
Seorang pria baru saja menapaki langkah di lobby apartemen mewah. Segera ia berjalan menuju lift yang akan mengantarkannya menuju kediaman keluarga kecilnya.
Dengan langkah lebar dan hati yang berdebar ia terus mengayunkan kaki panjangnya. Hari ini ia pulang cepat. Ingin segera menyusul anak dan istrinya. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak bercanda bersama meskipun setiap hari bertemu tapi hanya sesaat.
Satu tangan yang menenteng beberapa buku anak dan makanan satunya lagi miniatur pesawat yang dirakit. Ya, ia sengaja membelikan beberapa hadiah untuk anak dan istrinya dan jangan lupakan juga beberapa lingerie yang ia simpan di paper bag lain.
"Assalamu'alaikum, Ayah pulang" sapanya antusias yang hanya di balas salam kembali oleh anak dan istrinya.
Tidak seperti yang diharapkan memang, ia berimaginasi bahwa saat membuka pintu akan dikerumi anaknya dan disambut antusias tetapi kenyataan tidak sesuai harapan.
"Loh, kok pada diam. Gak senang ya ayahnya pulang ?" bingung Ayyub.
"Senang kok Ayah" jawab Qee lalu kembali fokus ke buku yang sedang mereka baca bersama bundanya.
"Kok gak salim ayah sayang ?" tanya Ayyub lagi.
"Nanti kan ayah pergi lagi, jadi sekalian saja salimnya" balas Qal.
"Loh sayang, ayah kan mau main sama anak-anaknya ayah, kok di suruh pergi lagi ?" ujar Ayyub sembari memasang wajah murungnya.
"Hah ??? Ayah mau main sama kita ??" tanya mereka tak yakin.
"Tentu saja sayang, sini dong peluk Ayahnya. Ayah kangen sekali sama anak-anak Ayah" ujar Ayyub sembari merentangkan tangannya lebar.
Sontak triplets berlari menuju ayahnya dan melompat ke pelukan hangat yang sudah sangat mereka rindukan lebih dari seminggu ini.
"Ayah sudah tidak sibuk lagi ?" tanya Qai.
"Enggak sayang, maafin ayah ya beberapa hari belakangan jadi jarang main sama putra putra ayah ini" sesal Ayyub sembari menjawil satu persatu hidung mungil mereka.
"Tidak apa-apa Ayah, Bunda bilang ayah lagi sibuk terus pusing juga jadi kita gak boleh merengek atau nanti ayah tambah pusing dan jadi lama sibuknya" jelas Qal.
"Iya sayang, terima kasih Princess dan jagoan-jagoan ayah" balas Ayyub haru sembari memeluk ketiganya bersamaan.
"Ohiya, coba tebak Ayah bawa apa hayoo ?" tanya Ayyub antusias.
"Wah... Ayah bawa banyak-banyak, Yeaayyyyy !!!!!" sorak ketiganya serempak.
"Ayo kita buka sama-sama sayang" ajak Ayyub pada ketiganya.
"Wawwww.. ada banyak buku, ada pesawat juga wahhhhhh ayah beli ayam goreng jugaaa ! terima kasih Ayah" sorak ketiganya yang telah lompat-lompat kegirangan.
__ADS_1
Neera hanya geleng-geleng kepala menyaksikan ketiga buah hatinya yang begitu bahagia mendapatkan banyak barang dari ayahnya.
Triplets dan ayahnya sedang sibuk membongkar belanjaan Ayyub sementara Neera berlalu ke dapur menyiapkan ayam goreng dan teman-temannya beserta minuman.
"Ayoo... makan dulu semuanya, ini ayam gorengnya sama kentang juga ni. Wah... ayah baik banget ya hari ini" seru Neera yang mengalihkan atensi mereka.
Semuanya lantas menyerbu Neera dan menyantap hidangan yang ada kemudian mereka saling menyuapkan namun terkadang juga bertengkar kecil memperebutkan bagian paha ayam.
"Ayah sudah selesai masalahnya, kok bisa pulang cepat hari ini ?" lembut Neera pada suaminya.
"Belum Bunda, tapi karena ada bantuan dari detektif rahasia semuanya akan menjadi lebih mudah ayah rasa" ungkap Ayyub.
"Detektif rahasia ?" heran Neera.
"Iya Bunda sayang, detektifnya cantik lagi" ujar Ayyub yang langsung menyambar kecupan di pipi mulus istrinya.
"Eh, siapa ayah ?" tanya Neera makin bingung.
"Masa sih Bunda gak tau" tanya balik Ayyub.
"Ya mana Bunda tau Ayah, orang bunda di rumah aja bareng triplets" ujar Neera.
"Enggak" jawab Neera mengalihkan pandangannya karena takut ketahuan.
"Ngaku nggak, kalo enggak Uda cium disini nih" bisik Ayyub sembari menggigit kuping Neera.
"Ish Ayah, ada anak-anaknya juga" kesal Neera yang menepis pelukan Ayyub namun tak bisa terlepas juga.
"Makanya ngaku, kalo gak beneren nih, ayah cium disini" ancam Ayyub kembali yang sudah mendekatkan wajahnya ke muka Neera.
"Iya, iya Ayah, sudah lepas dulu Yah" kesal Neera yang langsung mendorong dada bidang suaminya.
Baru Ayyub akan membalas ucapan istrinya satu suara lucu menginterupsi kegiatan keduanya.
"Ayah sama Bunda lagi ngapain ?" tanya Qee yang bingung melihat orang tuanya yang sedang dorong-dorongan.
"Ah... enggak sayang, ini ayah mau cium bunda tapi bundanya gak mau" alasan Ayyub.
"Bunda, gak boleh gitu Bunda. Kalo Ayah mau cium Bunda berarti Ayah sayang sama Bunda" nasehat si cerewet Qee.
"Iya Sayang, siapa bilang Bunda gak mau, Bunda mau kok, nih, nih Bunda yang cium Ayah nih" bela Neera yang langsung menangkup wajah suaminya dan menciumi keseluruhan wajah itu saking kesalnya.
__ADS_1
"Nah.. gitu dong, berarti Bunda sayangnya banyak-banyak buat Ayah" akhir si bawel kembali.
"Iya sayang, pinter banget sih anak Bunda" ujar Neera yang balik menciumi wajah Qee.
"Bunda... udah Bunda wahahaha, Bunda Qee geli Bunda...." teriak balita itu akibat perbuatan bundanya yang menciumi seluruh wajah hingga perutnya.
Cukup lama Neera melakukan itu hingga terlihat buah hatinya itu kelelahan karena menahan geli dan teriakan nyaring yang dikeluarkannya.
"Gemesh banget bundaku sama anak pintar satu ini" ungkap Neera yang memeluk erat buah hatinya yang sudah pasrah itu.
"Sama Ayah gak gemes Bunda ?" tanya Ayyub yang sibuk membantu Qal dan Qai makan.
"Enggak ah Yah, gemesnya sama anak-anak aja" sangkal Neera.
"Tapi Ayah gemesh sama Bunda gimana dong ?" tanya Ayyub dengan alis yang naik turun.
"Ayah kalau gemesh sama Bunda, cium banyak seperti Bunda tadi Yah ?" sambar Qee.
"Tapi Ayah gemeshnya lebih banyak lagi sayang" jawab Ayyub pada si kecil.
"Ciumnya banyak, banyak, banyak, lagi Yah" jawab balita itu sembari merentangkan tangannya.
"Okedeh sayang" jawab Ayyub yang mulai mendekati istrinya.
"Ayah, jangan coba-coba yaa.." peringat Neera yang tau maksud terselubung suaminya itu.
"Tapi kata Qee harus gitu Bunda kalau gemesh" alasan Ayyub.
"Ayah" pelotot Neera yang langsung ditutup matanya oleh Qee.
Tanpa basa basi Ayyub langsung menyambar tubuh mungil istrinya itu dan menghujaninya dengan ciuman dari wajah, telinga, perut, tangan, ketek semuanya tidak luput dari bibirnya.
Ketiga balita itu sudah bersorak-sorai menyaksikan ayah dan bundanya sementara Neera sudah mengelinjang mendapati perlakuan suaminya yang tanpa anak-anak mereka ketahui malah menggigiti dan mengecup daerah sensitifnya.
Sungguh pandai sekali bapak tiga anak itu memanfaatkan momen membuat Neera kesal sendiri, lihat saja balasannya nanti.
Setelah puas mengerjai istrinya habis-habisan ditambah dada istrinya yang sudah naik turun karena lelah sedari tadi bergelut kini malah Ayyub sendiri yang kelimpungan.
Nafsunya sudah terbakar tetapi tidak mungkin juga ia menarik istrinya ke kamar sementara buah hati mereka matanya masih on full watt, ditambah lagi mereka tengah asik bermain.
Tidak ada jalan lain, ia harus bermain solo di kamar mandi. Salahkan dirinya yang menggali kuburan sendiri. Bahkan lebih parahnya lagi senjata makan tuan. Poor Ayyub.
__ADS_1