Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 252


__ADS_3

Menjelang sore Neera yang sudah menyelesaikan meeting bergegas ke pantry dan membuat secangkir kopi untuk suaminya. Jika sudah berpikir keras Ayyub cenderung lebih menyukai kopi hitam dengan gula aren.


Seperti yang sudah dipesankan Ayyub pada dirinya jika ia sedang bekerja jangan ketuk pintu dan masuk saja. Neera melangkah perlahan nyaris tanpa suara sementara suaminya masih anteng dengan pekerjaan yang masih menyita perhatiannya.


Perlahan Neera menaruh kopi dan mengusap pelan bahu suaminya dan hendak berlalu namun seketika tangannya di tahan dan ditarik mundur hingga jatuh ke pangkuan lelaki yang masih serius dengan berkas di depannya.


"Sayang..., kan lagi kerja yang" manja Neera yang berupaya bangkit.


Cup.., hanya kecupan singkat yang Neera dapatkan dan Ayyub kembali berkutat dalam pekerjaannya sementara tangannya mengunci tubuh berisi istrinya.


"Sayang..." rengek Neera lagi yang ingin segera bangkit.


Sayang Ayyub hanya tersenyum penuh makna yang membuat Neera akhirnya pasrah dan memperbaiki duduknya menghadap Ayyub dan merebahkan tubuh sepenuhnya tentu saja sedikit terhalang dengan perut besarnya.


Tangan Neera masih setiap mengelus lembut punggung Ayyub dan sesekali juga mengecup suaminya. Sungguh physical touch inilah yang dirindukan Ayyub.


Sentuhan Neera membuat nyaman dan penatnya seketika menghilang. Sungguh bahagia rasanya memiliki seseorang yang mampu berdiri disamping kita apalagi jika bisa selalu bersama seperti saat ini.


Cinta versi dewasa itu tidak melulu tentang hubungan ranjang bisa juga dengan cuddling atau kissing tanpa nafsu. Hanya ingin merasakan dicinta dan disayang melalui sentuhan.


Nyaman itulah rasa yang selalu membuat Ayyub menemukan jalan pulang yaitu Neera. Sejauh apapun langkahnya selalu kembali pada pelukan wanita yang telah melahirkan buah cinta mereka.


Ayyub tidak berani lagi membayangkan jika Neera tak ada di hidupnya. Cukup dulu saja ia seperti kehilangan arah. Hidup tanpa arti dan terasa hampa setiap harinya.


Dalam hati Ayyub berjanji akan selalu membahagiakan dan mencintai Neera sepenuh hati sehingga tak akan ada celah untuk wanita itu bisa pergi dari hidupnya karena Ayyub sadar betul bahwa istrinya adalah wanita sempurna yang mampu berdiri sendiri jadi ada ataupun tidak ada dirinya Neera akan selalu bisa jalan dan sukses dalam peran maupun karirnya.


Meskipun mata dan tangannya sibuk berkutat di kerjaan tetapi bibir Ayyub terus mengecup puncak kepala, kening, wajah bahkan bibir istrinya. Ayyub sungguh damai bila menghirup aroma istrinya yang begitu menenangkan.


Lama Neera bertahan dengan posisi itu hingga matanya terkantuk-kantuk membuat Ayyub tersenyum gemas sendiri melihat istrinya yang chubby kini sudah menempelkan pipi itu di dadanya.

__ADS_1


Karena tidak tahan Ayyub melepaskan berkas yang sudah selesia ia tanda tangani dan bersandar di kursi kebesarannya. Mengelus lembut pipi putih itu dan merambat hingga ke kepala dan punggung Neera.


Mata yang awalnya sudah mengerjap sayu kembali terbuka dibarengi senyum manis dari Neera membuat Ayyub semakin gemas dan menciumi pipi istrinya.


"Kenapa gak jadi tidur hmm ? Ayo tidur, itu matanya udah merah ?" tanya Ayyub yang diakhiri kecupan lembut.


"Gajadi, mau lihat Uda kerja aja" ujar Neera tetapi masing anteng dengan posisi nemploknya.


"Udah tidur aja, sekalian nemanin Uda disini. Sebentar lagi juga selasai kok kerjaannya habis itu kita pulang ya sayang" lembut Ayyub sembari membelai lembut pipi Neera yang kemerah-merahan.


"Uda kenapa sih kalau ada Neera sama anak-anak disini kerjaannya fokus banget tapi kenapa waktu kita tidak disini Uda malah bisa telponan terus, tiap sebentar ditanyain, dicariin melulu kan jadi gak fokus kerjanya" tanya Neera yang penasaran pada suaminya.


"Iya... kalau anak dan istri selalu ada didepan mata Uda ya rasanya aman gitu, Uda jadi gak kepikiran kalau lagi jauh gitukan Uda suka kepikiran, lagi apa disana, apa baik-baik aja terus kangen juga pingin lihat wajah cantiknya. Kalau nemplok kayak gini kan enak bisa nikmatin sepuasnya" jelas Ayyub yang diangguki Neera.


"Mana ada orang kerja bawa-bawa anak istrinya yang ada nanti malah dibilang suami-suami takut istri hehe" canda Neera yang kembali dapat cubitan gemas suaminya.


"Mana ada suami takut istri yang benar itu suami sayang istri" ucap Ayyub yang diledek Neera.


"Sayang, sayang, udah, stop !!" pinta Neera yang sudah kewalahan dan mukanya sudah memerah akibat ulah Ayyub.


"No, bilang ampun dulu" tolak Ayyub yang masih menahan kepala istrinya.


"Iya, iya ampun, ampun" ujar Neera yang sudah ngos-ngosan.


"Belum, bilang apa dulu, coba ulang lagi" tolak Ayyub yang belum berniat berhenti.


"Iya, iya, iya suami sayang istri. Udaaaa, udah geliii" jerit Neera yang sudah kewalahan.


"Gamau, bilang love you dulu" pinta Ayyub yang dijawab gelengan Neera.

__ADS_1


"Yaudah, gamau berhenti" kekeuh Ayyub yang kembali membuat Neera kewalahan.


"Iya, iya, iya I love you" ucap Neera yang sudah sangat kewalahan.


"Gak kedengaran" tolak Ayyub yang belum juga berhenti.


"I LOVE YOU AYYUB GHALIZ KAISAR, SUAMI AKU PALING GANTENG SEDUNIA !!!" teriak kencang Neera yang memenuhi seluruh ruangan.


Beruntung ruang kerja Ayyub kedap suara jika tidak maka triplet akan terkejut dalam tidur nyenyaknya.


Walaupun begitu teriakan Neera sangat mujarab, Ayyub menghentikan kejahilannya dengan kecupan singkat di bibir Neera.


Wanita yang masih berusaha mengatur napas itu mukanya merah semua dan terlihat basah entah karena keringat atau saliva Ayyub yang sudah ikut bergabung disana.


"Owalah kasihannya istri cantik aku.." bujuk Ayyub yang juga kasihan melihat hijab Neera yang sudah berantakan.


"Kasihan, kasihan Uda nih iseng banget. Lihat muka Neera jadi lecek" sungut Neera yang berusaha merapihkan kembali hijabnya tapi tangannya ditahan Ayyub.


"Siapa bilang lecek ?! Sini Uda ratakan ! Orang cantik begini kok" sangar Ayyub sembari mengelap lembut wajah Neera dengan jemarinya.


"Ini Neera yang bilang, mau Uda ratakan juga ?" jawab Neera yang masih berusaha mengatur napasnya. Hamil membuatnya mudah engap.


"Ya tidak dong sayang, kalau Neera mah dikecup aja" gombal Ayyub yang masih memberikan kecupan singkat di bibir istrinya.


"Gombal terus nih Uda, udah ah Neera udah engap nih. Mau minum dulu" balas Neera.


Setelah mengelap seluruh wajah istrinya dan dikeringkan dengan sapu tangan yang tersampir si saku jas nya yang tersampir disandaran kursi Ayyub lalu merapihkan hijab istrinya dan memberikan segelas air putih pada Neera.


Lelaki itu tidak rela Neera beranjak dari pangkuannya. Ia meminta Neera menemaninya sebentar lagi karena pekerjaannya sudah hampir selesai.

__ADS_1


Ayyub lebih memilih menurunkan suhu ruangan daripada harus melepaskan istrinya. Sungguh ia sama sekali tidak merasa berat saat harus memangku Neera. Istrinya itu sungguh imut dan menggemaskan juga dapat menambah semangat kerjanya menjadi berkali-kali lipat.


__ADS_2