Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 249


__ADS_3

Mentari kembali menyinari semesata setelah semalam bersembunyi dalam peraduannya. Saat ini Neera sudah terbangun hanya saja ia tidak sanggup turun dari ranjang.


Setelah menjalankan kewajiban sebagai muslim yaitu sholat subuh ia kembali berbaring memulihkan tenaga yang sudah terkuras semalam.


Dengan penuh pengertian Ayyub menggantikan tugas istrinya memasak sarapan dan memandikan triplets. Hari ini setelah bujuk rayu bundanya mereka akhirnya mau sekolah kembali.


Setelah menyiapkan urusan dapur, sarapan bersama triplets akhirnya Ayyub mengantar ketiganya ke sekolah yang nantinya akan dimasuki triplets meskipun saat ini umur mereka baru 3 tahun lebih.


Neera hari ini mengambil waktu lebih dan sudah konfirmasi dengan lab terkait keterlambatannya. Kebetulan juga pekerjaannya sebagai kepala memudahkan ia untuk mengecek perkembangan hasil penelitian dari rumah setelah kemarin membuat formula dari ekstraksi bahan yang akan dijadikan obat.


Wanita yang saat ini tengah berbaring itu tidak mau mengambil resiko mengenai kehamilannya. Meskipun terkesan ringan dan tak ada masalah tetapi ia sadar betul tubuhnya butuh istirahat setelah apa yang terjadi semalam.


Lagi pula Ayyub juga sudah menyiapkan sarapan sehat dan susu di nakas samping tempat tidur sehingga Neera tidak perlu beranjak dari kasur.


Suaminya memang sangat pengertian dan bertanggung jawab oleh sebab itu Neera juga tidak ada alasan untuk menolak ajakan suaminya dalam memenuhi kebutuhan biologis mereka. Banyak yang bilang bahwa keutuhan dari sebuah rumah tangga sedikit banyak dipengaruhi oleh terpenuhi atau tidaknya kebutuhan akan batin pasangan mereka.


Hari ini Neera akan masuk pukul 10 setelah mengirim draft pekerjaan hari ini sehingga bisa langsung dieksekusi oleh tim yang lain. Cukup lama Neera berbaring diatas kasur setelah menyelesaikan sarapan paginya. Bahkan ia masih kembali terlelap hingga terbangun saat Ayyub mengelus lembut wajahnya.


"Sayang, hari ini apa sebaiknya di rumah saja ?" lembut Ayyub sembari mengecup dahi istrinya.


"Masuk Uda, sudah jam berapa sekarang ?" tanya Neera.


"Pukul 9 bukankah sudah terlalu lambat untuk pergi bekerja ?" tanya Ayyub kembali.

__ADS_1


"Astaghfirullah, Neera ketiduran Uda. Ya sudah Neera siap-siap dulu terus telepon sopir kantor biar dijemput kasihan Uda kalau harus ngantar Neera nanti terlalu lambat sampai kantor" panik Neera yang langsung duduk tegak.


"No, no, no ! Uda hari ini tidak masuk kantor dan akan menemani Neera seharian okay !" tegas Ayyub yang langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi.


Hanya sebentar karena sudah hampir terlambat Neera juga dibantu oleh suaminya menyiapkan baju kerja, sepatu, tas jam hingga memakaikannya juga dilakukan olej Ayyub. Lelaki itu tidak membiarkan Neera menapakkan kaki selangkahpun di lantai.


Begitu juga saat sampai di lab, Ayyub memilih menunggu di cafe depan gerbang karena akses masuk kedalam sangat dibatasi berhubung ketatnya sanitasi dan biosecurity bahkan kerahasiaan disana juga sagat dijaga ketat.


Neera yang memahami keras kepala suaminya memilih untuk menyampaikan bahan dan prosedur kerja hari ini karena hasilnya juga akan terlihat esok hari karena reaksi zat itu juga membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa diamati.


Setelah menyelesaikan segala urusan Neera bergegas keluar menggunakan buggie canggih dan menelpon suaminya. Lelaki overprotektif itu akan marah-marah jika Neera menyusulnya dengan berjalan kaki ke cafe tempat Ayyub duduk.


Oleh sebab itu Neera memilih menunggu suaminya di atas buggie di pinggir gerbang karena ia tau akan mendapatkan omelan jika berjalan menghampiri mobil suaminya yang ada di tempat parkir samping taman.


Selagi asik telponan dengan suaminya tampak dari depan lelaki tampan dengan tampilan semi formal menggunakan jas dan kacamata hitam melangkah kearah Neera. Suaminya itu terus tersenyum saat menyaksikan bidadari hatinya yang saat ini sudah senyum lebar sembari merentangkan tangannya.


Tanpa malu Ayyub segera mempercepat langkahnya dan memeluk erat Neera lalu menggendongnya model koala karena istrinya tidak mau berganti posisi.


Setelah menyuruh Neera memeluk erat dirinya Ayyub melangkah tanpa beban sambil mengecupi dahi Neera yang tepat berada di depan bibirnya. Wanitanya memang jauh pendek bila dibandingkan dirinya yang menjulang tinggi.


Sampai mobil Ayyub menurunkan Neera dan memasang sabuk pengaman istrinya setelah itu ia memutar untuk mengambil posisi kemudi. Hari ini ia sangat bahagia, wajahnya berseri-seri bahkan jika harus mengangkat beban lagi rasanya ia masih saggup.


"Sayang hari ini kita mau kemana ?" tanya Neera pada suaminya.

__ADS_1


"Karena Neera hari ini pulang cepat jadi Uda pikir bisa ke perusahaan sebentar karena ada beberapa berkas yang harus Uda periksa dan tanda tangani" ujar Ayyub sekalian meminta konfimasi istrinya.


"Boleh" riang Neera dengan senyum riangnya.


"Cantiknya" puji Ayyub sedikit menjabel pipi putih istrinya yang terlihat begitu menggemaskan.


"Sayang..." rengek Neera sembari mengelus pipi yang sudah kemerahan itu.


Sampai di parkiran khusus Ayyub juga kembali menggendong istrinya memasuki lift yang langsung sampai di ruangan Ayyub. Tentu saja Neera tidak ingin melalui jalan normal karena ia malu jika harus jadi tontonan banyak orang.


Ketika memasuki ruangan sang presdir Ayyub juga masih tidak ingin melepaskan istrinya. Lelaki itu bersikeras memangku Neera di kursi kebesarannya sembari ia mengerjakan berkas-berkas yang tersusun di meja.


Berkali-kali Neera meminta turun karena ia tau bobot tubuhnya yang sekarang jauh lebih berat dari sebelumnya tetapi Ayyub selalu berkata bahwa ia sama sekali tidak keberatan.


Beruntungnya Neera memiliki postur tubuh yang kecil dan lebih pendek sehingga kehadirannya sama sekali tidak menghalangi penglihatan Ayyub.


Cukup lama mereka berada dalam posisi itu hingga akhirnya Neera tertidur pulas di pangkuan suaminya. Memang sepertinya semenjak hamil Neera lebih mudah tidur apalagi jika sudah menghirup aroma tubuh suaminya.


Ketika sekretaris atau asistennya memasuki ruangan Ayyub akan selalu memberikan kode untuk tidak ribut dan sudah memperingati untuk tidak mengetuk pintu cukup dengan telepon dulu sebagai informasi kedatangan mereka.


Lihatlah betapa menggemaskannya ibu hamil satu ini bahkan Ayyub sudah mengecupi seluruh wajahnya yang terdongak ke atas dengan mulut sedikit terbuka tetapi ia masih tidur dengan pulas.


Bagaimana Ayyub tak akan jatuh cinta terus menerus, bahkan kini ia bisa dikatakan suami posesif dan overprotektif. Rasa cintanya pada Neera membuat ia khawatir jika istrinya akan terluka walau seujung kuku.

__ADS_1


Beruntung Neera tipikal perempuan penurut dan tidak banyak protes sehingga mereka jarang sekali ada perdebatan apalagi pertengkaran. Satu sisi istrinya memiliki pribadi yang dewasa tetapi terkadang sikapnya yang manja pada Ayyub membuat lelaki itu selalu merasa dibutuhkan.


__ADS_2