Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 38


__ADS_3

Malam itu sepasang pasutri itu tengah duduk di kepala ranjang dengan posisi sang suami memeluk istrinya yang tengah bersandar di dada bidangnya.


"Sayang, ada satu hal juga yang ingin aku sampaikan padamu" ucap Neera lirih sembari mengelus tangan suami yang melingkar di perutnya.


"Apa itu sayang ?" tanya Ayyub mengarahkan Neera untuk menghadapnya.


"Mengenai triplets sayang"


"Bagaimana dengan mereka ?"


"Bisakah kamu lebih memepercayai mereka. Percayalah mereka anak-anak dengan hati baik aku yakin mereka tidak akan berulah jika tanpa alasan yang jelas" ucap Neera hati-hati.


"Hmmm" singkat Ayyub.


Mendengar itu Neera sedikit bergeser untuk menatap penuh suaminya.


"Sayang, aku tau kalian baru bertemu. Aku juga mengerti kamu ingin menjadi orang tua yang baik, mengajari mereka sopan santun dan meminta maaf. Tapi sayang, bisakah lain kali kamu melihat anakmu dulu baru beralih pada yang lain"


"Kamu tau sebenarnya mereka juga terluka dengan kejadian tadi, tetapi orang yang dia paling percaya dan sayangi tidak mendengarkannya, bagaimana menurutmu perasaannya" sambung Neera kembali.


"Iya sayang, maafkan aku. Aku tidak becus mengurusi mereka" ucap sedih Ayyub.


"Tidak sayang, kamu hanya belum terbiasa. Semua akan membaik seiring berjalannya waktu" ucap Neera membelai pipi suaminya.


"Jadi menurutmu, bagaimana aku harus memperbaiki ini. Mereka masih marah padaku" lirih Ayyub.


"Hey semangatlah, mana Ayyub yang aku kenal. Nanti aku akan bantu memeberi pengertian pada mereka, tapi untuk merebut kembali hati mereka kamu harus berjuang sendiri" ucap Neera menyemangati.


"Terima kasih sayang, sudah bersedia menerimaku kembali dan memberikan kesempatan untukku. Sekarang kamu tidak perlu lagi bekerja begitu keras, ada aku disamping kalian. Aku yang akan memenuhi kebutuhan kalian dan menjaga kalian seumur hidupku" ucap Ayyub sembari mengecup dalam kepala Neera.


"Kita sama-sama memberi kesempatan untuk kehidupan kita kedepannya" ucap Neera memeluk Ayyub.


"Ngomong-ngomong kamu enggak kerja sayang ?" tanya Neera penasaran.


"Hmm, aku mengambil cuti dan izin pemindahan tugas kesini" ucap Ayyub menjelaskan.

__ADS_1


"Bukankah kamu juga sudah di penerbangan international, kenapa harus pindah ?" tanya Neera penasaran.


"Benar sayang, tapi aku hanya ingin lebih sering kesini. Karena mulai sekarang aku akan pulang dan pergi dari sini" ucap Ayyub yakin.


"Bagaimana dengan keluargamu dan juga kekasihmu ?" tanya Neera.


"Stttt.., aku tidak ingin kita membahas itu. Kamu akan terkejut saat mengetahui semuanya. Aku akan secepatnya menyelesaikan masalah ini. Tapi berjanjilah satu hal, apapun yang terjadi bisakah kamu tidak melepaskan tangan ini dari genggamanku ?" jelas Ayyub panjang lebar.


"Hmmm, aku akan selalu berdo'a yang terbaik untukmu" ucap tulus Neera.


"Terima kasih sayang, tapi bukan hanya untukku tapi untuk kita" ucap Ayyub yang mulai nakal.


"Sayang, tanganmu itu bisakah serius sedikit ?" ucap Neera sembari menarik tangan suaminya.


Alangkah sialnya tangan Neera meleset menuju sesuatu yang panjang dan membuatnya mengeras.


"Astaga, maafkan aku. Aku sungguh tidak sengaja" ucap Neera yang akan menarik tangannya.


"Sayang ternyata kamu nakal juga, jika kamu menyesal kamu harus bertanggung jawab menidurkan dia kembali" bisik sensual Ayyub sembari meniup telinga Neera dan menahan tangannya tetap dibawah sana dan menggerakkannya naik turun.


Malam itu Neera memberikan service habis-habisan, dengan sabar ia melayani suaminya dari telentang, menelungkup, gaya merangkak, berdiri hingga menempel didinding semua mereka lakukan hingga subuh menjelang.


Tepat sebelum subuh mereka menyudahi dan mandi bersama-sama. Tentu saja mereka kelelahan apalagi Neera. Tubuh wanita itu terasa remuk dengan berbagai tanda merah menghiasi dari leher hingga kaki semua tidak terlewat.


"Ya ampun sayang, bisa-bisanya kamu menjadi singa lapar begini. Lihatlah seluruh tubuhku sekarang. Bagaimana kamu akan bertanggung jawab tentang ini ?" ucap Neera memperhatikan badannya di depan cermin.


"Hehe, maafkan aku sayang. Aku terlalu bersemangat. Tapi kamu memang nikmat dan bikin candu. Aku tidak bisa menahannya, bahkan sekarang aku juga mau lagi" ucap Ayyub nakal.


"Diamlah, tidakkah kamu lihat aku sudah tidak mampu lagi berjalan normal. Bagaimana aku akan mengerjakan pekerjaan rumah ?" tanya Neera memasang wajah kesal.


"Mau bagaimana lagi, salahkan kamu yang menjadi sangat nikmat, lembut, sempit dan kesat. Ah memikirkannya saja membuat juniorku bereaksi" ucap Ayyub menelisik tubuh Neera.


"Hentikan pikiran mesum itu, ahh aku sudah tidak berdaya lagi. Kamu seperti orang kesetanan" rutuk Neera.


"Tenanglah sayang, hari ini akj yang akan melayani kalian semua. Kamu hanya perlu duduk dan menginstruksikan semua padaku. Aku sarankan kamu juga mengambil cuti hari ini" ucap Ayyub tertawa lebar.

__ADS_1


"Tentu saja, bagaimana mungkin aku keluar rumah dalam keadaan seperti ini. Sekarang bisakah kamu menolongku keluar dan mengambil pakaiaku ?" ucap Neera yang sudah pasrah.


"Baikalah sayang, aku akan bertanggung jawab dengan ini hehe" balas Ayyub yang langsung menggendong Neera dan membawanya ke kamar.


Subuh itu Ayyub memakaikan pakaian Neera dan mengeringkan rambutnya dan membantunya mengenakan mukena kemudian sholat bersama.


Setelah menyelesaikan ibadah, Neera meminta Ayyub untuk mengantarkannya ke kamar tidur triplets takut mereka terbangun dan mencari Neera.


Benar saja, baru saja Neera diturunkan Ayyub di kasur Qeenan sudah bangun dan segera naik keatas pangkuan bundanya.


"Bunda mimik" rengek baby Qee.


Ayyub masih betah disana, ikut bersama Neera memandangi triplets satu persatu. Tiba-tiba saja tawanya hampir meledak melihat percakapan yang terjadi antara Neera dan Qee.


"Bunda, kenapa mimi bunda. Apakah sakit bunda ?" tanya polos Qee.


"Ah ini., digigit nyamuk sayang ?" jelas Neera yang baru menyadari bahwa bagian itu sudah penuh tanda merah.


"Mana mungkin sakit, itu sangat nikmat sayang" celutuk Ayyub mendapatkan tatapan horor Neera.


Tidak beberapa lama Qaivan juga bangun dan langsung naik keatas pangkuan Neera. Tentu saja hal ini membuat Neera sedikit ngilu karena pergulatan semalam.


Melihat itu Ayyub berinisiatif mengambil Qai dan menimbangnya sembari menunggu Qee selesai dengan ASI nya.


Bermula dari timangan berakhir dengan terbang-terbangan yang membuat Qai terkikik-kikik menarik perhatian saudaranya. Ia terlihat asyik diterbangkan kesana kemari oleh Ayyub tak lupa dengan backsound suara pesawatnya.


Tiba-tiba Qee sudah merengek ingin terbang juga. Perlahan mereka melupakan kejadian kemarin dan asyik bermain dengan ayahnya. Bahkan Qalundra yang kini sudah terbangun ikutan berebut terbang dengan dua saudaranya.


Selesai dengan becanda pagi mereka. Ayyub segera memandikan triplets dengan pengarahan Neera. Begitupun dengan memasak dan membersihkan rumah. Laki-laki itu menapati janjinya mengerjakan semua pekerjaan rumah dan membiarkan Neera bersantai.


Seharian itu mereka hanya menghabiskan hari di rumah. Bercerita mengenai hal-hal yang menarik perhatian mereka atau mengenai pesawat yang sangat mereka sukai.


Melihat ini Neera begitu bangga dengan Ayyub. Pria itu mampu menarik perhatian triplets kembali dan minta maaf kepada ketiga buah hati mereka. Kini semuanya telah akur dan melupakan insiden kemarin.


Sekali lagi, betapa bersyukurnya ia diberi kesempatan merasakan sebuah keluarga kecil yang penuh dengan cinta.

__ADS_1


__ADS_2