Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 49


__ADS_3

Pagi itu Neera melakukan aktifitas seperti biasanya. Setelah selesai dengan triplets ia bergegas berpakaian dan sedikit merias natural wajahnya.


Saat akan melangkah menuju mobil tepon genggamnya berdering dan menampilkan nama adiknya disana.


"Assalamu'alaikum kak"


"Wa'alaikunsalaam dek"


"Kakak, kakak sedang apa ? Bukankah kakak bilang bahwa kalian kembali bersama ?"


"Kakak akan berangkat mengantar triplets sekolah sekalian kerja. Siapa yang kamu maksud ?"


"Kakak dengan abang Ayyub, bukannya waktu itu kakak bilang dia ingin kalian bersama lagi"


"Iya, waktu itu dia datang tapi sekarang sudah pergi lagi"


"Baguslah jika dia pergi lagi, adik sangat khawatir pada kakak dan triplets. Bagaimana mungkin ia datang lalu sekarang ia akan bertunangan dengan entah siapa, adik rasa namanya Vina. Bagaimana keadaan kakak dan triplets sekarang ?"


"Alhamdulillah kakak dan triplets baik-baik saja. Kami akan baik-baik saja. Adik tidak perlu khawatir. Bilang Ama dan Apa juga, kami akan baik-baik saja"


"Baguslah jika begitu, beruntung yang tau tentang dia dan kakak hanya Adik, Apa dan Ama. Akan ribet urusannya jika uni dan yang lain tau"


"Terima kasih sudah mengkhawatirkan kami dan menjaga rahasia kakak. Percayalah kami akan baik-baik saja. Adik tau sendiri kakak mampu berjalan sendiri. Bahkan sebelum ini kakak pernah mengalami yang lebih berat lagi. Kita berpikir positif saja. Tetap do'akan yang terbaik untuk semua".


"Iya kakak, kami akan selalu berdo'a untuk kakak dan ponakan ku disana. Apa kakak bilang mereka tadi pergi sekolah ? Bagaimana bisa ?"


"Iya, mereka sudah masuk kelas pra sekolah. Saat itu mereka merengek minta belajar di sekolah. Jadi kakak mengizinkannya. Bahkan sekarang mereka sudah jauh lebih pintar"


"Benarkah ? Pasti mereka sangat lucu menggunakan seragam sekolahnya. Bisakah kakak mengirimkan fotonya padaku ?"


"Baiklah uncu, nanti kakak akan kirimkan. Apa kamu ingin bicara dengan triplets ?"

__ADS_1


"Jangan sekarang kak, Adik tau kakak akan terlambat jika terus mengobrol. Adik hanya ingin memastikan kalian baik-baik saja. Kirimkan salam dari adik pada mereka. Bilang bahwa uncu menyayangi mereka".


"Baiklah, nanti kakak sampaikan. Mereka sudah di mobil"


"Iya kak, sudah dulu ya Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Hufh... Neera menghela napas panjang mendengar kabar itu. Bagaimana mungkin ia baik-baik saja. Suaminya bertunangan dengan wanita lain. Hal inilah yang ditakutkannya untuk terlalu berharap. Meskipun sebenarnya Neera sudah membayangkan hal ini sebelumnya, ternyata teori tidak seindah praktek. Hatinya tetap merasakan patah meski sudah ia coba alihkan.


Inginnya pergi lagi ke belahan dunia lain bersama buah hatinya. Tetapi apa daya statusnya sebagai istri membuat Neera berkewajiban memenuhi perintah Ayyub sebagai suaminya.


Lain halnya jika mereka sudah sah bercerai, atau jika Ayyub sudah mentalak dirinya. Tetapi setau Neera ia belum menerima itu sama sekali.


Apakah ia sanggup untuk bertahan dalam keadaan ini. Kini ia tidak boleh egois mementingkan hatinya, ada triplets disisinya. Bahkan mereka sekarang sedang nyaman berada di sekolah. Mereka baru saja mendapatkan teman baru.


Baiklah jika ini yang terjadi, dengan ikhlas Neera akan menjalani semua semampunya. Jika nanti mereka menikah Neera sendiri yang akan meminta untuk Ayyub melepaskan dirinya dan triplets.


Lagipula meski poligami diperbolehkan tetapi Neera pribadi tidak sanggup. Mereka bilang jaminan istri yang mengizinkan suaminya menikah lagi adalah surga. Bukan surga itu yang diinginkannya. Neera akan mencari jalan lain menuju surga, tetapi tidak dengan ini.


Biarlah ia sendiri selamanya, bahagia dan tiada beban hati. Wanita mana yang mau dimadu meskipun disuguhi kenikmatan dunia.


Tidak akan, Neera bukan menentang poligamu itu. Hanya saja ia yang tidak mampu menjalaninya. Bahkan ia sangat kagum dengan mereka yang mampu dan baik-baik saja.


Biarlah, kali ini Neera akan menyimpan dulu masalah ini. Neera yakin Ayyub akan datang lagi dan saat itu ia akan meminta kejelasan dan memohon lagi agar lelaki itu meninggalkan mereka. Toh Ayyub akan bisa mendapatkan anak lagi dari istrinya kelak.


Untuk saat ini Neera akan berpikir positif dan menyerahkan segala urusannya pada Sang Pencipta, tidak ada yang lebih berkuasa dibandingkan Nya.


Perlahan ia melajukan mobilnya, berusaha memfokuskan pikiran menyetir agar mereka selamat sampai tujuan.


"Sudah sampai sayang" seru Neera pada triplets yang tengah asik melakukan konser bersama.

__ADS_1


"Yeay.., Back to school" teriak girang mereka.


"Buka seatbelt kalian dan bunda akan menurunkan kesayangan bunda"


"Baik bunda" teriak satu komando dari triplets.


Setelah menurunkan dan memasang tas sekolah triplets Neera membawa mereka kedalam pelukannya. Tidak seperti biasanya, sang bunda memeluk mereka sangat lama dan sedikit erat seakan takut terlepas darinya.


"Bunda, are you okay ?" tanya Qai pada bundanya.


"Bunda baik-baik saja sayang, bunda hanya sangat merindukan kalian. Ingat selalu bahwa bunda adalah orang yang paling mencintai kalian. Percayalah bunda akan membuat kalian bahagia" ucapnya sembari mengelus pipi chubby ketiganya.


"We love you too bunda, you're my angel and my everything" ucap mereka bergantian.


"Baiklah, sekarang masuk ke kelas dan nikmati hari ini dengan baik. Bunda selalu ada untuk kalian. Jadi lakukan apa yang kalian mau asal jangan perbuatan buruk"


"Baik bunda, kami mengerti"


"Bunda akan pergi setelah melihat kalian hingga kelas"


"Bye bunda" ucap triplets saat sudah sampai di kelas mereka.


"Bye sayang, bunda pergi sekarang" ucap Neera sembari melambaikan tangannya.


Seharian ini Neera akan menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan yang membuatnya teralih dari kekacauan hati dan pikiran. Jika ada predikat penyimpan rahasia terbaik maka Neera lah orangnya. Bahkan dengan keadaan berat sekalipun dia akan terlihat baik-baik saja, sialnya itu akan membuat orang selalu mempercayainya saking hebatnya.


Hanya dua orang yang tidak tertipu oleh Neera, Apa dan Ayyub. Mereka berdua tidak pernah berhasil terjebak oleh kepura-puraan Neera dan hanya terhadap mereka berdua Neera paling lemah. Mereka berdua juga yang ingin dihindari Neera saat menghadapi masalah karena takut membuat mereka khawatir.


Saat menjemput triplets mereka sudah tertidur di sekolahnya dan Neera langsung menggendong triplets ke mobil dibantu guru yang ada disana. Setelah membahas sedikit mengenai perkembangan buah hatinya yang luarr biasa Neera bergegas pulang karena sudah teramat lelah.


Malam ini ia akan memesan makanan saja, badannya serasa ingin rontok setelah kerja seharian. Bahkan hari inj saja Neera melakukan tiga operasi. Melakukan dua rapat dikampus dan turun ke perusahaannya juga mengontrol toko kue dan toko bunganya.

__ADS_1


Sudah lama ia tidak merasakan kelelahan begini, artinya Neera sudah dibatas kemampuannya. Akhirnya malam ini mereka tertidur setelah makan malam singkat.


__ADS_2