Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 115


__ADS_3

Pegelaran fashion yang sukses besar membawa dampak yang sangat bagus bagi usaha Neera. Bahkan semua series yang keluar sudah sold out dan memberikan keuntungan bagi perusahaannya.


Kebahagiaan itu tidak serta merta membuat Neera lupa untuk bersyukur. Dalam setiap sujud selalu Neera ungkapkan pada Sang Pencipta.


Hari ini adalah hari terakhir mereka di Paris karena esok hari Neera sudah harus pulang karena senin ia harus ke kampus lagi.


Oleh sebab itu hari ini Neera membawa semua tim yang terlibat dengannya beserta model yang mereka libatkan untuk makan malam bersama sebagai perayaan kesuksesan mereka.


Neera sudah membooking satu restoran penuh sebagai ungkapan terima kasihnya disamping bayaran yang telah mereka terima.


Sementara di bandara internasional negara itu terlihat seorang pria tampan berseragam pilot dengan kaca mata dan masker sembari mendorong tas kerjanya menuju pintu keluar. Segera ia memasuki mobil jemputan yang sebelumnya telah ia kabari.


Sebenarnya Ayyub berencana langsung balik ke Edinbrug karena saat ia Paris maka esok pagi ia sudah harus kembali lagi ke rumah mereka karena menurut istrinya Neera harus ke kampus lagi lusa.


Maka malam ini ia putuskan ke Paris untuk melebur rindu yang sudah menggunung. Biarpun lelah Ayyub tetap memilih untuk menemui istrinya beberapa jam lebih cepat.


Berdasarkan berita yang telah didengarnya pagelaran Neera sukses besar dan saat ini mereka tengah merayakannya di salah satu restoran papan atas yang berada di area Menara Eiffel.


Untuk itu Ayyub menyempatkan diri membelikan bouquet bunga yang sangat cantik dan menulis sendiri kartu ucapannya.


Berhubung perjalan panjang yang ia tempuh dan badan yang terasa kurang nyaman Ayyub memutuskan mandi sebentar ke hotelnya agar lebih fresh dan bersih saat berjumpa dengan anak dan istrinya.


Setelah menyelesaikan urusannya Ayyub segera melangkah menuju mobilnya yang ada di hotel tersebut sembari membawa satu bouquet bunga yang sangat indah tanpa merasa malu.


Tidak membutuhkan waktu yang panjang karena area restoran yang Neera pilih sangat dekat dengan hotel mereka dalam kawasan Menara yang menjadi ikonik Kota Paris itu.


Derap langkah yang tegas dan berkarisma ditambah aura yang kuat membuat seorang pria tinggi dengan tubuh tegap itu menjadi pusat perhatian seketika.


Semua mata tertuju padanya saat ia mulai memasuki pintu restoran yang dibuka oleh pegawai yang ada disana.


Dengan pakaian casual namun elegant ditambah kaca mata hitam dan masker menunjang tubuh kekar yang dimiliki pria itu.


Langkah tegas itu terus mengikuti arah pandangnya pada seorang wanita yang saat itu tengah disibukkan dengan ketiga balita kecil disampingnya sehingga ia sama sekali tidak mengetahui bahwa saat itu ruangan sudah senyap akibat semua timnya terperangah.


Semua orang makin dibuat bingung saat pria itu mendekati bos mereka dan mendekat dibelakang kursinya.

__ADS_1


Belum habis keterkejutan mereka akan kedatangan pria itu kini makin diperparah oleh sosok tampan yang baru saja membuka maskernya dan mencium kepala bos mereka dari arah belakang kursinya.


Sontak semua orang mengeluarkan suara tanpa komando saat tiba-tiba pria itu memeluk Neera dari belakang dan memberi kecupan dipipi kirirnya.


Neera yang terkejut segera menoleh kebagian kiri dan tidak mendapati wajah seorang yang memberinya kecupan itu oleh sebab itu ia kembali menoleh kekanan dan secara tiba-tiba Ayyub kembali mencuri satu kecupan dibibir sexy istrinya.


Suasana makin riuh menyaksikan pemandangan yang penuh dengan keuwuan. Sementara Neera sudah sangat malu terbukti dengan mukanya yang telah memerah.


Namun demikian ia tetap menjaga wibawanya dengan berusaha bersikap biasa saja. Neera berdiri dari kursinya dan menyalami dan mencium punggung tangan suaminya.


Hal itu dibalas oleh Ayyub dengan memberikan satu bouquet bunga cantik dan pelukan hangat.


"Congrat Sayang, I'm so proud of you. I miss you and love you so much Honey" bisik Ayyub saat ia merangkuh tubuh mungil dan hangat itu.


"Thank you Uda, i love you and miss you more" balas Neera kembali.


Pemandangan itu makin membuat para hadirin disana semakin penasaran siapa sebenarnya sosok pria tampan tadi.


Namun mereka tidak berani berkomentar atau menanyakan karena mereka tau bahwa tidak boleh mengorek informasi pribadi bos meskipun tidak tertulis tetapi itu merupakan aturan tertulis.


Mereka juga paham bahwa tidak boleh membagikan apapun itu pada media sosial atau dalam bentuk apapun kehidupan pribadi desainer sekaligus pengusaha muda itu.


Dengan senyuman menawannya Ayyub menghampiri buah hatinya itu dan mengendong sekaligus triplets yang sudah mengenbangakan tangannya hendak digendong.


Makin bertambah jiwa kekepoan mereka, sungguh mereka sama sekali tidak tau apa arti panggilan 'ayah' itu karena tidak satupun disana yang mengerti panggilan itu.


Hanya dua asisten Neera yang dibawanya dari Edinburg yang mengetahui itu karena mereka sudah lumayan lama bekerja dengan bos cantik itu.


Setelah meletakkan kembali buah hatinya Ayyub kembali kedekat Neera dan mengusap lembut kepala istrinya yang ditutupi hijab itu.


"Hi guys, let's i introduce you all guys with him. He is my partner of life and one of my special person in mylife, Mr. Kaisar or you can call him Ayyub"


(Hi semua, biar saya memperkenalkan kalian dengan orang disebelah saya ini. Dia adalah teman hidup saya dan merupakan salah seorang yang spesial dihidup saya, Bapak Kaisar atau kalian bisa memanggilnya Ayyub)


Neera memperkenalkan suaminya untuk menghargai sesama. Setidaknya dia berusaha percaya sedikit untuk berbagi walaupun tidak secara jelas.

__ADS_1


Sangat tidak sopan jika mereka makan dalam satu meja tetapi tidak saling kenal terasa aneh dan tidak nyaman.


"Hi everyone, nice to meet you guys. Thank you for support Zee in this even and i hope you all always being him in the next" (Hi semua, salam kenal senang berjumpa dengan kalian. Terima kasih sudah mendukung Zee di acara ini dan saya harap kalian akan selalu bersama dengannya untuk selanjutnya)" sapa Ayyub pada semua tim Neera.


Semua heboh membalas sapaan Ayyub karena pada dasarnya Ayyub merupakan orang yang pandai membawa diri dalam setiap tempat.


Jadilah malam itu mereka duduk bersama dalam satu meja besar dan panjang yang sengaja disatukan.


Ayyub memilih duduk disamping Neera dan menyapa beberapa orang yang ada didekatnya.


"Uda kapan sampai, sudah makan belum" tanya Neera berbisik pada suaminya.


"Baru saja sayang, Uda belum makan. Lapar sekali sayang, capek juga" balas Ayyub disertai tatapan dalam yang penuh cinta.


"Yasudah, mau makan apa biar Neera pesankan yaa" tanya kembali Neera pada suaminya.


"Punya kamu saja sayang, nanti kamu pesan yang baru lagi. Uda sudah lapar sekali toh didepan meja kita juga sudah tersedia banyak makanan" tunjuk Ayyub pada jejeran makanan itu.


"Yasudah makan Uda, biar Neera pesan steak sama spagetti lagi" putus Neera.


Neera kembali memanggil pelayan yang berada didekat mereka untuk memesan kembali sembari menggeser piringnya pada kedepan Ayyub karena ia berpikir suaminya memang sangat lapar dan tidak bisa menunggu lagi.


Namun saat wanita cantik itu selesai memesan makanan itu tetap utuh tanpa berkurang sesikitpun, bahkan sendoknya masih berjejer rapi disamping piring.


"Loh Uda, katanya lapar banget kenapa belum dimakan itu. Apa sudah dingin ?" tanya Neera memastikan.


"Suapin sayang" bisik Ayyub yang mulai bertingkah.


"Ya ampun Uda, suap sendiri saja disini banyak orang malu dilihatin. Triplets saja makan sendiri" bisik Neera kembali yang greget dengan tingkah suaminya.


"Sayang..., Uda capek banget gak sanggup nyuap sendiri dari bandara langsung kesini belum makanan sama sekali sejak dipesawat, ayolah sayaaaaang" rengek Ayyub kembali yang membuat Neera kehabisan kata-kata.


Ingin Neera mengacuhkan permintaan aneh suaminya itu tetapi dia yakin setelah ini suami ajaibnya itu akan semakin menjadi jika tidak dituruti.


Akibatnya dengan menahan perasaan malunya Neera menyuapi bayi besar itu yang kini tengah menampilkan senyum penuh kemenagan dan membuat Neera ingin menimpuknya.

__ADS_1


Jujur saja Neera terkadang dibuat bingung oleh kepribadian suaminya. Sebenarnya dia tipikal pria dingin tidak tersentuh. Penuh wibawa dan kharisma yang tinggi. Namun saat bersamanya semua itu runtuh seakan tersapu gelombang tapi terkadang di satu waktu dia juga bisa bersikap cuek dan acuh secara tiba-tiba.


'Huft nasibmu Neera, punya suami gini amat' batin hati wanita itu


__ADS_2