
Melihat sang presdir yang sangat dihormati dan tak tersentuh berlutut dan bucin pada satu perempuan dengan pakaian hingga kepala tertutup membuat semua karyawan yang ada disana tercengang.
Bukan tanpa alasan, lelaki itu adalah bos yang tegas dan sangat disiplin. Memang ia tidak selalau masuk kantor tetapi jika sudah terdengar kabar kedatangannya semua orang akan tegang dan berusaha semaksimal mungkin mengerjakan semua dengan sempurna.
Rasa terkejut juga dirasakan oleh wanita yang kini terliat kesal karena lelaki idamannya memeluk bahkan mencium wanita lain di depannya. Angan-angan untuk mendapatkan seorang pria tampan dan mapan seolah kandas. Namun, ia percaya bahwa kecantikan dan keseksiannya akan meluluhkan pria itu.
Sungguh aneh, bahkan wanita dengan pakaian terbuka itu sama sekali tak terlihat dimata Ayyub yang ada hanya istrinya, Neera.
Setelah puas mencium dan memeluk istrinya, Ayyub berbalik dan baru tersadar bahwa mereka saat ini menjadi pusat perhatian semua orang.
Tanpa ragu ia memegang tangan istrinya dan membawa serta triplets yang saat ini sudah mode aktif, tersenyum menyapa semua orang sehingga membuat mereka gemas dan ingin mencium tiga balita itu juga.
"Baiklah semuanya tolong perhatikan sebentar, mereka adalah anak dan istri saya yang mana mereka adalah pemilik sebagian saham perusahaan ini jadi kapanpun mereka datang kalian harus menyambut mereka dengan baik" pengumuman Ayyub yang disertai perintah.
Semua orang mengangguk dan menunduk memberikan hormat disambut senyuman dan anggukan Neera yang memberi kesan anggun dan berwibawa.
Saat itulah semua orang sadar bahwa ternyata perempuan yang menjadi pendamping presdir mereka bukanlah wanita sembarangan, perempuan ini memiliki aura yang kuat dan pembawaan yang tenang membuat siapapun nyaman berada disekitarnya.
Meninggalkan perhatian semua orang, Ayyub memanggil sekretaris dan asistennya. Memerintahkan mereka semua masuk duluan ke ruang meeting dan menjamu tamu mereka nanti ia akan menyusul setelah mengantar anak dan istrinya beristirahat.
Ayyub sangat mengerti bahwa istrinya tidak akan nyaman dan percaya dengan orang yang baru ditemuinya jadi ia yang langsung mengantar keluarga kecilnya.
"Sayang, sebenarnya banyak hal yang ingin Uda tanyakan tetapi nanti Uda akan interogasi istri yang menggemaskan ini, sekarang ayo kita pergi ke ruangan Uda dulu, disana ada kamar dan kalian bisa beristirahat" ajak Ayyub yang diangguki Neera.
__ADS_1
"Uda, tapi barang-barang Neera dan triplets masih di mobil, kita turunkan dulu ya Uda" jawab Neera yang kasihan juga membuat sopirnya menunggu.
Akhirnya mereka berjalan menuju mobil mewah yang Neera tumpangi dan menurunkan barang berupa dua koper besar dan kecil. Kemudian juga ada banyak kue yang diminta Ayyub beberapa satpam untuk mengangkat untuk sekalian dibagi pada semua karyawan.
Saat melihat Neera membawa koper yang besar senyum langsung terukir di wajah Ayyub. Betapa tidak, ia tau bahwa anak dan istrinya akan tinggal lama untuk menemaninya bekerja disini. Betapa rasa cinta dan sayang Ayyub selalu bertumbuh untuk wanita yang sudah mengisi separuh hidupnya.
"Thank you Sir, sudah mengantar kami dan maafkan harus menunggu lama" ujar Neera pada sopir yang sedari tadi setia mengantar mereka.
"Anytime Mrs. kebanggaan bagi saya dapat melayani orang sebaik anda. Kapanpun Mrs. membutuhkan saya silakan kembali menghubungi saya" jawab sang sopir yang ditugaskan melayani Neera selama di NY.
"Terima kasih Sir, senang juga bisa mengenal anda. Baiklah nanti saya akan menghubungi jika membutuhkan bantuan anda. Ohiya, ini bawalah pulang untuk anda dan keluarga" Neera sembari memberikan dua bingkisan yang sengaja ia belikan untuk sang sopir yang seharian ini sudah mengantarkan ia pergi dari bandara hingga kantor suaminya.
Setelah membawa koper anak dan istrinya Ayyub berjalan bersama Neera sementara triplets kembali naik di koper dengan alasan mereka lelah berjalan.
Ayyub membiarkannya saja, asalkan mereka nyaman dan senang berada disini. Sementara itu di sepanjang jalan sapaan dan ucapan terima kasih Neera terima atas buah tangan yang ia bawa untuk karyawan suaminya.
Beberapa kali juga karyawan Ayyub berusaha untuk menawarkan diri untuk membawa barang mereka tetapi Ayyub menolak dan memilih membawa sendiri.
Semua orang terheran-heran melihat kebucinan presdir itu. Saat membuka lift juga ia yang menekan tombol untuk anak dan istrinya. Membimbing istrinya dan memastikan keselamatan anaknya.
Hingga sampai di ruang paling atas dengan kesan mewah dan elegan, Ayyub mempersilahkan mereka masuk dan meminta OB menyiapkan snack dan minuman.
Ayyub membawa mereka ke ruang istirahat yang terdapat tempat tidur hingga lemari baju, juga ada kamar mandi di dalam. Ruangan yang tersembunyi dan tidak semua orang tau karena pintunya tersamarkan oleh rak buku yang bisa bergerak sendiri saat diatur melalui remote control.
__ADS_1
Ayyub meletakkan barang anak dan istrinya di lemari dan ikut sejenak rebahan di kasur bersama triplets. Ia sedang melepas rindu dengan buah hati yang sangat dirindukan.
"Ayah, katanya mau meeting, selesaikan dulu rapatnya nanti kembali lagi kesini. Kami akan menunggu disini. Kasihan para klien dan orang-orang yang terlibat menunggu ayah disana" ingat Neera pada suaminya.
"Tapi Bunda ayah masih rindu, biar saja sebentar lagi yang" rengek Ayyub yang membuat Neera geleng kepala.
"No Ayah, cepat rapat dulu. Pimpinan itu harus mencerminkan kedisiplinan. Kami tidak akan kemana-mana. Ayah rapat saja kita akan tiduran disini dulu sembari menunggu ayah" bujuk Neera kembali.
"Baiklah, menurut kata Bunda. Triplets ayah kerja dulu ya, nanti ayah balik lagi, bye sayangku" pamit Ayyub yang menciumi satu persatu anak-anak dan istrinya.
Triplets yang mengerti kesibukan ayahnya hanya mengangguk dan kembali rebahan ditemani sang bunda yang kini sudah membuka satu persatu sepatu mereka agar lebih nyaman.
Sementara Ayyub dengan berat hati pergi menuju ruang rapat dan dengan semangat dan full senyum menyelesaikan pekerjaan hari ini agar bisa kembali secepatnya pada keluarga tercinta.
Sampai di ruang rapat Ayyub segera duduk di kursi kebesarannya membuka rapat dengan terlebih dahulu meminta maaf tentang keterlambatannya.
"Sebelum memulai rapat saya minta maaf atas keterlambatan ini, saya memiliki urusan yang sangat penting yaitu menjemput anak dan istri saya yang baru datang" ujar Ayyub dengan wajah berseri saat mengatakan perihal keluarga kecilnya.
"Wah... Presdir sudah menikah dan memiliki anak, saya kira masih sendiri karena anda masih muda dan tidak pernah terlihat bepergian bersama keluarga, sama sekali tidak tercium tentang berita pernikahan anda" jawab salah seorang klien yang mewakili rasa penasaran semua orang yang ada di ruangan.
"Anda terlalu memuji, saya tentu saja sudah menikah dengan wanita yang sangat luar biasa, bahkan saat ini kami akan memiliki lima anak dari pernikahan kami. Alasan kenapa saya jarang terlihat bersama istri dan anak karena mereka tinggal di negara lain karena kesibukan kami. Istri saya seorang yang luar biasa, ia bekerja sebagai Vet, dosen dan juga pengusaha tetapi meskipun bekerja ia adalah sosok istri yang paling sempurna bagi saya" penjelasan Ayyub mengenai keadaan keluarganya.
Lelaki yang jarang berbicara panjang itu terlihat begitu semangat dan penuh senyuman saat memuji istrinya bahkan pria itu mampu menularkan kebahagiaan pada semua yang ada disana tentu saja kecuali selebriti wanita yang kini tengah mendumal.
__ADS_1
"Tentu saja istri Presdir bukanlah wanita biasa, beliau adalah wanita super yang mampu menjalani beberapa peran sekaligus. Kalau begitu mungkin nanti kami bisa berkenalan dengan Nyonya" puji salah seorang peserta rapat.
"Baiklah, mungkin nanti akan ada masanya. Sekarang mari kita mulai rapat ini" tutup Ayyub yang membuat semua peserta kembali fokus pada pokok pembicaraan.