
Suasana dalam apartemen Ayyub terasa sangat hangat. Ruang yang biasanya dingin dan sepi karena kesendiriannya kini diisi tawa canda anak dan istrinya.
Triplets yang sudah bangun kembali normal lagi sedangkan bundanya telah selesai masak hanya tinggal menunggu sop matang dan selesai sudah.
Mereka kini sedang bermain di ruang televisi, merengek pada sang bunda ingin menghidupkan tv karena sedari dulu mereka tidak dikasih nonton siaran tv oleh Neera hanya tayangan yang disambung melalui youtube yang kemudian diatur hanya kisah nabi dan rasul, muratal dan hadist serta beberapa tayangan anak yang bernuansa islami.
Mendengar anaknya yang merengek Ayyub menjadi kasihan melihat Neera yang langsung mendapatkan gelengan. Susah payah ia menjaga buah hatinya dari tayangan televisi kini seenaknya saja dikasih kan tidak bisa.
Mengerti dan sangat setuju dengan istrinya Ayyub seolah-olah berjalan sambil melihat-lihat pajangan diatas tv yang tujuan sebenarnya adalah memutus router yang menyambungkan ke siaran tv.
"Yasudah, tenang dulu nak. Sabar ya istighfar, sini bunda hidupin tv nya ya nak" lembut Neera setelah mendapat kode dari suaminya.
"Loh, loh, semut semua. Coba deh Qal tekan lagi, cari mana yang ada siarannya" tawar Neera pada anaknya yang paling semangat merengek.
"Hiks.., semut semua bunda" lesu Qal yang sudah mulai putus asa.
"Yah... bagaimana dong. Ayah ni lupa kan bayar tv nya, kita kan baru datang jadi ayah gak lihat-lihat tv lagi, iya kan ayah" ujar Neera sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Iya sayang, kita nonton nusa aja ya" pasrah Ayyub yang menjadi kambing hitam istrinya.
"Jangan ayah, kita hafalan surah pendek saja" tolak Qee pada ayahnya.
"MasyaAllah, sayang-sayangnya bunda, anak sholeh/sholehanya bunda, Allah sayang loh sama anak sholeh begini" puji Neera yangembuat ketiganya semakin bersemangat dan duduk disofa sembari melihat dan mendengar tampilan di layar datar itu berupa tulisan dan disertai bacaannya.
Ketiganya lantas mengikuti hingga seketika ruangan dipenuhi suara tiga anak kecil yang berlomba menghafalkan ayat yang sedang diputar.
Sesekali Ayyub membetulkan bacaan mereka dan menciumi gemas pipi chubby ketiganya bergantian.
Neera yang sudah kembali lagi ke dapur mengecek segala kesiapan untuk makan malam nanti dan membersihkan sisa memasaknya hingga tempat itu kembali kinclong seperti tidak pernah dipakai sebelumnya.
"Sayang, anak-anak bawa mandi dulu biar nanti pas sholat sudah bersih semua yang" seru Neera pada Ayyub yang masih menemani triplets.
"Siap Bunda" jawab Ayyub yang diikuti oleh triplet yang telah mempause tv dan bergerak menuju kamar.
Sembari triplets dan ayahnya mandi Neera kembali bergerak membersihkan seluruh ruangan, merapikan beberapa mainan truplets yang berhamburan dan membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi kamar tamu.
Neera selesai bertepatan dengan selesainya triplets mandi, sementara ayah mereka masih didalam melanjutkan mandinya.
"Sayang, triplets udah selesai mandi nih, ayah mau lanjut mandi juga yang" seru Ayyub dari kamar mandi yang tidak mengetahui keberadaan istrinya di kamar.
"Iyaa ayah, bunda ada di kamar. Drop aja tripletsnya keluar biar bunda yang lanjutin" pesan Neera.
Akhirnya Neera melanjutkan mengeringkan badan buah hatinya, memberikan minyak telon, bedak, cologne beserta lotion dan minyak kemiri dirambut.
Setelahnya Neera memasangkan baju gamis cowok pada Qai dan Qee serta baju gamis perempuan pada Qal.
Mereka menggunakan series yang sama dari Zane Syar'i yang akan rilis sepekan lagi. Bagitupun dengan Ayyub Neera juga sudah menyiapkan baju yang sama dengan Qai dan Qee.
Selesai dengan ketiganya, Neera mengeringkan rambutnya sendiri dan memakai bajunya sendiri beserta mukena karena sebentar lagi akan masuk waktu magrib.
__ADS_1
Sajadah sudah terbentang di ruang tengah tinggal menunggu sang imam datang yang akhirnya lelaki pelindung mereka itu keluar dengan gaya coolnya yang selalu membuat Neera jatuh cinta lagi dan lagi.
"MasyaAllah..., bajunya cocok sekali ya buat Ayah. Jadi makin ganteng deh" puji Neera yang mendapatkan kedipan mata dari suaminya.
"Iya dong bunda, Alhamdulillah punya istri pengusaha baju jadi dapat gratisan terus" goda Ayyub kemudian.
"Enak aja gratis, bayar dong yah" canda Neera.
"Bayarnya pakai yang lain saja ya bunda" kerling Ayyub yang mulai sudah tidak bisa dikondisikan, beruntung triplets sedang sibuk dengan dunia mereka sendiri.
"Yasudah, ayok kita sholat dulu, sudah selesai azannya" ajak Neera.
"Sekarang siapa yang mau iqamah, Qai atau Qee ?" tanya Ayyub pada kedua putranya.
"Qee Ayah, Qai kan sudah kemarin" usul Qee pada dirinya sendiri.
"Yasudah, ayok sayang mulai iqamahnya" ujar sang ayah.
Biasanya jika sedang di rumah Ayyub selaluengajak dua putranya ke mesjid sementara Neera dan Qal tinggal sholat berimam di rumah. Mereka yang sering berjamaah saat sholat malam saja.
Namun, hari ini berhubung sudah terlalu terlambat dan sebentar lagi akan kedatangan orang tua Ayyub jadi mereka memutuskan sholat di rumah saja.
Selesai sholat, berdo'a dan tadarus mereka hanya melipat sajadah di tempat dan beranjak menuju sofa untuk melanjutkan hafalan mereka lagi.
Sementara Neera telah menyiapkan segala makanan di meja lengkap dengan alat makan dan minuman. Sementara dessert masih disimpan di kilkas tetapi sudah disiapkan tinggal dihidangkan.
Sedang asik dengan kegiatannya Neera dikejutkan oleh suara bel lantas melihat ke ruang tengah yang seperti tidak terganggu sedikitpun.
Neera yakin mereka tidak mendengar suara bel karena sahutan suara tv bersama ketiga anaknya yang sedang fokus menghafal.
Neera bergerak menuju pintu, tidak ingin tamu mereka terlalu lama menunggu. Entah siapa yang datang Neera juga masih ragu.
Ceklek...
Saat pintu dibuka terlihatlah sepasang suami istri patuh baya dengan tentengan di tangan mereka.
"Assalamu'alaikum Nak..." sapa keduanya.
"Wa'alaikumsalaam warahmatullah..., silakan masuk Papa, Mama persilahkan Neera pada mertuanya setelah menempelkan tangan keduanya bergantian di dahinya.
"Ah iyaa, bagaimana kabarnya sayang, triplets bagaimana ?" khawatir Mama Ayyub yang langsung memeluk Neera.
"Alhamdulillah kami semua baik ma, Mama dan Papa bagaimana ?" tanya Neera.
"Alhamdulillah kami baik" jawab keduanya.
"Ohiya mana suami dan anak-anak kamu nak" tanya Papa.
"Itu mereka lagi asik di ruang tengah Pa" tunjuk Neera dengan sopan.
__ADS_1
"Ayok Pa, Ma kita duduk dulu" ajak Neera.
"Sayang..., stop dulu sebentat nak. Lihat siapa yang datang, ada Opa sama Oma. Sini salim dulu anak baiknya bunda" lembut Neera yang masih was-was takut triplets gak mau.
Sebenarnya tadi saat memasangkan baju Neera sempat berbicara pada ketiga anaknya.
flasback on
"Sayang, anak-anak pintarnya bunda. Bunda mau cerita nih" ujar Neera menarik perhatian ketiganya.
"Ada cerita apa bunda ?" tanya Qal penasaran.
Lalu Neera menceritakan cucu yang sangat disayang oleh kakek nenek mereka dan cara sopan santun terhadap orang tua agar selalu disayang Allah dan keluarga dalam suguhan fabel atau tokoh binatang yang membuat ketiganya antusias.
"Jadi Atuk dan Nana sangat sayang kita ya Bunda ?" tanya Qee lagi.
"Bukan hanya Atuk dan Nana saja kalian juga sangat disayang oleh Opa dan Oma" ujar Neera lembut.
"Oma, oma siapa Bunda ?" tanya Qai.
"Oma, mamanya ayah. Kan tadi dan kemarin sudah ketemu. Masa sudah lupa" canda Neera sembari mencolek gemas hidung anaknya.
"Tapikan mereka jahat sama Bunda" begitu saja kata itu mengalir sari mulut Qee putranya yang membuat Neera shock.
"Tidak sayang, siapa bilang Oma jahat sama Bunda, mereka baik kok nak" ucap Neera yang sudah menguasai dirinya kembali.
"Engga mereka jahat, kemarin dulu Bunda dimarah-marahi" protes Qal kali ini.
"Tidak sayang, mungkin anak-anak bunda ini salah kira yang kemarin bukan oma tapi saudari ayah, tapi kalian harus tetap hormat sama orang tua ya" pesan Neera pada ketiganya.
Inilah salah satu alasan Neera membawa triplets pergi kemarin, ia tidak ingin hati anaknya dibumbui oleh dendam dan kebencian yang tidak seharusnya mereka rasai.
"Tapi setau bunda, anaknya bunda itu anak yang pintar deh, sholeh dan sholeha lagi" ujar Neera lagi bersemangat.
"Iya dong Bunda" jawab ketiganya semangat.
"Ah yang benar ?? setau bunda anak yang sholeh itu sopan sama kakek dan neneknya" seru Neera memancing ketiganya.
"Kita sopan dong Bunda" protes ketiganya lagi.
"Oh ya ? Kalau gitu Bunda lihat nanti ya..., apakah kesayangan bunda ini anak sholeh dan sholeha atau tidak, okey sayang ?" seru Neera dengan ekpresi yang menyenangkan.
"Okey Bunda" jawab ketiganya serempak.
"MasyaAllah pintarnya..., I love you sayang-sayangnya bunda" ujar Neera sembari mengecup ketiganya bergantian.
"Love you more Bunda" jawab ketiganya kompak setelah memberika kecupannya.
flasback off
__ADS_1