Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 211


__ADS_3

Sampai di pemandian air panas suasana riuh seketika dengan kehadiran triplets yang tidak sabar berenang di kolam pemandian itu padahal terasa hangat di kulit.


Pemisahan antara tempat pemandian perempuan dan laki-laki semakin membuat wajah lempeng dan kaku Ayyub menjadi panik seketika. Bagaimana tidak, ia harus mengawasi dua putranya sementara Neera hanya bersama Qal.


Beruntung ada Luthfi adiknya beserta adik ipar nya Rais. Seketika mereka menjadi heboh sembari meneriaki bundanya karena lokasi kolam yang berdampingan.


Begitu juga dengan orang tua Ayyub yang sangat menikmati proses mandi di air hangat dengan sejenak merileksan tubuh yang terasa kaku sepanjang hari.


Cukup lama mereka berendam dan bermain di air hingga kulit mengerucut dan mata sudah memerah. Ayyub menyewa sebuah cottage yang ada di dekat sana untuk mereka beristirahat sejenak, makan dan mengembalikan tenaga mereka lagi.


Benar saja, sehabis makan mereka tertidur dengan badan yang terasa ringan dan segar. Sementara Neera masih sibuk beberes baju-baju kotor yang berserakan dan juga merapikan bekas makan mereka tadi.


Orang tua dan mertuanya sudah masuk ke kamar masing-masing, suami dan anak-anaknya juga sudah terlelap begitu juga dengan saudara dan iparnya.


Sengaja Neera melakukan hal ini agar nanti saat bangun mereka bisa langsung pulang dan semua barang terpacking rapi tanpa ada yang tercecer.


Selesai dengan semua barang Neera menyusul suami dan anaknya untuk sejenak mengistirahatkan badan yang sudah minta untuk di rebahkan.


Neera berbaring disamping Qai dan memeluk bayi gembil itu. Meekipun masih balita tapi sikapnya terkadang dewasa dan selalu mengerti situasi sekitar. Sehabis puas mengecupi buah hatinya Neera ikut berlayar ke alam mimpi sembari mendekap Qai.


Waktu terus berputar hingga akhirnya membuat mata Ayyub terbuka. Betapa bahagia hatinya saat pertama membuka mata hal yang ia lihat adalah anak dan istri yang begitu ia cintai. Rasanya ingin setiap hari dan setiap saat ia merasakan hal ini.


Ayyub lantas berpindah kesamping istrinya sembari menciumi satu persatu buah hatinya. Mendakap erat dan menghirup aroma manis yang keluar dari istrinya merupakan rutinitas yang tidak pernah bisa ia tinggalkan.

__ADS_1


Perlahan Ayyub menyurukkan wajahnya di belahan leher mulus Neera dan berdiam diri disana. Sungguh ia ingin beranjak sedikitpun biarkan saja seperti ini untuk beberapa saat. Sangat nyaman dan damai, seakan dunia terasa memeluknya dengan cinta.


Namun, harapan dan kenyataan terkadang tidak berkesinambungan. Baru beberapa saat Ayyub menikmati moment itu Neera sudah mengeliat karena engap akibat pelukan suaminya yang terlalu kencang. Bahkan kini ia sudah kesulitan bernapas akibat kepala suaminya memenuhi leher dan menghalangi udara bebas masuk ditambah saat ini ia juga memeluk Qai dari depan.


Setelah bergerak sana sini akhirnya Neera menyerah dan membuka matanya. Pertama kali yang ia lihat adalah senyuman hangat dari lelaki yang sangat ia cintai. Wajah tampan dengan senyuman yang mempesona.


Secara tidak sadar Neera ikut tersihir oleh senyuman itu dan membalas dengan senyuman yang membuat Ayyub semakin gemas hingga mengecup bibir indah yang tengah melengkung membentuk pahatan sempurna.


Awalnya yang berupa kecupan hingga akhirnya menjadi ciuman dalam yang memabukkan. Bahkan kini tangan Ayyub tak lagi bisa diam menggerayang mengusap lembut semua bagian tubuh istrinya. Menghantarkan aroma cinta yang begitu menggelora.


Sikap Ayyub yang manis dan lembut membuat Neera merasa sangat dicintai dan dihargai hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada suami tampannya itu.


Lama mereka saling ******* dan membelit hingga akhirnya lenguhan dari si kecil menyadarkan mereka pada keadaan. Hampir saja mereka kelepasan dan melakukannya disana.


"Bunda..." rengekan si kecil Qai yang mulai menggeliat di pelukan Neera.


Mendengar suara malaikat tanpa sayapnya Qai langsung diam dan merengsek pada tubuh bundanya sehingga memaksa Ayyub untuk menjauh dan melepaskan kaitan kakinya pada Neera.


"Wah... kenapa Ayah merasa terkalahkan ya, Ayah mulai tersingkir nih Bun" ujar Ayyub yang masih terperangah akan kejadian yang baru saja terjadi.


"Hahaha sabar Yah, ngalah aja sama anak sendiri. Kan ini hasil karya Ayah juga" canda Neera yang dijawab dengusan lelaki tampan itu.


Akhirnya Ayyub memilih bangkit menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya sekaligus menuntaskan apa yang sebenarnya masih menyiksa dirinya.

__ADS_1


Selesai dari kamar mandi Ayyub keluar dengan bathrub lalu bergegas mengenakan pakaian yang ternyata sudah disiapkan Neera diatas tempat tidur.


Sementara itu Neera tengah sibuk meladeni pertanyaan triplets mengenai kenapa air panas itu bisa terasa panas meski tidak ada kompornya. Berbagai pertanyaan kian


bermunculan dari mulut kecil ketiganya membuat Ayyub yang mendengarnya merasakan pusing yang teramat sangat padahal Neera terlihat santai dan penuh kesabaran menjawab setiap rasa penasaran dari triplets.


Sungguh luar biasa Neera sebagai seorang ibu dengan tiga anak yang aktif luar biasa. Tidak sekalipun ia mengeluh atau marah saat triplets selalu menghujani beribu rasa penasaran padanya.


Betapa ia sangat bersyukur memiliki istri paling pengertian dan penyabar seperti Neera. Bukah hanya sabar terhadap triplets tapi juga terhadap dirinya yang terkadang keras kepala dan banyak tuntutan.


Rasa bangga juga sangat terasa bagi dirinya melihat betapa cemerlangnya karier dan pendidikan yang kini telah diraih istrinya. Kini ia yang malah takut ditinggalkan oleh Neera. Karena ia sangat yakin bahwa istrinya kini lebih dari mampu untuk hidup tanpanya apalagi ia juga sangat tau bahwa banyak sekali yang mengantri untuk mendapatkan hati istrinya itu.


Haruskah ia menambah status siaga sebagai suami atau mengikuti kemana langkah Neera agar para buaya yang ada di luar sana mundur secara teratur.


Ah.., tapi pasti istrinya itu akan merasa tidak nyaman. Lagi pula ia tau betul bahwa Neera pandai menjaga diri dan kehormatannya. Entah mengapa hatinya selalu mendidih saat melihat beberapa pesan masuk dengan modus pendekatan atau saat dijalan banyak tatapan memuja yang memandang penuh kagum pada Neera.


Diam-diam terkadang Ayyub memblock semua nomor dengan pesan modus atau sengaja memeluk mesra istrinya saat beberapa pasang mata menatap penuh puja.


Sungguh ia merasa kebakaran jenggot saat beberapa kali istrinya berjalan di catwalk sebagai desainer muda dan diketahui sebagai single. Dengan tubuh yang masih terlihat seperti teenager dengan kharisma penuh keanggunan.


Apakah ia harus mengatakan pada publik tentang pernikahan mereka. Ya, ia harus mempublikasikan pernikahannya agar mematahkan harapan para lelaki di luar sana. Sekaligus mengaris merahi kepemilikannya.


Lama Ayyub termenung menyaksikan interaksi antara istri dan anaknya sembari memikirkan langkah tegas yang harus diambilnya. Hingga suara lembut menyapa pendengarannya.

__ADS_1


"Ayah are you okay ?" panggil Neera dengan wajah bingung.


"I'm good Baby" jawab Ayyub secepat yang ia bisa.


__ADS_2