Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 34


__ADS_3

Seharian Neera begitu dipusingkan dengan banyaknya pertanyaan yang datang dari rekan dosen maupun mahasiswa yang diajarnya. Berita Neera telah menjadi tranding topik di kampus.


Bagaimana tidak, seorang dosen yang menjadi primadona dan incaran para dosen lelaki single dan mahasiswa itu ternyata telah menikah dan memiliki anak.


Banyak hati yang patah tak berbentuk, bahkan tidak sedikit yang masih menyangsikan berita itu. Tapi bagaimanapun Neera tetap santai menanggapinya tidak menyangkal ataupun mengklarifikasi karena menurutnya itu adalah urusan pribadi yang tidak wajib mereka tau.


Sementara itu Ayyub dan triplets memilih untuk balik ke mobil setelah mengantarkan Neera hingga ke kantornya.


Hot daddy dengan anak kembar tiga itu mampu menyihir wanita yang ditemuinya di jalan. Meskipun demikian Ayyub tetap cuek dan fokus dengan ketiga anaknya.


"Babies where we go ?" tanya Ayyub pada ketiga anaknya.


"Play ground Ayah" ucap mereka serentak.


"Play ground ? Apakah kalian sering kesana, apakah bunda tidak akan marah ?" tanya Ayyub yang tidak pernah membawa anak-anak main.


"Iya ayah, tidak masalah selama kita bersikap baik" ucap Qaivan.


"Baiklah sayang, let's go !!!" ucap Ayyub yang siap dengan kemudinya.


Merekapun pergi ke pusat perbelanjaan yang di dalamnya terdapat area bermain tempat dimana triplets main bersama sang bunda.


Dengan bantuan maps dan petunjuk triplets sampailah mereka di area yang dituju. Kini ketiganya tengah berlari-lari karena tidak ditempatkan di stroller atau gendongan.


"Qee, Qal please pegang tangan ayah sayang" ucap Ayyub yang mulai kewalahan dengan anaknya yang telah berlari kesana kemari.


Mendengar teriakan dari sang ayah keduanya langsung berbalik dan memegang tangan ayahnya.


Namun kejadian itu tidak berlangsung lama, ketika mendapati sesuatu yang menarik perhatiannya ketiga anak kecil itu kembali memencar dan sibuk dengan dirinya masing-masing.


Setelah keteteran dengan triplets akhirnya Ayyub memutuskan untuk mengangkat mereka bertiga dalam gendongannya. Agar mereka tidak melenceng kearah lain.


Dengan peluh dan helaan napas yang panjang akhirnya ayah tiga anak itu berhasil memasukkan triplets ke arena bermain sejenak ia merasa tenang dan aman. Tapi apakah memang demikian ?? hehe


Setelah memperhatikan sejenak dan memastikan ketiga anaknya aman, Ayyub memutuskan ke cafe yang ada di dekat arena bermain itu. Segera ia memesan ice americano untuk melegakan kerongkongan yang kering karena adegan kejar-kejaran tadi.


Ayyub duduk santai di cafe itu menikmati minumannya yang masih tertinggal setengah cup lagi. Tidak berselang lama tiba-tiba seorang ibu-ibu mendatanginya.


"Permisi Mr. apakah anda orang tua dari anak ini" ucap seorang ibu yang tengah membawa Qalundra disamping kanannya sementara dikiri seorang anak yang lebih besar menangis tersedu-sedu.


"Iya benar, maaf ada apa ibu ?" tanya kembali Ayyub sembari menatap Qalundra yang terlihat cuek.


"Kalau punya anak itu dijaga dan diajari dengan benar, bagaimana cara anda mendidik mereka hingga begini nakalnya" ucap ibu itu marah-marah.


"Mohon maaf ibu, nanti saya akan mendisiplinkan anak saya" ucap Ayyub seraya melirik kearah Qal.


"Harus dong, kenapa begitu nakal sekali mana tidak mau minta maaf lagi" omel ibu itu.


"Baby, ayo minta maaf. Kamu sudah buat dia menangis" ucap Ayyub pada putrinya.

__ADS_1


"No Ayah" seru Qal tegas.


"Qalundra, minta maaf sekarang" ucap Ayyub lagi dengan nada yang naik.


"No, aku tidak salah" ucap Qalundra bersikeras.


"Qalundra minta maaf sekarang" ucap Ayyub dengan sedikit nada membentak.


"No, i said No. I didn't wrong" ucap Qalundra kemudian lari kearah arena bermain.


Gadis kecil itu menangis dan mengadu pada petugas yang ada disana sembari minta untuk digendong. Jelas saja mereka sudah kenal dan akrab dengannya.


Sementara Ayyub tetap meminta maaf pada ibu-ibu itu yang telah mengomel tiada henti.


Setelahnya ia berjalan kearah Qalundra dan berniat membujuk anak itu.


"Qal, ada apa denganmu. Maafkan ayah sayang yang sedikit memarahimu. Tapi kamu harus meminta maaf jika kamu salah" ucap Ayyub yang merasa bersalah sekaligus masih ingin anaknya meminta maaf.


"No, i don't" ucap Qal yang masih betah digendongan penjaga itu dan membenamkan mukanya kedada pria itu.


"Oke, let's go home first" ucap Ayyub yang hendak mengambil Qal dari gendongannya.


"No, Qal tidak mau" seru gadis kecil itu mengeratkan pegangan pada William.


"Hey baby, be good ok" tutur Ayyub yang mulai cemburu dengan kedekatan Qalundra dengan William.


"No, you don't love me" ucap Qal lirih sembari menggelengkan kepala digendongan William.


Beginilah sifat mereka, jika salah satu menangis maka dua yang lain akan ikut menangis.


Terang saja melihat ini mereka mulai kewalahan, terutama Ayyub hal yang selama ini tidak pernah dibayangkannya.


Qal yang tidak mau digendongnya ditambah dengan tangisan Qai dan Qee membuat Ayyub pusing dan kehabisan akal.


Segala upaya telah dia lakukan, namun tak satupun membuahkan hasil. Terpaksa ia harus menghubungi Neera karena tidak ada jalan lain lagi.


Drrtt... drrrtt ...


"Assalamu'alaikum sayang"


"Wa'alaikumsalaam yang, kenapa ?"


"Sayang, apakah aku mengganggumu ?"


"Tentu saja, aku selesai memberikan ujian. Ada apa ?"


"Qalundra merajuk dan boys juga ikut menangis"


"Apa yang terjadi, kenapa bisa ?"

__ADS_1


"Aku hanya sedikit memarahi Qal karena dia tidak mau minta maaf pada anak yang dibuatnya menangis"


"Huffft yasudah, berikan ponselnya pada Qal, pindahkan ke panggilan video"


Ayyub mengikuti instruksi istrinya untuk memindahkan ke panggilan video kemudian memberikan pada Qal dengan dipegangi William.


"Hi William, sorry triplets merepotkanmu" ucap Neera berbasa basi pada penjaga itu.


"It's okay Mrs, aku senang dengan bayimu yang lucu-lucu ini.


"Thank you William, sekarang aku akan berbicara dengan Qal" ucap Neera lagi.


"Bunda..." rengek Qal setelah mendengar suara sang bunda.


Kini ia telah membalikkan tubuhnya menghadap ponsel dan menatap Neera yang ada didalam ponsel dengan linangan air mata.


"Baby, can you tell to bunda. What happen sayang ?" ucap Neera pada sang anak.


"Bunda., he he he is a a..." ucap Qal terbata-bata karena tangisnya yang mulai pecah.


"Okay baby, anak bunda yang pintar. Sekarang bunda akan ke tempat Qal sayang. Bisakah anak pintar bunda ini berhenti menangis, lihatlah Qai dan Qee juga ikut sedih bersamamu?" tutur lembut Neera pada putri kecilnya.


"Okay bunda, i will" ucap Qal tersedu sembari menahan tangisnya.


"Hmm sayang, i love you tunggu bunda ya anak pintar" ucap Neera.


"I love you too bunda" balas Qal pada sang bunda.


"William bisakah kamu berikan telponnya pada Qai dan Qee ?" pinta Neera pada William.


"Baiklah Mrs. sebentar" setuju William yang langsung mengarahkan layar ponsel pada sikembar.


"Babies kesayangan bunda, terima kasih kalian sudah ikut merasakan kesedihan Qal, tapi bisakah kalian berhenti menangis agar ayah dan uncle William tidak kesulitan. Terima kasih sudah menjaga Qal dengan baik, tunggu bunda datang okey, nanti kita akan ke triplets bakery okay ?" tutur Neera meminta pengertian dua putra kecilnya.


"Okay bunda" ucap keduanya mengangguk bersemangat mendengar triplets bakery.


"Okay sayang, i love you jagoan bunda" ucap Neera mengakhiri.


"We love you too bunda" ucap keduanya.


Sementara Ayyub hanya memperhatikan interaksi ibu dan anak itu, ia tidak habis pikir kenapa Neera bisa membela bersikap baik pada anaknya yang membuat masalah dan tidka memarahinya.



Thank you sudah menunggu bab ini, mohon maaf sebelumnya karena kemarin tidak up karena naskah autor masih belum lengkap.



Selmaat membaca please like dan comment ya gaiss, terima kasih 😘

__ADS_1



Salam sayang autor 💕


__ADS_2