
Seharian mengasuh triplets sembari bekerja bukan hal sulit bagi Ayyub. Triplets sangat anteng dan jarang sekali mengganggu pekerjaannya. Mereka mengerti kesibukan ayahnya dan memilih bermain bersama saudara kembarnya.
Selesai bangun Ayyub memandikan ketiga buah hatinya tanpa bantuan siapapun. Ia mengganti baju triplets dengan baju santai yang sudah disediakan istrinya di dalam tas peralatan triplets. Sepertinya akan lebih mudah jika ia menyediakan baju ganti untuk triplets di kantor karena kemungkinan triplets akan sering ke kantornya.
Selesai membersihkan triplets Ayyub juga membereskan ruangannya dan menumpuk semua pekerjaan yang susah selesai menjadi perbagiannya setelah itu ia keluar dari kantor bersamaan dengan jam pulang.
Semua karyawan menyapa atasannya dengan sedikit menunduk bahkan beberapa diantara mereka yang hadir di ruang meeting menyapa Qee yang sangat meninggalkan kesan mendalam bagi keselamatan karir mereka.
Saat telah memasuki mobil dan asisten beserta sekretaris Ayyub sudah memasukkan tas-tas mereka Ayyub berlalu membaur bersama para pengendara lain.
"Drrttt. drrt....drrrt..." bunyi deringan saat Ayyub berusaha menelpon istrinya.
"Assalamu'alaikum Sayang..." terdengar suara lembut yang langsung membuat senyuman semua manusia di super car yang tengah melaju itu.
"Wa'alaikumsalaam bunda.." jawab serempak Ayyub dan triplets.
"Masya Allah, ada kesayangan bunda juga" jawab Neera dari seberang.
"Iya sayang, ini ayah sama triplets baru keluar kantor mau jemput bunda" ungkap Ayyub yang mendahului putranya.
"Ayah langsung pulang saja yah, Bunda ada sopir disini. Nanti biar diantar saja, kasihan ayah capek habis kerja" balas Neera dengan lembut.
"Jangan sayang, Ayah dan triplets jemput bunda sekarang juga. Ayah gak capek kok yang ini kami ayah sudah di jalan ya, Bunda tunggu disana" tolak suami yang sudah mode posesif pada istrinya.
"Ya sudah kalau begitu, bunda beres-beres dulu. Hati-hati ya semua kesayangan bunda, love you" ujar Neera yang membuat melek mata triplets.
"Love you too bunda, Assalamu'alaikum" balas serempat triplets dan ayahnya.
"Wa'alaikumsalaam sayang.." balas Neera mengakhiri percakapan singkat itu.
"Ayah, kita jemput bunda ke gedung bulat-bulat itu lagi yah ?" tanya Qal bersemangat.
"Iya sayang, itu namanya laboratorium penelitian nak" jelas Ayyub pada putrinya.
__ADS_1
"Oh.., penelitian itu apa yah ?" tanya kembali Qal yang masih ingin tau.
"Penelitian itu untuk mengetahui apakah suatu obat atau apapun aman untuk semua orang dan lingkungan" Ayyub menjelaskan sesederhana mungkin.
"Untuk siapa bunda meneliti itu ayah ?" kembali Qal ingin menuntaskan rasa ingin taunya.
"Bunda melakukannya untuk kita semua nak, untuk manusia yang ada di bumi ini" ucap Ayyub.
"Masya Allah.., Bunda kereeeeen" puji Qal yang diangguki saudara kembarnya, tidak lupa beserta jempol mungil mereka.
"Iya nak, Alhamdulillah bunda kita sangat pintar dan cerdas, semoga anak-anak ayah nantinya akan sukses seperti bunda juga yah, dapat memberikan manfaat untuk semua orang, satu lagi ingat pesan ayah untuk selalu..." gantung Ayyub meminta jawaban triplets.
"Rendah hati dan tidak boleh sombong..." serempak mereka bertiga yang membuat ayah mereka tersenyum bangga.
Tidak terasa perjalanan lima belas menit mereka habiskan dengan bercanda hingga mereka sampai di depan gerbang masuk laboratorium terbesar kepunyaan organisasi dunia.
Gedung yang besar dengan bentuk yang membulat terbagi dalam beberapa gedung di dalam kawasan yang sangat besar. Saat ini triplets tengah mengagumi bentuk yang unik dan berkelas dari lab itu.
Sebenarnya Neera bisa saja memintakan izin untuk mereka masuk tetapi sayang prosedur yang akan mereka lalui lama karena harus mengikuti standar sanitasi dan biosecurity yang ketat. Lebih baik Neera saja yang keluar berhubung ia juga sudah pulang.
Tidak begitu lama, Neera terlihat keluar dengan kendaraan khusus sejenis buggie tetapi lebih canggih dan bentuknya sangat lucu.
Jelas saja triplets merengek ingin manaiki kendaraan itu, saat Neera dan beberapa orang temannya sampai triplets langsung menyerbu gerbang dan meminta bundanya untuk membawa mereka.
Akhirnya setelah berbicara dengan petugas Neera membawa mereka berkeliling di taman depan gerbang. Buggie itu akan tetap di sterilisasi kembali setelah mereka pakai oleh sebab itu Neera bisa saja menyetujui permintaan triplets.
Beberapa teman Neera yang lain sudah mengucapkan selamat tinggal yang selalu dibalas lambaian tangan dan senyuman oleh ibu hamil itu.
Terkadang Neera membuat buggie versi canggih itu terbang rendah sehingga membuat triplets kegirangan.
Buggie canggih itu dirancang untuk memudahkan para peneliti sehingga ia memiliki fitur yang sangat lengkap. Berkali-kali triplets berseru dan meminta lagi dan lagi pada bundanya yang kini terlihat sangat keren dimata mereka bertiga.
Lain dengan anak lain juga dengan Ayyub yang kini sudah memikirkan uang dikepalanya. Lelaki dewasa itu berpikie kendaraan ini sangat keren dan jika ia bisa memproduksinya dan menempatkan di semua hotel dan resortnya pasti akan menjadi nilai tambah sehingga menarik para visitor.
__ADS_1
Memang pengusaha tetaplah pengusaha. Setiap ada peluang selalu mereka ambil sehingga bisnis tetap maju dan selalu berinovasi setiap waktu.
Setelah puas bermain barulah triplets mau pulang dan melepas buggie kesayagan mereka. Saat ini kelimanya sudah berada di mobil dengan senyum yang tak lepas dari wajah sumringah, terutama triplets.
"Bagaimana hari ini sayang, apa triplets pintar di kantor ayah ?" tanya Neera mengawali pembicaraan sembari menemani perjalanan mereka.
"Pintar bunda, Qee tadi juga bantu ayah bekerja" ungkap Qee dengan bangga.
"Iya bunda, terus Qee dapat bayaran, banyak sekali makanannya bunda" didukung jawaban Qal.
"Benar bunda, terus Qee bagi makananya ke Qal dan Qai bunda, ada buah terus minumannya juga enak Nda" celoteh Qai yang tidak mau ketinggalan.
"Masya Allah, pintarnya anak bunda. Berarti Qee dibayarnya sama makanan Nak ?" tanya Neera kembali.
"Iya Bunda, dikasih om dan tante yang ada di ruang rapat, tapi Qee ambil punya ayah juga biar bisa dibagi-bagi sama Qal dan Qai Nda" jelas Qee yang membuat kening Neera berlipat.
"Bukan sayang, itu snack yang ada di ruang rapat, tadi Qee membantu kami dengan ide cemerlangnya tetapi ia berfikir bahwa snack yang diberikan itu adalah bayaran atas kerja kerasnya. Biarkan saja yang, mereka sangat bangga, Ayah tidak mau merusak kebahagiaan mereka dan membuat Qee kecewa biar dia merasa bahwa kerja kerasnya terbayar" bisik Ayyub menjelaskan pada istrinya.
"Benarkah ?! Wah Masya Allah pintarnya anak bunda.." semangat Neera yang membuat mereka tersenyum bangga..
"Kalau Qai dan Qal hari ini mengerjakan apa di kantor ayah ?" tanya Neera kembali.
"Qai drawing and colouring Nda, terus gambarnya di ambil ayah dan ditempel di ruang kerja ayah, biar ayah semangat" cerita Qal yang diangguki ayahnya.
"Benar bunda, gambar Qal bagus sekali, warnanya juga bagus Nda" puji Qee pada saudaranya.
"Qai juga tadi bantuin ayah menyusun buku dan Qai tadi juga peluk Qal saat Qal hampir jatuh di tempat mandi bola Nda" cerita Qal pada bundanya.
"Qai juga bikin pesawat dan gedung yang bagus dari lego bunda, terus ayah pajang di ruang kerja, iyakan Yah ?" tambah Qee yang juga semangat menceritakan hasil karya saudara kembarnya.
"Benar sayang, anak-anak ayah dan bunda memang hebat luar biasa, membantu ayah di kantor, pintar sholat, makan dan tidur siangnya" puji Ayyub pada triplets.
"Masya Allah, pintarnya anak ayah dan bunda" puji Neera sembari mengelus lembut kepala ketiganya.
__ADS_1