Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 109


__ADS_3

Hingga sampai rumah Neera masih sedikit cengo setelah mengetahui bidang usaha yang digeluti suaminya.


Setelah mereka menidurkan triplets dan membersihkan diri masing-masing Neera berniat menyusul suaminya yang bersantai diruang tengah sembari asik menonton berita.


Rasa penasarannya yang tinggi membuat Neera berusaha mengulik lebih dalam lagi. Bukannya ia matre setelah mengetahui suaminya kaya tetapi ia hanya penasaran bagaimana bisa itu terjadi dan apapun itu ia tetap tidak akan berhenti bekerja kecuali keadaan yang memaksa ia kelak atau larangan tegas dari suaminya.


Sembari membawa kopi kegemaran suaminya, Neera duduk disamping Ayyub dan menatap mata Ayyub serius.


"Ada apa sayang ?" tanya Ayyub yang mendapatkan tatapan dalam itu.


"Uda, bagaimana bisa Uda punya perusahaan itu. Kan itu sudah lama sekali perusahaannya sayang" mulai Neera yang sudah meronta jiwa keponya.


Melihat kesempatan bagus itu Ayyub langsung berpikir dan memanfaatkan keadaan.


"Uda bakalan jawab semua pertanyaan Neera tapi dengan satu syarat. Neera juga harus mengikuti apapun keinginan Uda, oke ?" tanya Ayyub mencoba bernegosiasi dengan istrinya.


"Oke deal" Neera yang sudah sangat penasaran tidak memikirkan lagi konsekuensi yang akan dihadapinya ia hanya ingin melepaskan rasa penasarannya.


"Oke, sip. Kita mulai dari mana ?" tanya Ayyub menyembunyikan seringaian jahatnya.


"Brightway" balas Neera.


"Kalau itu memang perusahaan besar yang Uda bangun setelah memiliki beberapa anak perusahaan yang Uda gabungkan agar memudahkan dalam pengelolaannya. Jadi semua perusahaan Uda akan diaudit dan dipantau oleh Brightway ini" jelas Ayyub.


"Tapi bukankah usaha property nya juga bernama brightway ?" tanya Neera.


"Iya memang benar, tapi kan sudah yang paling menonjol itu Aynee Building and contruction bahkan sudah ada banyak hotel, gedung apartemen dan perumahannya juga, masa kamu tidak tau" jelas Ayyub


"Tau sih, tapi Neera kira itu bukan bagian Brightway, mungkin perusahaan rekanannya" jelas Neera.


"Bukan sayang, itu punyanya kita" balas Ayyub sembari mengenggam tangan Neera.


"Tapi kamu tau tidak itu bangunan yang Uda dedikasikan untuk kamu. Uda berharap tempat itu akan mempertemukan kita karena saat itu Uda sudah hampir putus asa mencari kamu disemua belahan dunia" jelas Ayyub.


"Benarkah ?" tanya Neera tidak percaya.

__ADS_1


"Iya, apa kamu tidak tau kalo Aynee itu singkatan Ayyub dan Neera" jelas Ayyub.


"Ya Neera mana kepikiran sampai kesitu, tau juga baru. Tapi benar sih beberapa kali Neera keluar negri juga nginapnya disana" papar Neera.


"Lain kali kalo Neera nginap bawa ini. Neera tidurnya di kamar Uda saja di lantai paling atas itu president suit yang hanya diperuntukkan untuk kita. Nanti tinggal bilang resepsionis saja, Uda akan umumkan tentang kamu sebagai istri Uda jadi semua bawahan Uda akan tau" papar Ayyub sembari memberikan satu kartu khusus.


"Loh, jadi Neera gak bayar ?" tanya Neera cengo.


"Ya enggak lah sayang, ngapain kamu bayar tidur di hotel sendiri" gemas Ayyub menggasak surai halus istrinya.


"Eh, tapi kalau minyak itu gimana ceritanya Uda ?" tanya Neera yang kembali penasaran akan kelanjutannya.


"Haha ternyata belum habis ya" tawa Ayyub yang melihat jiwa kekepoan istrinya kembali sangat terlihat lucu, jarang-jarang ia pernah melihatnya.


"Belumlah, Neera masih penasaran Uda" sunggut Neera.


"Iya iya sayang., istri Uda yang paling cantik" lalu Ayyub membawa Neera dalam dekapannya meskipun istri cantiknya itu masih mendongak untuk mendapatkan ceritanya.


"Uda saat itu diajak join dengan teman untuk tambang minyak setelah itu berjalan dengan lancar dan Uda lihat ada prospek yang bagus. Kemudian Uda sadar bahwa semua itu harus diekspor lagi untuk disuling, nah dari sanalah Uda memutuskan untuk ikut menanamkan saham di sinopac karena Uda tau itu merupakan perusahaan minyak terbesar sekarang Uda sudah punya 20% sahamnya Uda berharap di negara kelahiran kita nanti juga bisa didirikan penyulingan minyak mandiri sehingga tidak lagi mengandalkan orang luar" jelas Ayyub panjang labar.


"Iya benar juga ya sayang, selama ini kita menjual dengan harga murah lalu kembali dibeli dengan harga yang berkali lipat lebih mahal" ucap Neera yang dibalas Ayyub dengan senyuman dan kecupan hangat di puncak kepalanya.


"Ohiya sayang, jadi gimana rencana kita pulang ke tanah airnya" tanya Ayyub sembari masih betah memeluk hangat Neera dan satu tangannya menyesap kopi hitam buatan istri tercinta.


"Hmm gimana kalau kita habiskan sebulan di ibu kota, sebulan di kampung Neera dan sebulan lagi traveling keliling Indonesia, mari kita habiskan uang Uda" semangat Neera yang disambut kekehan Ayyub.


"Boleh saja sayang, memangnya kamu bisa libur tiga bulan ?" tanya Ayyub lagi.


"Ya sebenarnya enggak libur selama itu juga sih yang, tapikan ada libur musim panas jadi Neera perpanjang saja sekalian rehat sejenak. Untuk urusan perusahaan, klinik, dan usaha lain kan bisa Neera cek dari jauh yang penting cuma izin dari kampus" jelas Neera menimpali.


"Baiklah, Uda akan usahakan juga. Nanti kita sesuaikan saja kalaupun nanti ada urusan mendesak" setuju Ayyub.


"Jadi nanti seminggu pertama Neera minta waktu buat ngurusin semua keperluan untuk PFW, nanti Neera akan berangkat dua minggu lagi. Menurut rundown acara sih Neera kenanya tiga hari, satu untuk Zanee Collection, terus Zanee Hijab dan Zanee Kids jadi mesti disana tiga hari" jelas Neera sembari meminta izin Ayyub dengan mengusap lembut lengan suaminya.


"Iya boleh, tapi harus jaga diri baik-baik, jaga kesehatan juga bahkan Neera ngajarnya juga full" peringat Ayyub.

__ADS_1


"Siap Boss !" sorak Neera yang disertai canda.


"Ohiya Uda sekalian Neera izin ya triplets bakalan ikut jalan di catwalk untuk Zanee Kids" izin Neera kembali.


"Loh, memangnya mereka bisa yang, apa mereka bakal anteng ngikut aturan begitu" tanya Ayyub kembali.


"Yeee jangan salah, mereka adalah rajanya. Bahkan mereka sudah sering kali ikut photoshoot karena minta-minta terus meski dibawah sih photoshootnya" jelas Neera.


"Luar biasa juga ya mereka, ternyata jiwa narsis mereka tinggi juga sama kayak kamu sayang" celutuk Ayyub yang mendapatkan gigitan didadanya.


"Aw sakit sayang, kamu itu bikin kaget aja deh. Hati-hati sayang ada yang bangun nanti" ringgis Ayyub yang kaget akibat gigitan Neera.


"Biarin, itu bukan narsis namanya tapi percaya diri" rungut Neera yang kembali membalikkan badannya kedepan.


"Sayang, ada satu lagi yang harus Uda katakan dan tegaskan sama kamu yang" ucap Ayyub kembali dengan nada serius.


"Apa Uda ?" tanya Neera yang sudah menegakkan kembali badannya dan menatap mata Ayyub.


"Jangan sampaj nanti kamu terucapkan mengenai perusahaan Uda yang lain dihadapan keluarga Uda terutama mama dan saudara Uda ya" lembut Ayyub sembari membelai pipi mulus istrinya yang terlihat kaget.


"Loh kenapa ?" tanya Neera.


"Meskipun ini berat tetapi Uda harus bilang bahwa mereka sangat berpatokan pada harta dan kekuasaan, inilah yang masih belum bisa Uda rubah dan kamu tau sendiri sayang jika sampai mereka tau maka mama akan makin mengekang Uda dan berusaha memisahkan kita jadi Uda ingin nanti kita menonjolkan pencapaian kamu sayang sehingga mereka bisa melihat bagaimana hebatnya menantu yang mereka sia-siakan" jelas Ayyub dengan wajah sendunya.


"Tapi Neera tidak ingin pamer Uda, lagian apa yang harus Neera tunjukkan" disertai tatapan sendu Neera.


"Bukan sayang, bukan niat kita memamerkan tetapi kita membuktikan bahwa kamu adalah istri yang hebat dan bersinar. Kita hanya mengungkapkan fakta untuk menampik keangkuhan seseorang sayang sehingga tidak akan ada lagi yang merendahkan kamu" terang Ayyub memberikan pengertian pada istrinya.


"Baiklah terserah Uda saja, Neera ikut keputusan Uda" putus Neera setelah menghela napas panjang.


"Ini semua untuk kebaikan bersama sayang, Uda sangat mencintai kamu. Uda tidak ingin kita hidup bersembunyi dalam ketakutan lagi sayang" jelas Ayyub sembari membawa Neera dalam dekapan dan mengusap lembut punggungnya.


"Iya, Neera mengerti" balas Neera yang sudah membenamkan wajahnya didada bidang suaminya.


"I Love you so much Zaneera Khalisa istriku yang paling cantik" ungkap Ayyub yang jarang-jarang romantis itu.

__ADS_1


"I love you more Uda" balas Neera yang mendongakkan wajahnya menatap mata elang yang menenggelamkan.


Ucapan balasan Neera segera mendapatkan kecupan di kening hidung pipi dan bibir yang lama kelamaan menjadi sebuah ciuman yang dalam dan terjadilah pergulatan panas di siang menjelang sore itu.


__ADS_2