
Seperti janjinya semalam, Ayyub hari ini mengajak keluarga kecilnya bermain ke luar. Seperti biasa, Neera akan menggunakan masker dan kaca mata hitamnya.
Sudah lama sekali mereka tidak membawa triplets main keluar akibat kesibukan Ayyub beberapa bulan belakangan. Terakhir saat mereka ke kebun binatang bersama Papa dan Mama Ayyub.
Hari ini mereka berencana ke waterboom karena triplets merengek ingin naik perosotan dan ingin bermain wahana air.
Maka disinilah mereka sekarang, menghabiskan waktu bersama keluarga. Neera menggunakan baju renang muslimahnya sementara Ayyub menggenakan kaos dalaman dan celana pendek longgar. Berbeda dengan triplets yang memang menggunakan baju renang imut dengan gambar lumba-lumba.
Ketiganya begitu bahagia saat bermain air bersama ayah dan bundanya. Berlarian kesana kemari, menaiki seluncuran, mengapung dengan pelampung besar. Semua hal mereka coba tanpa ada rasa takut.
Malahan Ayyub dan Neera yang dibuat kewalahan oleh tingkah ketiganya yang tidak mau diam. Saat masih memegangi yang satu yang lain sudah kabur entah kemana.
Akhirnya Ayyub dan Neera membagi tugas terkadang harus berpisah mengikuti kemauan triplets yang berbeda-beda.
"Anaknya kembar ya Mbak, mereka lucu sekali" sapa seorang ibu yang juga tengah mengawasi anaknya bermain.
"Iya Bu, mereka kembar tiga. Satu lagi bersama ayahnya" jawab Neera tak kalah ramah.
"Wah.. pasti lucu sekali. Hebohnya dapat, riwehnya juga ya mbak. Tetapi mereka tampan sekali. Apakah ayah mereka orang luar mbak" kepo ibu itu.
"Bukan Bu, ayahnya juga orang kita" jawab Neera sembari matanya tetap mengawasi triplets.
"Wah, beruntung sekali mbaknya bisa mendapatkan anak-anak yang lucu tiga sekaligus" puji ibu itu pada Neera.
"Alhamdulillah Bu" balas Neera ramah.
"Zaman sekarang kita memang harus mencari pendamping yang tampan tapi juga harus selaras dengan sikapnya mbak" oceh ibu itu yang mulai menggosip.
Sejujurnya Neera ingin pergi dari sana tetapi Qai dan Qee masih anteng dan betah bermain bersama anak dari ibu itu akhirnya Neera harus bertahan dan mengulas senyum saja menanggapi curahan hati ibu itu.
"Tetangga aku ya Mbak, kok miris sekali hidupnya. Terkadang aku juga kasihan tapi gak bisa bantu" oceh ibu itu.
__ADS_1
"Memang sih suaminya tampan tapi apa gunanya jika ringan tangan dan main perempuan. Bahkan hampir tiap malam loh mbak dia bawa perempuan pulang ke rumah istrinya" celoteh ibu itu yang masih berlanjut.
"Beruntung mereka belum punya anak, kan kasihan juga ya mbak anak mereka yang akan jadi korban atas perilaku orang tuanya. Katanya sih istrinya mandul. Kasihan juga mbak itu, kalo aku mah langsung kabur saja pulang ke rumah orang tuaku. Tapi ya mbak, gosipnya istrinya itu diusir dari rumah gara-gara membela suaminya itu, eh sekarang malah suami yang dipertahanin ini memperlakukannya seperti hewan" ibu itu terus berceloteh panjang lebar yang mau tak mau harus masuk ke telinga Neera.
Beruntung tidak begitu lama Qai dan Qee sudah mendekati bundanya dan menarik tangannya untuk mencari ayahnya dan Qal.
"Maaf Bu, saya duluan ya Bu. Anak-anak sudah meminta diantar pada ayah dan saudarinya" pamit Neera yang diangguki ibu itu.
Neera segera beranjak dan beristigfar sembari membaca do'a majlis dalam hatinya. Secara tidak sengaja telinganya mendengar gosip yang takutnya akan mengotori hatinya.
Setelah lama berputar-putar akhirnya mata Neera menangkap pemandangan yang begitu menggelitik perutnya. Ayyub yang sedang menaiki duyung-duyung imut berwarna pink sangat kontras dengan badan besar dan kekarnya.
Siapa lagi yang memaksa lelaki itu jika bukan putrinya. Neera yang tidak tahan terpaksa harus melepaskan tawanya yang seketika menarik perhatian sekitar.
Dengan raut wajah tidak enaknya Neera sedikit membungkuk sembari mengucap maaf pada beberapa orang yang ada di dekatnya.
Namun, bukan hal itu yang lebih menarik perhatian mereka terutama kaun lelaki. Tawa lepas Neera mampu menyihir mata orang-orang yang melihatnya. Apalagi melihat senyum dengan lesung pipit yang dalam membuat mereka mabuk kepayang dan menghentikan kegiatan mereka untuk sejenak.
Tanpa aba-aba ia segera mengangkat tubuh kecil putrinya dan melangkah tergesa-gesa menuju pinggir kolam tempat istri dan kedua jagoannya tengah berdiri.
"Sayang" teriak Ayyub yang belum juga sampai pinggir sudah memanggil Neera dengan lantang sehingga wanita itu semakin malu.
Bukannya berhenti Ayyub semakin menjadi dengan merangkul mesra istrinya dan berbicara dengan nada yang lumayan keras.
Neera yang sudah memerah mukanya akibat malu segera mengajak anak-anaknya pergi dari sana. Namun, suaminya itu terus berseru memanggil sayang dengan lantang yang membuat Neera pura-pura tidak dengar.
Sampai di kursi santai tempat barang mereka berada, Neera membalut triplets dengan handuk mereka yang juga bergambar lumba-lumba dengan topinya yang lucu.
"Sayang, kenapa sih Bunda jalannya cepat-cepat kan Ayah jadi ketinggalan" protes Ayah tiga anak itu.
"Ayah itu tadi berisik sekali, Bunda jadinya malu kan kita bukan di rumah ayah. Kata bunda kita harus sopan, gak boleh teriak-teriak. Bisa mengganggu orang banyak" omel Qee pada ayahnya.
__ADS_1
"Tapi sayang, kalau ayah tidak kasih tau mereka kalau bunda sayangnya kita nanti bunda diambil sama mereka gimana. Qee gak lihat tadi kalau mata mereka ada hatinya saat menatap bunda" bela Ayyub pada anaknya yang membuat kening putra kecilnya itu berkerut.
"Ayah, sudah deh yah. Jangan ajarin anaknya yang aneh-aneh sayang. Sudah Nak, sekarang anak bunda mau maem apa sayang" peringat Neera pada suaminya lalu beralih pada anaknya.
"Qai mau spagetti, roti bakar terus sama jus jeruk bunda" ujar Qai setelah mengangkat tanggannya.
"Qal mau crumble egg, risotto, pisang keju sama jus semangka bunda" giliran gadis kecil itu yang melistkan keinginannya.
"Kalau Qee mau apa Nak" tanya Neera yang melihat Qee masih terdiam seperti orang tengah memikirkan sesuatu.
"Bunda, disini ada kue ubi yang ada kelapa sama gulanya itu tidak Bunda ?" tanya bocah tampan itu dengan wajah penuh harap.o
"Tidak ada sayang, Qee pingin makan kue itu lagi ya ?" tanya Neera yang dijawab anggukan lesu putranya.
Neera tau yang dimaksud putranya itu adalah gethuk yang beberapa hari lalu ia buat. Kue yang berbahan dasar ubi itu begitu disukai lidah ketiga buah hatinya terutama Qee.
"Yasudah, InsyaAllah nanti bunda buatkan lagi ya sayang. Sekarang Qee makan apa yang ada saja ya Nak, biar perutnya terisi dan tidak masuk angin" ujar Neera yang diangguki balita tampan itu.
"Sekarang Qee mau maem apa sayang, sini pilih sama bunda Nak" bujuk Neera yang akhirnya dituruti Qee.
Balita itu duduk dipangkuan bundanya sembari melihat buku menu dan memilih makanan dan minuman dibantu oleh bundanya.
Akhirnya pilihan Qee jatuh pada macaroni pasta, ayam madu dan jus melon. Sementara Neera memilih soup buntut dan nasi begitu juga dengan Ayyub yang memilih nasi goreng daging mozarella.
Mereka bercanda sembari menunggu pesanan datang. Sesekali Ayyub akan menjahili triplets yang akhirnya membuat anak mereka kesal dan mengadu pada bundanya.
Kebahagiaan mereka terasa lengkap, melihat tawa yang terbit diwajah polos ketiganya membuat Ayyub dan Neera selalu bersyukur dan menghargai proses yang ada.
Sungguh indah rencana Allah, Neera yang saat itu memutuskan untuk hidup sendiri bersama buah hatinya malah terketuk untuk menerima Ayyub kembali sementara Ayyub yang sudah putus harapan dengan skenario yang tak terduga dipertemukan kembali dengan belahan jiwanya yang ternyata sudah melahirkan tiga malaikat kecil.
Qualitity time bersama keluarga seperti ini memang sangat dibutuhkan. Mengingat kesibukan Ayyub belakangan dan pekerjaannya yang selama ini memaksanya jauh dari keluarga begitu memanfaatkan momen bahagia ini bersama anak dan istrinya.
__ADS_1