
Seharian itu Ayyub mengajak Neera kencan menikmati waktu berdua. Meskipun awalnya Neera memiliki kegiatan, tetapi ketika Ayyub meminta waktunya maka mau tidak mau ia akan memenuhi karena itu adalah kewajibannya yang utama sebagai istri.
Selepas memberi kejutan di restoran kini mereka menepi di hotel yang tiba-tiba Ayyub inginkan. Tentu saja mereka saling menghangatkan melepas rindu yang sulit terjadi jika ada triplets.
Awalnya Neera sempat protes kenapa suaminya itu bisa-bisanya mengajak ke hotel di tengah hari begini. Tetapi apa mau dikata sebagai istri yang baik akhirnya Neera patuh dan memenuhi keinginan suaminya, toh itu merupakan kewajibannya melayani suami.
Setelah puas bermain kuda-kudaan dan bermesraan kini saatnya mereka menjemput triplets ke sekolah dan besok adalah family time mereka sebelum Ayyub berangkat kerja lagi.
Mereka sampai di sekolah sedikit terlambat karena jam pulang sudah sekitar sepuluh menit yang lalu, beruntung disana setiap murid akan ditunggui oleh staff pengajar hingga orang tua mereka datang menjemput.
Ayyub berjalan sendiri kekelas triplets karena Neera yang sudah tertidur didalam mobil yang tentu saja kelelahan akibat ulah suaminya.
"Hello, selamat siang semua" sapa Ayyub yang langsung mendapatkan tatapan membunuh dari triplets.
"Selamat siang Tuan, mau menjemput triplets Tuan" sapa salah seorang pengajar dengan ramah.
"Betul Miss" jawab Ayyub.
"Tunggu sebentar Tuan, akan saya panggilkan" sopan guru itu.
"Qaivan, Qeenan, Qalundra saatnya pulang" panggil Miss tersebut.
"Yes Miss., Terima kasih untuk hari ini Miss. Semoga harimu menyenangkan. See you" salam triplets saat sudah sampai dipintu.
"Terima kasih Miss, kami permisi dulu" pamit Ayyub pada pengajar yang tersenyum itu.
"Ya Tuan, sampai jumpa lagi anak-anak" jawab Miss pada mereka.
Triplets berlarian menuju mobil yang dibelakangnya diikuti oleh sang ayah yang hari ini berpenampilan casual. Terlihat santai tapi modis.
"Ayah dimana bunda, kenapa tidak datang menjemput kita ?" tanya Qal yang berbalik diikuti kedua saudaranya.
"Bunda ada sayang, lagi tidur dimobil" jelas Ayyub agar triplets tidak kecewa.
__ADS_1
"Memangnya kenapa dengan bunda ayah, apakah bunda sakit ?" tanya Qai yang mulai khawatir.
"Tidak sayang, bunda hanya kelelahan sehabis kuda-kudaan" jelas Ayyub asal karena ia tahu bahwa pertanyaan kenapa akan muncul.
"Bunda naik kuda dimana ayah ?" tanya Qee yang juga penasaran.
"Bukan kuda sayang, tapi kuda-kudaan" ulang Ayyub.
"Iya dimana ayah ?" tanya Qee ngotot.
"Iya nanti kalian tanya bunda saja ya" akhir Ayyub yang menyerah atas pertanyaan triplets.
Mana mungkin juga ia akan menyebutkan secara gamblang mengenai permainan mereka di hotel tadi.
Akhirnya Ayyub menyerahkan jawaban yang bijak pada istrinya yang sejatinya tidak tau apa-apa. Entah bagaimana nanti Neera akan bereaksi atau jangan-jangan jatahnya untuk sehari kedepan akan habis akibat ulah mulutnya. Memang benar kata orang bahwa mulutmu adalah harimaumu.
Sementara triplets yang semangat berlarian menuju mobil Rolls Royce hitam metalic keluaran terbaru itu sembari memanggil sang bunda.
Didalam mobil Neera yang mendengar keributan terlebih lagi itu adalah triplets langsung terbangun meskipun matanya masih terasa berat dan badannya sangat letih.
Tentu saja hal ini menjadi perhatian bagi beberapa orang yang ada disana. Bagaimana tidak panggilan bunda begitu terdengar asing bagi mereka.
Entah apa itu bunda mungkin sebagian mereka juga tidak tahu namun Neera tetap menggunakannya karena itulah bahasa dari negaranya sendiri.
Bukan lantas memanggil mommy, mom and mother seperti kebanyakan penduduk disana. Meskipun mereka lahir dan tinggal disana Neera tetap tidak akan meninggalkan akar budaya dan bahasa sendiri.
Memadukan budaya ketimuran dalam pendidikan putra putrinya agar kelak juga tumbuh menjadi anak yang sopan dan santun dalam tingkah laku dan tutur kata.
Ayyub yang memegang kunci remote yang sedari tadi mengunci Neera langsung menekan tombol unlock agar Neera bisa keluar ataupun mereka yang masuk.
"Assalamu'alaikum bunda" sapa triplets yang memang biasa mengucapkan salam jika bertemu dengan keluarganya ataupun muslim yang lain.
"Wa'alaikumsalaam sayang" jawab Neera sembari menjawab salam dan menerima uluran tangan kecil mereka yang akhirnya mencium punggung tangan Neera dan diakhiri dengan kecupan masing-masing.
__ADS_1
"Sama bunda aja, Ayah gak disalamin ni, malahan tadi Ayah juga tidak dapat peluk dan kissnya" protes Ayyub yang akhirnya diserbu oleh triplets untuk melakukan hal yang sama seperti Neera tadi.
"Bunda, benar bunda tadi main kuda-kudaan. Dimana bunda, Qal juga mau ikut" rengek Qalundra yang langsung to the point.
"Main kuda-kudaan, kapan sayang. Kok bunda tidak tau. Siapa yang bilang ?" bingung Neera yang sama sekali tidak merasa main kuda hari ini apalagi naik kuda-kudaan seperti komedi putar, itulah yang ada dipikiran Neera. Mungikin itu juga yang dimaksud Qal pada topik ini.
"Iya bener bunda, tadi ayah bilang ketiduran karena tadi capek main kuda-kudaan" jelas Qai untuk mendukung perkataan Qal.
"Hah, kapan ?" bingung Neera yang masih belum konek.
"Tadi bunda, memangnya bunda tadi kemana saja ?" tanya Qee yang mulai terpikirkan kembali oleh Neera.
Selang beberapa menit mata Neera membulat mengerti arah pembicaraan ini. Ternyata bukan kuda-kudaan dalam arti sebenarnya tetapi memiliki arti lain yang lebih dalam.
Seketika Neera langsung memberikan tatapan membunuh setajam silet pada laki-laki yang kini tengah terlihat pura-pura tidak tahu dan mengendalikan setir mobilnya.
Ayyub merasakan bulu kuduknya merinding merasakan hawa mencekam yang mengancamnya. Tentu saja ia tahu reaksi Neera hanya sebisa mungkin ia mencoba menghindar. Bukan apa-apa takut nanti jatah esok hari hangus mana lusa ia akan pergi terbang lama bisa puasa lama kalau benar terjadi.
"Ia sayang, bunda lupa. Ayah yang paksa bunda tadi padahal bunda tidak mau. Bunda jadi ingat kalian. Maunya kita naik kuda bersama tapi ayah terus paksa bunda, jadinya mau tidak mau bunda naik" adu Neera yang tentu saja balas dendam pada suaminya itu.
Diluar dugaan, berharap istrinya akan memperjernih salah kata yang diucapkan Ayyub malah jadi menyudutkan dirinya. Ternyata benar, tidak boleh melempar batu sembunyi tangan.
Istrinya itu terlalu pintar untuk menjadi bantalan kesalahannya. Malah senjata makan tuan jadinya.
'Terkadang mempunyai istri yang terlalu pintar juga merepotkan' batin Ayyub.
Benar saja, tidak berselang lama ia mendapat protes keras dari triplets dan membuat ia pusing sendiri.
"Ayah jahat, ayah tidak mau ajak kita berkuda. Ayah nyebelin" kesal Qal.
"Iya bener, ayah tidak adil" tambah Qee.
"Ayah kenapa tidak mau ajak kita, kenapa ayah cuma ajak bunda" protes Qai.
__ADS_1
Akhirnya Ayyub kehabisan kata-kata dan menjanjikan esok hari akan ke istal kuda. Sementara Neera menahan tawa melihat wajah panik suaminya yang mendapatkan kekesalan triplets.