
Mendengar cerita teman dan adiknya, Neera memutuskan berbicara dengan Apa, tetapi apa mau dikata mereka akhirnya tidak bisa menghentikan kemauan Unj untuk menikah.
Setelah menikah Neera juga mendapatkan cerita dari adek mengenai rumah tangga mereka. Akhirnya Neera yang mengirimkan mereka uang jika kekurangan dan juga menggaji seorang baby sitter untuk anaknya.
Meskipun orang tua Neera kaya tetapi Neera tidak ingin menyusahkan mereka dengan berbagai alasan. Termasuk membebani pikirannya.
Oleh karena itu, setiap ada keluhan atau kendala maka Neera yang bertanggung jawab untuk itu. Tentu saja Neera tidak serta merta memberikannya.
Begitulah karakter Uni Neera dan keluarganya. Apa mau dikata, nasi telah jadi bubur. Inilah suratan yang harus dilewati.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka melanjutkan berbincang di ruang keluarga. Lebih banyak Ama bertanya mengenai anak dan cucunya disana. Selain itu mereka juga membahas pekerjaan Ayyub dan rencana mereka kedepannya.
Kurang puas hanya dengan bercerita maka mereka melakukan video call dengan Neera yang ada di seberang sana.
Berhubung perbedaan waktu 12 jam jadi mereka bisa leluasa berbincang dengan triplets dan Neera, tentu saja tiga bocah lucu itu yang mendominasi.
Orang tua Neera berbicara dengan mereka menggunakan bahasa minang, alhasil mereka bertiga juga fasih menggunakan bahasa ibu mereka itu.
Sedari kecil Neera memang sudah memperkenalkan banyak bahasa pada ketiganya. Dengan kapasitas otak yang mereka miliki ternyata ketiganya terbilang cerdas.
Sudah satu jam mereka bercengkrama hingga malam semakin larut dan akhirnya satu persatu memasuki kamar tidur, tak terkecuali Ayyub setelah meminta izin akan berangkat besok pagi.
Malam ini Ayyub tidur di kamar Neera, kamar dengan nuansa sejuk dan menggemaskan. Sesuai karakter istrinya itu. Perlahan Ayyub mempreteli satu persatu barang yang ada disana.
Membuka satu persatu lemari hingga matanya tertumpu pada satu kemeja dongker yang tergantung dideretan baju Neera.
Tentu saja ia mengenal itu, baju favoritnya. Hadiah yang diberikan Neera yang sesuai dengan seleranya sehingga selalu dipakainya jika ada kesempatan, bahkan Ayyub selalu membawanya saat terbang.
Pantas saja Ayyub kelimpungan mencari kesana kemari baju, ternyata istri cantiknya itu yang membawa pergi bersama dirinya. Senyum itu terukir dari bibirnya saat mengambil hanger yang terpasang dibaju itu. Wangi Neera, ahhh jadi rindu.
Kemudian matanya kembali tertuju pada kotak yang ada di bawah baju itu, kotak yang berjejer dengan berbagai ukuran.
Satu kotak berwarna biru yang menarik perhatiannya, matanya terbelalak saat membuka ternyata isinya semua surat dan hadiah yang pernah ia berikan dulu , bahkan bungkus es krim dan coklat juga ada setelah dicuci.
Tidak hanya itu, telpon genggam mode jadul saat Neera diasrama juga ada disana dan hebatnya masih menyala. Tiket makan, bill restoran bahkan hal terkecil apapun semua tersusun rapi disana.
Tangan kekar itu meraih satu bunga edelweiss dan terumbu karang. Bunga yang ia ambil di puncak gunung merapi sebagai lambang kesetiaan dan terumbu karang yang ia dapatkan dengan menyelam di dasar lautan sebagai tanda kekuatan cinta.
Ah.., istrinya ini memang luar biasa. Neera memang orang yang rapi dan teratur. Segala sesuai tertata dengan rapi dan teratur.
Dengan hati berbunga Ayyub terus mengeluarkan satu persatu barang bersejarah itu, ternyata Neera sedari dulu telah menyimpan rasa, begitu pikirnya.
__ADS_1
Puas mengobrak abrik kotak itu Ayyub beralih ke kotak yang lebih besar. Ia begitu penasaran dengan isi kotak-kotak yang berjejer itu, maka ia mengambil salah satunya dan mulai membuka.
Hati yang tadi tengah bermekaran redup seketika sesaat setelah ia membuka tutup kotak itu. Bukan hanya hadiah darinya ternyata Neera juga menyimpan semua hadiah yang ia dapatkan. Dari yang berharga tinggi sampai yang bernilai.
Bukannya Ayyub tidak tau, sedari dulu Neera memiliki banyak pengagum baik itu terang-terangan maupun rahasia. Seketika darah Ayyub terasa mendidih.
Istrinya itu bukanlah wanita semampai yang menjulang bak model atau perempuan dengan barang branded dan make up mahal.
Namun Neera memiliki sejuta pesona ditunjang dengan wajah yang tidak hanya cantik tetapi juga manis tiada habis. Kharisma yang terpancar sangat kuat dan mampu menarik siapapun yang melihat.
Meskipun tidak tinggi bahkan terkesan pendek Neera memiliki tubuh yang proporsional dan seksi. Meskipun ia berusaha menutupinya dengan pakaian yang menjulur tetapi tetap saja tergambar jelas.
Ditambah lagi Neera juga memiliki selera fashion yang bagus, ia selalu tampil stylist dengan gayanya. Semua pakaian yang ia kenakan seolah memang hanya dihususkan untuknya. Sense nya memang tinggi di bidang ini.
Semakin melihat berbagai benda itu semakin tinggi gejolak emosi di diri Ayyub sehingga ia memutuskan untuk menelpon istri luar biasanya itu.
"Assalamu'alaikum yang"
"Wa'alaikumsalaam, ada apa Uda, kenapa belum tidur. Bukannya disana sudah malam Da?" tanya Neera dengan suara lembutnya.
Seperti tersiram air, hati yang tadi panas seketika sejuk bagai menemukan oase.
"Hmmm kangen yang" hanya itu yang mampu keluar dari mulut Ayyub.
"Tadi kan bukan sama kamu yang, sama triplets. Lagian banyakan orang rumah, Uda cuma jadi penonton"
"Kenapa belum istirahat, memangnya besok Uda berangkat jam berapa ?"
"Jam 5 subuh yang, aduh jadi makin kangen denger suara kamu yang"
"Mulai deh gombalnya"
"Istriku yang cantik lagi apa ?"
"Lagi ngawasin triplets ini dirumah sambilan baca laporan"
"Aduduh kasiannya istriku yang sibuk, jangan terlalu capek ya yang, istiraht yang cukup buat menanti kedatangan Uda"
"Iya Uda tenang saja. Uda hati-hati ya berangkatnya besok. Jangan ugal-ugalan diudara sama jangan jelalatan matanya"
"Ya nggak mungkin lah yang Uda ugal-ugalan diudara apalagi sampe jelalatan. Cukup kamu satu aja Uda penuhi jiwa dan raga Uda"
__ADS_1
"Aduh, kenapa sih Uda gombal terus dari tadi"
"Ituloh sayang, Uda lagi usaha ini. Uda takut aja Neera berpaling ke lain hati"
"Eh, maksudnya Uda ?"
"Uda banyak saingannya, kalau gak hati-hati banyak yang antri dibelakang"
"Loh, hubungannya apa Uda ?"
"Kamu itu banyak yang suka, Uda takut aja nanti kehilangan kamu sayang. Mana tau kamu nanti berpaling kalau Uda udah gak hot dan romantis lagi"
"Hmmm yakali, sudah ada buntutnya juga"
"Gak ngaruh itu yang, buktinya waktu itu masih aja ngejar kamu"
"Terus Uda gak percaya sama Neera ?"
"Bukannya gitu yang, Uda gak percayanya sama lelaki yang ada diluaran sana"
"Sebenarnya Uda kenapa sih jadi begini" kesal Neera.
"Itu yang, Uda lihat kotak hadiah kamu banyak banget, mana mahal-mahal lagi"
"Ya ampun Uda, itukan cuma hadiah lagian juga udah masa lalu"
"Iya tapi tetap aja intinya banyak yang suka kamu"
"Udah deh yang, jangan dibikin repot kayak gitu. Ntar beneran kejadian baru tau rasa"
"Eh, eh ngak ah yang. Jangan ngomong gitu dong sayang"
"Ya makanya, fokus aja sama masa depan kita. Wong udah jadi bapak tiga anak masih aja kayak bocah"
"Ya habisnya kamu cantiknya keterlaluan sih jadi harus ekstra dijaga"
"Yaudah, Uda gausah mikir yang macam-macam lagi. Istirahat yang cukup dan selalu ingat Allah"
"Iya sayangku, cintaku, kasihku. Kamu juga baik-baik disana ya. Apa-apa kabari Uda, titip buah hati kita. I Love you istri"
"Love you too suami, Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumsalaam, have a nice dream. muachh"
Akhirnya panggilan itu terputus dan tentu saja Neeralah yang memutuskan.