
Setelah menyelesaikan meeting yang cukup menguras isi kepalanya Ayyub segera berjalan menuju ruangannya. Ia sudah sangat merindukan kehangatan bersama keluarga kecilnya.
Sampai di ruangannya Ayyub sudah melihat anak dan istrinya berganti baju dan Neera tengah menyuapi triplets.
Memang benar adanya, setelah triplets bangun tidur Neera memandikan ketiganya agar lebih segar dan menyuapi mereka makanan karena ketiganya masih lemas akibat jetlag.
Jadilah Neera memesan makanan berat dan menyuapi buah hatinya sembari melihat pemandangan kota dari gedung tinggi itu. Ya, mereka sangat menyukai lampu-lampu kota yang terlihat berkilauan dari gedung setinggi ini.
Ruangan Ayyub yang berdinding kaca membuat mereka lebih mudah mengamati, ketiganya duduk sembari bertanya banyak. Sementara Neera juga sibuk menyuapi mereka sembari menjawab semua rasa ingin tau balita-balita kesayangannya.
Saat melihat pemandangan indah itu Ayyub segera bergabung, melepas jas dan menaikkan kemeja hingga siku lantas ia ikut lesehan di karpet tebal yang ada di salah satu sisi kantornya.
Melihat triplets makan membuat perut Ayyub berbunyi protes juga meminta jatah mereka. Sedari tadi menguras pikiran membuat perutnya kosong ditambah melihat lahapnya triplets membuat Ayyub jadi semakin terpacu untuk makan.
Melihat istrinya yang kerepotan menyuapi triplets membuat Ayyub berinisiatif mengambil makanan yang ada diatas meja, mencuci tangannya dan mengambil minum lalu mendekat pada istri dan anaknya.
Duduk lesehan di lantai ia makan sembari menyuapi Neera dari satu kotak dan sendok yang sama. Melihat kedatangan ayah mereka triplets menjadi semakin antusias dan bertanya banyak hal pada ayahnya.
"Ayah, bolehkah Qee main disini sepulang sekolah nanti yah ?" tanya Qeenan yang berpindah ke pangkuan ayahnya.
"Tentu saja boleh sayang, kelak ini akan menjadi milik anak-anak ayah tersayang" jawab Ayyub yang membuat mereka bertepuk tangan.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana bisa Bunda dan anak-anak kesini ?" tanya Ayyub yang sudah penasaran sejak tadi.
"Surprise sayang, triplets sudah rindu dengan ayahnya begitu juga dengan ayahnya kan sayang" ungkap Neera yang dibalas kecupan lembut di kening dari suaminya.
"Alhamdulillah akhirnya ayah bisa bertemu bunda dan anak-anak. Launching apartemen ini membuat ayah tidak bisa pulang ke Edinbrugh padahal sudah rindu sekali" curhat Ayyub pada istrinya.
"Alhamdulillah yah, bunda juga ternyata ada kerjaan disini. Rencananya bunda mau laporan sama ayah tapi berhubung penempatannya disini jadi bunda bawa triplets sekalian" lapor Neera pada suaminya.
"Tidak apa sayang, jadi nanti sekolah triplets bagaimana yang ?" tanya Ayyub kembali.
"Triplets sekolah disini untuk sementara yah, nanti mereka akan masuk di yayasan yang sama hanya untuk beberapa bulan selama bunda tugas disini, tetapi bunda juga belum pasti kedepannya yah" jelas Neera ada suaminya.
"Apa kantor bunda jauh dari sini sayang ?" tanya Ayyub kembali.
"No sayang, bunda hanya boleh pergi dengan sopir jika ayah terbang selain itu ayah yang akan antar jemput bunda dan triplets" titah Ayyub yang harus disetujui Neera.
"Baiklah yah, tapi nanti jika ayah sibuk jangan memaksakan diri ya. Toh pekerjaan bunda disini juga agak longgar jadi bunda bisa mengantar jemput triplets" jawab Neera sekaligus saran pada suaminya.
"Tidak ada yang lebih penting dari Bunda dan anak-anak sayang, segalanya untuk kalian" ungkap Ayyub yang menatap istrinya penuh makna.
"Jadi nanti kita akan tinggal dimana yah ?" tanya Neera pada suaminya.
__ADS_1
"Disini ayah punya rumah dan beberapa apartemen, ada satu yang dekat dan berada di pusat kota. Apartementnya private dan fasilitasnya juga lengkap, ada taman bermain anak juga. Jika di rumah mungkin jaraknya sedikit jauh dari tempat kerja dan sekolah triplets. Menurut bunda lebih baik dimana ?" jelas Ayyub sekaligus menanyakan pendapat suaminya.
"Menurut bunda lebih baik di apartemen untuk sementara ini yah, mengingat pekerjaan dan kesibukan ayah jadi nanti saat ayah lembur tidak akan terlalu lelah di perjalanan, mungkin nanti saat weekend kita bisa tinggal di rumah untuk berganti suasana dan agar triplets juga bisa main sepuasnya" saran Neera pada suaminya.
"Baiklah, ayah akan menyuruh orang untuk membersihkan apartemen dan menata barangnya, memastikan tidak ada yang membahayakan triplets disana. Jadi untuk malam ini kita tidur di rumah saja ya sayang karena besok juga hari minggu sekalian kita beristirahat" putus Ayyub yang diangguki Neera.
"Oke ayah, tapi sepertinya bunda dan triplets harus menguras dompet ayah karena bunda hanya bawa baju penting saja, bunda tidak bisa bawa banyak barang hehe" ungkap Neera cengengesan yang membuat iya mendapatkan gigitan manja dipipi dari suaminya.
"Baiklah besok setelah istirahat kita pergi shopping apapun yang bunda dan anak-anak butuhkan, sekalian belanja kebutuhan sehari-hari dan dapur" putus Ayyub yang disambut sorak bahagia semuanya.
Sehabis makan mereka membereskan ruangan yang sedikit berantakan akibat mainan triplets, membawa turun tas dan koper Neera dan triplets.
Malam ini mereka menuju rumah yang sudah Ayyub siapkan untuk anak dan istrinya. Rumah yang memang dibangun Ayyub jika kelak Neera dan buah hati mereka pindah kesini. Sebuah rumah besar dengan halaman yang luas yang terletak di kawasan elite, bahkan rumah Ayyub sendiri terletak di lahan yang begitu luas dibelakangnya terdapat danau buatan yang indah.
Disana juga ada lapangan tenis dan golf sehingga anak-anak mereka kelak dapat bermain dengan sangat puas. Ayyub sengaja menyiapkan rumah yang sangat besar juga karena ia sangat ingin mempunyai anak yang banyak dari Neera karena Ayyub sangat yakin bahwa Neera akan selalu mendidik anak-anaknya dengan baik.
Neera yang sudah sedikit lelah berjalan dengan tertatih beruntung Ayyub selalu peka sehingga Neera sangat merasa terbantu dengan papahan suaminya.
Sementara triplets sudah lebih dahulu berjalan menuju lobby perusahaan karena Ayyub sudah memerintahkan petugas vallet untuk menyiapkan mobilnya.
Malam ini sebelum pulang Ayyub berencana membawa Neera ke rumah sakit khusus ibu dan anak untuk memastikan kandungan Neera dalam keadaan baik.
__ADS_1
Sesampai di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan praktek dokter karena sebelumnya Ayyub sudah meminta sekretarisnya mencarikan dokter kandungan terbaik untuk mendampingi kehamilan istrinya selama disini.
Alhamdulillah semua dalam keadaan baik, hanya saja Neera butuh istirahat yang banyak karena terlalu lama berada dalam perjalanan, selain itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mereka tidak perlu membeli vitamin lagi karena sebelumnya Neera sudah mendapatkan vitamin dari dokter kandungannya yang ada di UK.