
Siang itu terlihat satu keluarga kecil tengah bersiap untuk mengantarkan ayah mereka menuju ladang rezeki. Triplets yang kekeuh ingin ikut terpaksa harus dituruti jika tidak mereka akan terus menahan ayahnya.
Drama tidak hanya berhenti disana, ketiganya ngotot ingin memakai baju serupa dengan ayahnya, seragam pilot maskapai yang beruntung Neera memang hobi mengoleksi baju anak sehingga memiliki baju yang diinginkan triplet, jadilah tiga pilot cilik yang kini tengah menanti ayah mereka bersiap dengan muka cengengesannya.
Neera yang tengah membantu mengancingkan kemeja suaminya ikut tersenyum mendengar celotehan triplet yang ingin membantu ayah mereka bekerja. Oleh sebab itu mereka bertekad untuk ikut serta ke bandara.
Ayyub yang kini tengah patuh saat dipasangkan dasi oleh Neera mengusap lembut kepala bocah yang merupakan ciplakan dirinya. Sungguh berat rasanya, namun ini adalah tugas yang harus ia emban sebagai rasa tanggung jawabnya.
Setelah semua selesai Ayyub membawa barang-barang dirinya dan triplet ke mobil setelahnya bercanda dengan triplets sembari menunggu bunda mereka bersiap.
Sore ini mereka hanya berangkat berlima dan nanti Ayyub meminta sopirnya untuk menyusul di bandara saja saat istri dan anak-anaknya akan kembali pulang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama wanita cantik yang kini tengah menggunakan outfit berwarna soft blue itu keluar dengan sepatu sneaker kesayangannya karena Ayyub sudah melarang istrinya itu untuk menggunakan heels.
Kini mereka tengah berangkat menuju Bandara Edinburgh yang merupakan negara britania kedelapan. Tidak seperti biasanya Neera yang selalu tidur jika duduk di kursi penumpang justru terlihat segar sembari mendengarkan perbincangan triplet dan ayahnya tentang hal apa yang nantinya akan dilakukan mereka selama berpisah.
Neera bahkan tak perlu pusing lagi Ayyub akan diambil orang atau berbuat hal menyimpang karena tiga bodyguard cilik mereka sudah sangat mumpuni memasang benteng penjagaan untuk suaminya itu.
Sampai di bandara mereka semua turun dengan sunglasses seperti ayahnya, benar-benar Ayyub merupakan idola triplets bahkan semua yang mereka kenakan harus mirip ayah ! begitulah keinginan mereka.
Selesai Ayyub melapor kini ia tengah menghabiskan waktunya bersama keluarga tercinta sebelum nanti akan berpisah selama dua minggu bahkan bisa lebih.
__ADS_1
Tentu saja kedatangan triplets ke bandara dan ke kantor ayahnya merupakan berita heboh ditambah banyaknya orang yang kagum dengan ketiga bocah yang kini sedang berbincang dengan ayah dan bundanya.
Memang beberapa kali Neera dan triplets pernah mengantar Ayyub ke bandara tapi Neera yang memang kurang suka privasinya diumbar ditambah Ayyub yang juga tertutup mengenai kehidupan pribadinya telah mematahkan hati para pramugari dan pilot cantik yang belum mengetahui kebenarannya.
Memang sebelumnya telah ada skandal kedekatan Ayyub dengan pramugari dari maskapai mereka tetapi mengingat Ayyub merupakan pribadi dingin tak tersentuh membuat mereka berpikir dua kali untuk menyelidikinya.
Tetapi melihat kini Ayyub tengah didampingi seorang wanita cantik yang misterius dengan hijab, masker plus sunglasses membuat mereka kicep bahkan tiga balita kecil yang jelas saja fotocopy ayahnya menjadi penegas bahwa sang pujaan telah dimiliki wanita lain.
Berada di lounge dengan ruangan privat membuat Ayyub sedikit bebas pasalnya lelaki itu sedikit emosi dan terganggu dengan banyaknya pasang mata yang memperhatikan mereka terutama Neera, istrinya.
Bukannya tidak tau sedari tadi banyak tatapan mendamba bahkan beberapa rekannya senior maupun junior pria menanyakan tentang Neera padanya. Apakah mereka semua buta, jelas-jelas Ayyub merangkul mesra istrinya bahkan ada anak diantara mereka tetapi para pria itu bahkan tidak memikirkannya.
Berhubung mereka datang tidak begitu jauh dari waktu keberangkatan tak berapa lama mereka berbincang satu orang berseragam pilot datang menghampiri kelimanya. Co pilot yang hari ini mendampingi Ayyub menginformasikan bahwa mereka sudah harus memasuki pesawat karena mereka juga akan mengecek keadaan pesawat sebelum nanti lepas landas di udara.
Mau tak mau, suka tak rela mereka harus melepas sang hero untuk pergi bekerja sementara Neera sudah membantu merapikan tas suaminya dan mengambil topi yang tadi di lepas Ayyub.
Selesai berpamitan pada triplets Ayyub mendekati istrinya dan menatap sangat dalam wanita yang menjadi tambatan hatinya. Jelas saja itu merupakan tatapan penuh cinta dan damba bahkan co pilot yang menjemput Ayyub sampai memalingkan wajahnya karena tak tahan akan situasi tersebut.
"Sayang, Uda pergi dulu ya, titip anak-anak dan jangan lupa perhatikan kesehatan Neera sendiri, okay baby ?" bisik Ayyub sembari memeluk mesra istrinya.
"of course Uda, jangan khawatir percayakan penjagaan kami pada Yang Kuasa" balas Neera saat Ayyub memeluk dari sisi lain.
__ADS_1
Setelah itu Ayyub menempelkan keningnya pada Neera sembari menatap dalam istrinya begitu juga dengan Neera yang masih sibuk merapikan dasi dan seragam Ayyub terakhir memasangkan topi kebesarannya.
"Love you" bisik Ayyub sebelum mencuri satu kecupan pada bibir indah istrinya.
Neera hanya tersenyum melihat tingkah suaminya yang terkadang tak tau tempat. Keempatnya melambaikan tangan pada lelaki yang menjadi orang terkasih di keluarga mereka.
Kini Ayyub telah memasuki pesawat yang akan dibawanya tetapi triplets masih setia mengamati dibalik jendela besar yang mampu memperlihatkan semua keadaan di luar.
Setelah mengecek fisik pesawat bersama para engineer lelaki tampan itu menghidupkan mesin pesawat memastikan semua aman sementara awak kabin yang lain sudah bersiap di badan pesawat.
Cukup lama waktu pengecekan hingga para penumpang masuk ke pesawat hingga akhirnya pesawat itu lepas landas barulah triplets mau diajak pulang oleh bunda mereka.
Ketiganya mati-matian menahan air mata karena sudah berjanji tidak akan menangis jika ingin mengantar ayah mereka namun sepertinya benteng yang mereka buat sudah roboh sehingga saat Neera memeluk mereka bertiga isak dan tangis langsung bersaut memenuhi gendang telinga manusia yang berada di sekitar mereka.
Bukan tanpa alasan Neera memberi syarat seperti itu pada triplets ia hanya tak ingin Ayyub kepikiran dan berat meninggalkan anaknya sementara tugas dan tanggung jawab besar harus ia emban.
Toh sekarang Ayyub sudah berangkat jadi tak masalah untuk triplets mengeluarkan isi hatinya karena perkembangan emosi mereka juga perlu diperhatikan.
Cukup lama mereka mengeluarkan isi hati sembari memeluk Neera yang terus sabar mengelus lembut punggung ketiganya yang kini masih menangkup wajahnya di tubuh sang bunda yang tengah membesar akibat kehadiran si calon adik.
Saat ketiganya selesai meluapkan isi hati barulah Neera mengajak mereka pulang dengan sebelumnya membeli makanan dan minuman favorit mereka di bandara demi menghibur kegundahan hati ketiga bocah yang saat ini tengah memegang minuman mereka sendiri.
__ADS_1