Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 83


__ADS_3

Sehabis mengantar triplets ke sekolah Ayyub kembali masuk ke mobil bersama Neera untuk mengantarkannya ke kampus tempat Neera mengajar.


Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian sementara tangan Neera selalu digenggam erat oleh Ayyub dan sesekali diciumi.


Hingga mereka sampai didepan fakultas barulah Ayyub melepaskannya, itupun dengan rayuan dari Neera.


"Uda, Neera izin kerja dulu ya. Sampai ketemu nanti" ucap Neera sembari mencium punggung tangan suaminya.


"Baiklah sayang, hati-hati ya jangan nakal" goda Ayyub.


"Apaan coba, Uda itu yang nakal" elak Neera.


"Hmm yaudah, nanti telpon ya kalau sudah pulang sayang. Biar Uda jemput" ingat Ayyub.


"Siap Bos" ucap Neera.


Assalamu'alaikum sayang" pamit Neera.


"Wa'alaikumsalaam sayangku" balas Ayyub.


Akhirnya Ayyub meninggalkan halaman kampus tersebut. Melajukan mobil hitam metalik dengan logo rolls royce.


Hari ini Ayyub berencana pergi ke perusahaan, karena ada rapat penting yang harus dihadirinya.


Semenjak Ayyub memegang lebih dari setengah saham perusahaan tempat ia bekerja maka ia sudah mulai aktif dalam rapat direksi maupun rapat pemegang saham.


Oleh karena itu hari ini ia akan menghadiri pertemuan para pemegang saham untuk memutuskan beberapa hal penting sekaligus membuat rencana baru.


Berulang kali Ayyub diminta menjabat sebagai CEO tetapi ia menolak cukup hanya menjadi presdir karena begitu senang dengan profesi pilot yang ia jalani.


Dikemudian hari jika sudah saatnya atau pun jika Neera butuh untuk selalu ditemani maka ia akan berhenti sejenak membawa pesawat dan memilih untuk stay di kantor.


Meskipun begitu otak bisnis Ayyub sangat lancar, dialah yang sebagian besar memberi keputusan mengenai pemasaran dan tata kelola sehingga kini perusahaan yang awalnya bagus makin jaya dibaeah kendalinya.


Selesai dengan rapatnya dan memeriksa segala berkas-berkas penting setelahnya Ayyub keluar dari gedung perusahaan itu untuk menjemput buah hatinya.


Hari ini Ayyub berencana memberikan surprise kepada istri tercintanya, maka terlebih dahulu Ayyub menjemput triplets sebelum jam makan siang.


Sementara Neera hari ini sangat disibukkan dengan kerjaan yang menumpuk belum lagi jadwal mengajarnya yang padat menggantikan izinnya yang hari kemarin.

__ADS_1


Alhasil Neera juga lupa dengan jadwal makan yang hampir masuk, dosen muda itu masih fokus dengan layar datar sesekali menggores tinta di kertas yang ada di depannya.


Sungguh banyak sekali yang harus diselesaikan, memeriksa lembaran tugas siswa maupun jurnal harian yang siap untuk diisi.


Sementara Neera tidak ingin membawa pekerjaan sedikitpun kerumah karena akan mengganggu waktunya bersama keluarga, sebisa mungkin ia akan menyelesaikan semua pekerjaan di kantornya.


Sedang serius mengerjakan pekerjaann tiba-tiba pintu kantornya diketuk dari luar, tanpa mengalihkan penglihatannya Neera mempersilahkan tamunya masuk karena mengira mereka mahasiswa atau staff lain.


Sedangkan Ayyub yang masuk bersama triplets dibuat geleng kepala melihat istrinya yang makin terlihat cantik saat serius.


Memang Ayyub belum pernah melihat istrinya bekerja sebelum ini, ternyata memang luar biasa.


Pancaran auranya begitu berbeda saat di rumah dan di tempat kerja. Pantas saja begitu banyak yang menyukai Neera. Hmmm resiko mempunyai istri cantik nan luar biasa.


"Bunda......" sontak suara itu mengalihkan perhatian Neera.


"Eh ?" hanya itu yang dapat diucapkan Neera saat mendongakkan kepala melihat siapa yang datang.


"Serius banget sih bunda, sampai gak lihat anaknya datang" sambung Ayyub yang berjalan dibelakang triplets.


"Masyaallah....., anak anak bunda. Dikirain siapa ternyata kesayangan bunda pada datang" takjub Neera yang langsung pada mode rumah.


'Bisa berubah langsung gitu ya auranya, gemesin banget sih ini gue hehe' batin Ayyub yang melihat perubahan drastis pada istrinya.


"Oh jadi belum pada makan, ayo-ayo bunda juga mau. Laper hehe" ucap Neera yang langsung membawa mereka pada sofa yang ada diruangan itu.


Segera ia memasang tanda istirahat pada jendela ruangannya yang terlihat dari luar, pertanda bahwa saat ini tidak bisa diganggu.


"Sayang, sibuk banget ya sampai belum makan siang jam segini" ucap Ayyub sembari mengelus pelan kepala Neera yang sedang menyalimi tanggannya.


"Iya sayang, banyak banget kerjaan hari ini. Bunda gak mau bawa pulang. Pinginnya dirumah fokus ke anak-anak dan ayah aja" ungkap Neera.


"Hmmmm Masyaallah istri sholehanya ayah" ucap Ayyub menciumi puncak kepala Neera yang tertutupi hijab.


"Eh, anak-anak baru pulang sekolah ya. Mana bajunya belum ganti lagi kasian kan" ungkap Neera sedikit resah.


"Iya nih, tadi ayah langsung dari kantor maskaap belum sempat pulang" sesal Ayyub.


"Yaudah deh, bentar bunda telponin orang butik dulu" ucap Neera sembari mengotak atik hp nya.

__ADS_1


Setelah berbicara ditelpon beberapa saat Neera menata makanan yang tadi dibawa suaminya dan menyusun beberapa ke wadah yang lebih kecil untuk triplets.


Akhirnya mereka makan bersama tentu saja dengan lepotan hingga ke baju karena triplets yang tidak mau disuapi juga mereka tidak makan dikursi makan mereka.


Beruntung setelah beberapa menit selesai maakn pesanan baju mereka datang sehingga Neera langsung menggantikan baju mereka yang sebelumnya telah dibersihkan di kamar mandi dosen yang ada di kampus itu.


Sementara Ayyub masih sibuk dengan ponselnya yang beberapa kali berdering seperti nya sibuk dengan pekerjaan.


Setelah menyelesaikan triplets dan membereskan makan mereka dibantu Ayyub Neera meminta izin untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk.


Membiarkan Ayyub dan triplets tetap bermain di sofa ruangannya sambil sesekali menyimak cerita mereja tentang rencana liburan naik pesawat mereka.


Selang beberapa lama, Neera menyadari bahwa tidak ada lagi suara berisik dari mereka.


"Wah ternyata pada tidur, aduh kasian banget posisinya begitu. Gawat, bakal rewel nih nantu malam kalau pegel" gumam Neera.


Beruntung sofa dirungan itu cukup besar dan dilengkap dengan bantal sehingga Neera bisa memindahkan triplets yang nemplok di badan Ayyub ke sofa lain dan mengganjal dengan bantal agar tidak jatuh.


Sementara untuk Ayyub, Neera meletakkan bantar di bawah pinggang dan kepalanya agar nyama dan nanti tidak pegal saat bangun.


Entah apa kegiatan mereka tetapi semuanya terlihat lelah dan tidur sangat pulas. Beruntungnya ini adalah kesempatan emas bagi Neera untuk bisa menyelesaikan kerjanya.


Karena meskipun sedari tadi bekerja tetap saja dia tidak fokus sehingga pekerjaannya lama terselesaikan.


Mulailah Neera tenggelam dalam dunianya dengan sesekali mengecek keadaan kesayangannya hingga akhirnya ia bisa meregangkan otot-otot dan melepaskan kaca mata yang sedari tadi bertengger di hidung mancungnya.


Ketika mengalihakan perhatiannya Neera terbitlah senyum diwajahnya saat melihat kesayangannya masih pulas tertidur dengan posisi yang mulai berantakan.


Sepertinya mereka memang sangat lelah, sampai sudah sore begini mereka belum bangun juga. Teringat bahwa Ayyub yang belum menunaikan sholat asharnya, maka Neera langsung membangunkan suaminya karena waktunya hampir habis.


"Sayang, bangun yang. Sholat ashar dulu nanti malah kelindas asharnya" pelan Neera sembari mengusap lengan kekarnya.


Melihat tidak adanya pergerakan, Neera langsung menepuk pelan pipi Ayyub dan sesekali mencubit gemas.


"Aduh sayang, banguninnya jangan dicubit donh, dicium kek kayak biasa. Ah kamu mah" rengek Ayyub yang masih setia menutup mata.


"Ayah ini masih di kampus bunda, sholat asharnya belum loh" ingat Neera


"Astaghfirullah, aduh Ayah lupa yang. Aduh dimana nih wudhunya" panik Ayyub yang langsung bangun.

__ADS_1


"Itu dipojok sebelah kanan yang, lurus aja nanti ada tulisannya" jelas Neera yang langsung diikuti Ayyub.


Setelah selesai merampungkan semua pekerjaan dan menyimpannya Neera bergegas ke kantor tata utama untuk mengambil absen agar nanti bisa langsung pulang.


__ADS_2