
Sebenarnya Ayyub tidak pernah menginstruksikan penyambutan yang berlebihan seperti itu, biasanya ia hanya ditunggu oleh asisten pribadi, para sekretaris dan bagian costumer service sekalian mereka akan melaporkan kegiatan sembari berjalan, terkadang menyampaikan materi meeting sehingga efisien di waktu.
Kini Ayyub memberi pemakluman atas sabutan ini, mungkin juga karyawannya ingin tau mengenai atasan mereka oleh sebab itu Ayyub berhenti sejenak lalu menatap semua pegawainya baik itu dari direksi atau bagian dibawahnya.
"Selamat pagi semuanya, hari ini terima kasih sudah berkumpul disini kebetulan pagi ini saya datang bersama putra dan putri kebanggan saya, ini Qaivan Filius Zaneera Kaisar, Qeenan Filius Zaneera Kaisar dan princess Qalundra Filiae Zaneera Kaisar.
Beberapa diatara anda mungkin sudah melihat mereka bersama istri saya tapi mungkin nanti mereka akan sesekali ketempat kalian dan bertegur sapa karena rasa ingin tahu ketiganya, mohon pengertiannya semoga mereka tidak merepotkan anda semua, terima kasih dan selamat bekerja" sambutan Ayyub yang dibalas riuhan tepuk tangan dan bungkukan hormat bahkan triplet juga ikut-ikutan membungkuk seperti para pegawai ayahnya.
Mereka semua tiada henti membicarakan Ayyub dan triplets yang jelas saja memiliki wajah yang sama, kelucuan dan kecerdasan triplets selalu menjadi buah bibir mereka.
Betapa ketiganya bersikap sopan meskipun mereka hanya pegawai ayahnya bahkan ada yang mempertanyakan kapan bos besar mereka membuat anak secantik dan seganteng itu semetara yang mereka tau lelaki itu gila kerja dan selalu sibuk setiap harinya. Mereka hanya tidak tau bahwa lelaki itu selain rajin bekerja juga rajin mengerjai istrinya.
Ayyub membawa triplets ketingkat paling atas, ruang kerja ayah mereka yang kini disebelahnya sudah ada ruangan bermain dan istirahan untuk triplets. Setelah mengantar ketiganya keruangan bermain Ayyub berbicara pada triplets.
"Sekarang ayah harus bekerja dulu, kalian bermain disini dan selalu ingat keselamatan okay ! Apa ayah bisa meninggalkan kalian disini ?" tanya Ayyub yang dijawab iya oleh Qai dan Qal sementara Qee tetap diam.
"Kenapa Qee, apakah Qee tidak mau bermain disini ?" tanya Ayyub yang dijawab gelengan bocah lucu itu.
"Ayah, boleh Qee ikut ayah kerja ? Qee akan bantu ayah dan tidak akan merusuh" janji Qeenan yang disanggupi ayahnya.
__ADS_1
"Baiklah, Qee ikut ayah sementara Qai dan Qal akan bermain disini, kalau kalian lapar atau haus minta pada tante didepan ya nak, makanan kalian juga sudah disiapkan bunda di dalam tas ayah akan taruh dimeja ini, apakah kalian bisa berjanji bahwa akan baik-baik saja selama ayah tinggal ?" tagih Ayyub kembali.
"Insya Allah Ayah, kita akan baik-baik disini" jawab keduanya yang langsung dipeluk dan dicium Ayyub.
Lalu Ayyub keluar sembari memegang tangan Qee dan diikuti oleh asiaten pribadinya. Sampai di meja sekretaris Ayyub berpesan untuk sesekali memantau dua anaknya di ruangan bermain dan minta tolong dipenuhi jika kedua buah hatinya meminta sesuatu.
Lima sekretaris disana mengangguk sopan dan membungkuk sejenak sementara kepala sekretaris ikut meeting bersama Ayyub.
Qee berjalan penuh percaya diri diikuti oleh ayahnya sementara dibelakang asisten dan sekretaris Ayyub terus memberikan informasi mengenai materi maupun peserta meeting hari ini.
Sampai di depan ruangan megah itu sekretaris Ayyub maju membukakan pintu mempersilahkan atasannya masuk. Semua orang yang sudah hadir di ruang rapat berdiri menyambut bos besar akantetapi semuanya terkejut saat yang datang adalah anak lelaki manis dengan usia sekitar 3 tahun dengan santainya balita itu berjalan lalu berusaha duduk di kursi paling depan yang masih terlihat tinggi untuknya.
Sontak saja hal itu membuat para peserta rapat terkejut bukan main karena kursi yang ditempati oleh anak lelaki itu merupakan kursi khusus presdir perusahaan besar yang bahkan untuk menyentuh saja mereka tidak berani.
Sementara sang Presdir kini memilih menggunakan kursi lain dan mengalah dengan posisi disamping balita yang kini sudah duduk dengan percaya dirinya.
"Sebelum memulai agenda rapat pada pagi hari ini, saya kali ini tidak sendiri yang duduk disamping saya adalah salah saeorang putra saya, Qeenan. Jadi kalian rapat saja seperti biasa karena Qee merupakan anak yang cerdas dan tidak akan mengganggu jalannya rapat" titah Ayyub yang diangguki semuanya, setelahnya mereka menunduk sejenak lalu kembali duduk saat Ayyub mempersilakan mereka dengan kode.
Assiten membuka rapat kali ini lalu segera mempersilakan bagian direksi menyampaikan rencana proposal pembangunan hotel yang akan segera mereka dirikan di Swiss.
__ADS_1
Memang rencana ini sudah jauh hari Ayyub sampaikan untuk segera digarap oleh bagian perencanaan. Karena negara Swiss sendiri merupakan negara potensial yang menyugukan keindahan alam yang menjadi daya tarik touris untuk berkunjung kesana.
Setelah lebih dari lima belas menit direktur perencanaan menyampaikan rencana kerjanya yang sangat detail melalui proyektor yang tersedia sang asisten kembali menyerahkan pada Bos yang terlihat dingin dengan kening berlipat.
"Ya, apakah dari kalian ada yang memberikan masukan atau tanggapan mengenai rancangan proyek besar yang akan kita laksanakan ini ?" tanya Ayyub yang selalu mendengar saran apaapun dari bawahannya.
Tetapi melihat semua orang diam ia merasa gondok sendiri, baginya proposal ini terasa kurang bahkan hatinya pun tidak ada tertarik seperti biasanya padahal ini adalah proyek yang sangat ia nantikan.
Seketika suasana mencekam diiringi tatapan tajam bos besar yang siap mencabik-cabik mangsanya.
Tiba-tiba tanpa diduga balita yang tengah sibuk dengan ipad itu menepuk-nepuk lembut tangan singa yang siap mengamuk, ayahnya yang kini terpaksa mengendurkan kembali wajahnya.
"Ada apa sayang ?" tanya Ayyub sembari membawa Qee dalam pangkuannya.
Jantung para peserta rapat kembali normal saat balita kecil itu menyelamatkan karir mereka dari ancaman kemarahan bos. Meski awalnya mereka sangsi dengan kehadiran balita itu tetapi kali ini ia adalah dewa penolong bagi puluhan orang yang sudah gemetaran di kursi mereka.
"Ayah, hotel yang dibilang Mr. tadi tidak bagus, Qee tidak suka ayah. Lebih bagus ayah buat seperti ini, ada gaya seperti ini ayah, terus pakai batu cantik yang ada digedung-gedung disana. Nanti yang sebelah sini ada kacanya terus ada tangga yang seperti ini yah, jadi bagus kan" celoteh Qee khas anak kecil sembari mencorat-coret ipad yang ada di tanganya.
Ayyub mendengarkan dengan cermat perkataan putranya. Ayyub sungguh kaget pada awanya ia memberikan ipad pada Qee untuk membunuh kebosanan buah hatinya tetapi setelah melihat coretan sketsa kasar yang ditunjukkan Qee Ayyub sangat yakin bahwa putranya itu menyimak apa yang disampaikan bawahannya tadi.
__ADS_1