
Esoknya saat makan malam Ayyub sengaja mengundang Papa dan Hakim ke tempat tinggalnya.
Rencana malam ini mereka akan memberitau Hakim mengenai kasus ini dan juga sebagai seorang CEO seharusnya ia mengetahui hal ini.
Setelah menyelesaikan hidangan yang di masak Neera mereka berkumpul ke sofa ruang keluarga sembari menikmati dessert.
"Hakim, ada yang mau Papa bicarakan denganmu" mulai Tuan Kaisar.
"Kenapa Pa, apa ada masalah ?" tanya Hakim bingung.
"Ya, ini menyangkut perusahaan" jawab Papa.
"Ada apa Pa, sepertinya perusahaan aman-aman saja" heran Hakim.
"Ya, kelihatannya memang aman tetapi ternyata di dalamnya telah lama membusuk" ucap Tuan Kaisar miris.
"Hah ? maksud Papa bagaimana Pa ?" tanya Hakim semakin bingung.
"Jadi ternyata selama ini sudah terjadi kasus penyelewengan dana dan korupsi besar-besaran di perusahaan" jelas Ayyub yang sudah gatal mulutnya.
"Bagaimana bisa, selama ini tidak terjadi permasalahan dana ?" heran Hakim.
"Ya memang, karena mereka pandai memanipulasi angka di data keuangan dan cara mengambilnyapun begitu halus sehingga tidak akan disadari" jelas Ayyub.
"Astaghfiruah, tetapi siapa yang tega melakukan itu ?" tanya Hakim.
"Heh adik ipar Abang" dengus Ayyub.
"Siapa ? Kiki ?" ujar Hakim dengan nada tak percaya.
"Siapa lagi Bang ipar kita yang bekerja di perusahaan dan sialnya lagi Fazreen juga terseret dalam kasua ini" jelas Ayyub.
__ADS_1
"Ya Allah, bagaimana bisa ini terjadi" desah Hakim.
Akhirnya Ayyub dan Tuan Kaisar menceritakan semua kronologi ketahuan dan penyelidikan mereka selama ini pada Hakim.
"Jadi ini juga alasanmu tidak memperbolehkan abang membuka kelakuan bobrok Kiki pada Fazreen" tanya Hakim.
"Iya Bang, Kiki ini sangat licik. Takutnya ia akan mencium kecurigaan kita dan mengacaukan rencana kita" jawab Ayyub.
"Sekarang bagaimana kita akan melaporkannya, tentu hal ini juga akan berpengaruh pada perusahaan" tanya Hakim.
"Kalau gambar ini kurang bagus, Qee bikin lagi gambar yang lebih bagus diatasnya biar orang nanti lihatnya gambar yang ini" tiba-tiba ocehan balita itu mengalihkan atensi ketiga pria yang ada disana.
Ya, Neera sedang menanyakan pada Qee bagaimana jika gambarnya yang ini kurang bagus dan jawaban itu meluncur begitu saja dari bibirnya yang seketika membuat mereka menemukan jalan keluar.
"Ah ya... benar juga apa yang dikatakan Qee" seru Ayyub tiba-tiba.
Hakim dan Papa juga nampak tersenyum, seakan mereka juga mendapatkan pencerahan dari perkataan balita cerewet itu.
"Benar juga Yub, pasti orang akan lebih tertarik dengan berita percintaan dibandingkan kasus korupsi ini, tetapi jika nanti kita membutuhkan kekuatan media kita akan giring lagi opini menuju kesana" kata Papa menimpali.
"Baiklah kalau begitu, biar besok Abang yang akan melaporkan dan kita bersiap untuk perang yang akan kita hadapi" ujar Hakim.
"Iya Nak, siapkan juga hati untuk kemungkinan terburuk dan selama ini terjadi Neera dan anak-anak kalian harus berhati-hati dan mengurangi aktifitas di luar begitu juga dengan orang di rumah" ujar Papa yang disetujui oleh semua orang.
"Baiklah Pa, Neera akan berhati-hati. Papa tenang saja" balas Neera sopan.
"Papa percaya padamu Nak, Ayyub jaga anak dan istrimu dengan baik" ujar Papa pada Ayyub yang diangguki ayah tiga anak itu.
"Kalau begitu Papa dan Hakim akan pulang, kamu besok tidak usah ke kantor, di rumah saja bersama Neera dan anak-anak. Nanti saat gosip ini mencuat perhatian pada setiap anggota keluarga akan semakin intens, takutnya kalian akan dikejar wartawan" peringat Papa.
"Baik Pa, kami mengerti. Papa dan Abang juga hati-hati di jalan dan jangan lupa nanti hubungi kami jika terjadi apa-apa" jawab Ayyub.
__ADS_1
Tuan Kaisar bersama Hakim segera berpamitan pada Neera dan triplets. Mereka semua mengantarkan kepergian dua lelaki itu dengan wajah sendunya.
Sebenarnya triplets masih kangen dan ingin bermain dengan kakek dan unclenya tetapi mereka juga paham bahwa hari sudah malam dan saatnya istirahat.
Keesokannya seperti yang sudah direncanakan, Hakim melaporkan kasus ini beserta bukti perbedaan data keuangan yang sudah disusun Neera tanpa di ketahui oleh siapapun.
Tidak begitu sulit untuk mengurus prosedur pelaporan sehingga tim penyidik dari kejaksaan datang ke perusahaan secara tiba-tiba dan masuk ke berbagai bida dengan box biru mereka.
Semua tercengang dan ketakutan, lantas mereka hanya bisa terdiam menyaksikan tim itu menggeledah semua berkas dan laporan. Mereka tidak berkutik lagi dan memilih untuk menepi.
Hal yang aneh terlihat di bagian keuangan, muka mereka semua sudah pucat hanya satu yang terlihat biasa saja yaitu Fazreen.
Ia merasa sama sekali tidak melakukan kesalahan dan saat ini ia tengah bertanya-tanya siapa yang melaporkan kasus korupsi di perusahaannya dan kenapa bidang mereka juga ikut di periksa. Apakah keluarganya tidak mempercayai dirinya.
Sementara Kiki dan beberapa bawahannya terlihat begitu gugup. Mereka meremas tangan dan terlihat tegang saat tim dari kejaksaan itu memasukkan beberapa barang mereka. Beruntung ia sudah meletakkan beberapa berkas yang diganti di ruangan Fazreen.
Seperti angin yang berhembus, begitu juga berita ini cepat menguar. Sekarang media ramai memberitaukan kasus korupsi yang terjadi di perusahaan raksasa itu.
Hal ini tentu saja berpengaruh pada nilai saham jika terus saja diberitakan dengan negatif. Maka hari itu juga Ayyub menyebarkan berita pernikahannya beserta fotonya di luar negri bersama Neera. Tentu saja dengan wajah Neera yang tak terlihat karena menelusupkan muka di dada bidangnya.
Berita ini ternyata melebihi ekspektasi mereka dalam beberapa menit saja sudah merajai trending topik bahkan berita di tv semua membicarakan tentang pernikahannya dengan seorang perempuan misterius.
Sementara yang tengah diberitakan kini sedang asik tidur siang bersama anak-anaknya. Seharian ini mereka kelelahan bermain sehingga saat menidurkan buah hatinya ia juga ikut tertidur.
Disisi lain ada juga yang begitu tersakiti mengenai berita pernikahan ini entah apa motifnya namun ia begitu dibuat marah dan kesal dengan pemberitaan ini. Entahlah biarlah mereka melakukan apapun yang mereka mau selagi kita masih berbuat baik pada orang lain.
Suasana di Kaisar Utama Corp. kini begitu mencekam. Keputusan yang tepat bahwa Tuan Kaisar meminta penyelidikan secara menyeluruh karena ternyata di bidang lain juga terjadi kasus korupsi. Bahkan tak tanggung-tanggung, hampir semua bagian terkena kasus yang sama.
Mereka hanya mendesah pasrah atas fakta ini. Apa saja kerjaan bagian keuangan itu. Kenapa mereka bisa tidak tau ada ketimpangan dana ini. Kalau ternyata tim itu sendiri yang sudah bobrok, maka sampai ke akhir akan rusak.
Padahal mereka punya tim audit sendiri tetapi tetap saja ini lolos dari penyaringan. Sepertinya perlu sekiranya pergantian beberaoa direktur dan pegawai senior untuk masing-masing bidang.
__ADS_1