
Ruang sidang seketika memanas saat bukti demi bukti yang mengarah pada Kiki dan keluarganya terkuak.
"Ini adalah transaksi beserta identitas pemegang akun di bank swiss yang kebetulan dapat kami temukan. Tidak usah khawatir karena ini real dikeluarkan oleh world bank, jadi bukan bukti yang mengada-ada. Silakan dicek yang mulia" ujar pengacara sembari menyerahkan bundelan kertas yang cukup tebal itu.
Semua orang sangat terkejut dengan bukti yang dikeluarkan itu sampai hakim lain berkumpul untuk membuktikan perkataan pengacara keluarga kaisar. Mereka seakan tidak percaya bahwa berkas yang mereka pegang saat ini memang benar dari bank pusat dunia.
Setelah menverifikasi keaslian dan kesahan bukti, hakim menyerahkan pada jaksa. Ketika semua orang masih tercengang pengacara mulai membukan beberapa gambar di layar lcd yang terbagi menjadi dua itu.
"Sekarang saya akan menjelaskan bukti yang kami dapatkan, disini disebutkan bahwa akun yang berada di luar negri atas nama bapak Feri, selaku ayah saudari Kiki, saudara Hendra saudara laki-laki Kiki dan saudari Kiki sendiri yang menjadi tiga akun terpisah" jelas pengacara yang membuat keluarga Kiki langsung pucat.
"Sebelum melanjutkan saya mohon kepada petugas untuk mengamankan tiga orang terkait yang kebetulan hadir disini" kata pengacara yang disetujui oleh hakim.
"Baiklah saya lanjutkan, berdasarkan bukti yang kami dapatkan pada waktu yang bersamaan dilakukan transaksi oleh akun atas nama saudari Kiki, bisa kita lihat persamaan pada data ini, yang mana bukti transaksi ini semua sesuai dengan bukti yang kami dapatkan di kamar saudara Fazreen dan saudari Kiki" jelas pengacara sembari menunjuk point yang ia jelaskan dengan petunjuk digital.
"Lalu dari akun atas nama Kiki dikirim pada akun atas nama Feri dan setelahnya dipotong dan dikirim kembali pada akun atas nama Hendra. Saya mengerti hal ini biasa dilakukan untuk menghilangkan bukti dan upaya agar sulit untuk dilacak. Kemudian dari akun atas nama Hendra ini uang selalu disalurkan pada perusahaan mereka selama beberapa tahun belakangan. Selain itu juga ada yang dicairkan untuk pembelian aset dan juga deposito" papar pengacara yang makin membuat keluarga Kiki mati kutu.
"Untuk lebih memperjelas, kami memiliki data perusahaan keluarga saudari Kiki dengan status start up dan nyaris collaps tapi masih bisa bertahan. Bahkan orang awam sendiri akan bisa melihat hal ini, nilai pemasukan yang rendah sementara biaya rumah tangga perusahaan jauh lebih tinggi. Bisa dikatakan lebih banyak uang keluar daripada masuk tapi perusahaan masih tetap berjalan dan terkesan makmur" jelas pengacara yang diangguki semua orang.
"Ternyata selama ini sumber pendanaan mereka dari akun luar negri ini, seperti tadi yang saya sebutkan atas nama Hendra" jelas pengacara lagi.
__ADS_1
"Jadi berdasarkan bukti dan saksi yang sudah kami dapatkan, kami menolak tuduhan dari saudari Kiki dan justru saya sebagai pengacara keluarga Kaisar mewakili perusahaan juga ingin menuntut ganti rugi dari yang bersangkutan dan juga meminta hukuman yang seberat-beratnya. Sekian yang mulia, kami sangat mengharapkan keadilan" tutup pengacara yang mengakhiri penjelasannya.
"Baiklah kalau begitu, kami sudah mendengar semua penyataan dari pihak tersangka maupun pihak saksi oleh sebab itu kami memutuskan status saksi menjadi tersangka bersama juga pihak terkait dan putusan akan segera kami umumkan. Sidang ditunda 15 menit" ujar hakim yang mengetuk palu satu kali lalu beranjak diikuti oleh dua hakim lain dan jaksa.
Tidak ada yang beranjak dari ruang sidang, bahkan kini media yang hadir atas undangan Kiki sudah sibuk memainkan jemarinya di keyboard laptop masing-masing untuk menerbitkan berita yang sedang hangat ini.
Keluarga Kiki yang sedari tadi sudah resah langsung menunduk menghindari blizt kamera yang terus mengambil gambar mereka.
Sementara Fazreen yang masih duduk di kursi tersangka menatap haru keluarganya dengan mata berkaca-kaca seakan menyampaikan berjuta rasa terima kasihnya pada orang-orang yang telah berjuang untuknya.
Begitu juga sebaliknya, bahkan kini Tuan Kaisar, Ayyub, Hakim dan Neera sudah menjatuhkan bulir bening yang sedari tadi menggenang di mata mereka.
"Semua atas pertolongan Allah Uda. Jangan bilang begitu Uda, masalah ini juga masalah Neera karena keluarga Uda sudah pasti juga keluarga Neera. Bukannya kita adalah satu" balas Neera yang membalas pelukan suaminya.
Begitu juga Tuan Kaisar yang berada disebelah Kiri Neera yang memeluk menantunya itu untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Bahkan Hakim juga ikut memeluk Tuan Kaisar yang berada disebelahnya.
Tidak berselang lama Jaksa dan Hakim yang bertugas masuk kembali ke ruang sidang dan menempati kursi mereka.
"Sidang untuk kasus korupsi dan penyelewengan dana perusahaan Kaisar Utama Corp. kembali dibuka" ucap hakim sembari mengetuk palu satu kali.
__ADS_1
"Berdasarkan undang-undang xx pasal xx, ayat xx, kuhp xx, terkait dengan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme merujuk pada bukti dan saksi yang telah kami dapatkan maka jaksa menuntut satu, status semua saksi yang sudah menjadi tersangka akan langsung menjadi terdakwa bersama dua orang yang terkait yaitu saudara Hendra dan saudara Feri. Kedua, mencabut status tersangka saudara Fazreen Kaisar dan dibebaskan atas segala tuduhan. Ketiga, menuntut saudari Kiki 20 tahun penjara, saudara Feri dan Hendra masing-masing 15 tahun penjara dan tiga saksi saudara Gunawan, saudari Rina, dan saudari Indah masing-masing 10 tahun penjara. Keempat, menuntut ganti rugi dari pihak terdakwa berupa pengembalian sejumlah yang diambil yaitu 70 miliar beserta denda yang disesuaikam dengan pengambilan dana perusahaan. Sekian yang mulia" ujar jaksa penuntut umum.
"Baiklah sesuai yang disampaikan oleh saudara jaksa kami mengabulkan permohonan dan mendakwa pihak terkait sesuai dengan dakwaan yang disampaikan dan pengembalian uang yang diambil diberi tenggang waktu tiga bulan paling lambat jika telah jatuh tempo dan belum dikembalikan maka pengadilan akan menarik paksa semua aset" ujar Hakim sembari mengetuk palu tiga kali sebagai putusan akhir sidang yang membuat Fazreen langsung sujud syukur.
"Sidang pada pagi menjelang siang ini kami tutup, sekian dan terima kasih atas perhatiannya" tutup Hakim ketua yang langsung meninggalkan ruang sidang bersama jaksa.
Langsung Fazreen berlari kearah keluarganya dan memeluk erat sang Papa.
"Papa, Fazreen udah bebas Pa, Papa maafin Fazreen Pa" tangis Fazreen yang terus membenamkan wajahnya di bahu yang selalu menjadi tumpuannya.
"Iya Nak, selamat ya Nak. Sudah seharusnya, Abang tidak salah, kebenaran akan selalu berbicara, ayok kita pulang. Mama sudah menunggu di rumah" ujar Tuan Kaisar yang mengajak putra keduanya itu.
Tidak lupa Fazreen juga mengucapkan terima kasih pada kedua saudaranya Hakim dan Ayyub dan terutama kepada iparnya Neera. Bahkan lelaki itu berkali-kali menyalami tangan Neera dan membawanya ke dahinya sebagai ungkapan terima kasihnya.
Neera yang merasa tidak enak perlahan menarik tangannya lembut agar tidak menyinggung dan beralih memegang tangan suaminya.
"Semua atas kehendak Yang Kuasa Bang, juga Do'a Papa dan Mama yang tak pernah putus, juga usaha keras Papa, Abang Hakim, dan juga Ayyub Bang, ohiya atas bantuan pengacara handal kita juga, iya gak Pak. Keren banget tadi aksinya Pak" balas Neera yang membuat suasana lebih hidup dengan tawa.
Lain halnya dengan Kiki dan keluarganya beserta tiga anak buahnya yang sudah diborgol dan digiring menuju mobil yang akan membawa mereka ke sel tahanan. Diiringi tatapan benci melihat kebahagiaan keluarga Kaisar mereka meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1