
Selesai sholat magrib Neera beserta triplets dibawa Ayyub menuju kediaman orang tuanya. Meski awalnya Neera ragu dengan dandanan yang menurutnya over untuk sekedar mengunjungi keluarga tetapi dengan berbagai rayuan Ayyub berhasil meyakinkannya.
Maka malam ini mereka tengah berada di dalam mobil Rolls Royce hitam metalik keluaran terbaru.
Setelah beberapa kali Neera menyampaikan kepada triplets mengenai siapa yang akan mereka kunjungi akhirnya ketiganya paham dan tidak bertanya lagi.
Malam ini ketiganya terlihat adem ayem tidak seperti biasanya yang akan exited jika diajak pergi oleh orang tuanya apalagi mengunjungi Opa dan Oma mereka. Padahal saat diberi tahu akan pulang ke Indo mereka sangat antusias.
Mungkin mereka lelah pikir Neera menampik keanehan yang dilihatnya pada triplets. Begitupun dengan Ayyub sedari tadi ia sudah menahan rasa yang membuncah di dadanya.
Akhirnya hari ini datang juga, ia akan mempertemukan keluarga yang selama ini ia sembunyikan pada keluarga besarnya terutama pada orang tuanya.
Cucu yang bahkan sudah lama mereka inginkan tanpa mereka sadari sudah ada dan bahkan sekarang sudah tumbuh dengan baik di usia balitanya.
Tidak terbayang oleh Ayyub bagaimana bahagianya kedua orang tuanya nanti jika bertemu triplets. Mereka anak yang lucu, cerdas dan sangat mudah dekat dengan orang. Bahkan orang yang baru melihatpun akan jatuh cinta pada mereka.
Sementara Neera juga disibukkan dengan pemikirannya, apakah nanti ia akan siap jika ditolak lagi atau bahkan diusir. Bagaimana ia harus bersikap nanti dihadapan orang tua Ayyub.
Berbagai pemikiran menggeluti semua yang ada di dalam mobil. Entah bagaimana dengan triplets, dari raut wajah mereka pun terlihat bahwa tengah berpikir keras.
Semakin dekat jarak yang dilewati mobil mewah itu semakin tidak karuan hati Neera. Ia bertekad akan mengikuti apapun skenario yang Ayyun buat.
Kali ini ia akan pasif dan mencoba percaya sepenuhnya pada suaminya. Entah akan berakhir baik atau tragis maka serahkan saja pada takdir.
Gerbang besar menjadi pemandangan pertama saat memasuki rumah megah itu. Tidak ada yang bersuara di dalam mobil tersebut bahkan triplets terlihat biasa saja lebih terkesan tidak peduli.
Setelah melewati taman yang luas serta mengitari setengah air mancur sampailah mereka di pintu masuk kediaman Keluarga Kaisar.
Setelah melewati pos penjaga tadi sudah pasti orang yang ada di rumah tau dan saat mereka sampai di depan, pintu rumah sudah dibuka oleh pelayan yang bekerja disana.
Ayyub turun terlebih dahulu lalu membuka pintu Neera dan membuka pintu belakang untuk triplets.
__ADS_1
Gemuruh dihati Neera semakin kuat, jantungpun kian memompa cepat. Keringat dingin mulai terasa di celah pori-pori tangan yang kini terasa dingin.
Memahami kegelisahan istrinya, Ayyub menggapai dan menggenggam erat tangan Neera.
"It's okay sayang, semua akan baik-baik saja. Uda selalu ada disampingmu sayang" begitulah bisik Ayyub sembari menatap dalam mata Neera.
Dengan mengucapkan basmalah mereka memasuki pintu rumah itu dan langsung disambut oleh keluarga besar Ayyub karena tadi mereka mendapat info dari satpam bahwa Ayyub akan datang tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Ayyub tidak sendiri.
"Assalamu'alaikum.." sapa Ayyub dan keluarga kecilnya.
"Wa'alaikumsalaam..., anak mama sayang udah pulang. Kenapa tidak kasih kabar dulu" heboh mama yang menyambut kedatangan anak kesayangannya.
"Iya ma, aku mau bikin surprise. Sekalian aku mau lihat papa, katanya papa lagi kurang sehat" jawab Ayyub.
"Ohiya ma, hari ini aku tidak datang sendiri. Aku bawa beberapa orang bersamaku" info Ayyub pada mama sekaligus keluarganya.
"Sayang, ayo kesini" panggil Ayyub bertepatan saat Neera dan triplets sampai di ruang keluarga rumah besar itu.
Semua mata tertuju pada satu arah yang menampakkan seorang wanita berhijab dan tidak asing bagi mereka bersama tiga orang balita lucu
"Mama..., ini Zee kan ma. Beneran maa..., apa aku mimpi yaa !!!" heboh Riezka si kakak.
"Yaa ampun.., beneran ma. Ini memang Zee yang waktu itu kita lihat di Paris. Mama ahhhh seneng banget maa" kembali Nola si adik ikut heboh saat sadar dari keterkejutannya.
"Sayang.., bagaimana bisa kamu bawa Zee kesini, sejak kapan dan bagaimana kalian bisa ?" tanya Mama Ayyub yang ikut syok dan memborbardir Ayyub dengan berbagai pertanyaan
"Mama ih, disapa dulu dong Zee nya takut nanti dia bingung" seru Riezka.
"Hi Zee, how are you. Welcome to our house" sapa Mama Ayyub sembari memberikan salam.
"Assalamu'alaikum Nyonya, Alhamdulillah kabar baik. Terima kasih atas sambutannya" balas Neera sopan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalaam. Loh, Zee bisa bahasa indo ?" kaget keluarga Ayyub yang ada disana.
"Iya, saya bisa karena.." belum selesai Neera berkata namun sudah dikode oleh Ayyub dari pegangan tanggannya.
"Kenapa Zee ?" heran mama yang penasaran dengan kelanjutannya.
"Ah tidak, maaf. Ohiya sebelumnya saya ada sedikit oleh-oleh untuk kalian semua. Semoga suka" sopan Neera sembari memberikan tas yang bertuliskan brand ternama termasuk brand perusahaannya sendiri.
Seketika itu mata semua orang berbinar menerima tas belanjaan itu. Dengan suka cita mereka melihat barang branded yang diharapkan akan berpindah ke tangan mereka.
Kemarin mereka masih susah untuk mendapatkan barang tersebut meskipun memiliki uang yang banyak tetapi saat ini secara ajaib benda tersebut ada di tangan mereka.
"Wahh.... Zee, terima kasih banyak. Kami sangat suka. Beruntung sekali Ayyub kenal dengan kamu. Sudah cantik, sukses, baik lagi" puji mama Ayyub diikuti saudara dan ipar Ayyub.
"Mama, lihat ma. Itu ada anak kecil bule tapi kok wajahnya mirip Bang Ayyub ya ma" tiba-tiba adik lelaki Ayyub mengambil alih perhatian semua orang pada triplets yang berdiri disamping kiri kanan Neera.
Semua orang seakan terbius oleh dua anak lelaki dan satu orang anak perempuan yang masih setia gelendotan di kaki Neera.
Baru akan menanyakan perihal tersebut Tuan Kaisar datang dari arah ruang kerja dibantu oleh kedua kakak lelaki Ayyub.
"Ayyub, kapan sampai. Apa kabar kamu. Zee apa kabar atau haruskah Papa panggil Neera ?" sapa ramah Papa Ayyub yang membuat semua orang shock terlebih mama dan rombongan pembenci Neera.
Semua orang membisu, ruangan itu senyap seketika membuat udara terasa terkikis.
"Bunda..." rengek triplets yang mulai merasa tidak nyaman.
"Iya, sebentar sayang" lembut Neera yang seakan memberi jawaban atas pertanyaan adik lelaki Ayyub.
Semua mata kembali beralih pada triplets yang kali ini mulai bertingkah dan menggelayuti Neera. Entah kenapa mereka begitu rewel hari ini.
Ditengah suasana tegang itu tiba-tiba mama Ayyub pingsan yang membuat semua orang panik.
__ADS_1
Semua terasa seperti mimpi, dengan cekatan Ayyub menggendong mamanya ke kamar dan menidurkannya. Setelah selesai Ayyub meninggalkannya bersama saudara perempuan dan iparnya karena dirinya dipanggil oleh Tuan Kaisar, papanya.
Ayyub juga lupa bahwa ia meninggalkan Neera dan anak-anaknya diruang tengah entah bagaimana keadaan mereka saat ini.