunda dan berceloteh ria sembari cekikikan.
Setelah air mulai penuh dan orang-orang sudah mulai berkumpul kebawahnya Neera juga bergegas sembari menggendong Qeenan.
Terdengar terompet besar lalu semuanya berhitung 1 2 3 Wowwwwwww semua berteriak diguyur air besar. Sekali lagi bocah itu terkesiap lalu tertawa besar bersama sang bunda.
"Okey, sekarang kita ke ayah dulu ya. Nanti ayah binggung cariin kita gak keliatan disana" ajak Neera pada Qeenan.
"Ya bunda, tapi nantu lagi ya Nda" pinta Qeenan.
"Iya sayang, anything for you" ucap Neera sembari mengecup gemas pipinya.
"Ayaaaahhhh" tiba-tiba Qeenan berteriak kepada Ayyub yang tengah menggendong Qaivan dan Qalundra.
Neera yakin Ayyub sudah kewalahan melihat anaknya berlari kesana kemari. Memang Ayyub sedikit lebih sensitif pada mereka. Jadi dia akan sangat takut jika anaknya terjatuh atau terluka sementara Neera lebih membiarkan mereka selama itu baik dan tidak membahayakan ketiganya.
"Qai, Qal tadi Qee bersama bunda dibawah air keras" cerita Qeenan pada saudaranya.
Dengan antusias Qee menjelaskan dengan gerakan tangannya bahwa air tumpah yang membuat kedua saudaranya merengek meminta ikut kesana.
Akhirnya mereka kesana bersama-sama. Kini Qaivan beralih ke gendongan Neera sementara Qalundra masih anteng bersama ayahnya.
"Sayang, kamu bisa membawa Qai dan Qee sekaligus ?" tanya Ayyub pada Neera.
"Insyaallah bisa Uda, masih kuat Neera kalo ini mah" cengir wanita cantik itu pada suaminya.
Karena gemas dengan istrinya langsung saja Ayyub menyambar bibir manis Neera yang membuat Neera terkejut.
__ADS_1
"Apaan sih mas...."
Apaan yaaaa... ditunggu kelanjutnya oke hehe