
Percakapan itu masih berlanjut diikuti oleh tatapan kagum semua mata pada kelima pria yang begitu menggoyahkan iman kaum hawa.
"Memang kenapa sih Bg, apa yang salah dengan Dio" tanya Ayyub pada Abangnya yang terlihat sangat tidak menyukai ipar mereka.
"Huft, jangan ditanya lagi Yub. Rasanya pingin aku pites aja tu anak. Kerjaan gak ada yang becus, tiap hari cari alasan keluar mulu, hampir semua karyawan wanita menjadi korbannya" kesal Fazreen.
"Loh, kalau begitu kenapa tidak diberi peringatan atau tidak dipecat saja. Banyak yang lebih mumpuni untuk posisi itu dibandingkan harus mempertahankannya malah menghambar pekerjaan" bingung Ayyub.
"Gak ngerti deh aku, tanya bapak CEO sana kalau gak langsung ke Tuan Presdir kita disana" tunjuk Fazreen pada Abang tertua dan Papa mereka.
"Kenapa hal itu ditanyakan ke papa itukan operasional perusahaan" elak Papa dengan tawa renyahnya.
Semua mata seketika mengarah pada Hakim yang mana mau tak mau akhirnya ia buka mulut.
"Gimana mau dipecat, itu si Riezka mau makan apa, mau belanja gimana. Sedangkan ini saja dia selalu minta tambahan uang belanja pada Papa, Mama. Gimana nanti kalau suaminya gak kerja lagi" jelas Hakim yang diamini semua orang.
"Lagian si Riezka tu aneh banget dikasih tau kelakuan suaminya malah gak percaya malah dibilang kita merusak rumah tangga mereka. Bucinnya parah sekali bahkan untuk jabatan ini saja seminggu dia nangkring di ruaang kerja Bg Hakim" beber Fazreen yang baru diketahui Ayyub.
"Kenapa sih Papa dulu izinin mereka nikah apa Papa gak lihat tuh mantu Papa kelakiannya gitu amat" tanya Fazreen.
"Hmm apa yang mau dikata Bg, Papa sudah bilang dari awal, sudah nasehati juga bahkan saat Papa cuma bilang pikirkan dulu adek kalian itu sampe tidak mau berbicara dengan Papa apalagi saat itu dia memiliki tim pendukung yang kuat bagaimana jadinya jika Papa melarangnya" jelas Papa.
"Yasudahlah, kita do'akan saja yang terbaik untuk rumah tangga dan kehidupan kak Riezka" putus Ayyub.
Merekapun memutuskan naik dalam satu mobil. Mereka akan menggunakan mobil Ayyub yang disopiri oleh pilot itu sendiri.
"Kalau Abg gimana kabarnya sekarang. Apa semuanya berjalan dengan baik ?" tanya Ayyub pada kedua kakak laki-lakinya.
"Yah.. begitulah Yub. Namanya hidup tak selalu indah. Pekerjaan baik hanya saja belum dikasih rezki anak" jawab Fazreen yang berada di kursi belakang.
"Iya Bang, disyukuri saja. Mungkin masih disuruh pacaran sama Mbak Kiki" canda Ayyub pada Fazreen.
"Lagian kamu Faz, kerja satu kantor malah tidak dimanfaatkan" canda Hakim menimpali.
"Ya mau gimana lagi Bg, dia terlalu ambisius dengan pekerjaannya. Bahkan kerjaan aku hampir semua dihandle olehnya. Aku hanya tinggal membubuhkan tanda tangan karena semua sudah diperksa oleh istriku itu. Dia sangat amat membantu pekerjaanku" jelas Fazreen yang membuat Ayyub dan Tuan Kaisar sama-sama tersadar dan saling menatap dari kaca spion tengah seakan saling memberi kode satu sama lain.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu. Dari pada istriku selalu pergi entah kemana bahkan saat aku pulang juga dia sering tidak ada di rumah" keluh Hakim tanpa ia sadari.
"Wah pantesan belum gol juga ya Bg, susah masuknya sih" kelakar Fazreen.
"Ya gitulah, mau bagaimana lagi. Lagian di rumah juga dia tidak tau mau ngapain. Biarkan saja ia menghibur diri" pasrah Hakim.
"Bucin banget lu Bg" celutuk Fazreen yang mendapat tonjokan dari Abangnya.
Terjadilah aksi saling tonjok dan memukul di mobil mewah itu yang membuat suasana ricuh seketika namun terasa hangat terutama bagi Tuan Kaisar melihat para jagoannya bisa saling bercerita dan berkumpul bersama. Momen yang sangat langka terjadi.
"Hey sudah, sudah kalian sudah mau jadi bapak orang malah kelakuannya seperti anak-anak" lerai Papa saat keadaan sudah mulai memanas.
"Abang tu Pa, main pukul-pukul aja, KDRT" cibir Fazreen.
"Tukang ngadu, kekanak-kanakan" balas Hakim.
"Sudah, sudah. Kalian berdua ini untung belum ada Luthfi kalau sudah weh bisa hancur ini Yub mobil keluaran terbaru kamu" canda Papa.
"Tinggal minta mereka belikan lagi Pa" balas Ayyube mencandai Abangnya.
"Haha, kalau Ayyub istrinya cukup satu aja Bang. Ini saja susah sekali memperjuangkannya sampe harus keliling semua benua" kelakar Ayyub.
"Haha iya juga ya. Kalau kamu koleksi istri bukan Neeranya yang rugi tapi kamu lebih rugi lagi ditinggal Neera" sambung Hakim.
"Iya Bang, itulah makanya. Apalagi Neera dan triplets sepaket. Bisa rugi bandar Bg" canda Ayyub.
"Iya juga, eh kangen sekali dengan mereka. Kenapa gak diajak sekalian aja Neera dan triplets Yub, biar Abang bisa main dengan anak-anak mu yang pintar dan menggemaskan itu" tanya Hakim.
"Lagi berenang mereka Bg, Gak mau diajak kalau Bundanya gak ikut. Udah pintar debat mereka sekarang, udah bisa memutuskan apa yang mereka inginkan" kisah Ayyub.
"Wajar sih, memang dari anak seumuran mereka pemikiran triplets terlihat jauh lebih berkembang. Mungkin juga karena didikan yang diberikan di rumah tentu sangat mempengaruhi" ujar Hakim yang selalu antusias saat membahas mengenai anak.
"Ya, mereka mempunyai Bunda yang sangat he at" puji Ayyub pada istrinya.
"Beruntungnya kamu Yub, dapat istri luar biasa anak juga sangat menakjubkan" puji Hakim.
__ADS_1
"Alhamdulillah Bg, walaupun jalannya tentu saja tidak gampang Bg. Perjuangan Ayyub juga luar biasa Bg, lebih lagi perjuangan Neera. Ayyub bahkan tidak sanggup membayangkan saat berada dalam posisinya" kenang Ayyub.
"Iya kamu benar Yub, bahkan dulu dia memulai dari nol semuanya serba sendiri. Menjalani kehamilan dan melahirkan sendiri bahkan ia juga harus kerja keras untuk menghidupi mereka, sungguh perempuan tangguh luar biasa" puji Hakim lagi.
"Kalau ada penghargaan perempuan tangguh luar biasa mungkin istrimu akan mendapatkan tropinya" canda Fazreen.
"Sosok Neera adalah pelajaran yang nyata untuk kita semua terutama kalian para anak muda. Bagaimana ia bisa bangkit dan mengeluarkan potensi yang ada dalam keadaan terpuruknya. Tidak semua orang mampu menemukan peluang dalam kesempitan. Semangat dan profesionalisme yang patut dijadikan contoh untuk kita semua" nasehat Papa.
"Banyak relasi bisnis dan teman-teman Papa yang membicarakan tentang perusahaan istrimu sejak ada desas desus bahwa ia dari Asia. Tidak terhitung jumlahnya para pengusaha yang ingin menanamkan saham di perusahaannya tetapi Papa dengar tidak satupun yang diterima" cerita Papa Ayyub tentang menantu kebanggaannya itu.
"Iya Pa, memang Neera tidak mau merubah sistem dalam perusahaannya. Ia mau mengembangkan dan mewadahi para desainer-desainer dalam mencurahkan karyanya. Bahkan tak jarang ia memberikan modal cuma-cuma untuk para desainer kecil yang berpotensi" jelas Ayyub.
"Profesionalisme dan etos kerjanya tidak diragukan lagi. Sayang Papa tidak bisa membanggakannya sebagai menantu karena tidak ada yang mengetahui bahwa dia istrimu" keluh Papa dengan candanya.
"Iya juga ya, kenapa kamu gak pamer aja sih Yub. Kan abang juga bisa kebagian angin tenarnya sebagai ipar" sambung Fazreen.
"Iya juga ya. Kenapa Abang baru terpikir tentang itu, kenapa sih Yub kalian memilih merahasiakan pernikahan kalian. Apa permintaan istrimu" sambung Hakim.
"Tidak juga Bg, ini kesepakan kami. Sebenarnya sebelum Ayyub bertemu lagi dengan Neera ia juga selalu menyimpan privasinya sendiri. Malahan banyak yang tau bahwa ia masih single dan tidak memiliki anak. Tapi sebagian besar juga mereka tau bahwa Neera adalah single mother terutama para karyawannya"
"Sebenarnya selain memiliki perusahaan fahion, Neera juga membuka beberapa klinik hampir di semua UK dan Inggris. Lalu ia juga memiliki usaha kue dan pastry sejenis cafe gitu namanya "Triplets Bakery" sudah sangat terkenal itu Bg, belum lagi usaha florisnya yang juga lagi naik daun" papar Ayyub.
"Wah.. serius Yub. Enak banget hidupmu dapat istri canggih begitu" kaget Fazreen.
"Iya Bg, Alhamdulillah. Karena itu juga Neera memutuskan untuk tidak terlalu mengekspos triplets kepermukaan selain untuk sikap profesional, Neera juga memikirkan kehidupan triplets, demi menjaga mereka dan memberi mereka ruang yang lebih luas. Jika Neera selalu membawa mereka yang ada nanti ruang gerak mereka terbatas dan tidak bisa bebas kemanapun atau melakukan apapun yang mereka suka" jelas Ayyub.
"Betul itu Yub, Papa setuju dengan tindakan istrimu. Dengan begitu triplets bisa lebih terjaga, kita tidak pernah tau apa yang ada dalam pikiran orang. Terlebih Neera adalah orang yang penting dan pengusaha muda ternama sudah tentu banyak memiliki rival bisnis atau siapapun yang tidak senang akan kesuksesannya" ujar Papa.
"Benar juga ya, Abang malah gak kepikiran sampai kesitu. Ternyata istrimu pemikirannya panjang juga ya" tambah Hakim.
"Tapi gimana sih, kalau istrimu di rumah. Abang lihat dia hormat sekali denganmu. Bahkan ia terlihat seperti perempuan manis dan penurut" tanya Hakim lagi.
"Alhamdulillah Bg, Neera istri sholeha. Saat di rumah ia sudah pasti menanggalkan title apapun pada dirinya. Dia hanya menjadi seorang istri dan ibu yang baik" ujar Ayyub yang membuat kedua saudaranya mengangguk-angguk.
"Gimana sih rasanya punya istri sukses dan terkenal Yub ?" tanya Fazreen nyeleneh.
__ADS_1
"Rasanya ahhh mantap Bg" balas Ayyub disertai usapan jempol pada bawah hidungnya yang membuat suasana pecah seketika.