Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
Kehidupan di Kerajaan Part 2


__ADS_3

"Ayahanda kemana bunda?" Tanya Pangeran Tara.


"Ayahmu beberapa hari ini sedang tidak enak badan. Beliau sedang menjalani perawatan di ruangannya. Aku harap kamu tidak menganggunya terlebih dahulu" Jawab Sang Ratu.


"Tapi ayahanda tidak sakit parahkan bunda? Pantas saja, aku tidak melihat ayahanda datang di perlombaan tadi" Jawab Pangeran Tara.


"Ha? Apa kamu tadi melihat perlombaan memanah?" Tanya Sang Ratu dengan sedikit terkejut.


"Iya bunda, aku menemani Shata" Jawab Pangeran Tara.


"Salam Yang Mulia Ratu. Maafkan saya yang terlambat memberi hormat kepada anda karena saya tidak ingin mengganggu pertemuan anda dengan Pangeran" Ucap Shata.


"Iya, aku sudah mengenalmu. Terima kasih telah menjaga anakku dengan baik selama ini. Tolong jaga dia seterusnya, jadilah pengawal yang setia" Jawab Sang Ratu.


"Siap Yang Mulia Ratu" Jawab Shata.


"Kalau begitu, bunda akan pergi menemui ayahmu dulu, sebentar lagi pelayan akan membawakanmu makanan, dan jangan lupa untuk membersihkan diri, kamu bau sekali" Ucap Sang Ratu sembari menggoda Pangeran Tara.


"Arrghh... Bunda.. Meskipun bau yang penting aku tetap tampan, Bukan begitu Shata?" Jawab Pangeran Tara sembari tersenyum.


"Iya Pangeran" Jawab Shata.


"Kamu memang tidak berubah, Ya sudah bunda pergi dulu" Jawab Sang Ratu sembari pergi meninggalkan Pangeran Tara dan Shata.


......................


"Ratu tidak pernah berubah ya Pangeran, Beliau tetap cantik seperti dulu" Ucap Shata sembari tersenyum.


"Iya, bundaku memang wanita tercantik" Jawab Pangeran Tara sembari memakai topengnya kembali.


"Yang Mulia Pangeran, Makanan anda telah datang" Ucap Penjaga.

__ADS_1


"Ya, Silahkan bawa masuk" Jawab Pangeran Tara.


Pelayan itupun memasuki ruangan Pangeran Tara, memberi hormat padanya, meletakkan makanan di meja dan langsung pamit meninggalkan ruangan.


"Wah.. Harum sekali baunya. Shata cobalah dahulu, tetapi sedikit saja, jangan kamu habiskan" Ucap Pangeran Tara.


"Apakah tidak apa-apa Pangeran? Tapi saya paham maksud Pangeran, Baiklah akan saya coba terlebih dahulu" Jawab Shata.


Shatapun mencoba makanan itu satu-persatu. Ada Nasi, Sup ayam, Perkedel kentang, dimsum, dan segelas susu.


"Aman Pangeran" Ucap Shata.


"Baiklah, ayo kita habiskan berdua" Ucap Pangeran Tara.


"Tapi Pangeran.. Bukankah itu.."Jawab Shata


"Kamu mau membangkang perintahku?" Jawab Pangeran Tara.


"Tttt-idak Pangeran" Jawab Shata.


"Baik Pangeran dengan senang hati" Jawab Shata.


Mereka berduapun menghabiskan semua makanan itu.


"Pangeran, bolehkah saya izin untuk kembali ke bangunan saya? Saya belum merapikannya, terlebih lagi saat ini sudah larut malam, lebih baik Pangeran segera beristirahat, biar saya juga yang membawa piring-piring kotor ini ke luar" Ucap Shata.


"Baiklah kalau begitu, akupun tahu kamu juga pasti sangat lelah. Besok aku akan menceritakan mengenai siapa Zio" Jawab Pangeran Tara. .


"Baik Pangeran. Terima Kasih banyak. Saya Pamit" Ucap Shata sembari membawa piring-piring kotor tersebut.


"Iya" Jawab Pangeran Tara.

__ADS_1


Ketika Shata keluar ruangan. Pangeran Tarapun membersihkan dirinya dan langsung beristirahat, dia sangat lelah dan bahagia karena saat ini dia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Meskipun dulu sebenarnya dia sangat berat ketika di perintahkan raja untuk meninggalkan istana tetapi ini semua demi kebaikannya.


Ya, ketika raja membicarakan mengenai keinginan Pangeran hidup bersama rakyat di kuil adalah hanya alasan saja. Dia memang sengaja membuka percakapan seperti itu di hadapan Bayraza, Ayah Shata karena dia tahu, Bayraza memiliki anak yang pandai memanah dan Bayraza ingin menjadi pengabdi dewa di kuil. Sehingga, ketika Bayraza mengirimkan surat kepadanya, dengan senang hati dia menyetujui permintaan Bayraza.


......................


"Ini dibawa ke mana ya?" Ucap Shata bingung akan meletakkan di mana piring-piring kotor yang dibawanya.


"Heeiii.." Sapa seorang pelayan perempuan.


"Mengapa kamu berdiri disini sembari membawa piring-piring kotor ini?" Tanya Pelayan.


"Eehh.. ini piring kotor bekas makanan Pangeran, tapi aku tidak tahu harus meletakkannya di mana karena ini hari pertamaku di istana" Jawab Shata.


"Oh pantas saja, sini biar aku yang membawanya" Ucap Pelayan sembari mengambil piring-piring kotor yang di bawa Shata.


"Terima Kasih" Jawab Shata.


"Oh, iya nama kamu siapa?" Sambung Shata.


"Shabrina, aku pelayan disini, kalau kamu?" Jawab Pelayan. Ya, Pelayan itu bernama Shabrina.


"Aku Shata, pengawal pribadi Pangeran" Jawab Shata.


"Oh.. Kamu pengawal pribadi Pangeran, Ya sudah aku mau meletakkan ini dulu, sudah larut malam" Ucap ShAbrina.


"Em.. Baiklah, hati-hati" Jawab Shata.


"Ya, terima kasih" Jawab Shabrina sambil tersenyum.


Merekapun berpencar menuju ruangan yang mereka tuju masing-masing. Shabrina menuju dapur untuk membersihkan piring kotor, Shata menuju ruangannya untuk merapikan bawaanya serta beristirahat.

__ADS_1


Sesampainya di bangunan miliknya, Shatapun bergegas merapikan barang-barang yang dia bawa.


"Astaga..!! Aku lupaaa.."Ucap Shata sembari mengangkat buntalan berwarna putih.


__ADS_2