Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 128


__ADS_3

Menjelang sholat subuh mereka menghentikan kegiatan mereka dan membersihkan diri. Setelahnya sholat berjamaah dan mengaji bersama.


Neera menyarankan Ayyub untuk tidur karena sedari datang ia sama sekali belum tidur ditambah drama tangisan dan pergulatan mereka diranjang cukup menguras tenaga.


Setelah memastikan Ayyub tertidur Neera keluar kamar dan mengecek triplets di kamar utama mereka. Ternyata ketiganya masih anteng dibawah selimut.


Neera memutuskan memasak sarapan karena setelah Ayyub bangun nanti mereka akan keluar untuk mencari oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia.


Neera membelikan banyak sekali barang karena ia harus membagikan juga pada saudara Apa dan Ama ditambah beberapa tetangga rumah mereka yang pasti tau kepulangannya.


Begitulah kehidupan di kampung, saling memberi bahkan kabar sekecil apapun akan merambat kemana-mana dan berakhir menjadi rahasia umum.


Namun, sisi positifnya mereka semua saling mengenal dan saling bantu jika terjadi kesusahan. Kontras sekali dengan kehidupan di kota yang terkesan individualisme.


Selesai membuat sarapan Neera packing baju dan keperluan mereka karena cukup lama mereka akan berlibur. Beberapa koper rencananya nanti akan Neera kirim ke alamat apartemen Ayyub di Jakarta.


Acara pulang ini merupakan rencana surprise yang Neera siapkan. Oleh sebab itu, ia tidak memberi kabar pada keluarganya di kampung. Juga tidak mengirimkan barang ke alamat rumahnya.


Selesai dengan acara packingnya kini Neera beralih ke acara cuci baju. Tidak mungkin mereka pergi meninggalkan sesuatu yang kotor. Menjelang besok baju ini akan kering dan tinggal disimpan.


Setelahnya Neera membersihkan rumah. Menyedot debu, mengepel dan mengelap semua bagian rumah. Tidak lupa beberapa barang Neera tutupi dengan kain agar nanti tidak berdebu.


Selagi asyik berperang dengan peralatan bersihnya Neera dikejutkan oleh kedatangan Baby Qee.


"Bundaa....." bayi gemoy itu langsung memeluk kakinya yang sedang membentangkan kain putih.


"Ya Baby, sudah bangun ya sayangnya bunda ?" gemas Neera yang langsung mengangkat tubuh gembul itu dan menciuminya.


"Bunda..., meme.." rengek baby Qee pada Neera.


"Memenya dari botol ya sayang, bunda buatkan dulu" ucap Neera hendak berjalan ke dapur.


"No Bunda, meme Bunda.. " rengek Qee dengan bibir yang mulai mencebik.

__ADS_1


Alhasil Neera kembali tidak tega dan memberikan apa yang diinginkan putranya.


"Sayang, pintarnya bunda. Qee kan sebentar lagi sudah mau tiga tahun. Jadi memenya nanti pakai botol ya" bujuk Neera pada si tengah itu.


Percuma saja Neera berkoar-koar entah balita itu mendengarkannya atau tidak yang jelas ia hanya melambai-lambaikan tangannya.


Akhirnya Neera mengusap-ngusap kepala si tampan itu sembari membacakan do'a-do'a agar kelak anaknya sholeh dan menjadi insan yang berguna.


Lama juga mereka bersenda gurau hingga akhirnya Qee kenyang dan melepaskan sumber nutrisinya itu.


Setelah berpelukan dan memberikan ciuman sebanyak mungkin Neera membawa putranya untuk dimandikan setelah agar bisa sarapan.


Kebetulan juga pada saat Neera ke kamar Qai dan Qal juga sudah bangun dengan muka bantal dan rambut kusut yang terlihat sangat menggemaskan.


Neera memasukkan mereka semua ke dalam bathub setelah membuka baju ketiganya. Sengaja Neera menggunakan air hangat agar triplets tidak masuk angin mandi dipagi hari.


Tidak membutuhkan waktu lama Neera telah selesai memandikan ketiganya. Segera ia keringkan badannya dan dipakaikan baju.


Selesai memakai baju Neera membiarkan mereka main sebentar sembari membereskan kamar bekas tidur mereka. Lalu akhirnya membawa triplets ke meja makan untuk sarapan.


Tidak seperti kebanyakan negara di Asia disini semua orang terbiasa melakukan semuanya sendiri. Jarang sekali ditemukan asisten rumah tangga.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Neera menjadi bingung sendiri. Hari ini ia hendak mengurus beberapa hal tetapi ia juga tidak mungkin meninggalkan triplets.


Dilain sisi Neera juga kasihan melihat Ayyub yang baru saja tertidur selepas subuh. Setelah menimbang beberapa saat akhirnya Neera memutuskan untuk membawa triplets toh ia juga hanya menyerahkan beberapa berkas dan menyampaikan pemberitahuan kepada para pegawainya.


Mengendarai sedan BMW putihnya Neera bergegas menuju kampus dan mendatangi kantor administrasi. Melaporkan perihal liburan yang diambilnya dan menyerahkan beberapa tugas pada asiatennya. Tidak lupa juga ia menanda tangani beberapa berkas penting dan berpamitan pada Dekan dan beberapa rekan kerjanya.


Setelahnya Neera menuju sekolah triplets karena jarak yang tidak terlalu jauh. Neera menyerahkan surat izin triplets untuk empat bulan kedepan dan membiarkan triplets mengucapkan selamat tinggal untuk guru dan teman-temannya.


Selesai dari sekolah mereka menuju klinik Neera dan mengadakan rapat darurat. Sementara triplets Neera biarkan bermain dengan peliharaan yang ada disana sambil diawasi salah seorang pekerjanya.


Neera menginformasikan kepergiannya selama beberapa bulan, memberi arahan dan tanggung jawab serta meminta mereka untuk bekerja dengan sepenuh hati meskipun tidak ada dirinya. Neera juga mempercayakan klinik pada managernya sekaligus dokter hewan juga dan meminta ia untuk melaporkan kepada Neera setiap perkembangan.

__ADS_1


Hal yamg sama juga Neera lakukan di Triplets bakery dan floris. Sedikit berbeda dengan perusahaan fashionnya. Neera tetap bekerja tetapi dari jarak jauh karena biasanya sistematika kerjanya juga seperti ini.


Neera meminta desain yang akan keluar musim besok dan meminta asiatennya untuk selalu mengabarinya tentang setiap perkembangan.


Neera membawa beberapa baju, tas, sepatu hingga accesoris yang nanti juga akan dibawanya untuk keluarganya dan keluarga Ayyub. Neera juga membawa baju sampel dan make up yang akan rilis bulan depan.


Jadi jangan dikira baju Neera yang begitu banyak karena ia suka belanja padahal itu semua adalah sampel yang selalu dikirimkan padanya untuk final check dan akhirnya menjadi pakaiannya.


Selesai semua dengan urusan pekerjaan dan sekolah triplets, Neera menypatkan sedikit berbelanja oleh-oleh karena takut nanti tidak cukup waktu. Oleh sebab itu, ia menyicil membeli beberapa barang dan makanan yang sekiranya bermanfaat dan disukai keluarganya.


Setelah lelah menjelajahi pusat perbelanjaan Neera mengajak triplets untuk makan eskrim dan beberapa cake yang langsung disambut gembira ketiganya.


Barulah setelah puas akhirnya mereka pulang ke rumah setelah lelah berjalan setengah hari ini.


Neera yang tidak melihat tanda-tanda kehidupan segera mengecek suaminya ke kamar yang mereka tempati semalam mengingat sarapan di meja juga tidak tersentuh.


Sesuai dugaannya, ayah tiga anak itu masih telentang indah dibawah selimut tebalnya tanpa atasan.


Mengingat triplets yang belum mengetahui kepulangan ayahnya membuat Neera jadi memikirkan sebuah ide brilliant.


"Triplets sayang, sini nak" panggil Neera.


"Iya bunda ?" tanya ketiganya yang sudah berada didepan bundanya.


"Kalian kangen ayah gak ?" tanya Neera antusias.


"Iya bunda, apa kita akan beetemu ayah bunda ?" tanya Qal begitu semangat.


"Ssst... ayah ternyata sudah pulang dan lagi ada di kamar. Ayo cepat kita ke tempat ayah" ajak Neera.


Ketiganya langsung berbinar, muka mereka seketika cerah begitu mengetahui ayahnya ada dirumah. Tanpa aba-aba mereka langsung berlari memasuki kamar itu dan menyerbu ayahnya di atas tempat tidur empuk.


Seperti perkiraan Neera hal ini berhasil membangunkan suaminya yang kini terjaga dengan tidak indahnya. Terkejut oleh teriakan dan timpaan anak-anaknya.

__ADS_1


Ketiganya berebut memeluk sang ayah sembari meneriakan kata ayah berkali-kali tepat didepan muka bantal itu sementara yang diteriaki masih berusaha mengumpulkan nyawanya dan menetralisir sisa keterkejutannya.


__ADS_2