Mencintaimu Dengan Caraku

Mencintaimu Dengan Caraku
BAB 194


__ADS_3

Sepulang dari mesjid dan makan malam kini Ayyub dan keluarga kecilnya masuk ke kamar mereka untuk segera tidur. Hari ini triplets begitu lengket dengan bundanya karena seharian tadi mereka tidak bersama Neera.


Sembari Ayyub membawa ketiganya gosok gigi dan berwudhu lagi sebelum tidur, Neera pergi ke wardrobe menggambil baju tidur untuk salinan setelah ia membersihkan diri nanti.


Begitu Neera sampai di depan pintu kamar mandi bertepatan dengan Ayyub dan triplets yang baru keluar.


Ayyub meminta triplets untuk menunggunya di kasur sementara ia masuk lagi karena masih kebelet pipis. Tidak mungkin ia buang air di depan anak-anaknya tapi kalau didepan istri sih wajar saja hehe.


Setelah menyelesaikan hajatnya tanpa sengaja saat keluar dari bilik kloset Ayyub melihat punggung istrinya yang sedang berganti baju.


Segera ia menahan tubuh Neera dan menyingkirkan kain yang setengah menutupi bagian punggungnya. Dengan teliti ia melihat memar yang sudah berwarna keunguan disana. Ia tekan bagian itu sehingga membuat istrinya kaget dan meringis.


"Kenapa ini sayang, siapa yang melakukan ini hah, jawab aku sayang, akan aku patahkan badannya" emosi Ayyub yang begitu marah melihat istrinya terluka.


"Ssttt Uda tenang dulu. Jangan sampai anak-anak mendengar suara teriakan Uda" bisik Neera yang mencoba menenangkan suaminya.


"Iya, tapi jujur sama Uda kenapa dengan punggungmu?" tanya Ayyub yang mulai menampilkan wajah khawatir bercampur sedih.


"Sudahlah, Neera tidak apa-apa Uda. Jangan dibahas lagi, biarkan Neera pasang baju lagi Uda" tenang Neera sembari memberikan senyum hangatnya.


"Tidak, jelaskan dulu. Uda akan menahan kamu sampai Neera menjelaskannya" tegas Ayyub yang tidak menggubris istrinya.


"Iya Uda, tapi nanti ya sayang. Kasihan anak-anak kita, mereka sudah mengantuk. Kita tidurkan triplets dulu ya sayang" bujuk Neera yang akhirnya ampuh juga.


Dengan menutupi kegelisahannya. Ayyub berusaha menidurkan triplets bersama Neera. Ketiganya asik bercerita sebelum akhirnya tepar dan masuk kedunia mimpinya masing-masing.

__ADS_1


Setelah menyelimuti mereka, mengecup dan menguntaikan do'a Ayyub dan Neera beranjak ke sofa yang ada di kamar mereka. Dalam kebisuannya Ayyub pergi ke kamar mandi dan keluar membawa wadah beserta handuk kecil di tangannya.


Tidak hanya itu, ia berjalan ke arah nakas dan mengambil sesuatu lalu bergabung bersama istrinya yang masih duduk terpaku dengan mata yang mengikuti gerak gerik suaminya.


Sejujurnya Neera menciut juga nyalinya saat melihat Ayyub sudah diam. Berarti suaminya itu sedang marah dan berusaha menekan emosinya.


Perlahan lelaki itu mengangkat bagian belakang gaun tidur Neera. Karena susah akhirnya Ayyub melepaskan gaun yang membuat Neera kaget dan reflek berbalik untuk protes.


Namun saat melihat wajah sangar suaminya Neera langsung kicep dan pasrah saat Ayyub meloloskan gaun itu dari tubuhnya. Bukannya apa-apa, Neera yang terbiasa membuka upperwear itu menjadi topless saat gaun tidurnya dilepaskan.


Dalam diamnya Ayyub mengompres punggung Neera yang sudah memar itu. Seketika hatinya sakit, ia begitu kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi wanita yang terlihat begitu rapuh didepannya ini.


Sekuat tenaga ia mencoba menahan air mata yang ternyata bocor juga merembes hingga ke pipinya. Suara lirih tangisan yang sampai ke telinga Neera membuat ia segera berbalik dan mendapati wajah suaminya yang sudah merah berlinangan air mata.


"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi kepadamu. Maafkan Uda sayang, maafkan Uda yang tidak bisa melindungimu. Seharusnya Uda tidak meninggalkanmu hari ini sehingga kamu sampai terluka begini. Maafkan Uda sayang, Uda seperti suami yang tidak berguna karena tidak bisa melindungi istrinya" rintih Ayyub yang begitu menyayat hati Neera.


Neera bingung dan kaget, hal yang dianggapnya sepele ternyata bagi suaminya itu adalah hal besar. Ia tidak menyangka akan respon suaminya yang begitu mengejutkan. Tetapi kenapa malah Ayyub jadi menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang sama sekali tidak menjadi kesalahannya.


"Uda, maafkan Neera. Bukan salah Uda, sama sekali bukan. Neera berjanji tidak mengulanginya lagi" ujar Neera yang langsung dibalik oleh Ayyub.


Lelaki itu meneruskan mengompres punggung mulus itu dan setelahnya mengoleskan sedikit krim panas untuk mengurangi nyerinya.


"Jelaskan" satu kata dari Ayyub yang akhirnya membuat Neera mau tak mau membuka mulut.


Suaminya sudah dalam mode marah dan tidak bisa tawar menawar. Muka sangarnya membuat Neera akhirnya menunduk dan menjelaskan semua yang terjadi hari ini.

__ADS_1


Setelah mendengarkan penjelasan istrinya, Ayyub membawa bidadari hatinya itu kedalam pelukannya. Merengkuhnya lembut sehingga tidak menyakitinya.


"Sayang, berjanjilah untuk tidak terluka lagi. Melihat kamu seperti ini Uda akan merasa lebih terluka lagi sayang. Uda mohon bantu Uda sayang, Uda tidak sanggup melihat sedikitpun dari Neera terluka, akan lebih baik jika Uda saja yang merasakannya. Neera boleh membantu Nola atau siapapun itu, tetapi jangan abai dengan keselamatan diri sendiri sayang, Uda tidak bisa tanpa Neera. Tidak ada seorangpun yang boleh melukai Neera, baik Uda ataupun diri Neera sendiri. Berjanjilah sayang, berjanji untuk tidak mengulanginya lagi" lembut Ayyub sembari mengelus kepala istrinya yang kini bersandar di dada bidangnya.


"Iya Uda, Neera berjanji. Maafkan Neera yang tidak bisa menjaga diri dengan baik dan sudah membuat Uda khawatir. Jangan marah lagi Uda" cicit Neera diakhir kalimatnya.


"Tidak sayang, Uda tidak marah pada Neera. Uda hanya marah pada diri sendiri karena tidak bisa menjaga istri yang cantik ini dengan baik" sangkal Ayyub pada pernyataan Neera.


"Uda tidak salah, Neera yang ceroboh" cicit Neera lagi.


"Sudahlah sayang, yang penting kedepannya jangan sampai terluka lagi. Ayo istirahatlah sayang, hari sudah malam. Neera pasti sangat capek seharian ini menemani Nola dan mengurus triplets juga. Terima kasih sayang, untuk semua yang sudah Neera lakukan untuk keluarga kita. Betapa beruntungnya Uda memiliki bidadari seperti Neera" ujar Ayyub sembari terus mengusap lembut punggung istrinya yang masih betah duduk dipangkuannya sembari merebahkan diri di tubuh kekar Ayyub.


"Uda, kapan kita pulang ke rumah Apa dan Ama ?" tanya Neera tiba-tiba.


"Sabar ya sayang, setelah semua masalah ini selesai dan kantor kembali stabil Uda akan membawa Neera pulang segera. Maafkan Uda juga yang sudah menahan Neera terlalu lama" bisik Ayyub sembari terus menidurkan istrinya yang menempel seperti koala itu.


"Janji ya Uda, Neera sudah kangen sama Apa Ama dan semuanya" rajuk Neera yang sudah manja mode on.


"Iya sayang, istri manjanya Uda. Sudah malam, ayo tidur. Pejamkan matanya sayang, besok Uda akan bawa Neera dan triplets jalan-jalan, oke ?" ujar Ayyub yang langsung dijawab anggukan Neera yang kembali membenamkan wajahnya di dada Ayyub dan menghirup wangi maskulin yang begitu menenangkan.


Cukup lama Ayyub menidurkan bayi koalanya hingga akhirnya napas teratur mulai terdengar dari wanita yang sudah menguasai hatinya itu. Dengan perlahan Ayyub membawa Neera menuju kasur dan membaringkannya di dekat triplets, begitupun dengan dirinya yang ikut bergabung setelah melepas atasannya.


Setelah mematikan lampu utama, Ayyub ikut bergabung bersama anak dan istrinya. Membawa Neera kedalam dekapannya dan menarik selimut menutupi tubuh mereka semua.


Hari panjang telah terlewati lagi semoga esok akan kembali cerah dan bahagia akan senantiasa mengiringi mereka.

__ADS_1


__ADS_2