Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 201


__ADS_3

Selepas meminta izin oada kedua orang tuanya Ayyub dan Neera kini tengah bersiap untuk keberangkatan pagi ini.


Tidak tanggung-tanggung, Tuan Kaisar menyediakan privat jet untuk mereka pulang kampung sekaligus Papa dan Mama juga akan ikut untuk silaturrahmi dan mempererat lagi hubungan yang sebelumnya pernah renggang.


Jadilah pagi ini triplets sudah siap dengan outfit nya yang selalu on. Mereka menyalami uncle dan aunty karena lama tidak akan berjumpa lagi.


Meskipun sedih, Hakim, Fazreen, Riezka dan Nola melepas ketiganya dengan tangis air mata. Bagaimana tidak, kehadiran mereka bertiga menjadi obat bagi luka hati mereka. Tingkah yang lucu serta perkataan mereka selalu menjadi penawar bagi hati yang sedang sakit.


"Sayang, nanti jangan lupa ajak ayah dan bunda sering pulang kesini ya Nak, kalo ayah dan bundanya sibuk nanti telpon uncle Hakim suruh jemput kalian oke" titah Hakim pada ketiganya yang disambut anggukan kepala.


"Tapi nanti uncle main ke rumah kita juga ya, disana ada toko kuenya kita, nanti kami ajak jalan-jalan juga" balas Qee yang kembali memeluk Hakim.


Begitu juga dengan Fazreen, Riezka dan Nola. Mereka menghujani wajah sikembar dengan ciuman perpisahan hingga ketiganya memasuki mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara.


"Kami pamit ya Bang, Kakak, Nola. Jaga diri baik-baik dan semoga semua segera membaik. Mainlah ke tempat Neera kalo bosan atau nanti bisa berkunjung ke UK" pamit Neera sembari memeluk Riezka dan Nola.


"Iya kak, hati-hati di jalan. Terima kasih untuk semuanya" jawab Nola dan dibalas senyum manis oleh wanita berhijab itu.


"Bang, kami pamit ya. Semangat terus, jangan lupa nanti sengang main ke tempat kami. Jangan kerja terus" ujar Ayyub yang disambut pelukan oleh kedua abangnya.


Akhirnya mobil yang membawa keluarga kecil Ayyub diikuti oleh Papa Mama dan Adek melaju meninggalkan kediaman mewah Kaisar.


Hari ini mereka akan bertolak ke kampung halaman Neera untuk mengunjungi keluarga Neera yang ada disana.


Memang kepulangan mereka sama sekali tidak diketahui oleh orang tua Neera berhubung ini adalah kejutan.


Triplets yang tadi sempat sedih berpisah dengan kuda mereka akhirnya kembali ceria saat memasuki bandara karena merek sudah tidak sabar bertemu dengan Atuk dan Nana mereka.


"Bunda, bunda, di tempat Atuk ada kolam renangnya juga ya Bunda ?" tanya Qal penasaran.

__ADS_1


"Ada sayang, tapi ada yang lebih seru lagi. Disana ada sungai besar dan kita bisa mandi, ada danau juga, ada tempat mandi air panas dan tempat mandi soda juga" jawab Neera sembari mengelus kepala putrinya.


"Bunda, bunda di tempat Atuk ada sapi yang banyak kan Bunda. Qai mau lihat ya Bunda" kali ini Qai yang begitu antusias.


"Iya sayang, itukan punyanya bunda juga" kali ini Ayyub yang menjawab.


"Wah benar bunda, besar gak Bunda ?" tanya Qai kembali.


"Nanti kita lihat bersama ya Nak, sekarang naik pesawat dulu. Perhatikan langkahnya ya sayang" jawab Neera sekaligus memberi peringatan pada triplets.


Ketiganya melangkahkan kaki kecilnya menuju jet pribadi Kaisar. Qai sudah duluan bersama Opa disusul Oma dan Qal sementara Neera dibelakang mereka bersama Qee dan ditutup oleh Ayyub beserta Luthfi yang jug ikut berlibur.


Satu setengah jam adalah jarak yang mereka tempuh untuk sampai di rumah Neera. Akantetapi mereka harus menaiki kendaraan darat dulu untuk sampai di kampung halaman Neera yang mana semuanya sudah disiapkan oleh Ayyub sendiri.


Banyak hal yang selalu ditanyakan oleh triplets selama dalam perjalanan. Banyak sekali yang belum pernah mereka lihat sebelunya hingga membuat ketiganya kagum dan juga antusias.


Biasanya mereka akan duduk anteng di kursi masing-masing akantetapi kini mereka memilih duduk dipangkuan ayah dan bundanya karena dekat dengan jendela.


"Itu namanya sawah sayang" lembut Neera.


"Sawah itu apa bunda ?" tanyanya lagi.


"Sawah itu adalah tempat orang menanam padi" jawab Neera lagi disertai ciuman.


"Padi itu apa Bunda ?" lagi pertanyaan yang masih terus berlanjut membuat Qal dan Qai juga ikut tertarik dengan pembahasan Qee dan Neera.


"Hmmm kalian pernah makan nasi kan" tanya Neera yang diangguki ketiganya.


"Nah nasi itu kan dibuatnya dari beras. Beras itu sebelum digiling ada kulitnya yang kita sebut sebagai padi. Nanti di dekat rumah kita juga ada,Insya Allah nanti Bunda lihatkan sama tempat digilingnya juga ya Nak" jelas Neera yang diangguki ketiganya dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Wah.... Ayah Bunda lihat itu ada watelfall" ujar Qai dengan mata berbinar diikuti oleh dua saudaranya.


"Kalau bagus bilang apa sayang" ingat Neera lagi pada triplets.


"Masya Allah waterfall" ralat ketiganya yang membuat semua orang menahan tawa melihat tingkah lucu triplets.


"Mau lihat lebih dekat tidak Nak ?" tanya Ayyub yang dijawab antusias ketiganya.


"Ayah jangan sampai kebawah kali ya Yah, arusnya deras Yah" ingat Neera pada suaminya.


"Iya Bunda, Ayah akan hati-hati kok" jawab Ayyub sembari mengecup kepala istrinya.


Akhirnya sang sopir memingirkan mobil mereka bersama mobil yang lain yang juga ingin menikmati destinasi wisata air terjun ini. Ternyata mobil belakang yang diisi oleh Mama, Papa dan Luthfi juga ikut berhenti.


Mereka semua turun dari mobil dan menaiki tangga untuk lebih dekat dengan air terjun yang mengalir dari gunung itu.


Ayyub menggendong Qai, Papa juga ikut menggendong Qal sementara Qee bersama Luthfi. Mereka terlalu berbahaya jika berjalan sendiri mengingat jalan yang basah akibat tempias air yang meluncur dari ketinggian itu.


Meskipun basah ketiganya bersorak menyaksikan air terjun yang begitu besar. Sungguh hal yang baru bagi mereka. Bahkan Ayyub membawa mereka masuk ke genangan air diantara batu-batu.


Merekapun tidak lupa mengabadikan momen dengan berbagai gaya. Bahkan triplets menjadi pusat perhatian pengunjung yang juga datang kesana. Mereka begitu terbius dengan tiga balita lucu itu dengan bajunya yang selalu trendi.


Setelah puas bermain air dan menikmati pemandangan Neera mengajak mereka semua pergi karena mengingat hampir jam makan siang.


Dalam mobil Neera terpaksa mengganti baju triplets menggingat sudah basah dan lembab. Takutnya mereka akan masuk angin dan berujung dengan sakit.


Beruntung Neera selalu menyediakan baju serap sehingga tidak harus membongkar koper mereka yang ada di mobil ketiga bersama koper lain yang berisikan oleh-oleh.


Neera juga membalutkan minyak telon, minyak angin, bedak dan juga cologne agar triplets kembali hangat dan wangi.

__ADS_1


Neera selalu perhatian dengan kesehatan dan kebersihan anak-anaknya. Baginya triplets adalah prioritas nomor satu sehingga dia akan melakukan semua yang terbaik untuk putra putrinya.


Dua jam perjalanan adalah waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di kampung halaman Neera. Wajah letih hilang sudah saat mereka melewati gerbang kampung yang akan mengantarkan pada tempat Neera dibesarkan oleh kedua orang tuanya.


__ADS_2