
"Cepat katakan pada mama, apa yang kamu lakukan pada Hanna ?" todong mama Ayyub.
"Aku tidak melakukan apapun ma?" jawab Ayyub tanpa rasa bersalah.
"Lalu kenapa dia tiba-tiba membatalkan perjodohan kalian padahal mama lihat dia sangat menyukaimu ?" tuding mamanya lagi.
"Mana aku tau ma, mama tanya sendiri padanya" acuh Ayyub sembari menyesap minumannya.
"Terus apa yang kalian bicarakan diluar tadi ?" tanya sang kakak.
"Dia hanya mengatakan hal yang sama" jawab lelaki tampan itu datar.
"Kenapa kakak terima begitu saja diputuskan olehnya" sambar Nola.
"Mau bagaimana lagi, aku juga tidak menyukainya" jelas lelaki yang kini tengah memainkan ponselnya itu.
"Sayang sekali, padahal Hanna itu perfect lo tipikal yang disukai semua lelaki" cetus kakak ipar Ayyub.
"Jangan samakan seleraku denganmu" jawab Ayyub cuek dan mendapatkan hadiah pukulan dari kakaknya.
"Sopanlah sedikit, dia abang iparmu" ketus Riezka.
"Apanya, aku hanya menyampaikan pendapatku" balas Ayyub.
"Sudah, kalian berhentilah berdebat. Mama juga sudah tidak menyukai Hanna lagi. Nanti mama akan carikan lagi seorang wanita yang cocok denganmu" lerai mama Ayyub yang membuat pilot muda itu sedikit kesal.
"Aku tidak mau lagi ma" tolak Ayyub.
"Tidak ada bantahan, kamu kalau dibiarkan bisa-bisa tua sendiri, jangan bilang kamu masih berharap pada masa lalumu yang tidak jelas itu ?" sindir sang mama.
"Pokoknya aku tidak mau, aku bisa mencarinya sendiri" tegas Ayyub.
"Sok-sokan cari sendiri, aku sedikitpun tidak yakin denganmu" sindir pedas sang kakak.
"Aku serius, aku saat ini sedang mengejar seorang wanita jadi berhentilah mengacaukannya" kesal Ayyub.
"Hah ? Beneran sayang, siapa dia ?" tanya mama Ayyub sumringah.
__ADS_1
"Rahasia" jawab Ayyub sekenanya.
"Halah, alasan" sambar sang kakak yang membuat Ayyub terpojok.
"Aku tidak berbohong, aku bersungguh-sungguh kali ini" bela Ayyub.
"Kalau begitu abang harus katakan siapa dia, biar kita percaya" sambar Nola.
"Zee" jawab singkat Ayyub yang membuat semua orang kaget.
"Zee ? Apakah Zee yang ada dipikiran kita ? Kamu tidak bercanda kan ?" serbu Riezka dengan banyak pertanyaan.
"Hmm" hanya deheman yang keluar dari mulut pilot itu.
"Oh.... pantesan kamu santai aja diputusin Hanna ternyata incarannya lebih besar" sambar kakak iparnya yang tidak dipedulikan Ayyub.
"Kalau sama Zee mah mama dukung sekali, ayo kamu bawa di pulang kerumah kenalkan pada mama dan papa" semangat nyonya kaisar.
"Sabar ma, aku lagi berusaha. Mama do'akan saja. Satu lagi mama jangan lagi menjodohkan aku dengan siapapun, bagaimana kalau dia tau dan menjauhiku, ini saja aku sudah setengah mati mengejarnya" pinta Ayyub pada mamanya.
"Iya iya mama tau. Mama do'a kan semoga kamu sukses mengejar cintamu. Iyakan pa ?" balas nyonya kaisar sembari meminta dukungan suaminya.
Lain halnya dengan Ayyub yang harus menghabiskan liburannya dengan menemani keluarganya Neera malah disibukkan oleh kegiatan kampus yang begitu menguras tenaga dan pikirannya.
Bahkan sejak awal ia menginjakkan kakinya di negara tempat tinggalnya ia harus langsung ke kampus dan meminta nanny triplets kesana untuk menemani ketiganya bermain diruangan Neera yang cukup luas dan nyaman.
Sudah seminggu ini ia menghabiskan waktunya dikampus menyempurnakan hasil penelitian mereka untuk nanti dipatenkan dan akan digunakan oleh lembaga dunia tersebut untuk solusi medis saat ini.
Sejak saat itu pula Neera menonaktifkan ponselnya agar fokus dan tidak teralihkan oleh hal lain. Ia sadar betul bahwa pekerjaan yang ia lakukan bersama timnya ini berperan penting dalam kesehatan masyarakat dunia oleh sebab itu ia tidak ingin ada sedikitpun kesalahan.
Jika ada orang yang menghubungi Neera selama periode ini makan akan menghubungi asistennya yang berada di kampus. Nantinya ia yang akan meneruskan pada Neera jika itu memang hal penting dan mendesak.
Ada baiknya Neera sibuk seperti ini setidaknya ia bisa melupakan sejenak permasalahan hatinya yang tidak kunjung mendapat titik terang.
Hingga saat ini ia sama sekali tidak pernah beekomunikasi dengan Ayyub bahkan mengetahui kabarnya saja tidak. Neera bahkan tidak yakin apakah suaminya itu akan menjadi tunangan orang lain untuk kedua kalinya, entahlah.
Sebulan ini ia memutuskan untuk kembali ke kampus dan menunda jatah liburannya menjadi sebulan setelahnya. Sehingga nanti ia akan liburan selama tiga bulan atau lebih setelah mendapatkan jatah dari kampus karena loyalitasnya yang mengorbankan waktu liburan demi projek besar ini.
__ADS_1
Tentu saja Neera sangat senang, jarang-jarang ia bisa berlibur selama itu selain meminta izin cuti khusus dan mengorbankan gajinya.
Selain itu ia memiliki banyak waktu bersama triplets. Neera sudah berjanji apapun yang terjadi ia akan tetap membawa triplets ke kampung halamannya untuk bertemu keluarga disana.
Sudah cukup ia melarikan diri selama ini, kehidupan mereka juga sudah lebih baik sekarang. Dia juga sudah memiliki kekuatannya sendiri, tidak ada yang perlu ditakutkan lagi.
Hari-hari mereka kembali normal seperti biasa. Sesekali triplets akan menanyakan ayah mereka yang selalu Neera jawab sedang bekerja.
Bukan sekali dua mereka meminta untuk menelpon atau video call sang ayah karena rindu, sekali lagi Neera beralasan bahwa ayah mereka tidak bisa dihubungi karena sedang membawa pesawat.
Pernah beberapa kali Neera menghubungi Ayyub saat ia sudah tidak sanggup melihat triplets yang menangis merindukan ayahnya namun entah suatu kebetulan selalu tidak bisa dihubungi akhirnya Neera menyerah dan mencoba mengalihkan perhatian triplets.
Berbagai cara Neera lakukan, bahkan kini sudah berdiri playground mini dihalaman samping rumah mereka. Sengaja Neera juga membeli perosotan raksasa beserta bola-bolanya agar triplets bisa bermain dan mengalihkan ketiganya.
Sempat buah hatinya itu sakit karena saking rindunya pada ayah mereka, beruntung saat itu mereka tidak sakit sekaligus sehingga Neera tidak begitu kesulitan.
Sekuat tenaga Neera terus bertahan sembari berdo'a. Iya sangat tau bahwa sebenarnya hatinya tidak sanggup namun ia harus bertahan demi buah hatinya.
Jika ia rapuh siapa yang menguatkan buah hatinya, jika ia jatuh sakit siapa yang akan menjaga buah cintanya. Hanya dirinya yang dimiliki triplets saat ini. Tempat ketiganya menggantungkan harapan.
Sebulan yang sangat berat bagi Neera, ditengah kemelut hatinya ia juga harus menyelesaikan projek besar dikampusnya.
Sungguh perjuangan yang tidak sia-sia, kini namanya kembali melambung keluar dari setiap berita yang mengabarkan kesuksesan program pemerintah yang diprakarsai oleh organisasi dunia.
Semua media berlomba mendapatkan wawancara darinya bersama tokoh pemerintah dan kepala organisasi dunia dibidang medis yang memaparkan program yang dilaksanakan berdasarkan hasil uji yang dilakukan oleh Neera dan timnya.
Rasa syukur kian besar untuk Sang Penciptanya bahkan ia tidak punya keberanian lagi mengeluh tentang kehidupan.
Meskipun tidak ada yang tau bahwa dirinya adalah Zane yang sama sebagai salah satu perancang fashion ternama tetapi ia sangat bangga dengan gelar Profesor yang didapatkan saat ini.
Berkah projek besar ini membawa pengaruh yang sangat besar bagi karier dan masa depannya. Neera sangat ingin membanggakan kedua orang tua yang telah mendukungnya sepenuh hati.
Berkali-kali Neera selalu mengungkapkan rasa terima kasihnya pada mereka dalam setiap wawancaranya. Mereka yang selalu ada dalam keadaan apapun, senantiasa mendo'akan kesuksesan dan kebahagiaan dirinya. Sungguh nikmat Tuhan mana lagi yang akan ia ingkari.
Benar adanya bahwa dalam setiap kesulitan akan ada kemudahan dalam setiap kesedihan akan ada kebahagiaan. Tidak ada yang selamanya sedih atau selamanya sulit. Mentari pasti akan datang lagi esok hari.
Benar saja sesuai dugaannya, email masuk dari adiknya meminta untuk mengaktifkan skype atau apapun agar bisa video call. Wajar saja karena sampai saat ini Neera masih belum berani mengaktifkan ponselnya.
__ADS_1
Ia hanya menerima kabar dari asistennya dikampus, diklinik, diperusahaan bahkan pegawai di Triplets Bakery dan Floris melalui email yang sudah dirangkum sehingga memudahkannya.