
Setelah lebih dari dua minggu berkelana akhirnya kini Ayyub sudah akan kembali ke Edinbrug. Tempat dimana anak dan istri tercinta.
Tadi pagi Ayyub sudah menghubungi istrinya mengatakan bahwa kini ia tengah terbang dari London menuju Edinbrug.
Sedikit sedih, Ayyub yang mengharapkan sambutan yang hangat dan heboh harus menelan kekecewaan karena istri cantiknya itu terlihat biasa saja bahkan terkesan datar dan tidak peduli.
Lebih parahnya lagi mereka mengatakan bahwa hari ini sudah ada jadwal dan tidak bisa menunggu kepulangan ayah tercinta.
Akhirnya dengan senyuman legowo Ayyub menerima itu semua, bagaimana lagi jika memang mereka tidak ada di rumah saat Ayyub datang nanti.
Sementara itu dikediamannya, Neera dan triplets tengah mempersiapkan spanduk penyambutan dengan tulisan "Welcome Home Ayah, We Love You ♥️" yang bercoret kreatifitas ala triplets.
Mereka sedang menyiapkan surprise untuk ayah mereka yang nantinya akan dibawa ke bandara.
Sebenarnya saat menelpon tadi Neera hanya berpura-pura. Sedikit tidak tega dengan wajah sedih suaminya tetapi apalah daya ia harus melakukan itu demi kelancaran kejutan mereka.
Setelah mengetahui jadwal kepulangan Ayyub beserta jamnya Neera mengajak kompromi ketiga buah hatinya untuk nanti menyambut sang ayah dengan lebih dahulu memberikan theraphy shock hehe.
Mereka bersiap-siap dengan dress code jeans dipadu biru. Selalu triplets menggunakan pakaian yang sama dengan Neera tetapi sicantik Qal menggunakan topi pink sementara dua kakaknya menggunakan topi biru.
Rambut Qalundra yang sudah mulai panjang menjadi pembeda jenis kelaminnya karena ketiganya memiliki wajah yang sangat mirip susah untuk dibedakan.
Hari ini pilihan Neera jatuh pada celana jeans dengan blus biru cerah yang dipadu dengan warna hijab yang sama.
Sedangkan bagian bawah Neera menggunakan sepatu sneaker dengan tapak berwarna putih yang senada dengan tasnya.
Terlihat santai tetapi trendi, ia tau suaminya nanti akan protes lagi karena saat ini ia terlihat beberapa tahun lebih muda ditambah baby face nya.
Semua orang akan berikir bahwa ia sedang pergi bersama adiknya. Hal inilah yang selalu diwanti-wanti sang suami. Ayyub akan sering mengomel jika ada orang yang mengajak Neera berkenalan karena mengira Neera yang masih anak kuliahan bahkan SMA.
Persiapan sudah rampung dan sekitar sejam lagi Ayyub akan mendarat di bandara Edinbrug. Oleh sebab itu Neera dan ketiga anaknya meluncur menuju lokasi penjemputan sang ayah.
__ADS_1
Hanya membutuhkan waktu setengah jam mereka sudah sampai di bandara international negara itu. Selesai memarkirkan mobil Neera mengajak ketiga buah hatinya untuk santai sejenak di starbuck sembari menunggu waktu kepulangan Ayyub.
Sebenarnya Neera membawa stroller di mobil untuk berjaga-jaga jika triplets rewel dan tidak mau berjalan sendiri tetapi Neera hanya membawa kain gendongan saja karena melihat suasana hati triplets.
Tiga puluh menit berlalu begitu saja, terdengar penggumuman dari pengeras suara bandara bahwa pesawat yang Neera yakini dibawa oleh suaminya mendarat.
Tidak perlu terburu-buru karena Neera tau bahwa seorang pilot adalah orang yang akan turun belakangan jadi ia membiarkan tripletsnya menghabiskan kue mereka masing-masing.
Selang lima belas menit barulah mereka berjalan mendekati pintu kedatangan dengan membawa semua perintilan yang sudah disiapkan untuk sang ayah.
Cukup lama mereka menunggu hingga akhirnya keluar segerombolan kecil awak kabin dengan seragam perusahan mereka. Salah satu diantaranya terdapat seorang pilot tampan, tinggi dan berbadan tegap dengan travel bag dan sebuah kotak yang lumayan besar dalam tentengannya.
Dari jauh saja Neera sudah tau kalau itu suminya tetapi sayangnya lelaki yang menggunakan kaca mata hitam itu tidak menangkap mereka ia hanya fokus pada pintu keluar yang satu lagi.
Mengetahui itu Neera menyuruh triplets menyoraki ayah mereka dan memanggil, tetap saja tidak mendapatkan respon karena ternyata suaminya itu menggunakan headseat bluetooth.
Terang saja itu membuat Neera kesal hingga akhirnya tanpa Neera sadari si cantik Qalundra berlarian ke arah sang ayah dengan diikuti kedu saudaranya dengan spanduk yang mereka bawa.
Segera Ayyub menyingkirkan headseat dan kaca mata yang sengaja ia gunakan untuk mengusir kesedihan dan kekecewaan yang dirasakannya pasca telpon tadi pagi dengan istrinya.
"Ayah....." sorak Qal yang masih berusaha meraih gendongan ayahnya.
"Ayah....." terdengar lagi dua sorakan dibelakangnya.
"What ?! Babies kenapa kalian bisa ada disini ?" tanya Ayyub yang kaget mendapati triplets.
"Masyaallah, ini sangat luar biasa" ucap Ayyub yang matanya sudah berkaca-kaca membaca tulisan hasil karya triplets di pegangan tangan kecil dua jagoannya.
"Miss you ayah" sorak ketiganya yang langsung menubruk kaki panjang itu.
"I miss you and love you more babies. Thank you sudah menyambut ayah pulang" ucap Ayyub yang telah merengkuh triplets dan menghujaninya dengan ciuman di seluruh wajah mereka.
__ADS_1
"Welcome Home ayah, we love you" ucap ketiganya yang juga memeluk Ayyub erat dan menciumnya sekaligus.
"Kalian kesini dengan siapa ?" tanya Ayyub heran karena tadi pagi istrinya bilang bahwa ia memiliki jadwal kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Bunda" jawab polos mereka.
"Loh dimana bunda ?" tanya Ayyub yang semakin berbinar wajahnya.
"Disana Ayah" tunjuk mereka menuju seorang wanita yang mencolok diantara pengunjung yang ada disana.
Menyadari pandangan mereka, Neera segera mengalihkan pandangan dan berpura-pura melihat sesuatu. Tentu saja ia masih malu dengan hal romantisme seperti itu.
Lain jika di rumah ia akan bebas dan tenpa beban tetapi ini didepan umum, sungguh ia tidak akan sanggup melakukannya akan sangat canggung.
"Wiuh ada cewek, gila cantik banget pakai apa itu namanya" samar terdengar suara dibelakang Ayyub.
"Hijab" sambung teman yang satunya.
"Inilah gila, top punya. Kece sekali ini cewek, kelihatannya masih muda. Segar lagi, ajak kenalan yuk" sambung beberapa teman yang lain.
Ayyub yang menyadari itu segera melihat arah pandang anggota timnya yang ternyata juga sedang memperhatikan istri cantiknya itu.
Saat itu juga kadar kecemburuannya naik sehingga tanpa merasakan lelah ia membawa ketiga anaknya beserta tentengannya yang lumayan berat itu sekaligus.
Neera yang melihat itu menjadi khawatir, sehingga mau tak mau ia berjalan kearah suaminya yang sudah memerah seluruh muka dan telinganya.
Tanpa aba-aba Neera langsung mengambil alih tentengan Ayyub yang jelas-jelas memiliki roda tetapi malah diangkatnya.
"Ayah, kenapa ayah angkat semuanya. Nanti tangan ayah sakit mana triplets beratnya juga sudah bertambah" omel Neera.
Tetapi percuma omelan Neera tidak digubris Ayyub karena pilot itu tengah memperhatikan wajah manis dan imut istrinya yang sibuk menurunkan semua tentengannya.
__ADS_1