Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 42


__ADS_3

"Apa maksudmu ?" tanya Neera yang kurang mengerti maksud Ayyub.


"Aku menuruti kemauan mama dan Vina karena aku tau jika aku menolak maka kamu yang akan mendapatkan imbasnya, kamu akan makin tertekan lagi karena mereka akan melimpahkan semua kesalahan padamu" lirih Ayyub.


"Bagaimana kamu tau semua itu ?"


"Ketika itu aku menolak untuk pergi menemani Vina, lalu setelahnya aku mendengar mama memarahimu dan menyudutkanmu, mereka berkata bahwa kamu mencuci otakku dan memberi pengaruh buruk padaku" jelas Ayyub yang membuat Neera semakin tercengang.


"Bagaimana mungkin..." ucap Neera setengah percaya.


"Maafkan aku Neera, aku yang tidak bisa tegas untuk membela kamu. Aku yang terlalu bodoh untuk memilih antara kamu dan mama. Aku tidak bisa sayang, kamu adalah orang yang paling aku cintai bahkan aku bisa berkorban nyawa untukmu sementara mama adalah orang yang bertarung nyawa melahirkanku, bahkan dia membesarkanku dengan tangannya" tutur Ayyub lirih.


"Sudahlah Ayyub, aku tidak pernah memintamu untuk memilih antara aku dan mama, bahkan aku sama sekali tidak ingin jika kamu melakukan itu. Sudah menjadi tanggung jawabmu sebagai anak laki-laki terhadap ibunya. Aku sudah ikhlaskan semua yang terjadi, aku sangat bersyukur bahwa kini aku memiliki triplets disisiku" tutur Neera.


"Sayang, apakah kamu masih marah pada keluargaku ?"


"Tidak, aku sama sekali tidak marah ataupun dendam. Mungkin mereka terlalu mencintaimu" jelas Neera.


"Tapi kenapa kamu masih tidak mau memberitahu mereka mengenai anak kita ?"


"Maafkan aku Joub, aku rasa kamu tau bahwa keluargamu sangat tidak menginginkan kehadiranku. Bagaimana jika nanti mereka memisahkan aku dari triplets, sungguh aku tidak sanggup bila harus terpisah dengan mereka, triplet adalah hidupku aku bahkan mampu melakukan apapun untuk mereka. Lebih parahnya lagi jika nanti keluargamu menampik kehadiran mereka, aku tidak ingin mereka terluka biar aku saja yang menggantikan luka mereka. Maafkan aku, aku tidak bisa mengambil resiko itu" jelas Neera lirih.


"Baiklah aku mengerti. Tapi bisakah aku berharap suatu saat nanti kamu mengizinkan aku mempertemukan mereka ?" tanya Ayyub berhati-hati.


"Mungkin, tapi tidak sekarang. Saat keadaan sudah lebih baik. Mereka terlalu kecil untuk menerima kenyataan hidup" balas tegas Neera.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kita, apakah kamu sudah benar-benar bersedia menerima aku kembali ?" tanya lirih Ayyub.


"Mau bagaimanapun kamu tetap ayah dari anak-anakku" alih Neera.


"Bukan sayang, bukan sebagai ayah tetapi sebagai suami dan satu-satunya orang yang menjadi tempat kamu bersandar, pria yang bersemanyan di hatimu" lembut Ayyub sembari membawa kedua tangan Neera dalam genggamannya.


Neera hanya tertunduk dalam menanggapi pertanyaan yang keluar dari mulut Ayyub, bukan ia tidak mau menerima. Neera hanya tidak yakin bahwa hubungan mereka akan berhasil tanpa restu dan ia juga tidak mau memberikan harapan palsu pada ketiga buah hatinya.


Akan lebih mudah jika sekarang mereka kehilangan sosok ayah mereka dibandingkan setelah nanti mereka terlalu lama bersama namun tiba-tiba harus berpisah pasti sedihnya akan berlipat ganda.


"Sayang, bisakah kamu menerima aku kembali dalam hidup kamu ?" tanya Ayyub kembali masih menggenggam tangan Neera.


"Joub.., aku ingin tapi..."


"Apa mungkin kita akan meneruskannya dalam keadaan seperti ini. Aku mungkin bisa sendiri tapi bagaimana dengan anak-anak" ucap Neera.


"Hei sayang, dengarkan aku dulu. Aku masih sangat dan akan terus mencintai kamu. Percayalah sayang, hanya kamu satu-satunya wanita yang akan menjadi istri aku selamanya" tutur Ayyub menatap dalam pada manik coklat itu.


"Ayyub, tapi apapun alasanmu bukan berarti kamu boleh menjalin hubungan dengan perempuan lain. Meskipun aku mencintaimu tapi aku tidak bisa menerima yang satu ini, lebih baik aku mundur sekarang karena aku takut anak-anakku yang akan menjadi korban" jelas Neera.


"Sayang, aku akan menyelesaikannya. Kamu tau aku sama sekali tidak mencintainya" balas Ayyub.


"Tapi sampai kapan ? Sampai saat dia tau bahwa kamu mempunyai anak denganku, sampai ia menghasut keluargamu melukai anakku atau sampai dia menginginkan kami semua menghilang lagi ?" seru Neera.


"Aku mengerti sayang..."

__ADS_1


"Iya, aku tau kamu mengerti. Tapi kamu juga harus tau bahwa Vina adalah orang yang nekat. Bahkan dia mampu melakukan apapun demi obsesinya padamu, kamu sendiri yang bilang bahwa dia menjebakmu dan dia juga yang menfitnahku sehingga aku harus pergi saat itu" papar Neera.


"Tolong Ayyub.., aku memohon padamu. Biarlah aku saja yang terluka, jangan anak-anakku. Mereka adalah hidupku, hatiku akan patah melihat goresan saja pada tubuh mereka. Apalagi sesuatu yang lebih sakit, aku tidak mampu" melas Neera.


"Sayang, mereka juga anakku"


"Tidak, tidak, tidak. Jika memang kamu belum bisa menjamin untuk keselamatan mereka atau kehadiran kamu disini akan menimbulkan resiko mereka menemukan kami, aku mohon Joub. Aku akan bersujud di kakimu meminta agar kamu membiarkan kami saja. Akan lebih baik jika kamu pergi sekarang sebelum triplets terlalu jauh merasakan kehadiran ayah mereka. Aku berjanji memastikan mereka tumbuh dengan baik tanpa kekurangan satu apapun" ungkap Neera yang sudah merosot turun dan bersujud di depan kaki Ayyub.


"Sayang, apakah sebegitu bencinya kamu terhadapku hingga kamu bahkan melakukan ini agar aku pergi dari hidup kalian. Ingat Neera kamu masih istriku dan mereka adalah darah dagingku. Aku berhak atas mereka" tekan Ayyub dengan deraian air mata.


"Ayyub, aku minta maaf. Aku salah sebagai istri. Ampuni aku, tapi jangan biarkan ini semua terjadi. Sungguh aku sanggup menahan semua siksaan yang ada asalkan jangan sampai mereka melukai triplets. Aku meminta padamu, tolonglah aku" ucap Neera masih meratap dan memeluk kaki Ayyub.


Sungguh Ayyub sangat tidak tega melihat kekasih hatinya terduduk, memelas meminta belas kasihan. Wanita yang terlihat kuat dan tangguh sekalipun bahkan tidak berdaya saat dihadapkan dengan keadaan ini, apalagi menyangkut anak.


Ayyub sadar ia tidak akan pernah mampu menyaingi cinta Neera terhadap triplets. Tapi dia sudah berjanji akan mencurahkan segala yang dia punya demi keluarga kecilnya itu. Memang Ayyub amat sangat mencintai Neera, tetapi bukan berarti cintanya tidak besar juga untuk triplets karena itu adalah dua jenis cinta yang berbeda.


Untuk saat ini Ayyub memilih untuk diam, tetapi ia tidak akan pernah melepaskan begitu saja Neera dan ketiga anaknya setelah sekian lama mereka terpisah.


"Maafkan aku Neera, aku tidak bisa. Bagaimana mungkin aku meninggalkan istri dan anak-anakku. Maaf, tapi aku memilih egois kali ini" putus Ayyub.


Neera terduduk lemas di bawah kaki Ayyub, dia tidak sanggup lagi berbicara bahkan untuk bernapas saja terasa berat.


Perlahan Ayyub membawa Neera berdiri sembari memegang erat kedua lengan atasnya. Ayyub mendudukkan Neera diatas pangkuannya sembari memeluk erat wanita itu.


"Aku mohon sayang, percayalah padaku. Jangan pergi lagi, jangan bawa mereka bersamamu, jika kamu tetap berkeras bawa aku serta dengan kalian. Aku mengerti kamu sangat mencintai mereka, begitupun dengan aku ditambah lagi aku juga tidak sanggup kehilanganmu lagi. Aku bisa gila sayang" ungkap Ayyub sembari membelai sayang kepala istrinya yang masih sesegukkan.

__ADS_1


__ADS_2