Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 14


__ADS_3

 


Waktu terus berjalan menjadi lembaran hari, meninggalkan mingguan bahkan bulan. Kini usia triplets telah menginjak 24 bulan. Mereka tumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat


Kemampuan linguistik ketiganya berkembang pesat. Apalagi Qeenan, sepertinya bakat kepintaran Qeenan sudah makin jelas terlihat. Pria kecil itu mudah mengingat sesuatu, bahkan dia mampu mengetahui kosa kata sulit sekalipun.


Bicara mereka sudah lancar, hanya terkendala di beberapa huruf yang sulit seperti r dan s. Mereka menggunakan lima bahasa sekaligus, Neera tidak pernah mengajarkan mereka dengan paksa.


Triplets berbicara bahasa inggris dan jepang di rumah karena Neera tidak ingin mereka kesulitan untuk bersosialisasi di lingkungannya nanti jika tidak menggunakan bahasa inggris.


Mereka mulai berbahasa prancis ketika Neera sering membawa mereka ke Paris untuk mengurus bisnis fashionnya. Sehingga mereka sering berinteraksi dengan suplyer Neera yang ada disana.


Bahasa indonesia mereka dapatkan saat berbicara dengan keluarga Neera, bahkan orang tua Neera berbicara dengan bahasa daerah.


Semenjak kepulangan keluarganya dahulu Neera sudah kembali ke rutinitas biasanya. Setiap hari dia mengajar di kampus, dan praktek di klinik hewan.


Neera hanya datang ke kampus jika ada jam mengajar atau ada keperluan lain. Semenjak pendidikan S3 nya selesai Neera lebih lega dan memiliki lebih banyak waktu.


Toko kuenya kini sudah memiliki satu cabang lagi. Tidak ada perbedaan yang mencolok bagi mereka selain sekarang Neera lebih sering keluar negri untuk mengajar atau menghadiri seminar. Tentu saja dia mengajak triplets bersamanya.


Kini Neera tengah bersiap-siap pergi ke London untuk mengisi sebuah seminar profesi. Karena jarak Edinburg dan London memingkinkan Neera sehari pulang pergi maka dia tidak membawa triplets. Mereka tinggal dengan nanny nya.


Maka subuh itu ketika Neera selesai ibadah dia memberitahukan buah hatinya. Mereka memang biasa bangun di jam itu karena mereka mengikuti bundanya ibadah dan setelah itu mereka akan tidur lagi.


 


"My Babys, bunda hari ini harus pergi ke London, bunda tinggal sebentar it's okay ?"


jelas Neera.


"How long bunda ?" Qalundra.


"Maybe a day, bunda pergi pagi ini setelahnya bunda pulang saat malam nanti?" tutur Neera.


"Tidak bicakah kita ikut bunda ?" Qeenan.


"Oh sayang, terlalu melelahkan untuk kalian. Bunda hanya pergi ke kampus terus pulang lagi" terang Neera memberi pengertian.

__ADS_1


"Okay bunda, jangan telalu lama dan pulang cebelum hali belganti" Qaivan.


"of course honey, i do" balas Neera dengan senyuman.


"Sekarang kalian lanjutkan tidur dan bunda akan bersiap-siap" Neera mulai bangkit.


"Bunda..., can i have ?" tutur Qalundra lirih.


"Oh baby, your a big girl now ? Neera berdiri dan menatap lekat Qalundra.


"Please bunda." balas Qalundra dengan puppy eyes.


"Oh baiklah baby, bunda menyerah" Neera langsung duduk dan secepat itu pula Qalundra naik kepangkuan Neera dan mendapatkan apa yang dia mau.


 


Mereka memang sudah di suruh berhenti ASI tapi ternyata sangat sulit, walaupun sudah diganti dengan susu berbagai rasa mereka tetap tidak mau, untuk ini mungkin Neera harus mengurangi secara pelan-pelan dan lagipun ASI nya masih keluar.


Setelah ketiganya tidur kembali, Neera segera bersiap dan langsung memakai baju kerjanya berupa blazzer dengan celana bahan. Hari ini dia memilih warna navy dengan kemeja dalam berwarna putih.


Dengan penampilan ini Neera terlihat lebih matang dan dewasa. Maka lain halnya jika dia menggunakan pakaian non formal akan terlihat seperti gadis usia belasan.


Nanny triplets telah datang, Neera sudah mengatakan apa yang harus di lakukannya hari ini, dan minta tolong menjaga triplets sampai dia pulang nanti.


Setelahnya segera dia memacu mobil menuju bandara Edinburg agar tidak ketinggalan pesawat. Neera akan membiarkan mobilnya di parkiran bandara agar nanti ketika pulang dia tidak perlu mencari kendaraan lain.


Neera telah melakukan check in sebelumnya dan hanya perlu mengganti tiket dengan boarding pass di mesin mandiri yang ada di sana.


Kemudian dia segera berjalan menuju ruang tunggu dan sebelumnya melintir ke salah satu cafe yang ada di sana untuk membeli coklat panas dan roti sebagai sarapan.


Sekitar 1 jam 22 menit dia sampai di bandara London. Untung saja mereka menyediakan bisnis class sehingga Neera dapat bekerja dengan leluasa menggunakan tablet nya. Sepertinya panitia acara juga menyediakan jemputan bandara.


Dengan langkah pasti wanita yang terlihat mengagumkan itu keluar dari kabin pesawat dengan memasang sun glasses untuk menutupi mata indahnya.


Tetap saja bulu mata lentiknya masih terlihat karena kaca mata yang digunakan bening biru. Hal ini dilakukan Neera selain untuk melindungi matanya dari cahaya matahari berlebihan juga menambah kesan dewasa.


Sembari berjalan menuju lift Neera sibuk mencari ponsel di tas tangan yang digunakan. Dia terlihat sedikit sibuk dengan dirinya, sehingga tidak memperhatikan jalan di depannya.

__ADS_1


Brukk...


Suara benturan yang begitu keras mengejutkannya. Semua isi tas Neera berhamburan. Oh Tuhan disanalah hp itu, terlambung di dekat sepatu orang di depan, oh tidak ! baru saja dia menabrak lebih tepatnya menubruk orang di depannya yang sepertinya masih berdiri disana.


"Astaga, apakah aku gila. Kenapa bisa-bisanya aku ceroboh begini" gerutu kecil Neera.


Perlahan dia menaikkan pandangannya menyusuri sepatu kulit kemudian celana hitam, baju putih, oh astaga kenapa orang ini sangat tinggi.


Sepertinya dia seorang pilot, dengan sedikit kecemasan Neera mengangkat kepalanya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa orang yang di tabraknya.


Pantasan saja dia yang terpental, pria di depannya selain tinggi badannya menjulang juga tegap dan keras. Penuh dengan otot-otot yang terbentuk indah.


"Sayang, kamu kah itu ?"


 


Suara yang sangat dikenalnya, pria itu di depannya. Bagaimana ini, dengan tergesa-gesa Neera memungut barang yang jatuh, sayang dia melupakan satu kartu.


Dengan sedikit menundukan kepala dia berdiri dan membungkuk sebagai ungkapan maaf pada orang di depannya.


 


"Neera, aku tau itu kamu. Aku tidak mungkin salah orang" pria dengan seragam pilot itu mencekal tangannya.


"Sorry sir" hanya itu kata yang keluar dari wanita cantik itu.


Lantas wanita itu berlari menuju lift yang hampir menutup meninggalkan seorang pria yang menanap nanar kearahnya. Sungguh pilot itu ingin mengejar wanita mungilnya hanya saja suara dari pengeras suara di bandara memaksanya untuk segera pergi.


Segera dia berbalik dan ketika akan berjalan dia menemukan sesuatu di bawah sepatunya yang membuat bibirnya terangkat membentuk sebuah lengkung.


Langsung dia pungut potongan kertas kecil berbentuk persegi panjang dengan deretan huruf dan angka itu dan di masukkan dalam sakunya. Seakan itu adalah benda paling berharga yang di punyanya.


"Akhirnya aku menemukanmu, sudah cukup selama ini kamu bermain. Bahkan sekarang kamu semakin luar biasa cantik dan memukau. Bagaimana bisa aku melepaskanmu disaat kamu semakin sexy dan menggemaskan" lirih pria itu.


Setelahnya pria itu melangkahkan kaki panjangnya sembari menarik koper kecil di satu tangannya dan berjalan meninggalkan tempat itu dengan hati yang berbunga.


 

__ADS_1


__ADS_2