Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 223


__ADS_3

Puas dari pasar kuliner mereka memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Neera yang sudah tidak sabar membuka sebagian jajanan dan makan di jalan bersama triplets. Beberapa kali ia juga menyuapi suaminya yang sedang menyetir.


Sampai di rumah setelah menurunkan triplets dan mencuci tangan mereka Neera berlalu ke ruang makan, menyusun semua jajanan dan menyuguhkan untuk di nikmati semua.


Memang mereka membeli dengan beberapa porsi, cukup untuk semua orang di rumah. Cukup lama Neera tidak kembali ke ruang keluarga membuat Ayyub berinisiatif menyusul istrinya.


Betapa kagetnya Ayyub saat melihat istrinya serius melahap beberapa makanan berat dengan beberapa jenis makanan yang sudah habis.


Neera yang biasanya tidak bisa makan banyak hari ini bahkan menghabiskan lima porsi sendiri dengan jenis berbeda, belum lagi beberapa cemilan yang jelas-jelas sebelumnya tidak begitu ia sukai.


"Sayang, lagi makan apa yang ?" tegur Ayyub yang membuat Neera tersedak.


Segera Ayyub mengambilkan minum dan menyodorkan ke mulut istrinya sembari menepuk lembut punggung Neera.


"Maaf sayang, Uda gak sengaja" sesal Ayyub sembari mengelap bibir Neera yang masih basah.


"Uda..., Neera kan lagi makan kenapa dikagetkan ?" sungut Neera dengan muka merahnya.


"Ya sudah, makan lagi sayang" bujuk Ayyub namun ditolak mentah-mentah oleh istrinya.


"Gak mau lagi, Uda aja makan sendiri. Pokoknya Uda harus habisin ini" ujar Neera.


"Tapi kan sayang..." jawab Ayyub yang langsung terputus karena melihat wajah sendu istrinya.


"Pokoknya Uda harus habisin, sayang makanannya enak" ujar Neera dengan mata berkaca-kaca.


Mau tak mau Ayyub menghabiskan makanan kesukaannya itu meskipun ia sudah sangat kenyang. Bukan kah jika makanannya enak ia bisa melanjutkan makan kenapa justru harus menyuruh orang lain makan.


Namun Ayyub tidak mau membantah saat melihat mata Neera berkaca-kaca. Bahkan sebentar lagi akan turun membasahi pipi halusnya.


Segera Ayyub menyuapkan makanan ke mulutnya sembari membawa Neera dalam pangkuan dan membelai punggung istrinya yang bersandar di tubuh besar suaminya.


Akhirnya Ayyub berhasil menghabiskan semua makanan sisa Neera tetapi saat ia akan mengambil minum karena seret Ayyub baru sadar istrinya masih berada dalam pangkuannya.


Saat akan berdiri Neera bahkan sama sekali tidak bergerak tetapi napas teratur memantul mengenai dadanya yang berarti istrinya telah terlelap jauh.


Sungguh aneh, bahkan dalam waktu yang tidak sampai lima belas menit Neera sudah tertidur dalam dekap hangat suaminya.

__ADS_1


Dengan lembut Ayyub mengelap sisa makanan di bibir istrinya dengan tisu basah begitu juga dengan tangan wanita yang sangat dicintainya itu.


Kemudian perlahan Ayyub membopong tubuh indah Neera yang kini semakin terasa berat namun juga tidak menjadi beban baginya. Bahkan ia sanggup mengangkat Neera dan triplets secara bersamaan karena memang staminanya dan ketahanan ototnya terbentuk dengan olahraga dan latihan yang teratur.


Melihat bundanya yang tertidur dan di bawa ayahnya menuju kamar triplets menyusul dan ikut merebahkan diri mereka di kasur besar itu disamping bunda dan ayahnya.


Ayyub begitu gemas dengan tingkah ketiganya hingga berkali-kali Ayyub menciumi perut mereka hingga ketiganya minta ampun karena kegelian.


Alhasil karena lelah bermain dengan ayahnya triplets ikut tertidur pulas menyusul sang bunda. Ayyub masih tersenyum setelah mendaratkan empat ciuman dalam di kening keempat manusia yang paling dicintainya itu. Lihatlah, saat ini ia serasa memiliki empat bayi yang bahkan gaya tidur mereka juga terlihat mirip.


Perlahan Ayyub menaikan selimut untuk anak dan istrinya. Memastikan mereka nyaman dalam tidurnya lantas lelaki itu keluar kamar untuk berbincang bersama mertua dan iparnya yang masih berada di ruang keluarga.


Saat semua orang memutuskan untuk balik ke kamar masing-masing untuk istirahat dan membersihkan diri. Ayyub juga berlalu menuju kamar Neera dan membuka laptopnya.


Ayyub akan menyelesaikan pekerjaan yang tiada habisnya selain itu ia juga harus mengurus perusahaan Neera juga. Ia sudah berjanji membiarkan Neera libur dan merilekskan diri.


Cukup lama ia berkutat dengan pekerjaannya hingga ia mendengar pergerakan kecil dari atas kasur mereka.


Senyum penuh cinta dan kekaguman Ayyub layangkan saat melihat istrinya tengah berusaha duduk dengan muka bantal dan rambut yang sedikit berantakan. Terlihat begitu cantik dan mempesona.


Perlahan Ayyub mendekat ke arah ranjang mereka dan mengecup pucuk kepala istrinya yang kini tengah menepuk pelan bokong putranya yang terganggu dengan pergerakan bundanya.


"Benar sayang, mereka membuat aku bersyukur sekaligus penasaran" sambung Ayyub dengan muka seriusnya.


"Penasaran kenapa Uda ?" tanya Neera bingung melihat wajah serius suaminya yang tengah menatap lekat buah hati mereka.


"Dari mana dan bagaimana ya makhluk lucu seperti mereka ada di dunia ini" bingung Ayyung sembari mengusap lembut dagunya.


"Apa maksud Uda, Uda tidak lupa kan bagaimana cara Uda memonopoli aku hingga menghasilkan mereka, tentunya dengan kuasa Tuhan" jawab Neera merasa makin aneh.


"Kalau itu tentu Uda sangat paham sayang, maksudnya dari mana mereka berasal dan tumbuh hingga menjadi anak seluar biasa ini" jelas Ayyub lagi.


"Ya tentu saja dari rahim Neera" ngotot Neera mulai ngegas.


"Iya Uda tau Neera melahirkan anak yang luar biasa itu, tapi bagaimana bisa ia keluar dari rahim Neera, dari mana mereka muncul ?" kekeuh Ayyub yang membuat Neera memijit pelan pelipisnya demi mendengar pertanyaan absurb suaminya yang ia sendiri malu untuk menjelaskannya.


"Hmmm ya dari bawah lah Uda" jawab Neera pada akhirnya.

__ADS_1


"Sayang" sentak Ayyub yang langsung menggotong tubuh istrinya kearah sofa.


"Ya, ada apa Uda" kaget Neera saat ia direbahkan di sofa lebar itu.


Tanpa kata Ayyub langsung menarik celana panjang Neera beserta ********** dan membuang kain tersebut sembarang arah.


"Uda,, apa yang Uda lakukan" panik Neera yang panik mendapatkan perlakuan tiba-tiba suaminya.


"Uda penasaran sayang, mau lihat tempat keluar triplets" enteng Ayyub yang kini sudah membuka lebar paha istrinya sementara Neera sendiri berusaha menahan tangan suaminya.


"Uda kenapa sih, aneh banget. Jangan gitu Uda" elak Neera berusaha menjauhkan kepala suaminya dari bawah sana.


"Tunggu sayang, Uda pingin lihat sayang. Wah bagaimana mungkin mereka keluar dari sini. Mana ini lubangnya, ini saja tidak terlihat sayang, tetapi ketika kita melakuka nya kenapa kita bisa tau ya.., dari mana sih sayang ?" racau Ayyub yang sudah mengobel dan mengacak-acak bagian inti Neera dengan jemari besarnya membuat wanita itu gelagapan.


Jelas saja Ayyub susah melihat lubang yang sangat kecil dan sempit serta susah untuk dilihat jika tidak ditarik, lalu juga terlihat kesat dan padat.


Memang Neera rajin menjaga diri dengan minum beberapa jamu khusus yang aman dan juga melakukan beberapa olarhraga, strecthing dan yoga untuk peremajaan organ intinya.


Tentunya selain untuk kesehatan dan kebahagiaan diri juga untuk membahagiakan suminya. Tetapi ia sungguh malu juga dengan apa yang dilakukan lelaki itu kini.


Mengobel-gobel miliknya sembari memperhatikan bagian itu dengan sesekali menyorongkan jarinya dengan alasan mencari lubang keluar triplets membuat Neera semakin dibuat frustasi.


"Sayaaahhhh ahh..., ssstoop" desis Neera berusaha menahan pergerakan jari nakal suaminya.


Namun Ayyub malah dibuat semakin gemas dengan pergerakan bagian itu yang mengembang dan mengempis hingga mengecupi lumbung kenikmatan dunianya lantas menjilati dan mengemut bagian itu dengan kuat.


"Ah...., no.. Uda isssss" desah Neera yang tidak sanggup lagi ia tahan akibat tingkah suami absurbnya.


"Sayang, kamu basah. Harus segera dituntaskan ini" ujar Ayyub setelah lama berkutat memanjakan bagian inti Neera dengan jemari dan mulutnya.


Neera begitu kesal dengan tampang polos suaminya seakan tanpa dosa. Bahkan lelaki itu mengambil lendir disana dan menunjukkan keatas dengan menggerakkan kedua jarinya membuat muka Neera merah padam.


Sebenarnya inilah tujuan Ayyub ia sesungguhnya yang tidak tahan sedari awal melihat istrinya bangun tidur, begitu menggoda oleh sebab itu ia mencari cara demi melancarkan aksinya. Bahkan kini burung elangnya meronta ingin bebas dan menetap di gua yang hangat dan lembab milik Neera.


Akhirnya karena sudah tidak tahan, setelah memastikan ketiga buah hati mereka aman Ayyub menunggangi istrinya dibalik sofa dan menutup tubuh mereka dengan selimut panjang.


Begitulah pergulatan itu kian memanas hingga akhirnya mereka terkapar tak berdaya saat Ayyub menuntaskan hasratnya dan menyemburkan larva putihnya didalam kehangatan milik istrinya.

__ADS_1


Akhirnya Ayyub menggendong Neera dan membantu wanitanya mandi dan mengenakan pakaian baru. Mereka takut jika triplets bangun dan mendapati keduanya dalam posisi yang tidak etis.


__ADS_2