Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 200


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, satu persatu masalah di keluarga besar Kaisar terpecahkan. Meskipun banyak halang dan rintang, air mata dan perjuangan semuanya telah berlalu walau tak selalu berakhir bersama tetapi inilah jalan yang terbaik.


Kiki dan keluarganya yang sempat meminta banding namun kembali kalah oleh bukti yang diajukan keluarga Kaisar malahan semakin menambah masa hukumannya akibat tindak penyalahgunaan wewenang dan selingkuh serta percobaan pembunuhan pada Riezka.


Sebulan yang lalu Fazreen juga sudah resmi bercarai dari Kiki berdasarkan putusan pengadilan agama negri.


Begitu juga dengan Hakim, meskipun beberapa kali Shintia membujuk rayu bahkan hingga menggoda tetapi Hakim tetap teguh dengan pendiriannya. Kini mantan istrinya itu terdengar menjadi simpanan pria berduit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tinggi.


Sementara Dio setelah dua minggu lalu dengan sombongnya bercerai dari Riezka harus menerima takdir bahwa ia menderita AIDS akibab HIV karena hubungan bebasnya dengan berbagai wanita. Bersama selingkuhannya kini ia harus dirawat di rumah sakit karena kondisinya yang drop.


Awalnya Dio juga sempat merasakan bui akibat kasus KDRT, pemeresan dan penganiayaan yang dilakukannya terhadap Riezka dengan bukti visum dan cctv yang sempat diamankan Ayyub dan Neera, tetapi karena saat itu kondisinya terus menurun Riezka memilih untuk mencabut laporannya karena mantan suaminya itu dalam keadaan drop dan sakit parah sehingga harus ditangani segera di rumah sakit.


Beruntung Riezka tidak terkena virus tersebut dikarenakan mereka juga sudah lama tidak berhubungan. Juga Dio yang selalu membawa selingkuhannya karena saat itu Riezka sudah tidak cantik dan terawat lagi.


Kini Riezka sibuk mengurusi adiknya Nola. Mereka sudah berdamai dan saling memaafkan. Suasana keluarga kembali hangat dan terasa semakin akrab satu sama lain.


Apalagi saat ini ada triplets yang menjadi hiburan mereka di rumah. Kini Riezka sudah mulai belajar bekerja di kantor Kaisar dibantu oleh saudara perempuannya. Sementara Nola belajar daring sembari pemulihannya.


Begitu juga dengan Ayyub dan Neera. Keduanya masih tetap sibuk meskipun kelyarga adalah prioritas yang utama. Neera yang hendak mengeluarkan produk baru kini sedikit sibuk bolak balik kantor cabangnya yang ada di tanah air. Sesekali Riezka meminta ikut dan memebantu Neera dalam beberapa hal.


Lain halnya dengan Ayyub, lelaki itu lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang kerja karena harus memantau bisanisnya meski keluarganya belum ada yang tau akan pekerjaannya sebagai bisnismen.


Beberapa kali Ayyub juga menyempatkan ke kantor Kaisar Utama Corp. karena walau bagaimanapun itu tetap milik keluarga mereka. Terlebih Ayyub juga memiliki saham yang terbilang banyak disana.


Seperti pasangan kebanyakan, saat malam hari setelah menidurkan triplets Neera dan Ayyub mengobrol diatas kasur menceritakan hari mereka dan menyampaikan kegelisahan yang membelengu hati keduanya.


"Sayang" sapa Neera yang sudah bersiap dengan gaun tidurnya.

__ADS_1


"Iya sayangku, ada apa ?" lembut Ayyub pada istrinya sembari memupus jarak mereka.


"Boleh gak kita balik ke kampung Neera ?" tanya Neera penuh keraguan.


"Tentu boleh dong sayang. Maafin Uda ya, gara-gara masalah yang datang jadi kita tertunda untuk pulang ke rumah Ama dan Apa" sesal Ayyub.


"Iya Uda, tidak apa. Tetapi karena sekarang keadaan sudah lebih baik. Boleh tidak kita pulang dalam waktu dekat ini. Sudah lama sekali Neera tidak pulang, bahkan triplets belum pernah sama sekali ke rumah Atuk dan Nananya" sedih Neera.


"Iya sayang, ujung minggu ini kita balik ya, nanti Uda akan bilang sama Papa dan Mama perihal kepulangan kita, okey. Jangan sedih lagi ya sayang" hibur Ayyub yang diangguki Neera.


"Makasi sayang" binar Neera yang langsung mencium pipi suaminya.


"Iya sayangku, anything for you" balas Ayyub sembari mengecup pucuk kepala Neera.


"Ohiya sayang, malam ini sudah available kan yang ?" kode Ayyub yang membuat Neera malu sendiri.


"Tapi kan sayang, dihitung-hitung udah tiga bulan loh liburnya, ayolah sayang" bujuk Ayyub yang masih ngotot.


"Hmmm tapi kan gak bisa disini sayang" tolak Neera terakhir kalinya karena jujur saja saat ini adalah masa subur Neera.


"Kan masih bisa di ruang wardrobe sayang, atau mau di ruang kerja Uda saja" tawar Ayyub yang membuat Neera habis alasan.


Akhirnya mau tak mau, suka tak suka sebagai seorang istri Neera harus rela menerima takdirnya. Toh dosa juga menolak permintaan suami bila tak ada halangannya.


Setelah Ayyub membaca do'a sembari meletakkan tangan kanannya diatas pucuk kepala Neera dan tangannya satunya menengadah, Ayyub membaca do'a sebelum memulai pertandingan mereka.


Lantas Ayyub menggendong tubuh sintal istrinya dengan gaya koala dan membawanya ke ruang kerja agar tidak ribut dan membuat tidur buah hati mereka terganggu.

__ADS_1


Dengan segala kerinduan yang terpendam Ayyub perlahan menyusuri benda kenyal yang selalu membuatnya luluh dan terhanyut.


Penuh kelembutan dan penghayatan mereka saling memberi dan menerima, merasakan sentuhan yang kian memabukkan.


Setelah sekian lama Ayyub bertahan akhirnya hari ini buka puasa dan tentu saja harus sampai puas.


Hingga dini hari keduanya masih bergelut saling memuaskan, menghantarkan getaran yang mampu membuat terbang ke nirwana dan menikmati indahnya surga dunia.


"Semoga kamu lekas hadir di perut bunda ya Nak, agar ayah bisa menjaga kamu dan bunda dengan seutuhnya. Kalau mau kembar seperti kakak kamu juga tidak apa Nak, ayah akan menanti kalian" harapan Ayyub sembari mencium perut mulus istrinya yang masih naik turun sehabis mendaki puncak tertinggi.


Neera yang mendengarkan perkataan lirih suaminya mengAminkan do'a tersebut dalam hati. Memang sudah waktunya mereka mempunyai anak lagi, toh triplets juga sudah tiga tahun sekarang. Terlalu egois jika ia terus menahan keinginan suaminya dengan menghindari kehamilan.


Namun apapun itu kembali lagi pada Yang Kuasa, manusia hanya berencana tetapi Tuhan yang menentukan. Maka berdo'a dan selalu bersyukur atas apa yang kita punya.


Setelah keduanya mulai tenang dan rileks kembali Ayyub memakaikan gaun tidur istrinya yang tadi ia lepaskan sendiri. Sangat bertanggung jawab sekali.


Lantas mereka berjalan beriringan menuju kamar mandi untuk bersuci dan membersihkan diri. Sangat tidak bagus jika sekiranya tidak membersihkan bagian itu setelah melakukan hubungan. Maka lebih baik dibersihkan meskipun tidak sempat mandi karena ngantuk.


Tetapi Neera dan Ayyub memilih mandi karena sebentar lagi juga masuk waktu subuh. Tak tanggung-tanggung. Ayyub mengerjai Neera semalaman hingga pagi.


Dengan wajah letihnya Neera keluar dari kamar mandi setelah Ayyub mengeringkan badannya dan memasangkan bathrobe ke tubuhnya yang kini sudah tidak mulus lagi karena sudah banyak bercak merah cap suaminya.


Lain halnya dengan Ayyub yang keluar dengan muka sumringah dan penuh semangat meskipun belum tidur sedari malam. Sepertinya harinya kembali hidup setelah lumayan lama bersemedi di gua bawah.


*****


Maaf ya semua beberapa hari lalu tidak update. Authornya kesal sama mangatoon karena levelnya tidak pernah naik.

__ADS_1


Jangan lupa like ya.., mohon dukungannya dengan vote dan comment juga, terima kasih semuanya, buat yang selalu setia menunggu kisah Ayyub dan Neera, Author padamu ❣️


__ADS_2